Anda di halaman 1dari 20

BINA DESA SAHABAT KUSTA

DI PROVINSI SULAWESI UTARA


PERTEMUAN AKSELERASI PENCAPAIAN TARGET NASIONAL P2P KUSTA
BEKASI, 10 OKTOBER 2018
2018
LUAS : 15.723 KM2
POPULASI : 2.484.392

BATAS UTARA : L.SULAWESI,


FILIPINA, S.PASIFIK
BATAS TIMUR : L.MALUKU,
S.PASIFIK
BATAS SELATAN : L.MALUKU,
TELUK TOMINI
BATAS BARAT : PROV.
GORONTALO

11 KABUPATEN
4 KOTA
169 KECAMATAN
1874 DESA/KELURAHAN

PUSKESMAS : 193 (89/162)


RS : 44
LATAR BELAKANG
50
 Minahasa Utara : kabupaten 46
45 43
endemis tinggi 40 38

 Jumlah kasus baru kusta : 35


30
30

fluktuatif, tergantung dari 25


25
26

upaya penemuan kasus oleh 20


20

petugas -- anggaran 15
12

10

 Budaya Tumou Tou 5

0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Kasus Baru
TUJUAN BINA DESA SAHABAT KUSTA

Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat


Meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan petugas kesehatan
di Puskesmas
Menemukan dan mengobati semua penderita yang ada
METODE BINA DESA SAHABAT KUSTA
 Investasi pengetahuan yang benar tentang kusta kepada
petugas Puskesmas dan kelompok potensial masyarakat
desa secara terus-menerus.
 Melibatkan OYPMK. Anggota
masyarakat yang
 Dilaksanakan di Puskesmas dengan beban kusta tinggi,
berpengaruh dan
selanjutnya dilakukan mapping untuk memilih desa-desa didengar, yang
high endemis. dicari orang jika
 Kegiatan bersifat berkesinambungan. seandainya
 Inisiasi dengan dana NLR pada tahun pertama, selanjutnya ditimpa masalah
sharing budget dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dan
Puskesmas mulai tahun kedua dan seterusnya.
TAHAPAN PELAKSANAAN

1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
TAHAPAN PELAKSANAAN
1. Advokasi ke kabupaten
2. Pertemuan teknis di kabupaten
3. Pertemuan teknis di Puskesmas
4. Pertemuan kelompok potensial di desa
5. Penyuluhan di masyarakat (dan pemeriksaan)
6. Monitoring evaluasi
HASIL PELAKSANAAN BINA DESA SAHABAT KUSTA
DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

Mulai DeSaKu
70
65
Terjadi peningkatan
60 56
penemuan kasus baru 50 46
secara signifikan 43
38
44 44

40
35
sampai tahun ketiga, 30
32
30
namun terjadi 25 26

20
20
penurunan kasus pada 12

tahun keempat. 10

0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Kasus Baru
HASIL PELAKSANAAN BINA DESA SAHABAT KUSTA
DI KABUPATEN MINAHASA UTARA (2)
50
47
45

40

Terjadi peningkatan 35
32 32 32 32
30
ownership dari 25

pemerintah daerah 20
15 15 15 15 15
kabupaten termasuk 15

Puskesmas. 10

5
0 0
0
2012 2013 2014 2015 2016 2017

dibiayai NLR dibiayai APBD


HASIL PELAKSANAAN BINA DESA SAHABAT KUSTA
DI KABUPATEN MINAHASA UTARA (3)
6

5 5 5

Meningkatnya 4

motivasi petugas
3
3 3

Berkurangnya 2
Kasus Anak di Minahasa Utara 1

stigma di 1

masyarakat.  0
2011 2012 2013 2014 2015
0
2016
TANTANGAN

 Petugas Puskesmas harus cerdik mencari waktu yang tepat untuk


pertemuan dengan kelompok potensial.
 Dibutuhkan skill dan pendekatan khusus untuk melakukan lobi kepada
kelompok potensial.
 Pendanaan dari dana APBD dan BOK Puskesmas belum mencakup
semua desa endemis tinggi.
 Adanya pergantian beberapa kepala Puskesmas dan petugas Puskesmas
yang sudah dilatih serta pergantian pimpinan kelompok potensial di desa.
PENGEMBANGAN KE KABUPATEN LAIN

KABUPATEN KABUPATEN
MINAHASA SELATAN BOLAANG MONGONDOW UTARA

 CDR : 9 / 100.000  CDR : 27 / 100.000


 Proporsi cacat tingkat 2 : 7 %  Proporsi cacat tingkat 2 : 25 %
 Kasus anak : 20 %  Kasus anak : 5 %
 Tahun 2017 dipilih 15 desa (NLR)  Tahun 2017 dipilih 15 desa (NLR)
 Tahun 2018 : + 32 desa (daerah)  Tahun 2018 : + 15 desa (daerah)
PENGEMBANGAN KE KABUPATEN LAIN

KAB. KEPULAUAN SANGIHE : PULAU MAHANGETANG (2018)

TAHUN 2019
 KAB. BOLAANG MONGONDOW (diusulkan ke NLR)
 KAB. BOLAANG MONGONDOW SELATAN (dana daerah, BOK, dana desa)
 KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR (dana daerah, BOK, dana desa)
 KOTA TOMOHON (dana daerah, BOK, dana desa)

RENCANA KEMOPROFILAKSIS
 KAB. MINAHASA UTARA DAN KAB. BOLAANG MONGONDOW UTARA
 KAB. KEPULAUAN SANGIHE : DI PULAU MAHANGETANG, KAWALUSO, DAN MARORE
TERIMA KASIH 

photos on google