Anda di halaman 1dari 40

Kanker payudara

Farmakoterapi 3
Kelompok 2 :
Amelia eka tama
Bona lovika
Cenda wirdatul janna
Suryani
Selvia gustina
Sisi mustika
Khairul anas
Kanker
• Penyakit kanker adalah suatu penyakit pertumbuhan sel, yang tidak hanya terdapat pada manusia
tetapi pada hewan dan tumbuh-tumbuhan, akibat adanya kerusakan gen yang mengatur
pertumbuhan dan diferensiasi sel. Salah satu sebab kerusakan itu ialah adanya mutasi gen. Mutasi
gen adalah suatu keadaan ketika sel mengalami perubahan sebagai akibat adanya paparan sinar
ultraviolet, sinar UV, bahan kimia ataupun bahan-bahan yang berasal dari alam (Sukardja, 2000).
Kanker payudara
• Kanker payudara merupakan proses keganasan yang terjadi akibat kegagalan dalam koordinasi
fungsi gen. Saat ini, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker pada
wanita, setelah kanker leher rahim dan merupakan kanker yang paling banyak ditemui diantara
wanita. Berdasarkan data dari American Cancer Society, sekitar 1,3 juta wanita terdiagnosis
menderita kanker payudara, sedangkan sejak tahun 1990 angka kematian penderita kanker
payudara menurun, hal ini disebabkan oleh adanya deteksi dini dan terapi kanker payudara yang
baik. Akan tetapi kanker payudara ternyata bukan monopoli kaum wanita, kaum pria pun bisa
mengalaminya. Meski insendensinya relatif kecil yakni hanya sekitar 1%. Kanker payudara pada
pria harus di waspadai sejak dini karena menyebabkan kematian sebagaimana yang terjadi pada
wanita. Insiden kanker payudara pada dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang
meningkat (Rasjidi, 2009).
Klasifikasi kanker payudara
1. Stadium I (stadium dini)
Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada
kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah
70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di
laboratorium.
2. Stadium II
Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di
ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya
penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel
kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk
memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal
3. Stadium III
Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk
sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya
dilakukan penyinaran dan kemoterapi (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-
kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya
untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan
penderitaan penderita semaksimal mungkin.
( Smeltzer &Bare,2002 )
Etiologi kanker payudara
1. Tinggi melebihi 170 cm
Wanita yang tingginya 170 cm mempunyai resiko terkena kanker payudara karena
pertumbuhan lebih cepat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan struktur genetik
(DNA) pada sel tubuh yang diantaranya berubah ke arah sel ganas.
2. Usia
Usia dibawah 20 tahun jarang dijumpai kanker payudara, angka kejadiannya meningkat
sejalan dengan bertambahnya usia
3. Wanita yang belum mempunyai anak
Wanita yang belum mempunyai anak lebih lama terpapar dengan hormone estrogen relatif
lebih lama dibandingkan wanita yang sudah punya anak.
4. Ibu yang menyusui
Ibu yang menyusui dapat mengurangi bahaya terkena kanker payudara karena semakin lama ibu
menyusui anaknya semakin kecil terkena kanker payudara,saat menyusui terdapat perubahan
hormonal salah satunya yaitu penurunan esterogen.
5. Kelamin
Kelamin laki-laki hanya 1 % angka kejadian kanker payudara.
6. Faktor genetic
Faktor genetik kemungkinan untuk menderita kanker payudara 2 – 3 x lebih besar pada wanita
yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Dan secara umum juga riwayat
keluarga sangat berperan dalam terjadinya kanker payudara
Anatomi Payudara normal
Kanker payudara pada pria
Patofisiologi kanker payudara
Kanker payudara

Karsinoma Non-Invasif Karsinoma Invasif

1.Invasive/Infiltrating
LobularCarcinoma
1. Lobular carcinoma In Situ 2.Invasive/InfiltratingDuctal
(LCIS) Carcinoma
2. Ductal Carcinoma In Situ 3. Medullary Carcinoma
4. Mucinous (Colloid) Carcinoma
(DCIS)
5. Tubular Carcinoma
6. Invasive Papillary Carcinoma
7. Metaplastic Carcinoma
• Karsinoma non-invasif

A: Sel normal
B: Sel kanker

DUCTAL CARCINOMA IN SITU


LOBULAR CARCINOMA IN SITU
Karsinoma invasif
1. INFILTRATING DUCTAL CARCINOMA NOS

A: sel normal
B: Sel kanker
• Kanker payudara berasal dari jaringan epithelial, dan paling sering terjadi pada sistem duktal.
Mula-mula terjadi hiperplasia sel-sel dengan perkembangan sel-sel atipik. Sel-sel ini akan berlanjut
menjadi karsinoma in situ dan menginvasi stroma. Kanker membutuhkan waktu 7 tahun untuk
bertumbuh dari sebuah sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba
( kira kira berdiameter 1 cm ). Pada ukuran itu, kira- kira seperempat dari kanker payudara telah
bermetastase. Kebanyakan dari kanker ditemukan jika sudah teraba, biasanya oleh wanita itu
sendiri. Gejala kedua yang paling sering terjadi adalah cairan yang keluar dari muara duktus satu
payudara, dan mungkin berdarah. Jika penyakit telah berkembang lanjut, dapat pecahnya benjolan-
benjolan pada kulit ulserasi (Price, 2006)
• Karsinoma inflamasi, adalah tumor yang tumbuh dengan cepat terjadi kira kira 1-2% wanita
dengan kanker payudara gejala-gejalanya mirip dengan infeksi payudara akut. Kulit menjadi
merah, panas, edematoda, dan nyeri. Karsinoma ini menginfasi kulit dan jaringan limfe. Tempat
yang paling sering untuk metastase jauh adalah paru, pleura, dan tulang ( Price, 2006 ).
Manifestasi klinik
• Pada stadium awal tadak ada keluhan sama sekali hanya seperti fribroadenoma atau penyakit
fribrokistik yang kecil saja,bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, permukaan tidak rata, konsistensi
pada keras. Kanker payudara dapat terjadi di bagian mana saja dalam payudara, tetapi mayoritas
terjadi pada kuadran atas terluar dimana sebagian besar jaringan payudara terdapat kanker
payudara umum terjadi pada payudara sebelah kiri. Umumnya lesi tidak terasa nyeri, terfiksasi dan
keras dengan batas yang tidak teratur, keluhan nyeri yang menyebar pada payudara dan nyeri tekan
yang terjadi pada saat menstruasi biasanya berhubungan dengan penyakit payudara jinak. Namun
nyeri yang jelas pada bagian yang ditunjuk dapat berhubungan dengan kanker payudara pada kasus
yang lebih lanjut.
• Meningkatnya penggunaan mammografi lebih banyak wanitayang mencari bantuan medis pada
penyakit tahap awal. Wanita – wanita ini bisa saja tidak mempunyai gejala dengan tidak
mempunyai benjolan yang dapat diraba, tetapi lesi abnormal dapat terdeteksi pada pemeriksaan
mammografi. Banyak wanita dengan penyakit lanjut mencari bantuan medis setelah mengabaikan
gejala yang dirasakan, sebagai contoh mereka baru mencari bantuan medis setelah tampak
dimpling pada kulit payudara yaitu kondisi yang disebabkan oleh obstruksi sirkulasi limfotik pada
dinding dada dapat juga merupakan bukti. Metastasis di kulit dapat dimanifestasikan oleh lesi yang
mengalami ulserasi dan berjamur. Tanda – tanda dan gejala klasik ini jelas mencirikan adanya
kanker payudara pada tahap lanjut. Namun indek kecurigaan yang tinggi harus dipertahankan pada
setiap abnormalitas payudara dan evaluasi segera harus dilakukan( Smeltzer & Bare, 2002 )
Komplikasi
Menurut Sjamsuhidayat ( 2004 ), komplikasi kanker payudara adalah :
1. Gangguan Neurovaskuler
2. Metastasis : otak, paru, hati, tulang tengkorak, vertebra, iga, tulang panjang.
3. Fraktur patologi
4. Fibrosis payudara
5. Kematian
Diagnosis
Tiga cara deteksi awal kanker payudara :
• SADARI/SARARI (Periksa Payudara Sendiri) atau breast self-examination,
• Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan (SARANIS) atau (clinical breast examination).
• Mamografi, yaitu pemeriksaan dengan X-ray pada payudara
Panatalaksaan
Terapi non farmakologi
• Pembedahan
• Radiasi
• Perubahan life style/gaya hidup
Perubahan gaya hidup
• Konsumsi sayuran dan buah-buahan
• Menghindari merokok dan konsumsi alkohol
• Olah raga secara teratur
• Kurangi lemak
• Konsumsi suplemen antioksidan
• Makan lebih banyak serat
• Makan lebih banyak tahu&makanan dari kedelai
• Kurangi makanan gorengan & makanan mengandung protein tinggi
• Batasi makanan yang diolah dengan suhu tinggi & lama
• Hati-hati dengan penggunaaan pemanis buatan, pewarna makanan serta zat pengawet yang
berlebihan.
Radiasi
• Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena
kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan
membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi
(Denton, 1996).
Pembedahan
• Mastektomi : pengangkatan payudara (ada yang diangkat seluruh jaringan
payudara atau sebagian saja)
• Lumpektomi : pengangkatan benjolan di payudara
Terapi farmakologi

Terapi Farmakologi

Kemoterap Terapin Terapi


i endokrin biologi
Kemoterapi
• Kemoterapi → pengobatan penyakit dengan sarana berupa obat-obat atau zat-zat
kimiawi → sitotoksik
• Durasi terapi optimal 12-24 minggu
• Pemberian obat dilakukan dalam beberapa siklus dengan tiap periode diikuti tahap
recovery
• 1 siklus = 3 atau 4 minggu, umumnya 4 atau 6 siklus
• Regimen kombinasi lebih efektif daripada agen tunggal

• Efek samping umum obat kemoterapi :


Umumnya kemoterapi menyebabkan efek samping mual dan muntah, myelosuppression,
ulcer pada mulut, diare ,rambut rontok, kehilangan nafsu makan
Terapi endokrin
• Prinsip :
– Hormon seks  menstimulasi +mengatur proliferasi dan fungsi jaringan tertentu
– Reseptor sel permukaan pada kanker payudara adalah estrogen
– Terapi endokrin  kehadiran protein reseptor estrogen pada tumor atau metastasis
• 6 Kelas Terapi Endokrin :
– Inhibitor aromatase
– Anti estrogen
– Analog Luteinizing Hormon Releasing Hormon (LHRH)
– Progestin
– Estrogen, dan
– Androgen
Terapi endokrin
Analog Luteinizing Hormon Releasing Hormon (LHRH)
Menurunkan reseptor LHRH di pituitari  penurunan hormon luteinizing  penurunan
estrogen hingga taraf kemandulan (oophorectomy kimiawi).
Progestin
Obat third-line setelah pasein gagal pengobatan inhibitor aromatase dan anti estrogen.
Estrogen & Androgen Tidak lagi digunakan
Estrogen & Androgen dosis tinggi tidak lagi digunakan karena efek sampingnya dan
terdapat obat pilihan yang lebih dapat ditoleransi (contohnya inhibitor aromatase).
Terapi biologi
Transtuzumab (Herceptin)
• Antibodi monoklonal  HER-2
• u/ kanker payudara metastasis atau positif HER-2
• Digunakan tunggal ataupun kombinasi
• Dosis:
Awal : 8 mg/kg bb iv
pemeliharaan : 6 mg/kg bb iv (stl 3 pekan dari dosis awal, diberikan tiap 3 pekan)
atau
Awal : 4 mg/kg bb iv
pemeliharaan : 2 mg/kg bb iv (setelah 1 pekan dari dosis awal, diberikan tiap 1 pekan)
• Efek samping :
kardiotoksisitas (reversibel), demam, gangguan GI, hipersensitivitas, reaksi pulmonari
• Penentuan terapi yang digunakan di dasarkan pada :
• Stadium kanker
• Status hormon reseptor (ER & PR) dan growth factor (HER2)
• Status Menopause (premenopause/postmenopause)
Trastuzumab (Herceptin ®)
• Merupakan obat dari antibody monoklonal.
• Cara Kerjanya : Mengikat/ menghambat pertumbuhan protein kanker (HER2/neu),
sehingga sel kanker tidak tumbuh/berkembang. Herceptin juga membantu tubuh
membentuk sistem kekebalan yang baik.
• Herceptin diberikan melalui intravena infus, biasanya sekali seminggu atau bila dosis
lebih besar setiap 3 minggu. Dokter belum tahu berapa lama (periode) terapi harus
diberikan, memerlukan penelitian lebih lanjut.
• Efek samping : demam, menggigil, kelemahan, mual,muntah, diare, batuk,
sakit kepala.
• Efek samping akan menurun setelah pemakaian dosis pertama.
• Harus segera dilaporkan ke dokter jika setelah pemakaian Herceptin
terdapat gejala alergi : sesak nafas, pembengkakan, atau masalah dengan
kegiatan fisik.
Trastuzumab
Lapatinib
• Obat ini sama-sama menargetkan protein HER2/neu (Protein Kanker) sebagai
sasarannya.
• Obat ini berbentuk pil, dan sering diberikan bersamaan dengan kemoterapi.
• Sering digunakan pada pasien yang sudah kebal diberikan Kemoterapi + Herceptin
• Efek samping : diare, mual,muntah, sindrom tangan kaki (matirasa, kesemutan,
kemerahan, pembengkakan, dan nyeri tangan dan kaki)
• Seringkali, efek diare menjadi lebih buruk, segera lapor ke dokter jika mengalami
perubahan frekuensi BAB harian
Lapatinib (Tykerb ®)
Bevacizumab (Avastin ®)

• Merupakan golongan antibody monoklonal


• Digunakan pada pasien yeng mengalami kanker payudara yang telah menyebar.
• Avastin selalu digunakan bersama dengan obat kemoterapi lainnya
• Antibody ini bekerja dengan cara mencegah pembentukan pembuluh darah
(untuk mengiriman nutrisi) ke area tumor.
• Avastin digunakan melalu IV (Intra vena)
• Efek samping jarang terjadi, namun biasanya akan mengalami peningkatan
tekanan darah. Beritahu pasien untuk segera lapor jika ada sesuatu yang tidak
beres setelah pemakaian Avastin.
Bevacizumab (Avastin ®)
Mekanisme kerja

• Obat kemoterapi bisa diberikan hanya dengan obat tunggal, namun sering
kali diberikan tak hanya 1 obat saja kepada pasien, obat kemoterapi
biasanya diberikan berbentuk cocktail atau perpaduan obat.
• Berikut perpaduan-perpaduan obat yang umum diberikan pada penderita
kanker payudara
KOMBINASI OBAT KEMOTERAPI
YANG SERING DIGUNAKAN
AC : Antrasiklin & Cyclophosphamide

• AC biasa diberikan untuk kasus kanker payudara yang belum menyebar


ke kelenjar getah bening (4 siklus) atau sudah menyebar ke getah bening
(6 siklus). Biasanya diberikan dalam interval 3 minggu.
• Siklus disini maksudnya adalah siklus pemberian obat.
TC: Taxanes & Cyclophosphamide

• TC biasanya diberikan untuk wanita yang terdeteksi kanker payudara


stadium awal. Biasa diberikan dalam 4-6 siklus setiap 3 minggu. Efek
sampingnya juga lebih rendah daripada AC.
AC+Taxol® : Antrasilin, Cyclophosphamide dan Taxol

• AC+Taxol biasa diberikan dalam bentuk 4 siklus AC yang diikuti oleh 4


siklus Taxol dan biasanya diberikan untuk kanker payudara yang sudah
menyebar ke getah bening