Anda di halaman 1dari 49

CLINICAL SCIENCE SESSION

LOW BACK PAIN

BAGIAN REHABILITASI MEDIK


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA
ANATOMI SPINE
DEFINISI:
•LBP merupakan suatu gejala, bukan penyakit. LBP merupakan nyeri yang
terasa diantara costal margin sampai dengan gluteal folds. (braddom)

•Rasanyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat


menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. 
EPIDEMIOLOGI
• 50% - 80% terjadi pada orang dewasa
• Pria = wanita
• Wanita >60 tahun memiliki resiko lebih tinggi
• 400.000 kasus karena pekerjaan
• Urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. 
• Onset dimulai dari remaja-awal usia 40 tahun
• Lifetime prevalence: 84%
FAKTOR RISIKO
ETIOLOGI
• disk hernia (4% sampai 5%);
• Stenosis spinalis lumbalis (LSS) (4% sampai 5%);
• Fraktur tulang belakang (4%), tumor metastatik atau
osteomielitis (1%);
• Dan patologi viseral seperti aneurisma aorta, ginjal, atau
gangguan ginekologi (<1%)

WEDDELL :
Patologi tulang belakang :
•neoplasia primitif atau metastasis,
•Infeksi atau penyakit inflamasi seperti ankylosing spondylitis,
•Patah tulang osteoporosis,
•sindrom cauda equina,
•atau apapun berbagai penyakit neurologis
KLASIFIKASI

Berdasarkan waktu :
 Acute LBP (ALBP): up to 4 weeks
 Chronic LBP (CLBP): over 6 months
Subacute LBP (SALBP): from 2 to 6 months
BERDASARKAN ETIOLOGI
1. Traumatik (fraktur atau dislokasi dan sprain lumbar)
Manifestasi : nyeri muncul seketika setelah fraktur dan sering terlokalisir,
spasme otot, dan lingkup gerak sendi belakang menjadi terbatas.
2. Degeneratif (lumbar spondilosis, degeneratif spondilolistesis, osteoarthritis
3. Inflamasi (spondiloarthropatis, arhtritis reumatoid)
4. Metabolik (osteoporosis, osteosklerosis)
Manifestasi klinis : terasa pegal, nyeri tajam, atau nyeri radikuler
5. Neoplastik (tumor benigna dan tumor maligna)
Manifestasi klinis : nyeri punggung, nyeri konstan, tidak berkurang saat
istirahat dan bertambah sakit saat pada malam hari.
6. Kongenital (displastik spondilolistesis, skoliosis)
Manifestasi klinis : nyeri tidak begitu jelas saat duduk dalam jangka waktu
yang lama atau saat berdiri, nyeri berkurang saat istirahat.
7. Infeksi (piogenik vertebral spondilitis, infeksi diskus vertebralis)
Manifestasi klinis : nyeri punggung bertambah saat gerakan dan berkurang
saat istirahat, terdapat demam dan leukositosis.
8. Muskuloskeletal (lumbar strain akut dan kronis, LBP mekanis)
Manifestasi klinis : nyeri bertambah saat membungkuk, mengangkat barang
berat, duduk dalam waktu lama dan nyeri saat berdiri.
9. Viserogenik (upper genitourinary disorders, retroperitoneal disorders)
10. Vaskular (abdominal aortic aneurysm, renal artery thrombosis)
Manifestasi klinis : nyeri punggung pada malam hari muncul setelah berbaring 1-2 jam.
11. Psikogenik (neurosis kompensasi)
12. Postoperatif pada daerah punggung
Manifestasi klinis : nyeri terasa kontinu dan terdapat pada saat beraktivitas

Mechanical:
o Apophyseal osteoarthritis
o Diffuse idiopathic skeletal hyperostosis
o Degenerative discs
o Scheuermann’s kyphosis
•Spinal disc herniation (“slipped disc”)

Journal, Indian
Academy of Clinical
Medicine z Vol. 15,
No. 1 z January-
March, 2014
Journal, Indian Academy of Clinical Medicine z Vol. 15, No. 1 z January-March, 2014
SYMPTOMS
• Nyeri di area lumbosacral (lower part of the back)
Merupakan keluhan utama dari LBP. Nyeri bisa menjalar kebawah,
Depan, sisi, atau belakang kaki, atau bisa juga terasa tetap.
• Nyeri bisa semakin parah dengan aktivitas.
• Baal atau kelemahan pada bagian kaki yang menerima suplay inervasi
dari saraf
yang terkena  inability to plantarflex the foot. (This means one would be
unable
to stand on one’s toes or bring the foot downward. This occurs when the
first
sacral nerve is compressed or injured.)
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
1. Onset sakit
2. Karakteristik sakit (throbbing, sharp, aching)
3. Radiasi rasa sakit ke bagian tubuh yang lain
4. Intensitas sakit
Sakit muncul saat istirahat
Sakit muncul saat bergerak
Saat pasien datang, pasien masih merasakan sakit atau tidak
Lokasi yang paling sakit
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sakit
Faktor-faktor yang memperburuk rasa sakit
Faktor-faktor yang memperingan rasa sakit
7. Gejala lain yang berhubungan (seperti mual)
8. Faktor temporal
Rasa sakitnya muncul terus menerus atau muncul pada saat-saat tertentu.
9. Efek rasa sakit terhadap aktivitas
10. Efek rasa sakit saat tidur
11. Riwayat penyakit pasien
12. Pengobatan yang telah dilakukan untuk mengobati rasa sakit
13. Terapi lain yang dilakukan untuk mengobati rasa sakit
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Survey kulit, massa otot, dan struktur tulang. Observasi
keseluruhan postur terutama tulang lumbal.
Penilaian Gerakan aktif pasien, gerakan mana yang
membuat nyeri
Palpasi
Skin temperature
Bone contours
Setiap vertebrae , dimulai dari C7 ( pasien diminta untuk
menundukkan kepala , lalu cari C7 dengan palpasi bagian
menonjol ) setalah itu palpasi bagian processus spinosus
dengan kedua jari jempol dan lakukan dengan cara gerakan
memutar
Skin contours
Terdapat hypertrophy , tumor
local tenderness
Pemeriksaan neurologis :
- Gait dan koordinasi (untuk melihat adakah antalgic gait dan
gambaran gangguan koordinasi atau fungsional
- Refleks otot
- Atrofi otot
- Kekuatan otot
- Pemeriksaan sensorik
-Tes lasegue/ straight leg raising
Pemeriksaan Neurologis Ekstremitas Bawah
Kelemahan
Sensory loss
Penurunan atau hilangnya refleks
Pemeriksaan pendukung:
- Radiografi
- CT scan
- MRI
- EMG (Elektromiografi)
Narrative review, MIA 206(6)
3 April 2017
INTERVENSI REHABILITASI MEDIS PADA LBP
1. Edukasi proper body mechanics
Posisi berdiri, Saat berjalan, Posisi duduk, Posisi tidur,
Hindari olahraga kontak satu lawan satu
2. Farmakoterapi Penanganan Nyeri
3. Terapi modalitas
4. Penggunaan Ortosis
5. Terapi latihan

PROGNOSIS
LBP akut : 60% penderita kembali ke fungsi semula dalam 1
bulan
LBP subakut : 90% penderita kembali ke fungsi semual dalam
3 bulan
LBP kronik : sedikit kemungkinan membaik
Straight Leg Raise
(SLR)/ Lasegue’s
sign
Pasien dalam posisi supinasi 
tungkai pasien dalam keadaan
fleksi sendi coxae/ hip joint dengan
keadaan lutut ekstensi (stretching
n. Ischiadicus: L5-S1) diangkat
hingga pasien merasakan nyeri
Tes positif  sudut antara 30° dan
70°, dengan nyeri menjalar ke
belakang paha dan bawah lutut
Crossed SLR

Pasien dalam posisi supinasi  tungkai kontralateral dengan


keadaan lutut ekstensi diangkat hingga tungkai ipsilateral nyeri
Tes positif  sudut antara 30° dan 70°, dengan nyeri tungkai
ipsilateral menjalar ke belakang paha dan bawah lutut
Braggard’s sign
Lasegue disertai dengan dorsofleksi ankle/kaki
Positif : leg pain
Siccard`s sign

Lasegue disertai dengan dorsofleksi jari-1 kaki


Bowstring’s Sign
Setelah SLR +  lutut sedikit
di fleksikan (20°) dan lakukan
penekanan pada tibial. N pada
fossa popliteal  Kompresi
pada n. Sciatic
Positif : nyeri tungkai bawah
Femoral Nerve Stretch test (L3-L4)
Pasien pronasi  lutut dalam keadaan fleksi, hip ekstensi
Positif : Nyeri di aspek anterior paha dan atau punggung
Tes Faber/Patrick
 Fleksikan salah satu lutut kemudian
tempatkan tumit atau malleolus
eksterna tungkai pasien yang sakit pada
lutut tungkai lainnya. Lakukan
penekanan pada lutut yang difleksikan
dan ASIS kontralateral
 Positif: Akan timbul nyeri pada sendi

panggul ipsilateral pada saat dilakukan


penekanan pada lutut yang difleksikan
tersebut.
Tes Kontra Patrick/FAIR
 Lipat tungkai pasien yang sakit dan
endorotasikan serta aduksikan.
Lakukan penekanan sejenak pada
lutut tungkai tersebut.
 positif : Akan timbul rasa nyeri

pada garis sendi sakroiliaka, baik


berupa nyeri yang menjalar
sepanjang tungkai maupun yang
terbatas pada daerah gluteal atau
sacral saja.
Compression Test
Pasien supinasi  pemeriksan
melakukan penekanan ke arah
medial pada ASIS dengan kedua
tangan secara bersamaan (bilateral)
Positif: Pasien merasakan nyeri
Gapping Test
Pasien supinasi  pemeriksan melakukan penekanan ke
arah bawah dan lateral pada ASIS dengan kedua tangan
secara bersamaan (bilateral)
Positif: Pasien merasakan nyeri
Tes kernig
Fleksikan hip dan lutut pasien 90 derajat
kemudian secara pasif kita ekstensikan
knee pasien.
Positif: bila terdapat nyeri (L4, L5)
Fisioterapi
Sinar Infra Merah

Efek Terapeutik dari Sinar Infra Merah


Adalah mengurangi atau menghilangkan rasa sakit,

meningkatkan suplai darah, relaxasi otot dan


menghilangkan sisa hasil metabolisme (Pauline, 1973)
1. Sinar Infra Merah
 Indikasi
 Kontraindikasi
 Kondisi peradangan setelah
subacute (kontusio, muscle strain,
muscle sprain, trauma synovitis)
 Arthritis (rheumatoid artitis,  Daerah yang infusiensi pada
osteoarthritis, myalgia, lumbago, darah
neuralgia, neuritis)  Gangguan sensibilitas kulit
 Gangguan sirkulasi darah
(troboangitisobliterans,
 Adanya kecenderungan
tromboplebitis, raynold’s diseace) terjadinya pendarahan
 Penyakit kulit (folliculitis,
furuncolosi, wound)
 Persiapan exercise dan Massage
Durasi Terapi Sinar Infra Merah

Waktu yang digunakan untuk terapi pada kondisi akut


10 – 15 menit, sedang untuk kondisi kronis diberikan
selama 15 – 30 menit.
2. Massage

Stroking
Stroking adalah manipulasi
gosokan yang ringan dan halus
dengan menggunakan seluruh
permukaan tangan.
Effleurage
Effleurage adalah suatu pergerakan stroking
dalam atau dangkal, effleurage pada
umumnya digunakan untuk membantu
pengembalian kandungan getah bening dan
pembuluh darah di dalam ekstrimitas
tersebut. Effleurage juga digunakan untuk
memeriksa dan mengevaluasi area nyeri dan
ketidak teraturan jaringan lunak atau
peregangan kelompok otot yang spesifik.
3. Terapi Latihan dengan Metode
William Fexion Exercise
Latihan ini terdiri dari 6 bentuk gerakan yang dirancang
untuk mengurangi nyeri punggung dengan memperkuat
otot-otot yang memfleksikan lumbosacral spine terutama
otot abdominal dan otot gluteus maksimus dan
meregangkan kelompok otot ekstensor
1. Pelvic Tilt

Latihan ini terdiri dari 6


bentuk gerakan yang
dirancang untuk mengurangi
nyeri punggung dengan
memperkuat otot-otot yang
memfleksikan lumbosacral
spine terutama otot
abdominal dan otot gluteus
maksimus dan meregangkan
kelompok otot ekstensor
2. Curlups
 Posisi awal : sama dengan nomor 1
 Gerakan : pasien diminta
mengkontraksikan otot perut
dan memfleksikan kepala, sehingga
dagu menyentuh dada dan bahu
terangkat dari matras. Setiap
kontraksi ditahan 5 detik, kemudian
lemas, ulangi sebanyak 10 kali.
3. Single Knee to Chest
 Posisi awal : sama dengan nomor 1
Gerakan : pasien diminta untuk
memfleksikan satu lutut kearah dada sejauh
mungkin, kemudian kedua tangan mencapai
paha belakang dan menarik lututnya ke dada.
Pada waktu bersamaan angkat kepala hingga
dagu menyentuh dada dan bahu lepas dari
matras, tahan 5 detik. Latihan diulangi pada
tungkai yang lain, ulangi latihan sebanyak 10
kali. Kedua tungkai lurus naik harus dihindari,
karena akan memperberat problem
pinggangnya.
4. Double Knee to Chest
 Posisi awal : sama dengan nomor 1
 Gerakan : pasien diminta untuk
melakukan latihan yang sama
dengan nomor 3, tetapi kedua lutut
dalam posisi menekuk, dinaikkan ke
atas dan ditarik dengan kedua tangn
kearah dada, naikkan kepala dan
bahu dari matras, ulangi 10 kali. Pada
waktu menaikkan kedua tungkai ke
atas sejauh mungkin ia rapat, baru
ditarik dengan kedua tangan
mendekati dada.
5. Hamstring Stretch
 Posisi awal : exaggregated starter’s
position
 Gerakan : kontraksikan otot
perut dan gluteus maksimus
serta tekankan dada ke paha, tahan
5 hitungan dan rileks. Frekuensi 10
kali / sesi, pertahankan kaki depan
rata dengan lantai dan berat badan
disangga oleh kaki bagian depan
tungkai yang belakang.
6. Hip Fleksor Stretch

   Letakkan satu kaki


didepan dengan fleksi lutut
dan satu kaki dibelakang
dengan lutut dipertahankan
lurus. Fleksikan dada ke
depan sampai lutut kontak
dengan lipatan ketiak.
Ulangi dengan kaki yang
lain.
7. Squat
Berdiri dengan posisi kedua kaki
paralel dan kedua bahu. Usahakan
pertahankan trunk tetap tegak
dengan kedua mata fokus ke depan
& kedua kaki datar diatas lantai.
Kemudian secara perlahan turunkan
badan sampai terjadi fleksi kedua
lutut.
TERIMAKASIH
Wassalamu’alaikum Wr. Wb