Anda di halaman 1dari 81

Bab 11

Komunikasi Sel

Power Point Bahan Ajar

Biologi
Edisi Kedelapan
Neil Campbell dan Jane Reece PENERBIT ERLANGGA
Gambaran Umum: Internet Selular

• Komunikasi sel-ke-sel sangat penting bagi


organisme multiselular
• Para ahli biologi telah menemukan beberapa
mekanisme universal untuk regulasi selular
• Efek kombinasi dari sinyal-sinyal ganda
menentukan respons sel
• Contohnya, pelebaran pembuluh darah
dikendalikan oleh berbagai molekul ganda
Peraga 11.1 Bagaimanakah efek yang ditimbulkan oleh Viagra (berwarna-warni) dari hasil kerjanya yang
menghambat enzim jalur-pensinyalan (ungu)?

Dalam salah satu contoh, suatu jalur umum pensinyalan sel-ke-sel


menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Begitu sinyal itu lenyap, respons
dihentikan oleh enzim yang ditunjukkan dengan warna ungu pada peraga di
atas. Molekul berwarna-warni menghalangi kerja enzim tersebut dan menjaga
pembuluh darah tetap melebar.
Konsep 11.1: Sinyal eksternal diubah menjadi
respons di dalam sel
• Mikroba merupakan jendela untuk memahami
peran pensinyalan sel dalam evolusi
kehidupan di Bumi
Evolusi Pensinyalan Sel

• Jalur transduksi sinyal (signal transduction


pathway) adalah serangkaian langkah yang
mengubah atau mentransduksikan sinyal
pada permukaan sel menjadi respons selular
yang spesifik
• Jalur transduksi sinyal mengubah sinyal-
sinyal pada permukaan sel menjadi respons
selular
Peraga 11.2 Komunikasi di antara sel-sel khamir yang kawin

Faktor 
Reseptor

1
Pertukaran a 
faktor
perkawinan
Faktor a
Sel khamir, Sel khamir,
tipe kawin a tipe kawin 

2 Perkawinan a 

3 Sel a/ baru a/


• Kemiripan jalur menyiratkan bahwa molekul
pensinyalan pertama kali berevolusi pada
prokariota purba dan selanjutnya dimodifikasi
oleh eukariota
• Konsentrasi molekul sinyal memungkinkan
bakteri mendeteksi densitas populasi
Peraga 11.3 Komunikasi di antara bakteri

1 Sel-sel
individual
yang
berbentuk
batang

2 Agregasi
sedang
0,5 mm berlangsung

3 Struktur
pembentuk-
spora (badan
buah)

Badan buah
Pensinyalan Lokal dan Jarak Jauh

• Sel dalam organisme multiselular


berkomunikasi melalui pembawa-pesan
kimiawi
• Sel hewan dan tumbuhan memiliki sambungan
sel yang secara langsung menghubungkan
sitoplasma sel-sel yang bersebelahan
• Pada pensinyalan lokal, sel hewan dapat
berkomunikasi melalui kontak langsung, atau
pengenalan antarsel
Peraga 11.4 Komunikasi melalui kontak langsung antarsel
Membran plasma

Sambungan celah Plasmodesmata


antara sel-sel hewan antara sel-sel
tumbuhan
(a) Sambungan sel

(b) Pengenalan antarsel


• Pada banyak kasus lain, sel hewan
berkomunikasi menggunakan regulator lokal
(local regulator), molekul pembawa-pesan
yang hanya menempuh jarak pendek
• Pada pensinyalan jarak jauh, tumbuhan dan
hewan menggunakan zat kimia yang disebut
hormon
Peraga 11.5 Komunikasi sel lokal dan jarak jauh pada hewan

Pensinyalan lokal Pensinyalan jarak jauh

Sel target Sinyal listrik di Sel endokrin Pembuluh


sepanjang sel saraf darah
memicu pelepasan
neurotransmiter

Neurotransmiter
Sel Vesikel berdifusi melintasi
penyekresi sekresi sinapsis
Hormon mengalir
dalam aliran
darah menuju sel
target

Regulator lokal
berdifusi melalui Sel target Sel
cairan ekstraselular terangsang target

(a) Pensinyalan parakrin (b) Pensinyalan sinapsis

(c) Pensinyalan hormonal


Peraga 11.5a-b Komunikasi sel lokal dan jarak jauh pada hewan

Pensinyalan lokal

Sel target Sinyal listrik di


sepanjang sel saraf
memicu pelepasan
neurotransmiter

Neurotransmiter
Sel Vesikel berdifusi melintasi
penyekresi sekresi sinapsis

Regulator lokal
berdifusi melalui Sel target
cairan ekstraselular terangsang

(a) Pensinyalan parakrin (b) Pensinyalan sinapsis


Peraga 11.5c Komunikasi sel lokal dan jarak jauh pada hewan

Pensinyalan jarak jauh

Sel endokrin Pembuluh


darah

Hormon mengalir
dalam aliran darah
menuju sel target

Sel
target

(c) Pensinyalan hormonal


Tiga Tahap Pensinyalan Sel: Pendahuluan

• Earl W. Sutherland menemukan bagaimana


hormon epinefrin bekerja pada sel
• Sutherland menyiratkan bahwa sel menerima
sinyal melalui tiga tahap:
– Penerimaan (reception)
– Transduksi (transduction)
– Respons (response)
Peraga 11.6.1 Gambaran umum pensinyalan sel

CAIRAN SITOPLASMA
EKSTRASELULAR
Membran plasma

11 Penerimaan
Reseptor

Molekul
sinyal
Peraga 11.6.2 Gambaran umum pensinyalan sel

CAIRAN SITOPLASMA
EKSTRASELULAR
Membran plasma

11 Penerimaan 2 Transduksi

Reseptor

Molekul relai dalam jalur transduksi sinyal

Molekul
sinyal
Peraga 11.6.3 Gambaran umum pensinyalan sel

CAIRAN SITOPLASMA
EKSTRASELULAR
Membran plasma

1 Penerimaan 2 Transduksi 3 Respons


Reseptor
Aktivasi
respons
selular
Molekul relai dalam jalur transduksi sinyal

Molekul
sinyal
Konsep 11.2: Penerimaan: Molekul sinyal berikatan
dengan protein reseptor, menyebabkan protein itu
berubah bentuk
• Ikatan antara molekul sinyal (ligan) dan
reseptor sangat spesifik
• Perubahan bentuk pada reseptor sering
merupakan transduksi inisial sinyal
• Sebagian besar reseptor sinyal merupakan
protein membran plasma
Reseptor dalam Membran Plasma

• Sebagian besar molekul sinyal larut-air


berikatan dengan situs spesifik pada protein
reseptor dalam membran plasma
• Ada tiga tipe utama reseptor membran:
– Reseptor terkopel-protein G
– Reseptor tirosin kinase
– Reseptor saluran ion
• Reseptor terkopel-protein G adalah reseptor
membran plasma yang bekerja dengan
bantuan protein G
• Protein G bertindak sebagai saklar on/off: Jika
GDP terikat dengan protein G,maka protein G
menjadi tidak aktif
Peraga 11.7a. Reseptor membran—Reseptor terkopel-protein G (protein-coupled receptor), bagian 1

Situs pengikatan molekul-sinyal

Segmen yang
berinteraksi
dengan protein G

Reseptor terkopel-protein G
Peraga 11.7b. Reseptor membran—Reseptor terkopel-protein G (protein-coupled receptor), bagian 2

Reseptor Membran Enzim


plasma Reseptor Molekul sinyal inaktif
terkopel-protein G
teraktivasi

GDP

Protein G Enzim GDP GTP


SITOPLASMA (inaktif)

1 2

Enzim yang
teraktivasi

GTP
GDP
Pi

Respons selular

3 4
• Reseptor tirosin kinase merupakan reseptor
membran yang melekatkan fosfat ke tirosin
• Reseptor tirosin kinase dapat memicu lebih
dari satu jalur transduksi sinyal secara
bersamaan
Peraga 11.7c. Reseptor membran —reseptor tirosin kinase

Molekul sinyal Situs pengikatan-ligan


(ligan)
Molekul
sinyal
Heliks 

Tyr Tyr Tyr Tyr Tyr


Tyr
Tirosin Tyr Tyr
Tyr Tyr Tyr Tyr
Tyr Tyr Tyr Tyr Tyr
Tyr

Protein reseptor
tirosin kinase Dimer
SITOPLASMA (monomer inaktif)

1 2

Protein relai
yang teraktivasi

Respons
Tyr Tyr P Tyr Tyr P Tyr Tyr P selular 1
P
Tyr Tyr P Tyr Tyr P P Tyr Tyr P
Tyr Tyr P Tyr Tyr P P Tyr Tyr P Respons
6 ATP 6 ADP selular 2

Wilayah tirosin Reseptor tirosin kinase


kinase yang yang sepenuhnya
teraktivasi teraktivasi
Protein relai
inaktif

3 4
• Reseptor saluran ion bergerbang-ligan
(ligand-gated ion channel) bertindak sebagai
gerbang saat reseptor berubah bentuk
• Ketika molekul sinyal berikatan dengan
reseptor sebagai ligan, gerbang
memungkinkan ion-ion spesifik, seperti Na+
atau Ca2+, melewati saluran di dalam reseptor
Peraga 11.7d. Reseptor membran—reseptor saluran ion

1 Molekul
sinyal Gerbang
tertutup Ion
(ligan)

Reseptor saluran ion Membran


bergerbang-ligan plasma

2 Gerbang
terbuka

Respons
selular

3 Gerbang tertutup
Reseptor Intraselular

• Beberapa protein reseptor intraselular terletak


pada sitosol atau pada nukleus sel target
• Pembawa-pesan kimiawi yang kecil atau
hidrofobik dapat menembus membran dan
mengaktivasi reseptor
• Contoh pembawa-pesan hidrofobik adalah
hormon steroid dan hormon tiroid pada hewan
• Kompleks reseptor teraktivasi-hormon dapat
bertindak sebagai faktor transkripsi,
menyalakan gen spesifik
Peraga 11.8.1. Hormon steroid berinteraksi dengan reseptor intraselular

Hormon CAIRAN
(testosteron) EKSTRASELULAR

Membran
plasma
Protein
reseptor

DNA

NUKLEUS

SITOPLASMA
Peraga 11.8.2. Hormon steroid berinteraksi dengan reseptor intraselular

Hormon CAIRAN
(testosteron) EKSTRASELULAR

Membran
plasma
Protein
reseptor
Kompleks
hormon-
reseptor

DNA

NUKLEUS

SITOPLASMA
Peraga 11.8.3. Hormon steroid berinteraksi dengan reseptor intraselular

Hormon CAIRAN
(testosteron) EKSTRASELULAR

Membran
plasma
Protein
reseptor
Kompleks
hormon-
reseptor

DNA

NUKLEUS

SITOPLASMA
Peraga 11.8.4. Hormon steroid berinteraksi dengan reseptor intraselular

Hormon CAIRAN
(testosteron) EKSTRASELULAR

Membran
plasma
Protein
reseptor
Kompleks
hormon-
reseptor

DNA

mRNA

NUKLEUS

SITOPLASMA
Peraga 11.8.5. Hormon steroid berinteraksi dengan reseptor intraselular

Hormon CAIRAN
(testosteron) EKSTRASELULAR

Membran
plasma
Protein
reseptor
Kompleks
hormon-
reseptor

DNA

mRNA

NUKLEUS Protein baru

SITOPLASMA
Konsep 11.3: Transduksi: Kaskade interaksi
molekular merelai sinyal dari reseptor ke molekul
target dalam sel
• Transduksi sinyal biasanya melibatkan jalur
multilangkah
• Jalur multilangkah dapat memperkuat sinyal:
Beberapa molekul dapat menghasilkan
respons selular yang besar
• Jalur multilangkah memberikan lebih banyak
kesempatan untuk koordinasi dan regulasi
respons selular
Jalur Transduksi Sinyal

• Molekul yang merelai sinyal dari reseptor ke


respons, seringkali berupa protein
• Seperti kartu-kartu domino yang berjatuhan,
reseptor mengaktivasi protein lain, yang
kemudian mengaktivasi protein lain lagi, dan
seterusnya, sampai protein yang menghasilkan
respons diaktivasi
• Pada setiap langkah, sinyal ditransduksi
menjadi bentuk yang berbeda, umumnya
berupa perubahan bentuk protein
Fosforilasi dan Defosforilasi Protein

• Dalam banyak jalur, sinyal ditransmisi oleh


kaskade fosforilasi protein
• Protein kinase mentransfer fosfat dari ATP ke
protein, suatu proses yang disebut fosforilasi
• Protein fosfatase menyingkirkan fosfat dari
protein, suatu proses yang disebut
defosforilasi
• Sistem fosforilasi dan defosforilasi bekerja
sebagai saklar molekular, menyalakan atau
memadamkan aktivitas
Peraga 11.9 Kaskade fosforilasi

Molekul sinyal

Reseptor
Molekul relai
teraktivasi

Protein kinase
1
inaktif Protein
kinase
1
aktif

Ka
sk
Protein kinase

a
de
2 ATP
ADP Protein P

fo
inaktif

sf
kinase

or
2

il a
PP
Pi

si
aktif
Protein kinase
3 ATP
ADP Protein P
inaktif
kinase
PP 3
Pi aktif
Protein
inaktif ATP
ADP P
Protein Respons
aktif selular
PP
Pi
Molekul Kecil dan Ion Sebagai Pembawa-Pesan
Kedua
• Molekul sinyal ekstraselular yang berikatan dengan
reseptor merupakan ‘pembawa-pesan pertama’ pada
suatu jalur
• Pembawa-pesan kedua (second messenger)
adalah molekul atau ion kecil, nonprotein, larut-air
yang menyebar ke seluruh bagian sel melalui difusi
• Pembawa-pesan kedua berpartisipasi dalam jalur-jalur
yang diinisiasi oleh reseptor terkopel-protein G dan
reseptor tirosin kinase
• AMP siklik dan ion kalsium adalah pembawa-pesan
kedua yang umum
AMP Siklik

• AMP siklik atau cyclic AMP (cAMP)


merupakan salah satu pembawa-pesan kedua
yang paling luas digunakan
• Adenilil siklase (adenylyl cyclase), enzim
dalam membran plasma, mengubah ATP
menjadi cAMP sebagai respons terhadap
sinyal ekstraselular
Peraga 11.10 AMP Siklik

Adenilil siklase Fosfodiesterase

Pirofosfat
P Pi

ATP cAMP AMP

Pembawa-pesan kedua AMP siklik (cAMP) dibuat dari ATP oleh adenilil siklase,
enzim yang tertanam dalam membran plasma. AMP siklik diinaktivasi oleh
fosfodiesterase, enzim yang mengubah cAMP menjadi AMP.
• Banyak molekul sinyal memicu pembentukan
cAMP
• Komponen-komponen lain pada jalur cAMP
adalah protein G, reseptor terkopel-protein G,
dan protein kinase
• cAMP biasanya mengaktivasi protein kinase A,
yang memfosforilasi berbagai protein lain
• Regulasi metabolisme sel lebih lanjut dilakukan
oleh sistem protein G lain yang menghambat
adenilil siklase
Peraga 11.11 cAMP sebagai pembawa-pesan kedua dalam jalur pensinyalan protein G

Pembawa-pesan
pertama

Adenilil
Protein G siklase

Reseptor GTP
terkopel-protein G

ATP
Pembawa-
cAMP pesan kedua

Protein
kinase A

Respons selular
Ion Kalsium dan Inositol Trifosfat (IP3)

• Ion kalsium (Ca2+) bekerja sebagai pembawa-


pesan kedua dalam banyak jalur
• Kalsium adalah pembawa-pesan kedua yang
penting karena sel-sel dapat meregulasi
konsentrasi kalsium
Peraga 11.12 Menjaga konsentrasi ion kalsium dalam sel hewan

CAIRAN
Membran
EKSTRASELULAR
plasma

Pompa Ca2+
ATP
Mitokondria

Nukleus

SITOSOL

Pompa
Ca2+
Retikulum
endoplasma
Pompa (RE)
ATP Ca2+

Keterangan

[Ca2+] tinggi
[Ca2+] rendah
• Sinyal yang direlai oleh jalur transduksi sinyal
dapat memicu peningkatan kalsium dalam
sitosol
• Jalur-jalur yang mengarah ke pelepasan
kalsium masih melibatkan inositol trifosfat
(IP3) dan diasilgliserol (DAG) sebagai
pembawa-pesan kedua tambahan
Peraga 11.13.1. Kalsium dan IP3 dalam jalur pensinyalan

CAIRAN
EKSTRASELULAR Molekul sinyal
(pembawa-pesan pertama)

Protein G

DAG

GTP
Reseptor PIP2
terkopel-protein G Fosfolipase C
IP3
(pembawa-
pesan kedua)

Saluran kalsium
bergerbang-IP3

Retikulum
endoplasma Ca2+
(RE)

SITOSOL
Peraga 11.13.2. Kalsium dan IP3 dalam jalur pensinyalan

CAIRAN
EKSTRASELULAR Molekul sinyal
(pembawa-pesan pertama)

Protein G

DAG

GTP
Reseptor PIP2
terkopel-protein G Fosfolipase C
IP3
(pembawa-pesan kedua)

Saluran kalsium
bergerbang-IP3

Retikulum
endoplasma Ca2+
(RE)

Ca2+
(Pembawa-pesan
SITOSOL kedua)
Peraga 11.13.3. Kalsium dan IP3 dalam jalur pensinyalan

CAIRAN
EKSTRASELULAR Molekul sinyal
(pembawa-pesan pertama)

Protein G

DAG

GTP
Reseptor PIP2
terkopel-protein G Fosfolipase C
IP3
(pembawa-pesan kedua)

Saluran kalsium
bergerbang-IP3

Retikulum Berbagai Respons


endoplasma Ca 2+ protein
(RE) selular
teraktivasi
Ca2+
(Pembawa-
SITOSOL pesan kedua)
Konsep 11.4: Respons: Pensinyalan sel
menyebabkan regulasi transkripsi atau aktivitas
sitoplasma
• Respons sel terhadap sinyal ekstraselular
kadang disebut ‘respons keluaran’
Respons di Nukleus dan Sitoplasma

• Pada akhirnya, jalur transduksi sinyal mengarah ke


regulasi satu atau lebih aktivitas selular
• Respons tersebut mungkin terjadi di sitoplasma atau
mungkin melibatkan kerja di nukleus
• Banyak jalur pensinyalan meregulasi sintesis enzim
atau protein lain, biasanya dengan cara menyalakan
atau memadamkan gen dalam nukleus
• Molekul teraktivasi paling akhir dapat berfungsi
sebagai faktor transkripsi
Peraga 11.14 Respons nukleus terhadap sinyal: aktivasi suatu gen spesifik oleh faktor pertumbuhan
Faktor pertumbuhan
Penerimaan
Reseptor

Kaskade
fosforilasi
Transduksi

SITOPLASMA

Faktor Faktor
transkripsi transkripsi
inaktif aktif
Respons
P

DNA

Gen

NUKLEUS mRNA
• Jalur-jalur lainnya meregulasi aktivitas enzim
Peraga 11.15 Respons sitoplasma terhadap sinyal: perangsangan penguraian glikogen oleh epinefrin

Penerimaan

Pengikatan epinefrin ke reseptor terkopel-protein G (1 molekul)

Transduksi
Protein G inaktif
Protein G aktif (102 molekul)

Adenilil siklase inaktif


Adenilil siklase aktif (102)

ATP
AMP siklik (104)

Protein kinase A inaktif


Protein kinase A aktif (104)

Fosforilase kinase inaktif


Fosforilase kinase aktif (10 5)

Glikogen fosforilase inaktif


Glikogen fosforilase aktif (10 6)

Respons
Glikogen
Glukosa-1-fosfat
(108 molekul)
• Jalur pensinyalan juga dapat memengaruhi
sifat fisik sel, contohnya, bentuk sel
Peraga 11.16 Bagaimana sinyal menginduksi pertumbuhan sel berarah pada khamir?
HASIL

Wild-type (shmoo) ∆Fus3 ∆formin

KESIMPULAN

1 Faktor Pembentukan
perkawinan penjuluran shmoo
Reseptor terkopel- Formin
protein G P

Fus3
Subunit
GTP P aktin
GDP
2 Kaskade
fosforilasi Formin Formin
P
4

Mikrofilamen
Fus3 Fus3
P
5
3
Peraga 11.16a. Bagaimana sinyal menginduksi pertumbuhan sel berarah pada khamir?

HASIL

Wild-type (shmoo) ∆Fus3 ∆formin


Peraga 11.16b. Bagaimana sinyal menginduksi pertumbuhan sel berarah pada khamir?

KESIMPULAN
Faktor perkawinan
1 Pembentukan
penjuluran shmoo
Reseptor terkopel-
protein G Formin
P

Fus3
Subunit
GTP P atkin
GDP
2 Kaskade
fosforilasi Formin Formin
P
4

Mikrofilamen
Fus3 Fus3
P
5
3
Penajaman (Fine-Tuning) Respons

• Jalur multilangkah memiliki dua manfaat


penting:
– Mengamplifikasi sinyal (dan responsnya juga)
– Berkontribusi dalam kespesifikan respons
Amplifikasi Sinyal

• Kaskade enzim mengamplifikasi respons sel

• Pada setiap langkah, jumlah produk teraktivasi


jauh lebih besar daripada langkah sebelumnya
Kespesifikan Pensinyalan Sel dan Koordinasi
Respons
• Jenis sel yang berbeda memiliki koleksi protein
yang berbeda
• Protein yang berbeda ini memungkinkan sel
mendeteksi dan merespons terhadap sinyal yang
berbeda
• Bahkan sinyal yang sama dapat memiliki efek
berbeda pada sel dengan protein dan jalur yang
berbeda
• Percabangan jalur dan ‘cross-talk (persilangan,
interaksi)’ lebih jauh membantu sel
mengkoordinasikan sinyal yang datang
Peraga 11.17 Kespesifikan pensinyalan sel
Molekul
sinyal

Reseptor

Molekul
relai

Respons 1 Respons 2 Respons 3

Sel A. Jalur mengarah Sel B. Jalur bercabang,


ke respons tunggal mengarah ke dua respons

Aktivasi
atau inhibisi

Respons 4 Respons 5

Sel D. Reseptor yang berbeda


Sel C. Terjadi persilangan mengarah ke respons yang
antara dua jalur berbeda
Peraga 11.17a. Kespesifikan pensinyalan sel

Molekul
pensinyalan

Reseptor

Molekul
relai

Respons 1 Respons 2 Respons 3

Sel A. Jalur mengarah Sel B. Jalur bercabang,


ke respons tunggal mengarah ke dua respons
Peraga 11.17b. Kespesifikan pensinyalan sel

Aktivasi
atau inhibisi

Respons 4 Respons 5

Sel D. Reseptor yang berbeda


Sel C. Terjadi persilangan mengarah ke respons yang
antara dua jalur berbeda
Efisiensi Pensinyalan: Protein Perancah dan
Kompleks Pensinyalan
• Protein perancah (scaffolding protein)
adalah protein relai besar yang dilekati oleh
beberapa protein relai lain
• Protein perancah dapat meningkatkan efisiensi
transduksi sinyal dengan mengelompokkan
bersama-sama protein berbeda yang terlibat
dalam jalur yang sama
Peraga 11.18 Protein perancah

Molekul Membran
sinyal plasma

Reseptor

Tiga
protein
kinase
yang
Protein berbeda
perancah
Pemutusan Sinyal

• Mekanisme inaktivasi merupakan aspek


esensial dari pensinyalan sel
• Ketika molekul sinyal meninggalkan reseptor,
reseptor kembali ke bentuk inaktif
Konsep 11.5: Apoptosis (kematian sel terprogram)
mengintegrasikan banyak jalur pensinyalan-sel
• Apoptosis adalah program bunuh-diri
terkontrol
• Sel dipotong dan dikemas dalam vesikel-
vesikel yang dicerna oleh sel pemulung
• Apoptosis mencegah enzim bocor dari sel yang
sekarat yang dapat membahayakan sel
tetangganya
Peraga 11.19 Apoptosis sel darah putih manusia

2 µm

Kita dapat membandingkan sel darah putih normal (kiri) dengan sel darah putih
yang sedang mengalami apoptosis (kanan). Sel yang mengalami apoptosis
menyusut dan membentuk lobus (‘bleb’) yang akhirnya dilepaskan sebagai
fragmen-fragmen sel dibatasi membran.
Apoptosis pada Cacing Tanah Caenorhabditis
elegans
• Apoptosis penting dalam pembentukan
organisme selama perkembangan embrio
• Peran apoptosis dalam perkembangan embrio
pertama kali dipelajari pada Caenorhabditis
elegans
• Pada C. elegans, apoptosis membuahkan hasil
ketika protein spesifik yang ‘mempercepat’
apoptosis menghentikan protein spesifik yang
‘mengerem’ apoptosis
Peraga 11.20 Dasar molekular apoptosis pada C. elegans

Protein Ced-9
(aktif) menghambat
aktivitas Ced-4

Mitokondria

Ced-4 Ced-3
Reseptor
untuk
molekul Protein inaktif
sinyal
kematian

(a) Tidak ada sinyal kematian

Ced-9 Sel
(inaktif) membentuk
bleb

Molekul
sinyal
kematian

Ced-4 Ced-3
Protease
aktif aktif
lain

Nuklease
Kaskade
aktivasi

(b) Sinyal kematian


Peraga 11.20a. Dasar molekular apoptosis pada C. elegans

Protein Ced-9 (aktif)


menghambat
aktivitas Ced-4

Mitokondria

Ced-4 Ced-3
Reseptor
untuk
molekul Protein inaktif
sinyal
kematian

(a) Tidak ada sinyal kematian


Peraga 11.20b. Dasar molekular apoptosis pada C. elegans

Ced-9 Sel
(inaktif) membentuk
bleb

Molekul
sinyal
kematian

Ced-4 Ced-3
Protease
aktif aktif
lain

Nuklease
Kaskade
aktivasi

(b) Sinyal kematian


Jalur Apoptosis dan Sinyal yang Memicunya

• Kaspase adalah protease utama (enzim yang


memotong protein) yang melaksanakan
apoptosis
• Apoptosis dapat dipicu oleh:
– ligan sinyal-kematian ekstraselular
– kerusakan DNA dalam nukleus
– pelipatan protein yang salah dalam retikulum
endoplasma
• Apoptosis berevolusi sejak awal dalam evolusi
hewan dan bersifat esensial bagi
perkembangan dan perawatan semua hewan
• Apoptosis mungkin terlibat pada beberapa
penyakit (contohnya, penyakit Parkinson dan
Alzheimer); kegagalan apoptosis dapat
menyebabkan terjadinya beberapa kanker
Peraga 11.21 Efek apoptosis selama pembentukan tapak kaki mencit

Jaringan antarjari 1 mm

Wilayah embrionik yang berkembang menjadi kaki awalnya memiliki struktur


padat seperti lempengan. Apoptosis menyingkirkan sel-sel di wilayah antarjari,
sehingga membentuk jari (digit). Apoptosis sel bermula pada tepi setiap wilayah
antarjari (kiri), memuncak seiring berkurangnya jaringan di wilayah ini (tengah),
dan tidak lagi terlihat ketika jaringan antarjari telah lenyap (kanan).
RANGKUMAN KONSEP KUNCI

Tahap Pensinyalan Sel: Pendahuluan


Earl Sutherland menemukan bagaimana hormon epinefrin bekerja pada sel,
ditunjukkan di sini sebagai contoh jalur pensinyalan-sel:

1 Penerimaan 2 Transduksi 3 Respons

Reseptor
Aktivasi
respons
Molekul relai selular

Molekul
sinyal

Sinyal ditransmisi melalui serangkaian perubahan bentuk yang berurutan pada


reseptor dan molekul relai.
Kuis Mandiri

Gambarlah jalur apoptosis berikut, yang beroperasi dalam sel kekebalan


manusia. Sinyal kematian diterima ketika molekul bernama Fas berikatan
dengan reseptor di permukaan sel. Pengikatan banyak molekul Fas ke reseptor
menyebabkan pengelompokkan reseptor. Wilayah intraselular reseptor, saat
bersama-sama, mengikat protein adaptor. Protein adaptor ini kemudian
berikatan dengan bentuk inaktif kaspase-8, yang menjadi teraktivasi, dan
kemudian mengaktivasi kaspase-3. Begitu teraktivasi, kaspase-3 menginisiasi
apoptosis.
Jawaban Kuis Mandiri

Fas Reseptor Fas di permukaan sel


(bergugus)

Protein adaptor

Kaspase-8 inaktif

Kaspase-8
inaktif
Apoptosis
terpicu
Kaspase-3 Kaspase-3
inaktif aktif
Sekarang, Anda seharusnya mampu untuk:

1. Mendeskripsikan sifat dari interaksi reseptor ligan


dan menyatakan bagaimana interaksi tersebut
dapat menginisiasi sistem transduksi sinyal
2. Membandingkan dan membedakan reseptor
terkopel-protein G, reseptor tirosin kinase, dan
saluran ion bergerbang-ligan
3. Menyebutkan dua keuntungan dari jalur
multilangkah dalam tahap transduksi pensinyalan
sel
4. Menerangkan bagaimana molekul sinyal awal
dapat menghasilkan respons selular bahkan
ketika molekul sinyal tidak memasuki sel target
5. Mendefinisikan istilah pembawa-pesan kedua;
dengan ringkas mendeskripsikan peran
molekul-molekul ini dalam jalur pensinyalan

6. Menerangkan mengapa jenis-jenis sel yang


berbeda dapat berespons secara berbeda
terhadap molekul sinyal yang sama

7. Mendeskripsikan peran apoptosis dalam


perkembangan normal dan penyakit
degeneratif pada vertebrata

Anda mungkin juga menyukai