Anda di halaman 1dari 69

KIAT & STRATEGI

MENGIKUTI
UKOM
NASIONAL
By. Ns. Nurul Kartika Sari, M.Kep.
STRATEGI JANGKA PANJANG
◦ Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
1. Penguatan problem based learning
2. Penguatan praktik klinik
3. berpikir kritis & reflektif
◦ Meningkatkan Latihan soal
1. Latihan pembuatan soal
2. Pembentukan assessment unit & bank soal
3. Latihan soal setara ukomnas di institusi
ANALISA DIRI
◦ Kekuatan diri : mata ajar, hapalan
◦ Kelemahan : hitungan, analisa, logika
◦ Opprtunity : siapa / apa yg bisa bantu
◦ Threat : siapa / apa yg menghalangi kesuksesa
PERENCANAAN BELAJAR
◦ Belajar tiap paket tuntas (materi, soal, analisa ) :
tryout
◦ Variasi belajar
◦ Buat count down
◦ Jangan lupa bahagia
Kurangi Sosial Media
◦ Fokus pada aspek penting
◦ Hiburan seperlunya
◦ Gunakan smart phone secara SMART
BELAJAR “BERSAMA”
◦ Jadwalkan bersama
◦ Cari tempat yg asyik
◦ Share makanan
◦ Bisa juga di coffee
◦ New norm : PROTOKOL KESEHATAN
PAHAMI PETA SOAL
◦ Proporsi Terbesar
◦ Kasus tersering
◦ Jenis soal
◦ Kesetaraan jawaban
KOMPLEKSITAS KASUS

◦ Difficult
◦ Normal
◦ Easy
Soal Tingkat Tinggi (UNAS)
◦ Bukan soal ingatan (recall)
◦ Menggabungkan berbagai data
◦ Menggambarkan situasi praktik
◦ Bisa menjadi predictor kinerja
Proporsi Soal Bds Area Kompetensi
◦ Praktik Profesional, etis, legal, dan budaya: 15-25%
◦ Asuhan dan manajemen ASKEP : 65-75%
◦ Pengembangan profesional : 5-15%
Proporsi soal bds Domain Kompetensi

Domain Kompetensi Ners DIII


Kognitif 65-75% 40-45%

Prosedural Knowledge 20-25% 45-55%

Afektif knowledge 5-10% 5-10%


Proporsi soal bds Proses Keperawatan

Proses Kep. Ners DIII


Pengkajian 20-30% 10-20%
Penentuan Diagnosa 20-30% 5-10%
Perencanaan 15-25% 15-25%
Implementasi 15-25% 45-55%
Evaluasi 5-15% 5-15%
Proporsi soal bds Upaya Kesehatan
Upaya Kesehatan Proporsi
Promotif 15-25%

Preventif 15-25%

Kuratif 35-45%

Rehabilitatif 15-25%
Proporsi soal bds Kebutuhan Dasar
Kebutuhan Dasar Proporsi
Okigenasi 10-14%
Cairan & elektrolit 10-14%
Nutrisi 10-14%
Aman & nyaman 10-14%
Eliminasi 7-11%
Aktivitas & istirahat 7-11%
Psikososial 7-11%
Komunikasi 7-11%
Belajar 3-7%
Seksual 3-7%
Nilai & keyakinan 3-7%
Proporsi soal bds Sistem
Sistem Proporsi
Pernapasan 8-12%
Jantung, PD & sist limbik 8-12%
Pencernaan & hepatobiliar 8-12%
Saraf & perilaku 8-12%
Endokrin & metabolisme 6-10%
Muskuloskeletal 6-10%
Ginjal & sal. Kemih 6-10%
Reproduksi 8-12%
Integumen 3-7%
Darah & sist. Kekebalan imun 3-7%
Penginderaan 2-4%
Kesehataan Mental 2-4%
Pelayanan Kesehatan 6-10%
MATERI TERUJIKAN
◦ Secara isi, topik soal yg ditanyakan SANGAT
PENTING dalam menjalankan pekerjaan
SEHARI-HARI
◦ SANGAT SERING dilakukan sehari-hari
◦ Merupakan CIRI pekerjaan perawat
KESULITAN DARI SOAL KASUS
1. Mencari “clues” kasus
2. Menetapkan “kata kunci” soal
3. Menetapkan inti pertanyaan
4. Memilih jawaban homogen (tampak semua benar)
TIPS & STRATEGI
SEBELUM UJIAN
◦ Pahami aturan & metode
◦ Siapkan fisik & mental
◦ Siapkan alat & keperluan
◦ Latihan soal & Latihan ujian Pastikan kartu peserta
◦ Datang lebih awal
◦ Sarapan pagi
Langkah yg wajib ANDA ikuti
1. Pahami soal : latihan lebih bnyk soal KMB
ciri2 soal UKOM :
◦ Soal ingatan murni tidak ada, melainkan soal terapan
◦ Soal diawali dengan kasus
◦ Pada akhir kasus terdapat pertanyaan
◦ Soal adalah pilihan ganda, dg 5 opsi pilihan
◦ Kasus memiliki kata kunci
KASUS
Seorang pria berusia 44 tahun, memiliki gagal jantung kiri dan sekarang terjadi efusi pleura.

Informasi Kunci
Pertanyaan soal:
Manakah posisi tidur terbaik untuk pasien ini?
Pilihan Jawaban:
A. Semi fowler
B. Fowlers’s (duduk)
C. Sims
D. Supine
E. Fowler (tegak)
2. Latihan membaca soal
◦ latih diri kita utk membaca cepat & mengambil informasi yg mjd pendahuluan soal.
◦ Baca pertanyaan terlebih dahulu sebelum membaca informasi /data pembukaan soal.
Stlh itu pilihan jawaban.
◦ Latih kemampuan membaca dengan teknik skimming (Skimming adalah suatu tehnik
membaca dengan kecepatan tinggi untuk mencari hal-hal yang penting atau ide
pokok dari suatu bacaan. Yang melibatkan pembaca sepintas dan cepat untuk
mendapatkan kesan keseluruhan dan umum.
3. Berpikir realistis
◦ ukom tdk menjebak anda, tp hny menguji keahlian anda untuk berpikir kritis &
tdk mengada-ada.
◦ Pikirkan apa yg anda lakukan sehari-hari
◦ Jgn menjadi seorang yg idealis, ingin smua terjawab dgn benar. Krn akan terlalu lama
mengerjakan satu soal.
◦ Puas dgn jawaban anda
4. Diperkirakan Benar tp Salah
◦ Hny ada satu jawaban yg benar utk tiap pertanyaan, pahami hubungan antara
pilihan jawaban
5. Abaikan jawaban yg salah atau tidak relevan
◦ Kita dpt lgsg menjawab soal uji kompetensi perawat ketika ada salah satu pilihan
jawaban yg tdk relevan atau bertentangan
6. Hati2 thd informasi baru
◦ Soal ukom memuat bnyk informasi & data pendukung yg kadang tdk begitu perlu
untuk dijadikan bahan pertimbangan, karena tdk mjd data pendukung soal pertanyaan.
Fokus pd pertanyaan.
7. Gunakan logika ANDA!
◦ Ukom m’butuhkan logika , krn soal kadang menggunakan istilah asing & pilihan
yg sulit. Abaikan pilihan jawaban yg bersifat pengalihan menjawab lebih baik
drpd tdk sama sekali
8. Jawab soal dgn percaya diri
◦ Saat menghdpi ukom dibutuhkan rasa percaya diri agar kita tetap tenang, pikiran yg
kacau tdk dpt berkonsentrasi & berpikir
9. Dahulukan yg mudah
Kita memiliki wkt terbatas, jawablah soal yg ANDA mengerti jawabannya krn tdk dpt
kembali lagi nanti pada soal yg sulit tsb, baik bagi ujian di komputer (CBT) terlebih di
kertas (PBT)
10. Koreksi kembali jawaban
◦ Pastikan semua soal terjawab
11. Jgn tergesa-gesa
◦ Ukom memiliki 3 jam utk menjawab 180 soal, artinya ada 1 menit utk menjawab
setiap pertanyaan
12. Mulai & tutup dgn doa
LATIHAN SOAL
UKOM
PER KELOMPOK
Soal Latihan
Diruang diskusi RS Anda sedang belajar didepan
computer. Tiba-tiba pembimbing anda datang. Apa
yg harus Anda lakukan PERTAMA saat menerima
kolega tersebut ?
A. Tersenyum sambal duduk tegak
B. Bersikaplah antusias & mengucapkan salam
C. Memberi salam & menyebut nama
D. Duduk tegak & berjabat tangan dengan kuat
Soal Latihan
Diruang diskusi RS Anda sedang belajar didepan
computer. Tiba-tiba dosen anda datang. Manakah
hal TERPENTING yg harus Anda lakukan saat
menyambut dosen tersebut ?
A. Tersenyum sambal berdiri tegak
B. Bersikaplah antusias & mengucapkan salam
C. Memberi salam & menyebut nama
D. Duduk tegak & berjabat tangan dengan kuat
Soal 1
◦ Klien pria usia 44 tahun, akan dilakukan pemasangan kateter urine. Anamnesa
status urologi dalam batas normal. Ketika perawat memasukkan kateter ke
dalam uretra, terasa ada tahanan lunak kedalaman +_15 cm dan klien tampak
meringis kesakitan.
◦ Manakah instruksi diawal Tindakan kepada klien ?
A. Rileks
B. Diam
C. Tahan nafas
D. Tarik nafas dalam
Soal 2
◦ Klien pria usia 44 tahun, akan dilakukan pemasangan kateter urine. Anamnesa
klien mengeluh nyeri saat mengedan BAK dan mengeluarkan darah di uretra.
Ketika perawat memasukkan kateter ke dalam uretra, ada tahanan lunak
kedalaman +_15 cm dan klien tampak meringis kesakitan.
◦ Manakah instruksi terbaik saat klien meringis ?
A. Rileks
B. Diam
C. Tahan nafas
D. Tarik nafas dalam
Soal 3
Klien pria usia 44 tahun, akan dilakukan pemasangan kateter urine. Anamnesa
status urologi dalam batas normal. Ketika perawat memasukkan kateter ke dalam
uretra, terasa ada tahanan lunak pada kedalaman 15 cm, kemudian kateter
dikeluarkan sementara
Apakah Tindakan terpenting perawat ?
A. Menambahkan lidocaine jell
B. Menekan ujung kateter hingga masuk
C. Menganjurkan klien menarik nafas dalam
D. Menegakkan penis sambal menekan kateter
Soal 4
Klien pria usia 64 tahun, akan dilakukan pemasangan kateter urine. Anamnesa
Riwayat BAK mengedan, semakin sulit. Ketika perawat memasukkan kateter ke
dalam uretra, terasa ada tahanan lunak pada kedalaman 15 cm
Apakah Tindakan terpenting perawat?
A. Menarik kembali kateter
B. Menekan ujung kateter hingga masuk
C. Menganjurkan klien menarik nafas dalam
D. Menegakkan penis sambal menekan kateter
Soal 5
Seorang wanita berusia 37 tahun di rawat di bangsal bedah, operasi histerektomy
selesai jam 3 sore. Jam 12 malam, pasien memanggil perawat mengeluh
kesakitan dan tidak bisa tidur nyenyak. Ekspresi wajah tampak cemas dan
kelelahan. Nyeri skala 6-7 di bagian abdomen dan takut untuk bergerak miring
kiri/kanan. Dari pemeriksaan, balutan operasi kering, Tanda vital stabil.
Apakah masalah keperawatan utama klien di atas ?
A. Gangguan pola tidur
B. Nyeri sedang-berat
C. Cemas sedang-berat
D. Gangguan mobilisasi
Soal 6
Seorang wanita berusia 37 tahun di rawat di bangsal bedah, operasi histerektomy
selesai jam 3 sore. Jam 12 malam, pasien memanggil perawat mengeluh
kesakitan & tidak bisa tidur nyenyak. Ekspresi wajah tampak cemas dan
kelelahan. Klien mengatakan takut untuk bergerak miring kiri/kanan.
Apakah Tindakan pertama perawat saat perawat tiba di kamar klien tersebut ?
A. Melakukan validasi bagian yg sakit
B. Mengecek tanda vital
C. Memeriksa balutan luka
D. Menanyakan mengapa tidak bisa tidur
E. Mengukur skala nyeri
Soal 7
Seorang wanita berusia 37 tahun di rawat di bangsal bedah, operasi histerektomy
selesai jam 3 sore. Jam 12 malam, pasien memanggil perawat mengeluh
kesakitan & tidak bisa tidur nyenyak. Ekspresi wajah tampak cemas dan
kelelahan. Klien mengatakan takut untuk bergerak miring kiri/kanan.
Apakah Tindakan terpenting perawat saat perawat tiba di kamar klien tersebut ?
A. Melakukan validasi bagian yg sakit
B. Mengecek tanda vital
C. Memeriksa balutan luka
D. Menanyakan mengapa tidak bisa tidur
E. Mengukur skala nyeri
Soal 8
Seorang pasien Riwayat jatuh dari motor dibawa ke UGD dengan luka laserasi di
kepala dan siku. Tidak ada cedera lain, bisa jalan normal dan bicara tidak
coherent, mulut bau alcohol. Karena situasi UGD sedang sibuk, pasien ini
diminta menunggu, namun tidak sabar dan memaksa mau pulang sebelum
lukanya dirawat.
Bagaimanakah sikap perawat dalam menghadapi pasien tersebut ?
A. Menghargai keputusan pasien pulang paksa
B. Menasihati pasien untuk bersabar
C. Menahan pasien untuk tidak pulang
D. Mengingatkan pasien lukanya bahaya
E. Menyegerakan perawatan luka pasien tersebut
Soal 9
Remaja jatuh dari motor dibawa ke UGD dengan luka laserasi di kepala dan siku.
Tidak ada cedera lain, bisa berjalan normal dan bicara coherent. Karena situasi
UGD sedang sibuk, pasien ini diminta menunggu, namun tidak sabar dan
memaksa mau pulang sebelum lukanya dirawat.
Prinsip etik manakah yg harus menjadi pertimbangan utama?
A. Autonomy
B. Beneficiency
C. Non mal efficiency
D. Justice
E. Fidelity
Soal 10
Klien perempuan 57 tahun control hipertensi ke puskesmas tentang pola
makan dan kebutuhan nutrisi. Klien memiliki Riwayat hipertensi, namun
jarang terkontrol, indek massa tubuh 28 dan ada varises di kaki.
Manakah saran terbaik untuk klien diatas ?
A. Makan porsi kecil dan sering
B. Makan rendah garam
C. Perbanyak makanan yg mengandung serat
D. Makan makanan yg mengandung kalori tinggi
E. Kurangi makanan yg mengandung protein tinggi
Soal 11
Seorang laki-laki dirawat di bangsal paru RS. Hasil pengkajian : pasien
tampak sesak, batuk berdahak dan tampak adanya retraksi dinding dada,
pH 7,30, PCO2 46 mmHg, saturasi oksigen 92%.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien?
A. Gangguan pertukaran gas
B. Ketidakefektifan bersihan jalan napas
C. Pola nafas tidak efektif
D. Gangguan ventilasi spontan
E. Risiko aspirasi
Soal 12
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik paru. Saat ini, pasien
sedang menjalani pengobatan TB (tuberculosis). Pasien memiliki Riwayat buruk
sebagai perokok aktif dan suka meludah sembarangan. Sebagai upaya preventif,
perawat memotivasi pasien untuk berhenti merokok dan membuang ludah pada
tempat yg sudah disediakan di rumah mengingat saat ini pasien tinggal bersama
dengan anak perempuannya yg sedang hamil dan memiliki balita.
Apakah prinsip etik yg diterapkan oleh perawat tersebut ?
A. Non-maleficience
B. Confidentially
C. Beneficence
D. Autonomy
E. Fidelity
Soal 13
Seorang anak (7 tahun) dibawa oleh ibunya ke IGD RS terdekat akibat tertelan
kelereng saat bermain bersama teman-temannya. Kondisi anak saat ini tampak
sianosis, sulit bernapas, frekuensi napas 40x/menit.
Apakah manuver pembebasan jalan nafas yang tepat pada anak tersebut ?
A. Abdominal thrust
B. Jaw thrust
C. Chest thrust
D. Back bows
E. Suction
Soal 14
Seorang perempuan (62 tahun) dirawat di RS dengan stroke hemoragik hari ke 3.
hasil pengkajian TD 140/100 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit frekuensi napas
18x/menit. Pasien terdengar mengerang, dapat membuka mata saat diberikan
rangsangan nyeri, dan menepis tangan perawat saat diberi rangsangan nyeri.
Berapakah skor GCS pasien tersebut ?
A. E2M5V2
B. E2M5V3
C. E2M4V2
D. E2M4V3
E. E3M4V2
Soal 15
Seorang pasien 25 tahun datang bersama ibunya ke poliklinik RS untuk
memeriksakan diri. Saat pengkajian, pasien tampak meringis dan memegangi
perutnya. Ibu pasien mengatakan pasien mengalami nyeri perut tidak tertahankan.
Perawat menanyakan bagaimana nyeri pasien mereda. Ibu menyatakan bahwa nyeri
reda jika pasien meminum paracetamol dan mengompres perutnya dengan botol
hangat.
Apakah komponen pengkajian nyeri yang sedang dikaji oleh perawat ?
A. Provocation
B. Quality
C. Radiation
D. Severity
E. Time
Soal 16
Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poli RS dengan keluuhan sering batuk
berdahak. Hasil pengkajian: keluarga mengatakan klien menderita Tuberculosis,
keluarga mengatakan klien berhenti minum OAT karena merasa mual, sulit
mengeluarkan dahak karena tidak tahu cara batuk yang benar dan sering
membuang dahak di sembarang tempat
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Bersihan jalan nafas tidak efektif
B. Nausea
C. Intoleransi aktivitas
D. Pola nafas tidak efektif
E. Defisit pengetahuan
Soal 17
Seorang laki-laki 40 tahun dirawat di RS dengan PPOK. Hasil
pengkajian: pasien sesak napas dengan frekuensi 30x/menit, batuk
berdahak, penggunaan otot bantu napas, terpasang oksigen NRM 12 lpm.
Pemeriksaan darah arteri pH, PO2 89 mmHg, PCO2 35 mmHG, saO2
97%, HCO3 24.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Gangguan sirkulasi spontan
B. Bersihan jalan napas tidak efektif
C. Gangguan pertukaran gas
D. Gangguan ventilasi spontan
Soal 18
Seorang perempuan 61 tahun dirawat di ruang paru RS dengan gagal nafas sejak
6 hari yang lalu. Hasil pengkajian: pasien tampak lemah, tekanan darah 100/70
mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 32x/menit, retraksi dinding
dada, dispnea, SaO2 80%, PCO2 55 mmHg, HCO 23 mmol.L
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Pola nafas tidak efektif
B. Bersihan jalan nafas tidak efektif
C. Gangguan pertukaran gas
D. Gangguan sirkulasi spontan
E. Gangguan ventilasi spontan
Soal 19
Seorang perempuan 30 tahun dirawat di RS dengan HAP (healthcare-Associated
Pneumonia). Hasil pengkajian: pasien tampak pucat, tekanan darah 100/70
mmHg, frekuensi nadi 101x/menit, sesak nafas dengan frekuensi 36x/menit,
batuk berdahak. Pemeriksaan darah arteri: pH 7,25, PCO2 50 mmHg, HCO3 30
mmol/L, dan saturasi oksigen 97%.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Gangguan pertukaran gas
B. Gangguan ventilasi spontan
C. Pola nafas tidak efektif
D. Bersihan jalan nafas tidak efektif
E. Perfusi perifer tidak efektif
Soal 20
Seorang pasien laki-laki 30 tahun dirawat di RS dengan keluhan sesak nafas,
kedua kaki bengkak dan tidak BAK sejak 3 hari yang lalu. Hasil pengkajian:
tampak edema diseluruh ekstrimitas. Tekanan darah 150/70 mmHg, frekuensi
nadi 100x/menit, frekuensi napas 25x/menit, suhuh 37,3 C. berat badan saat ini
70 kg, naik 10 kg dari sebulan yg lalu.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Pola nafas tidak efektif
B. Kekurangan volume cairan
C. Obesitas
D. Intoleransi aktivitas
E. Kelebihan volume cairan
Soal 21
Seorang perempuan 49 tahun dirawat di ruang jantung dengan Gagal jantung
sejak 4 hari yg lalu. Hasil pengkajian: pasien mengalami penurunan kesadaran,
tekanan darah 55/60 mmHg, frekuensi nadi 40x/menit, frekuensi napas
39x/menit, suhu 34,2 C, saturasi oksigen 80%, hasil EKG menunjukkan
ventricular fibrillation.
Apakah masalah keperawatan yang tepat ?
A. Pola nafas tidak efektif
B. Penurunan curah jantung
C. Gangguan sirkulasi spontan
D. Hipotermia
E. Gangguan ventilasi spontan
Contoh soal 1
Seorang perempuan usia 45 th dirawat di RS dengan sindrom Guillain-Barre saat
ini mengalami paralisis pada tubuh bagian atas, sudah diintubasi dan diberikan
ventilasi mekanik.
Manakah strategi yang harus dimasukkan perawat pada perencanaan
keperawatan untuk membantu klien menghadapi penyakitnya ?
Pilihan Jawaban:
A. Memberikan klien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi
pengunjung
B. Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif
C. Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan
mendorong relaksasi
D. Memberikan obat penenang melalui intravena
E. Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung
Kunci Jawaban & Pembahasan
◦ Jawaban : C
Rasional: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami
ketakutan dan kecemasan akibat paralisis tubuh bagian
atas, serta munculnya gangguan yang tiba-tiba. Perawat
dapat mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi
yang akurat tentang kondisi klien, memberikan perawatan
lanjut, dan umpan balik positif pada klien, mendorong
relaksasi, serta distraksi. Keluarga bisa dilibatkan pada
aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk klien juga.
◦ Review: Perawatan klien dengan sindrom Guillain-Barre
◦ Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
◦ Domain: Pengetahuan prosedur
◦ Keilmuan: KMB
◦ Proses Keperawatan: Perencanaan
◦ Upaya Kesehatan: Rehabilitatif
◦ Kebutuhan Dasar: Komunikasi
◦ Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
◦ Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman ((2013), p. 990-991;
Swearingen (2012), p. 265-266
◦ Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh
tim Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang
diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Kunci Jawaban & Pembahasan
◦ Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda membantu klien
menghadapi penyakitnya. Pilihan A harus dieliminasi terlebih dahulu karena
tidak tepat jika berpikir bahwa klien ingin kontrol penuh atas semua keputusan
perawatan. Klien yang mengalami paralisis tidak dapat berpartisipasi dalam
ROM aktif, maka pilihan B harus dieliminasi. Dari pilihan yang tersisa, pilihan
yang paling tepat adalah yang lebih menguntungkan dalam membantu klien
menghadapi penyakitnya.
Contoh soal 2
Seorang Perawat mengevaluasi kondisi klien pasca kraniotomi 3 hari yang lalu.
Manakah temuan pengkajian yang menunjukkan bahwa klien mengalami
meningitis sebagai komplikasi dari pembedahan ?
Pilihan jawaban:
A. Kerning sign negatif
B. Tidak ada kaku kuduk
C. Tanda Brudzinski positif
D. Skor GCS 15
E. Refleks Babinski negatif
Kunci Jawaban & Pembahasan
◦ Jawaban : C
◦ Rasional: Gejala iritasi meningeal yang cocok dengan meningitis meliputi kaku
kuduk, tanda brundzinki positif dan tanda kernig positif. Kaku kuduk ditandai
dengan kekakuan dan nyeri pada leher, yang biasanya dikeluhkan saat leher
difleksikan. Tanda kernig positif saat klien merasa nyeri dan kaku pada oto
hamstring ketika kaki fleksi maksimal pada lutut dan pinggul. Tanda brudzinski
positif saat klien merefleksikan pinggul dan lutut sebagai respon dari fleksi
kepala dan leher ke dada yang dilakukan oleh perawat. GCS 15 merupakan
skor sempurna dan mengindikasikan bahwa klien sadar penuh, tanpa defisit
neurologis.
◦ Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda Klien mengalami
meningitis. Anda dapat mengeliminasi pilihan A, B, D, dan E, karena pilihan
tersebut serupa atau sama dan merupakan temuan pada kondisi normal.
◦ Review: Gejala-gejala meningitis
◦ Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
◦ Domain: Pengetahuan Kognitif
◦ Keilmuan: KMB
◦ Proses Keperawatan: Pengkajian
◦ Upaya Kesehatan: Preventif
◦ Kebutuhan Dasar: Aman dan Nyaman
◦ Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
◦ Daftar pustaka: Baird, Bethel (2011), p. 646.
◦ Sumber:
◦ Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Ners Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN
Examination" yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).
Contoh soal 3
Seorang Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada klien dengan DM tipe 2.
Hasilnya antara lain glukosa darah puasa 120 mg/dL, suhu tubuh 38,4 C,
frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 22x/menit, dan TD:100/70 mmHg.
Manakah hasil yang paling akan menjadi perhatian perawat ?
Pilihan jawaban:
A. Nadi
B. Pernapasan
C. Suhu tubuh
D. Tekanan darah
E. Gula darah puasa
Kunci Jawaban & Pembahasan
◦ Jawaban : C
◦ Rasional: Peningkatan suhu tubuh dapt mengindikasikan adanya infeksi. Infeksi
dapat menimbulkan sindrom nonketotik, hiperosmolar, hiperglikemik, atau
ketoasidosis diabetik. Hasil temuan lain yang ada dipertanyaan semua dalam batas
normal.
◦ Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan nata penanda paling. Gunakan pengetahuan
tentang batas normal dari TTV akan menunjukkan anda jawaban yang tepat. Hanya
suhu tubuh klien yang tidak normal. Ingat bahwa peningkatan suhu tubuh bisa
mengindikasikan adanya proses infeksi yang bisa memicu komplikasi pada klien
dengan DM.
◦ Review: Temuan normal dan tidak normal klien dengan DM
◦ Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
◦ Domain: Pengetahuan kognitif
◦ Keilmuan: KMB
◦ Proses Keperawatan: Pengkajian
◦ Upaya Kesehatan: Kuratif
◦ Kebutuhan Dasar: Nutrisi
◦ Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
◦ Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 1455; Swearingen (2012), p.
352-353
Contoh soal 5
Perawat sedang mengajarkan klien mengenai latihan pursed lip breathing dan
klien menanyakan perawat tentang tujuan tindakan dari tersebut. Perawat harus
menjelaskan bahwa tujuan utama tindakan tersebut adalah?
Pilihan jawaban:
A.Meningkatkan intake oksigen
B. Memperkuat diafragma
C. Memperkuat otot interkostal
D. Meningkatkan pengeluaran karbon dioksida
E. Memperluas ekspansi paru
Kunci jawaban & pembahasan
◦ Jawaban : D
◦ Rasional: Pursed lip breathing memfasilitasi ekspirasi maksimal bagi klien dgn PPOK
dan meningkatkan pengeluaran CO2. Jenis pernapasan ini memungkinkan ekspresi
yang lebih baik dengan meningkatkan tekanan udara di mana jalan napas akan tetap
terbuka selama ekshalasi. Pilihan A, B, C, dan E bukan tujuan jenis pernapasan ini.
◦ Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah “pursed lip breathing” & ingat
kata penting utama. Bayangkan penggunaan teknik pernapasan ini untuk membantu
menjawab pertanyaan dgn tepat. Ingat kembali kondisi pernapasan di mana jenis
pernapasan ini bermanfaat juga akan membantu mengarahkan pada pilihan yang tepat.
◦ Review: Tujuan teknik pursed lip breathing
◦ Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
◦ Domain: Pengetahuan prosedur
◦ Keilmuan: KMB
◦ Proses Keperawatan: Implementasi
◦ Upaya Kesehatan: Kuratif
◦ Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
◦ Sistem Tubuh: Pernapasan
◦ Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 321-322; Potter et al (2013), p. 854