Anda di halaman 1dari 25

BAB II

PEMBENTUKAN TANAH
2.1. PROSES PEMBENTUKAN TANAH

Ketika batuan melapuk, akan tersedia cukup unsur hara


utk menunjung pertumbuhan ‘lichen’ dan tumbuhan tingkat
rendah lainnya. Lichen mati, terurai menghasilkan sejumlah
bhn organik.

Asam organik yg ada secara alami akan memacu


pelapukan batuan timbunan bhn organik akan
meningkatkan retensi air dlm tanah shg makin
banyak air tersedia utk tan tingkat tinggi.
 Seiring dengan waktu, partikel mineral dan organik
yang berada di dekat permukaan, akan tercuci ke
bawah, dan sebagian akan diendapkan di lapisan
bawah, terbentulkan lapisan tanah akumulasi.
 Setelah beberapa ratus tahun, lap tanah atas yg
tercuci akan nampak dan disebut zona eluviasi,
sedangkan pd lapisan bawah terbentuk zona illuviasi.
 Jadi proses pembentukan tanah dimulai dr pelapukan
batuan induk menjadi bahan induk tanah, diikiuti
oleh proses pencampuran bahan organik dgn bahan
mineral shg menghasilkan horison tanah.
Tanah berasal dr bahan yg tercerai berai, yg menutupi hamparan
batuan.

Batu yg dijumpai dlm kerak bumi dpt diklasifikasikan menjadi :


1. Batu Beku : dibentuk dr lava cair yg membeku, yaitu granit dan diorit.
*Tersusun atas mineral primer spt : feldspar dan kuarsa.
* Mineral berwarna gelap spt : biotit, augit dan hornblende
*Batuan Gabro dan Basalt kaya Fe dan Mg yg relatif mudah
hancur jika dibandingkan dgn granit yg berwarna terang.
* Batuan alkalin kaya mineral plagioklas, yg memp peranan
penting dlm menentukan derajat kesuburan tanah. Contoh :
ortoklas, plagioklas, muskovit dan biotit yg kaya kalium,
sedangkan apatit kaya fosfor.
2. Batu Endapan : berasal dr pengendapan dan resementasi
hasil hancuran batuan lain. Contoh : kuarsa (bt pasir) yg
berasal dr granit yg kemudian diendapkan, contoh lain batu
kapur (kalsit), dolomit (Ca/Mg(CO3)2.

3. Batuan Metamorfik : batuan yg mengalami perubahan


bentuk.
Batuan beku dan endapan yg mengalami tekanan yg luar
biasa dan mengalami gejala metamorfisme.
*Batu beku yg dimodifikasi menjadi Gneis dan Sekis
*Batu endapan yg dimodifikasi menjadi batu pasir, batu liat
yg berubah menjadi sabak.
 Horison tanah: adalah lapisan-lapisan tanah yang
terbentuk dari proses pembentukan tanah.

 Profil tanah:
Penampang vertikal tanah yg menunjukkan susunan
horison tanah, atau Horison / lapisan dr irisan
tegak itu disebut : “PROFIL”.
 Horison A: Horison di permukaan tanah yang
terdiri atas campuran BO dan bahan mineral,
berwarna lebih gelap daripada horison di
bawahnya.

 Horison B: Horison bawah yang terbentuk oleh


beberapa proses.

 Horison C: Bahan induk, sedikit terlapuk, sehingga


lunak dapat tertembus akat tanaman.

 Horison R: Batuan keras yang belum melapuk.


tidak dapat ditembus akar tanaman.
 Horison B: Horison bawah yang terbentuk oleh
beberapa proses/hal.

Bt = Penimbunan (iluviasi) liat dari horison eluviasi.


Bs = Penimbunan Fe & Al oksida (seskuioksida).
Bh = Penimbunan humus.
Bo = Penimbunan relatif(residual) Fe & Al oksida akibat
pencucian silika (desilikasi)
Bw = Alterasi (perubahan) dari bahan induk yang
membebaskan oksida besi dll; berwarna lebih merah.
Bss = terdapat bidang kilir akibat gesekan agregat tanah
(vertisol).
 Horison C: Bahan induk, sedikit terlapuk, sehingga lunak
dapat tertembus akar tanaman.

 Horison R: Batuan keras yang belum melapuk. Tidak dapat


ditembus akar tanaman.

 Horison Peralihan:
AB = peralihn dari A ke B, lebih menyerupai A (A3).
BA = peralihan dari A ke B, lebih menyerupai B (B1).
BC = peralihan dari B ke C, lebih menyerupai B (B3).
Pedon & Polipedon
 Tanah sangat berbeda- beda sifatnya, sehingga tanah tidak
bisa dipelajari di suatu tempat saja.

 Satuan individu terkecil dalam tiga dimensi yang masih dapat


disebut tanah dinamakan Pedon.

 Luas pedon antara 1-10 m2, sehingga cukup luas untuk


dipelajari susunan horison tanah yang ada.

 Karena ukurannya yang kecil maka pedon tidak dapat dipakai


sebagai satuan dasar untuk mengelompokkan tanah di
lapang.

 Untuk dasar pengelompokkan tanah di lapang dipakai ukuran


Polipedon (yang merupakan kumpulan pedon yang memiliki
seri sama).
Pelapukan Batuan
 Pelapukan secara Fisik (desintegrasi)
Suhu : adanya perbedaan suhu di siang hari dan malam
hari, yg menyebabkan lapisan permukaan lepas dr bgn
lainnya. Fenomena ini disebut “Eksfoliasi”.

Erosi dan pengendapan : oleh air, es dan angin, yg dlm


perjalanannya dpt mengubah, mengangkut, dan
mengasah bhn2 yg sudah hancur atau belum.

Tan dan hewan. Pengaruh tan sederhana spt lumut yg


tumbuh di atas batu, sambil menangkap debu yg
akhirnya terbtk lapisan organik, shg dpt menyebabkan
batu terdesintegrasi.

 Pelapukan secara Biologik-Mekanik:


Pertumbuhan akar yang menyelusup pada retakan
batuan.
 Pelapukan secara Kimia:

Hidrasi & dehidrasi: suatu proses dimana ion H dan OH


melekat kuat pd senyawa yg sdg mengalami proses
hancuran. (melekat dan atau menghilangnya molekul
air pada dan dari senyawa-senyawa tertentu).
Contoh : Hematit dan Limonit.

2Fe2O3 + 3H2O 2Fe2O3.3H2O


Hematit Limonit
(merah) (kekuningan)

Oksidasi dan reduksi: yg merupakan pembebasan


oksida fero menjadi fberkurangnya dan atau
bertambahnya elektron, eri. Contoh perubahan
olivin.
Hidrolisis : Reaksi mineral dan air yg merupakan
suatu reaksi pelapukan, yg menghancurkan
berbagai mineral atau penggantian kation- kation
pada struktur kristal oleh hidrogen, sehingga kristal
hancur. spt : feldspar.
Karbonisasi dan proses pemasaman : proses
desintegrasi dan dekomposisi bhn mineral dpt
dipercepat dgn adanya ion H dan air perkolasi.
Asam karbonat ini digunakan utk melarutkan kalsit yg
terdpt dlm batu kapur.
Pelarutan (solution): pelarutan atau disintegrasi
senyawa-senyawa atau unsur-unsur penyusun suatu
substance.
PROSES PEMBENTUKAN TANAH
1. Penambahan (addition):, termasuk penambahan bahan
organik dari tanaman, air hujan + irigasi, udara, dan
energi dari matahari
2. Kehilangan (Losses), termasuk: kehilangan air karena
evaporasi atau transpirasi, N (denitrifikasi), tanah
(erosi) dan pencucian hara dari tanah atau
penyerapan hara oleh tanaman.
3. Translokasi, termasuk pergerakan liat, iluviasi bahan
organik, garam, dan unsur hara dari satu lapisan atas
ke lapisan lainnya )
4. Perubahan bentuk (transformation) , termasuk
pembentukan liat, Bo  humus, mineral primer 
sekunder dan penyusunan komponen tanah menjadi
agregat yang berstruktur
2.2. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN TANAH
Ada 5 faktor dalam pembentukan tanah yaitu :
1.Iklim (suhu + curah hujan)
2.Organisme (vegetasi)
3.Bahan induk (susunan mineral)
4.Topografi
5.Waktu

T (tanah) = ƒ (i, o, bi, t, w)


S (soil) = ƒ ( c, o, p, r, t)

Jadi pembentukan suatu tanah merupakan fungsi dr pengaruh


kolektif semua faktor2 pembtk tanah, yg selanjutnya krn peranan
dr masing2 faktor tsb maka iklim dan organisme disebut : Faktor
Aktif , sedang bahan induk, topografi, dan waktu disebut : Faktor
Pasif.
1. IKLIM

Perkembangan profil tnh sangat dipengaruhi oleh iklim,


terutama suhu dan curah hujan, Krn sangat
berpengaruh thd reaksi2 fisik dan kimia dlm tanah.

Curah hujan berpengaruh thd pencucian kation2 yg dpt


ditukar, Shg diganti oleh ion H+ , yg berakibat pd
menurunnya kejenuhan basa.

 Secara umum suhu dan curah hujan Mempengaruhi:


1). Intensitas pelapukan mineral & pencucian hara.
2). Intensitas reaksi kimia.
3). Intensitas mikrobia dlm pelapukan BO.
2. ORGANISME

 Vegetasi adalah salah satu organisme yg memp


peranan penting dlm pembtk tnh.
 Jumlah & macam vegetasi sangat ditentukan oleh
iklim. Perbedaan vegetasi menyebabkan perbedaan
tnh yg terbtk.
 Jenis organisme lain adalah binatang & serangga tnh
yg berpengaruh thd aerasi tnh melalui lubang2 yg
dibuat.

 Selain itu, bakteri, jamur aktinomicetes yg berperan


dlm proses pelapukan & pelepasan unsur hara
dlm tnh.
 Secara umum organisme mempengaruhi:
1). Akumulasi BO.
2). Siklus unsur hara.
3). Pembentukan struktur tanah yang stabil.
4). Penambat nitrogen (simbiosis).
5). Penahan erosi.
6). Sifat tanah
3. BAHAN INDUK

Sifat2 bhn induk yg berpengaruh thd ciri tanah


adalah gerakan air ke bawah yg dikendalikan oleh
tekstur tnh. Sedangkan susunan bhn induk juga
mempengaruhi jenis vegetasi .
Contoh : vegetasi yg tumbuh pd tnh berbhn kapur
akan kaya kation2 basa, dan sisa2 vegetasi yg
tertumpuk membtk horison setelah mengalami
periode wkt tertentu.
 Secara umum bahan induk mempengaruhi:
1). Tekstur tanah.
2). Intensitas pelapukan (kandungan mineral).
3). Menentukan jenis vegetasi.
4). Sifat kemasaman/kebasaan tanah; kimia
dan kesuburan tanah.
4. TOPOGRAFI
Topografi dpt mempengaruhi atau memperlambat
pengaruh gaya2 iklim, baik melalui pergerakan air dan bhn2
larut air dr satu tempat ke tempat lain melalui drainase
ataupun erosi.

Topografi mempengaruhi pembtk & perkembangan


tnh melalui :
Pengaruhnya thd curah hujan yg terabsorpsi dan
penyimpanannya (storage) di dlm tanah.
Pengaruhnya thd perpindahan tnh lapisan atas
oleh erosi.
Pengaruhnya thd arah gerakan2 bhn dlm suspensi
atau larutan dr suatu tempat.
 Topografi (Relief) : perbedaan tinggi atau bentuk wilayah
suatu daerah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman
dan bentuk lereng.
 Mempengaruhi:
1). Jumlah air hujan yang meresap kedalam tanah.
2). Kedalaman air tanah.
3). Tingkat erosi/kestabilan tanah.
4). Menentukan gerakan arah aliran air.
5). Menghambat atau mempercepat pengaruh iklim.
6). Sifat tanah: tebal solum, kandungan BO, perkembang an
horison, warna tanah, reaksi tanah, kejenuhan basa,
kandungan garam, dll.
5. WAKTU
Lama wkt yg dibutuhkan utk pembtk horison juga
tergantung pd faktor2 lain spt : iklim, sifat bahan induk,
organisme dan topografi.
Misal : Pada daerah yg beriklim dingin dan vegetasi hutan,
membutuhkan wkt yg lebih lama utk pembtk tnh (± 200
tahun) jika dibandingkan dgn daerah tropik yg memp
suhu dan curah hujan yg tinggi (± 50 tahun).
Secara umum waktu mempengaruhi:
1). Umur tanah.
2). Tingkat kesuburan tanah.
3). Perkembangan tanah.
Mohr & Van Baren membedakan perkembangan tnh
menjadi 5 fase :

a.Fase pemula : dicirikan dgn bahan induk yg belum


melapuk.
b. Fase juvenil : dicirikan dgn pelapukan yg baru mulai
terjadi, tetapi sebgn besar bhn asli belum melapuk.
c.Fase viril : dicirikan dgn kebanyakan mineral2 yg mulai
pecah, kandungan liat meningkat dan pelapukan masih
berjalan.
d.Fase Senil : dicirikan dgn pelapukan yg sudah pd fase
akhir, hanya mineral yg tahan lapuk yg masih bertahan.
e. Fase akhir : dicirikan dgn perkembangan tnh yg sudah
sempurna dan proses pelapukan sudah berakhir.
ASAL BAHAN INDUK

Batuan/ Mineral Bahan Induk Profil


Tanah
Pelapukan Genesis Tanah
Fisik (desintegrasi)
Kimia (dekomposisi)

Mineral : kombinasi unsur2 anorganik yg terbtk secara alamiah


sbg garam atau senyawa an-organik lain yg bersifat
kristal ataupun amorf.
Mineral primer : mineral yg terdpt dlm magma yg memp susunan
kimia asli (belum berubah).
Mineral sekunder : mineral yg memp susunan kimia yg sudah
mengalami perubahan akibat pengaruh lingkungan luar
thd mineral primer.

Anda mungkin juga menyukai