Anda di halaman 1dari 29

FRAKTUR

FEMUR
KEPERAWATAN
MEDIKAL BEDAH II

NI KADEK SUMALINI
(P07120018175)
KONSEP DASAR PENYAKIT

DEFINISI
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya
kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan
yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa
(Mansjoer, 2007).Fraktur adalah patah tulang,
biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga
fisik (Price dan Wilson, 2006).
Fraktur Femur adalah terputusnya kontinuitas
jaringan tulang femur, yang biasanya disertai
dengan luka sekitar jaringan lunak, kerusakan
otot, rupture tendon, dan kerusakan pembuluh
darah (Smeltzer et al., 2010).

ADD A FOOTER 2
ETIOLOGI
TRAUMA Kondisi patologi
Trauma langsung  kekurangan mineral sampai batas tertentu
Trauma langsung menyebabkan patah tulang pada pada tulang dapat menyebabkan patah tulang:
titik terjadinya kekerasan. Fraktur demikian demikian contohnya osteoporosis, tumor tulang (tumor
sering bersifat fraktur terbuka dengan garis patah yang menyerap kalsium tulang)
melintang atau miring.
Mekanisme Cedera
Trauma tidak langsung  Hiperekstensi (kombinasi distraksi dan ekstensi).
Trauma tidak langsung menyebabkan patah tulang  Fleksi Trauma
ditempat yang jauh dari tempat terjadinya kekerasan
dan yang patah biasanya adalah bagian yang paling  Fleksi dan kompresi digabungkan dengan
lemah dalam jalur hantaran vektor kekerasan. distraksi posterior
 Pergeseran aksial (kompresi).
 Rotasi-fleksi
 Translasi Horizontal Kolumna

ADD A FOOTER 3
LANJUTAN….
Cedera Torakolumbal
tipe berdasarkan kestabilannya
Penyebab tersering cedera torakolumbal
adalah jatuh dari ketinggian serta kecelakaan Cedera stabil : jika bagian yang terkena
lalulintas. Jatuh dari ketinggian dapat tekanan hanya bagian medulla spinalis
menimbulkan patah tulang vertebra tipe anterior, komponen vertebral tidak bergeser
kompresi. dengan pergerakan normal, ligamen posterior
Pada kecelakaan lalulintas dengan kecepatan tidak rusak sehingga medulla spinalis tidak
tinggi dan tenaga besar sering didapatkan terganggu, fraktur kompresi adalah contoh
berbagai macam kombinasi gaya, yaitu fleksi, cedera stabil.
rotasi,maupun ekstensi sehingga tipe Cedera tidak stabil artinya cedera yang dapat
frakturnya adalah fraktur dislokasi (Jong, bergeser dengan gerakannormal karena
2005). ligamen posteriornya rusak atau robek,
Fraktur medulla spinalis disebut tidak stabil
jika kehilangan integritas dari ligament
posterior

ADD A FOOTER 4
LANJUTAN..
Berdasarkan mekanisme
cederanya Fraktur dislokasi
Fraktur kompresi ( Wedge fractures) Terjadi ketika ada segmen vertebra berpindah
Adanya kompresi pada bagian depan corpus dari tempatnya karena kompresi, rotasi atau
vertebralis yang tertekan dan membentuk patahan tekanan. Ketiga kolumna mengalami kerusakan
irisan. Fraktur kompresi adalah fraktur tersering sehingga sangat tidak stabil, cedera ini sangat
yang mempengaruhi kolumna vertebra berbahaya

Fraktur remuk (Burst fractures) Cedera pisau lipat (Seat belt fractures)
Fraktur yang terjadi ketika ada penekanan Sering terjadi pada kecelakaan mobil dengan
corpus vertebralis secaralangsung, dan tulang kekuatan tinggi dan tiba-tiba mengerem sehingga
menjadi hancur. Fragmen tulang berpotensi masuk membuat vertebrae dalam keadaan fleksi,
kekanalis spinais. Terminologi fraktur ini adalah dislokasifraktur sering terjadi pada thoracolumbar
menyebarnya tepi korpusvertebralis kearah luar junction. Kombinasi fleksi dan distraksi dapat
yang disebabkan adanya kecelakaan yang lebih menyebabkan tulang belakang pertengahan
beratdibanding fraktur kompresi. menbetuk pisau lipat dengan poros yang bertumpu
pada bagian kolumna anterior vertebralis
ADD A FOOTER 5
PATOFISIOLOGI
• Fraktur dibagi menjadi fraktur terbuka dan fraktur • Bekuan fibrin direabsorbsidan sel- sel tulang baru
tertutup. Tertutup bila tidak terdapat hubungan mengalami remodeling untuk membentuk tulang
antara fragmen tulang dengan dunia luar. sejati. Insufisiensi pembuluh darah atau
Sedangkan fraktur terbuka bila terdapat hubungan penekanan serabut syaraf yang berkaitan dengan
antara fragmen tulang dengan dunia luar oleh pembengkakan yang tidak di tangani dapat
karena perlukaan di kulit. Sewaktu tulang patah menurunkan asupan darah ke ekstrimitas dan
perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat mengakibatkan kerusakan syaraf perifer
patah ke dalam jaringan lunak sekitar tulang
tersebut, jaringan lunak juga biasanya mengalami
kerusakan. • Bila tidak terkontrol pembengkakan akan
mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan,
oklusi darah total dan berakibat anoreksia
• Reaksi perdarahan biasanya timbul hebat setelah mengakibatkan rusaknya serabut syaraf maupun
fraktur. Sel- sel darah putih dan sel anast jaringan otot. Komplikasi ini di namakan sindrom
berakumulasi menyebabkan peningkatan aliran compartment. (Brunner & suddarth, 2002)
darah ketempat tersebut aktivitas osteoblast
terangsang dan terbentuk tulang baru umatur
yang disebut callus

ADD A FOOTER 6
Trauma pada tulang Tekanan yang berulang Kelemahan tulang abnormal
(kecelakaan) (kompresi) (ex. osteoporosis)

Fraktur femur

Tulang menembus Px & keluarga cemas Px & Keluarga Px tidak


Jepitan saraf siatika
pemb. darah terhadap kondisi Px mengetahui ttg kondisi Px

Terputusnya Kerusakan jalur Kurang Pengetahuan


Risiko perdarahan Ansietas
kontinuitas jar. saraf

Menekan saraf
Kemampuan pergerakan Tirah baring lama Defisit perawatan Aktifitas simpatis terhambat
perasa nyeri
otot sendi ↓
diri
Dekubitus G3 pd termoregulasi
Stimulasi
neurotransmitter nyeri Hambatan mobilitas di hipotalamus
fisik Kerusakan integritas
kulit Memicu kerja thermostat
Pelepasan mediator
prostaglandin di hipotalamus
Perubahan permeabilitas
Respon nyeri kapiler P↑ titik patok suhu tubuh
hebat & akut (terjadi mendadak)
Daerah sekitar Kehilangan cairan ekstra
Nyeri Akut fraktur edema sel ke jar. yang rusak Hipertermi

Kelebihan Vol. PK Syok 7


PATHWAY cairan Hipovolemik
FRAKTUR
FEMUR
MANIFESTASI KLINIS
Nyeri Gangguan fungsi
• Terjadi karena adanya spasme otot tekanan • Terjadi karena ketidakstabilan tulang yang
dari patahan tulang atau kerusakan jaringan fraktur, nyeri atau spasme otot, paralisis
sekitarnya. dapat terjadi karena kerusakan saraf.
Bengkak Mobilisasi abnormal
• Bengkak muncul dikarenakan cairan serosa • Adalah pergerakan yang terjadi pada bagian
yang terlokalisir pada daerah fraktur dan yang pada kondisi normalnya tidak terjadi
ekstravasi daerah jaringan sekitarnya. pergerakan.
Memar Krepitasi
• Terjadi karena adanya ekstravasi jaringan • Merupakan rasa gemeretak yang terjadi
sekitar fraktur. saat tulang digerakkan.
Spasme otot Deformitas
• Merupakan kontraksi involunter yang terjadi • Abnormal posisi tulang sebagai hasil dari
disekitar fraktur. kecelakaan atau trauma dan pergerakan
otot yang mendorong fragmen tulang ke
posisi abnormal, dan menyebabkan tulang
ADD A FOOTER kehilangan bentuk normalnya. 8
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Menurut (PERMENKES RI, 2014)  Pemeriksaan darah rutin dan golongan
darah
pemeriksaan diagnosik meliputi:
• Ht mungkin meningkat (hemokonsentrasi) atau
menurun (perdarahan bermakna pada sisi fraktur
 Foto polos atau organ jauh pada trauma multiple).
• Umumnya dilakukan pemeriksaan dalam proyeksi Peningkatan sel darah putih adalah respon stress
normal setelah trauma.
AP dan lateral, untuk menentukan lokasi, luas dan
jenis fraktur.
 Kreatinin
 Pemeriksaan radiologi lainnya • Trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk
• Sesuai indikasi dapat dilakukan pemeriksaan klirensginjal.
berikut, antara lain: radioisotope scanning tulang,
tomografi, artrografi, CT-scan, dan MRI, untuk  Profil koagulasi
memperlihatkan fraktur dan mengidentifikasi
kerusakan jaringan lunak • perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah

ADD A FOOTER 9
PENATALAKSANAAN MEDIS

Prinsip penanganan fraktur meliputi reduksi, imobilisasi, dan pengembalian fungsi dan
kekuatan.
1. Rekognisi (Pengenalan)
2. Reduksi fraktur (setting tulang)
3. Retensi (Imobilisasi fraktur)
4. Rehabilitasi (Mempertahankan dan
mengembalikan fungsi)
5. Traksi
6. Fiksasi interna
7. Pembidaian
8. Pemasangan Gips atau Operasi
Dengan Orif

ADD A FOOTER 10
KOMPLIKASI
 Syok  Sindrom kompartemen
terjadi karena kehilangan banyak darah dan suatu kondisi dimana terjebaknya otot, tulang,
meningkatnya permeabilitas kapiler yang saraf dan pembuluh darah dalam jaringan
bias menyebabkan menurunnya oksigenasi. parut akibat suatu pembengkakan dari edema
Hal ini biasanya terjadi pada fraktur, pada atau hematoma yang menekan otot, syaraf,
kondisi tertentu terjadi syok neurogenic pada dan pembuluh darah
fraktur femur karena rasa sakit yang hebat
pada pasien
 Infeksi System pertahanan tubuh rusak
bila ada trauma pada jaringan. Pada trauma
 Kerusakan arteri Pecahnya arteri ortopedik infeksi dimulai pada kulit
karena trauma bias ditandai oleh; tidak (superfisial) dan masuk ke dalam. Hal ini
adanya nadi; CRT (Capillary Refill Time) biasanya terjadi karena kasus fraktur terbuka,
menurun; sianosis distal; hematoma yang tapi bias juga karena penggunaan bahan lain
lebar; serta dingin pada ekstremitas yang dalam pembedahan seperti pin (ORIF dan
disebabkan oleh tindakan emergensi OREF) atau plat.
pembidaian; perubahan posisi pada yang
sakit; tindakan reduksi dan pembedahan
ADD A FOOTER 11
ASKEP KASUS

FRAKTUR FEMUR
DEXTRA
ADD A FOOTER 13
ADD A FOOTER 14
ADD A FOOTER 15
ADD A FOOTER 16
ADD A FOOTER 17
ADD A FOOTER 18
ADD A FOOTER 19
ADD A FOOTER 20
ADD A FOOTER 21
ADD A FOOTER 22
ADD A FOOTER 23
ADD A FOOTER 24
ADD A FOOTER 25
ADD A FOOTER 26
ADD A FOOTER 27
DISKUSI

APA ADA PERTANYAAN ?

ADD A FOOTER 28
THANK YOU!

OM SHANTI SHANTI
SHANTI OM