Anda di halaman 1dari 20

TINGKAT BUNGA DAN

HARGA SEKURITAS
TINGKAT BUNGA DAN HARGA
SEKURITAS
• Definisi Tingkat bunga: Bunga pinjaman
pada hakekatnya merupakan harga atas
pengorbanan ekonomis kreditor atas jasa-
jasa sejumlah dana yang dipinjamkan
(digunakan) kepada debitur
KRITERIA INVESTASI

1. Payback period
 Pay-back period adalah jangka waktu yang
diperlukan untuk pengembalian investasi, guna
menutup semua biaya investasi yang telah
dikeluarkan, harian, bulanan, dan tahunan
 Suatu sekuritas dengan periode pay back yang
lebih pendek akan dipilih daripada periode pay
back yang lebih lama
KRITERIA INVESTASI
1. Payback period

Tahun Saham A Saham B Saham C

1 60.000.000 40.000.000 0

2 40.000.000 40.000.000 30.000.000

3 0 20.000.000 70.000.000

Total 100.000.000 100.000.000 100.000.000

Jika investor mempunyai uang 100.000.000 maka


sebaiknya memilih investasi di Saham B
KRITERIA INVESTASI

• 2. Net Present Value


Kriteria ini berhubungan dengan metode discounted
cash flow. Yaitu suatu metode yang digunakan untuk
membandingkan perbedaan aliran kas masuk untuk
investasi yang berbeda melalui tingkat diskonto yang
telah diketahui
TINGKAT BUNGA PASAR
Peranan tingkat bunga pasar
• Uang yang diterima sekarang mempunyai nilai yang
lebih tinggi daripada uang diterima dimasa mendatang.
• Tingkat bunga adalah suatu harga investasi dimana
memperhitungkan antara harga sekarang dan masa
mendatang.
• Tingkat bunga suatu sekuritas dapat meningkat atau
menurun sewaktu-waktu.
• Penggunaan uang lebih mudah untuk membandingkan
nilai sekarang dan masa yang akan datang sehingga
tingkat bunga menyesuaikan dengan nilai kekayaan
suatu barang.
MACAM-MACAM BUNGA
1. Bunga kupon (Coupon rate)
 Bunga kupon adalah tingkat bunga yang dijanjikan
oleh penerbit sekuritas sesuai dengan kontrak.
 Tingkat bunga kupon ini tertera pada halaman muka
suatu sekuritas.
• Obligasi dengan bunga kupon 10% setiap tahun. Jika
nilai nominal sekuritas adalah Rp 1000,-.
• Maka jumlah bunga dibayar dihitung = Tingkat
bunga kupon x Nilai nominal
• = 10% x 1.000 = 100
MACAM-MACAM BUNGA
2. Metode Bunga Sederhana
Metode bunga sederhana adalah bunga yang
dibebankan kepada debitur terhadap bunga pinjaman
atau sekuritas selama jangka waktu pinjaman. Jumlah
pembayaran bunga akan menurun apabila sebagian
pinjaman dilunasi
Rumus: 
I=Pxrxt
P = Jumlah pokok pinjaman
r = Tingkat bunga
t = Waktu meminjamkan (biasanya dalam tahun)
2. Metode Bunga Sederhana

• Contoh: seseorang pinjam Rp 1.000,- untuk 1 tahun


dengan tingkat bunga 10%. Bunga yang dibebankan
sebesar Rp 100 jika dibayar pada akhir tahun. Total
jumlah yang dibayar adalah Rp 1.100.
Jika pinjaman dibayar akhir setengah tahun , maka
bunga yang dibebankan sebagai berikut :
1000 x 10/100 x6/12 = 50
 
Total jumlah yang dibayar adalah Rp 1.000 adalah
pinjaman pokok ditambah Rp 50 rupiah beban bunga.
Jadi, jumlahnya Rp 1.050.
MACAM-MACAM BUNGA
3. Add-on Rate of Interest
Metode add on Rate of interest adalah dimana bunga
dihitung dari seluruh pokok pinjaman ditambah bunga
pokok pinjaman dibagi jumlah angsuran.
Contohnya, seorang peminjam Rp 1.000 dengan tingkat
bunga 10% dengan metode add-on rate of interest dia
setuju membayar 3 kali dalam satu tahun. Masing-
masing 4 bulan. Jumlah yang akan dibayar sesudah 4
bulan adalah sebagai berikut :
= 1100/3
MACAM2 BUNGA
4. Metode diskon (Discount Method)
Dengan metode ini, bunganya ditentukan sebelum pinjaman
dikeluarkan. Kemudian bunganya dikurangi dari jumlah
pokok pinjaman, dan selisihnya diberikan kepada debitur.
• jika seorang pinjam Rp 1.000, untuk 1 tahun, tingkat
bunga 10% dengan metode diskon. Bunga untuk satu
tahun adalah 1000 x 10% = 100. Jadi, kreditur
mengurangi Rp 100 dari jumlah pokok pinjaman Rp
1.000. Dan akhirnya, debitur akan menerima Rp 900.
Jadi bunga efektif dihitung sebagai berikut :
(100/900)x 100 = 11,11%
 
MACAM2 BUNGA

5. Compound Interest
Metode Compound interest bunga dihitung dari pokok
pinjaman ditambah besarnya bunga. Jadi, bunga yang
dibebankan periode tersebut akan menambah jumlah
pokok ketika menghitung jumlah bunga periode yang
akan datang
 FV = P (1+r)t
 
FV = Jumlah pokok + akumulasi bunga pinjaman
P = Pokok pinjaman
r = Tingkat bunga tahunan
t = Jangka waktu
MACAM2 BUNGA

5. Compound Interest
seorang meminjam Rp 1.000 untuk lima tahun dengan
bunga 10% dengan metode compound interest. Kalau
menggunakan formula compound interest seorang
tersebut akan membayar sebesar Rp 1.611. setelah 5
tahun.

FV = 1.000 (1+0,1)5 = 1.000 (1,611) = 1.611


. Compound Interest
 Formula di atas mengasumsikan bahwa compound
interest-nya dibayar sekali setiap tahun selama 5 tahun
 Pembayaran juga bisa dilakukan dalam setahun 2, 3,
atau 4 kali.
• Contohnya, bank komersial membayar 24% compound
interest setiap bulan untuk 5 tahun. Formulanya harus
diubah untuk mengakomodasi hal tersebut. perubahan
formula sebagai berikut :
• Compound interest harus dibagi dengan jumlah hitungan
bunga dalam kasus ini 12 kali
• Jumlah tahun t harus dikalikan jumlah hitungan bunga
selama tahun yang bersangkutan.
. Compound Interest
• Dalam kasus ini,
• FV = P (1+r/12)t x 12 = 1.000 (1+ 0.24/12)60
= 1.000 (3.281)
= 3.281

Dengan menggunakan formula metode compound


interest di atas bank akan membayar sejumlah Rp 3.281
kepada nasabah sesudah 5 tahun asalkan dalam waktu
tersebut tidak mengambil sebagian tabungannya dari
bank.
HUBUNGAN HARGA SEKURITAS DENGAN TINGKAT
BUNGA

• Tingkat bunga mengakibatkan keseimbangan


antara jumlah tabungan dan investasi. Apabila
tingkat bunga meningkat maka jumlah tabungan
juga akan meningkat. Hal ini sangat rasional
karena bunga adalah sebagai suatu daya tarik
agar individu yang kelebihan dana akan
menabung.
HUBUNGAN HARGA SEKURITAS
DENGAN TINGKAT BUNGA
A. Hasil Sekarang (Current Yield)
 Hasil sekarang (current yield) adalah jumlah tingkat hasil
berupa bunga atau dividen dari nilai suatu pinjaman atau
sekuritas pada saat ini, dibandingkan dengan nilai pasar
suatu sekuritas sekarang.
 Rumus
Hasil sekarang= Hasil dividen/ harga pasar.
Contoh: Diasumsikan suatu saham dengan harga jual di
pasar Rp 300 dan pembayaran dividen 100 per tahun
Hasil sekarang=100/300= 0,3333=33,33%
HUBUNGAN HARGA SEKURITAS
DENGAN TINGKAT BUNGA
b. Yield to Maturity
Yield to maturity adalah bunga yang akan dibayarkan
pada hari jatuh tempo.
c. Yield to Call
Yield to call adalah bunga yang akan dibayarkan pada
sebelum jatuh tempo
PR
1. (Tingkat kupon) Surat berharga obligasi mempunyai
nominal sebesar Rp400.700.000,00 dengan tingkat
bunga kupon sebesar 7,6%. Obligasi ini memiliki
jatuh tempo 6 tahun. Hitunglah bunga yang harus
dibayar?
 
2. (Metode Sederhana) Tuan Genta meminjam uang ke
Tuan Exsa sebesar Rp376.950.000,00 dan tingkat
bunga yang dibebankan sebesar 6,7% dengan
jangka waktu 2 tahun. Hitunglah bunga yang harus
dibayar Tuan Genta?
PR
3. (Add-on Rate of Interest) Nona Lisa meminjam uang
kepada Nona Nina sebesar Rp650.000.000,00 dan
tingkat bunga yang dibebankan sebesar 5,8%.
Jangka waktu pinjaman selama 1 tahun. Dalam
perjanjian pinjaman ini Nona Lisa setuju membayar
tiga kali dalam setahun. Hitunglah bunga yang
harus dibayar oleh Nona Lisa per-empat bulan
sekali? 
4. (Metode diskon) Tuan Gilang meminjam uang kepada
Nona Shela sebesar Rp276.700.000,00 dengan
tingkat bunga yang dibebankan sebesar 2,68%
dengan masa jatuh tempo selama 1 tahun. Hitunglah
pokok pinjaman yang diterima oleh Tuan gilang?