Anda di halaman 1dari 21

CASE REPORT

SINUSITIS MAXILLARIS DEXTRA

Disusun Oleh:

Nanda Meida, S.Ked J510195035

STASE RADIOLOGI
PRODI PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2020
BAB I
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. SS
Umur : 69 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Polokarto,
Sukoharjo
Tanggal Periksa : 06 Juni 2017

Jenis Pemeriksaan : CT Scan Kepala


tanpa kontras
keterangan

CT Scan : X Foto CT- Kepala, irisan axial,


dengan jarak irisan 5 mm, tanpa kontras :
• Tak tampak diskontinuitas tulang cranium
• Sulcus dan gyrus berkurang
• Tidak tampak lesi hyperdens ataupun
hyperdens pada kedua hemisperium
cerebri
• Tidak tampak kelainan pada kedua
Ventrikel lateralis
• Tidak tampak deviasi Linea Mediana
• Tampak massa isodens ( Hu = +/- 28-32 )
didalam sinus Maxillaris kanan
• Massa tsb penetrasi kearah Regio
Oropharynx kanan
 
Kesan : Gbr Sinusitis Maxillaris kanan
yang penetrasi kearah Oropharynx kanan.
Gambaran CT Scan Kepala tanpa kontras
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
DEFINISI
 Sinusitis merupakan suatu proses peradangan pada
mukosa atau selaput lendir sinus paranasal. Akibat
peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan
cairan atau kerusakan tulang di bawahnya, terutama
pada daerah fossa kanina dan menyebabkan sekret
purulen, nafas bau, post nasal drip.
 Sinusitis adalah inflamasi mukosa sinus. Penyebab
utamanya adalah common cold yang merupakan
infeksi virus, yang selanjutnya dapat diikuti oleh
infeksi bakteri.
ANATOMI SINUS
• Sinus maksilaris merupakan satu-satunya sinus
yang rutin ditemukan pada saat lahir.
• Sinus maksilaris terletak di dalam tulang
01 maksilaris, dengan dinding inferior orbita
sebagai batas superior, dinding lateral nasal
sebagai batas medial, prosesus alveolaris
maksila sebagai batas inferior, dan fossa canine
02 sebagai batas anterior.

03
EPIDEMIOLOGI
• Di Amerika Serikat, lebih dari 30 juta
orang menderita sinusitis.Virus adalah
penyebab sinusitis akut yang paling
ETIOLOGI umum ditemukan. Namun, sinusitis
bakterial adalah diagnosis terbanyak
• Infeksi : virus, bakteri, dan jamur kelima pada pasien dengan pemberian
• nonifeksius : rinitis alergika, antibiotik.
barotrauma, atau iritan kimia.
• Penyakit seperti tumor nasal atau • Sinusitis adalah penyakit yang benyak
tumor sinus (squamous cell ditemukan di seluruh dunia, terutama di tempat
carcinoma), dan juga penyakit dengan polusi udara tinggi. Iklim yang lembab,
granulomatus (Wegener’s dingin, dengan konsentrasi pollen yang tinggi
granulomatosis atau terkait dengan prevalensi yang lebih tinggi dari
rhinoskleroma) sinusitis. Sinusitis maksilaris adalah sinusitis
dengan insiden yang terbesar.
KLASIFIKASI
berdasarkan waktu menurut Cauwenberg

Akut, bila infeksi terjadi


kurang dari 4 minggu

Subakut, bila infeksi terjadi sampai


4 minggu-3 bulan

Kronis, bila infeksi terjadi lebih dari 3


bulan ,
PATOFISIOLOGI

INFEKSI SEKRET BERKURANG OSTIA SINUS


TERSUMBAT

RETENSI SEKRET, TEKANAN SINUS


SINUSITIS NEGATIF, DAN BERKURANGNYA TEKANAN
PARSIAL OKSIGEN
MANIFESTASI KLINIS

85% 35% 65% 45%

Gejala mayor
• Rhinorea purulent
• Drainase Post Nasal
• Batuk

Gejala minor
• Demam
• Nyeri Kepala
• Foeter ex oral Dikatakan sinusitis maksilaris jika ditemukan
 2 gejala mayor atau 1 gejala mayor, atau
 2 atau lebih gejala minor.
DIAGNOSIS

ANAMNESIS

• keluhan utama sinusitis akut ialah hidung tersumbat disertai


nyeri rasa tekanan pada muka dan ingus purulen, yang sering
sekali turun ke tenggorok (post nasal drip).
• Dapat juga disertai gejala sistemik seperti demam dan lesu.
• kadang nyeri juga dirasakan di tempat lain (refered pain). Nyeri
pipi, gigi, dahi dan depan telinga menandakan sinusitis maksila.
DIAGNOSIS

Inspeksi Palpasi
• pembengkakan pada muka
PEMERIKSAAN FISIK • Pembengkakan di pipi sampai Nyeri tekan pada pipi dan
kelopak mata bawah yang nyeri ketuk di gigi
berwarna kemerahmerahan
mungkin menunjukan sinusitis
maksilaris akut

KULTUR MRI
TRANSILUMINASI
• Karena pengobatan harus
• Memasukan sumber • Dibandingkan dengan CT,
dilakukan dengan
cahaya ke rongga mengarah kepada MRI lebih mampu
mulut. organisme penyebab, memberikan visualisasi yang
PENUNJANG • Pada pemeriksaan maka kultur dianjurkan. lebih baik bagi jaringan
transiluminasi, sinus • Bahan kultur dapat lunak
yang sakit akan • tapi tidak dapat dengan
diambil dari meatus
tampak suram atau medius, meatus superior, mudah menunjukan bagian
gelap. atau aspirasi sinus. yang terdapat batas cortical
air-bone
RDIOLOGI
• Posisi waters, PA, Lateral dan
Cald well-Luc.
• Akan tampak perselubungan
atau penebalan mukosa atau
batas cairan udara (air fluid
level) pada sinus yang sakit.

CT Scan
• Gold Standard
• Potongan CT scan
yang rutin dipakai
adalah potongan
koronal.
Diagnosis
Infeksi saluran nafas atas, polip nasal, penyalahgunaan
Banding
kokain, rinitis alergika, rinitis vasomotor, dan rinitis
medikamentosa dapat datang dengan gejala pilek dan
kongesti nasal.
Tension headache, cluster headache, migren, dan sakit
Text Here
gigi adalah diagnosis alternatif pada pasien dengan
Rhinorrhea cairan serebrospinal harus dipertimbangkan sefalgia atau nyeri wajah
pada pasien dengan riwayat cedera kepala

Pasien dengan demam memerlukan perhatian khusus,


karena demam dapat merupakan manifestasi sinusitis
Pilek persisten unilateral dengan epistaksis dapat
saja atau infeksi sistem saraf pusat yang berat, seperti
mengarah kepada neoplasma atau benda asing nasal
meningitis atau abses intrakranial
KOMPLIKASI

01 Komplikasi lokal : Mukokel, Osteomielitis (pott’s puffy


tumor)
Komplikasi orbital : Inflamatori edema, Abses orbita, Abses
subperiosteal, Trombosisi sinus cavernous
02

Komplikasi intracranial : Meningitis, Abses subperiosteal


03
04
Fisioterapi
Tatalaksana Diatermi gelombang pendek selama 10
hari dapat membantu penyembuhan
sinusitis dengan memperbaiki
vaskularisasi sinus.

• Amoxicillin 875 mg per oral 2 kali Pembedahan


sehari selama 10 hari, atau • unisinektomi endoskopik dengan atau
• TMP-SMX 160mg-800mg per oral tanpa antrostomi maksilaris
Terapi awal pada • prosedur Caldwell-Luc, dan
Dewasa 2 kali sehari selama 10 hari
• antrostomi inferior

• Amoxicillin 45-90 mg/kg/hari terbagi


dalam dua atau tiga dosis sehari,
atau
• Cefuroxime axetil 30 mg/kg/hari
terbagi dalam dua dosis sehari, atau
Terapi awal pada • Cefdinir 14 mg/kg/hari dalam satu
Anak (10 hari) dosis sehari.
PROGNOSIS
• Sinusitis akut akibat infeksi virus biasanya baik. Hampir 98%
kasus dapat sembuh sendiri.
• Sinusitis bacterial memiliki angka kekambuhan 5%.
• Sinusitis akibat jamur memiliki prognosis yang bururk bila sudah
ada keterlibatan intracranial dan orbita atau menimbulkan erosi
tulang.
• Kasus sinusitis akut yang tidak ditangani segera secara adekuat
dapat berubah menjadi sinusitis kronis. Sinusitis kronis mungkin
agak sulit ditangani, namun bila penyebab yang melatarbelakangi
mampu ditangani, tindakan pembedahan jarang diperlukan
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
• Sinusitis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di seluruh dunia.
• Sinusitis bakterial adalah diagnosis terbanyak kelima pada pasien dengan
pemberian antibiotik.
• Sinus maksilaris merupakan sinus yang paling besar dan juga paling sering
mengalami infeksi atau peradangan.
• Komplikasi dari sinusitis disebabkan oleh penyebaran bakteri yang berasal
dari sinus ke struktur di sekitarnya. Penyebaran tersering adalah
penyebaran secara langsung terhadap area yang terkontaminasi.
• Pemeriksaan sinusitis dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang.
• Penatalaksanaan yang harus dilakukan pun menyesuaikan dengan tingkat
keparahan penyakit bahkan dibutuhkan tindakan pembedahan.
• Prognosisi buruk pada sinusitis akibat jamur dan sinusitis kronis.
THANK YOU