Anda di halaman 1dari 13

Aspek Etik dan Legal dalam

Keperawatan Intensif
Ance M. Siallagan,S.Kep.,Ns,M.Kep
Pengertian etik
• Etik merupakan prinsip yang menyangkut
benar atau salah dan tindakan apa yang akan
dilakukan.
• Etika Keperawatan merefleksikan bagaimana
seharusnya perawat berprilaku, apa yang
harus dilakukan perawat terhadap kliennya
dalam memberikan pelayanan keperawatan
kritis.
Maksud dan Tujuan Aspek Etik
1. Sebagai aturan dasar terhadap hubungan
perawat dengan perawat, pasien, dan
anggota tenaga kesehatan lainnya.
2. Sebagai standar dasar untuk mengeluarkan
perawat jika terdapat perawat yang
melakukan pelanggaran berkaitan kode etik
dan untuk membantu perawat yang tertuduh
suatu permasalahan secara tidak adil.
Maksud dan Tujuan Aspek Etik
3. Sebagai dasar pengembangan kurikulum
pendidikan keperawatan dan untuk
mengorientasikan lulusan keperawatan
dalam memasuki jajaran praktik keperawatan
profesional.
4. Membantu masyarakat dalam memahami
perilaku keperawatan profesional
Penerapan pengetahuan etik di area critical
care
1. Autonomi
2. Non maleficence (tidak merugikan)
3. Beneficence
4. Justice (perlakuan adil)
5. Fidelity (setia, menepati janji )
6. Veracity (kebenaran, kejujuran)
7. Confidenciality ( kerahasiahan )
8. Accountability ( akuntabilitas )
informed consent
• suatu proses komunikasi yang efektif antara
dokter dan pasien dan bertemunya pemikiran
tentang apa yang akan dan apa yang tidak
akan dilakukan terhadap pasien.
• dilihat dari aspek hukum bukanlah sebagai
perjanjian antara dua pihak, melainkan lebih
ke arah persetujuan sepihak atas layanan yang
ditawarkan pihak lain.
PerMenKes RI No 290 / MENKES / PER /
IX /2008 ttg Persetujuan Tindakan Medis
• Informed consent perlu diberikan karena tidak
semua kejadian dalam pengobatan berlangsung
seperti yang diharapkan, tidak ada kepastian dan
jaminan yang pasti dalam dunia kedokteran karena:
– setiap kasus bagaikan teori permutasi kombinasi,
– latar belakang setiap orang tidak sama,
– riwayat kesehatan berbeda,
– derajat pengobatan yang diberikan juga tidak sama
– reaksi tubuh terhadap respon pengobatan juga bebeda
Element Informed Consent
1. Threshold
 sifatnya lebih ke arah syarat, yaitu pemberi consent
haruslah seseorang yang kompeten (mampu)
2. Information
– disclosure (pengungkapan) dan understanding
(pemahaman)
3. Consent
 voluntariness (kesukarelaan, kebebasan) dan
authorization (persetujuan).
Masalah yang ditemukan dalam proses
informed consent
1. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan
terlalu teknis
2. Perilaku tenaga medis yang terburu-buru atau
tidak perhatian atau tidak ada waktu untuk
tanya-jawab
3. Pasien sedang dalam keadaan stres emosional
sehingga tidak mampu mencerna informasi
4. Pasien dalam keadaan tidak sadar/ mengamuk
DILEMA ETIK
Pulang paksa
• apabila pasien tidak mau lagi melanjutkan
/menjalani rawat inap lebih lama dan minta
dipulangkan , tetapi secara medis belum
cukup stabil untuk menjalani perawatan
dirumah
– Alasan finansial, pelayanan, kepentingan pribadi,
penolakan dll
DO NOT RESUSCITATE (DNR): WITH
HOLDING/ WITH DRAWAL
• With holding adalah menunda terapi atau
bantuan hidup pada pasien yang dianggap
sudah tidak punya harapan hidup lagi,
• With drawal artinya menghentikan bantuan
hidup pada pasien yang biasanya terpasang
alat bantu penunjang kehidupan seperti
ventilasi mekanik, alat pacu jantung, dll.
EUTHANASIA
• Proses mengakhiri hidup secara aktif/pasif
• Belum legal di Indonesia
• Kematian dimulai dari kematian klinis,
kemudian kematian otak, kematian biologis
dan akhirnya kematian seluler