Anda di halaman 1dari 10

Berkat

Formula
Rahasia
LSL
Kelompok 9

Elva Wahyu Ramadhany 170413618261


Muhammad Fadil Arif Dwi Putra 170413618221
Onyx Oliviano 170413618227
Rosana Oktaviani 170413618111
Siapa saja yang terlibat
– Liem Sa Lim (LSL)
– Ah Ja Lie (Teman LSL)
– PT Ingin Terus Sehat
– PT Selalu Segar Perkasa
Penjelasan singkat kasus
Liem Sa Lim (LSL) adalah mantan pegawai di PT Ingin Terus Sehat yang memproduksi
minuman energi. LSL memiliki keahlian khusus dalam bidang formula, keahlian ini berkat
PT Ingin Terus Jaya berupaya memberikan pelatihan kepadanya. Tetapi LSL keluar dari
perusahaan PT Ingin Terus Jaya dikarenakan dia ingin mencari sesuatu yang baru, fasilitas
baru, gaji yang lebih besar, dan berbagai macam bonus akhir tahun yang lebih baik. Salah
seorang teman kuliahnya menghubunginya untuk menawarkan bergabung dengan perusahaan
tempatnya bekerja dengan janji berbagai fasilitas yang menggiurkan. Ah Ja Lie bekerja di PT
Selalu Segar Perkasa, perusahaan ini adalah kompetitor utama perusahaan PT Ingin Terus
Jaya karena PT Selalu Segar Perkarsa adalah pemain di produk minuman suplemen. Liem Sa
Lim bekerja di PT Selalu Segar Perkasa sebagai Kepala Departemen Research dan
Development (R&D) dan juga sebagai tenaga ahli formula khusus. Dalam waktu singkat PT.
SSP mengalami peningkatan yang luar biasa dalam penjualan produknya.
Apa yang dilakukan pihak pertama
dan apa dampaknya?
LSL resign dari perusahaannya PT ITS dengan beberapa alasan,
lalu ia ditawari temannya untuk bergabung dengan PT SSP dan
bergabung dengan jabatan Kepala Departemen Research &
Development dan tenaga ahli formula khusus , berkat
keahliannya dibidang tenaga ahli formula lalu ia
mengembangkan formula tambahan di PT SSP dan dalam
waktu singkat PT SSP mengalami peningkatan penjualan
produknya.
PERTANYAAN KASUS
Apakah perbuatan LSL tersebut
termasuk pelanggaran rahasia dagang?

Menurut kelompok kami, hal tersebut tidak termasuk pelanggaran rahasia


dagang karena LSL keluar dari PT ITS secara baik-baik dan tidak membawa
rahasia formula produk minuman suplemen dari PT ITS. Bahkan PT ITS lah
yang menggunakan jasa LSL sebagai tenaga ahli formula khusus sebagai
perancang formula produk minuman suplemennya. Jadi sekalipun LSL
mengundurkan diri dari PT ITS dan bergabung dengan PT SSP tidak
melanggar rahasia dagang karena LSL lah yang memiliki kunci keberhasilan
formula untuk minuman suplemen. Dari kasus tersebut tidak ada laporan
masalah hukum sehingga memang tidak termasuk pelanggaran rahasia
dagang.
Apakah PT ITS dapat menuntut LSL dan PT
SSP karena perbuatannya yang menghancurkan
pemasaran produk-produknya?

Menurut kelompok kami, PT ITS tidak berhak menuntut LSL dan PT SSP
dikarenakan LSL telah keluar dari PT ITS secara baik-baik. Dalam kasus tersebut
juga tidak disebutkan bahwa terdapat perjanjian lisensi rahasia dagang antara LSL
dan PT ITS yang dicatatkan di Direktorat Jenderal HAKI, maka apabila tidak
dicatat tidak berakibat hukum pada pihak ketiga. Jika LSL melakukan modifikasi
dan tedapat perbedaan formula yang dipakai diantara PT ITS dan PT SSP, maka
LSL tidak menyalahi HAKI dan ia tidak berhak dituntut.
Kesimpulan
Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa jika PT ITS telah membuat perjanjian
lisensi rahasia dagang bersama LSL, maka PT ITS dapat menuntut LSL dan PT
SSP. Namun jika tidak ada perjanjian lisensi rahasia dagang sebelumnya, PT ITS
tidak dapat menuntut karena penerapan sanksi pada pihak ketiga pelanggaran
dagang dianggap terjadi jika ada perjanjian lisensi rahasia dagang yang dicatatkan
di Direktorat Jenderal HAKI. Maka perlu investigasi lebih lanjut pada kedua
formula apakah ada perbedaan pengaplikasian.
– Jika formulanya sama LSL menyalahi HAKI dan berhak dituntut
– Jika formula tidak sama LSL tidak berhak dituntut
TERIMAKASIH