Anda di halaman 1dari 25

PERKECAMBAHAN

Pertemuan 3
TEKBEN/AET61921
3

Dr . RATNA FITRY YENNY


SP.,MP
PERKECAMBAHAN BENIH
Para agronomis menyatakan bahwa perkecambahan adalah
muncul dan berkembangnya struktur penting embrio dari
dalam benih dan menunjukkan kemampuannya untuk
menghasilkan kecambah normal pada kondisi lingkungan
yang optimum

Perkecambahan dapat dibagi menjadi dua Yaitu :


 Perkecambahan epigeal (epigeous)
 Perkecambahan hipogeal (hypogeous)

Perkecambahan merupakan keluarnya radikula dan bagian-


bagian lainnya dari embrio biji untuk membentuk tumbuhan
baru.
TIPE EPIGEAL TIPE HYPOGEAL
Ditandai dengan munculnya radikal Ditandai dengan munculnya radikel
diikuti dengan memanjangnya diikuti dengan pemanjangan plumula,
hipokotil secara keseluruhan dan hipokotil tidak memanjang ke atas
membawa serta kotiledon dan pemukaan tanah sedangkan kotiledon
plumula ke atas permukaan tanah tetap berada di dalam kulit biji di dalam
permukaan tanah.

BENIH BUNCIS BENIH JAGUNG


METABOLISME PERKECAMBAHAN BENIH
Rangkaian peristiwa selama proses perkecambahan
berlangsung, yaitu
 1. Imbibisi penyerapan air oleh benih
 2. Aktivasi Enzim enzim yang teraktivasi adalah enzim-enzim
hidrolitik. α- amilase, ribonuklease, endo-β-nuklease, fosfatase,
lipase, peptidase.
 3. Perombakan simpanan cadangan
 4. Inisiasi pertumbuhan embrio
 5. Pemunculan radikula
 6. Pemantapan kecambah

Proses Perkecambahan : suatu rangkaian kompleks dari perubahan-


perubahan morfologi, fisiologi dan biokimia
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKECAMBAHAN
FA K T O R I N T E R N A L FA K T O R E K S T E R N A L
Kemasakan benih , ukuran air, udara, suhu, oksigen,
benih, dormansi dan zat dan cahaya.
penghambat tumbuh udara  O2 udara normal
(20%) baik untuk
kemasakan benih  makin perkecambahan
tinggi tingkat kemasakannya suhu  berpengaruh pada
persentase perkecambahannya proses metabolisme sel,
juga makin tinggi. Sehingga berpengaruh pada
perkecambahan .
Persentase perkecambahan Istilah suhu kardinal:
maksimum dicapai oleh benih (suhu minimum, optimum,
yang telah masak fisiologis. maksimum)
ZAT PENGAHAMBAT
Larutan dengan tingkat osmotic Herbisida
tinggi, misal larutan manitol, larutan
Coumarin
NaCl
Auxin
Bahan-bahan yang
Bahan yang mengganggu lintasan
terkandung dalam buah,
metabolisme, umumnya
misal: cairan yang
menghambat respirasi
melapisi biji tomat dan
seperti:sianida, dinitrofenol, azide,
mentimun.
fluoride, hydroximaline.
METODE PENGUJIAN DAYA KECAMBAH
metode pengujian yang umumnya dipakai :
Metode uji daya kecambah secara langsung dengan substrat kertas merang

 UDK(uji di atas kertas) UDKm (uji diatas kertas di miringkan): untuk benih
yang membutuhkan cahaya untuk perkecambahan.
 UAK (uji antar kertas), UAKm (uji antar kertas dimiringkan): untuk benih yang
tidak peka terhadap cahaya dalam perkecambahannya. Contoh: padi, sorgum,
bayam
 UKD (uji kertas digulung), UKDp (uji kertas digulung dalam plastik) :
menanam benih diantara lembar sustrat lalu digulung. Untuk benih yang tidak
peka cahaya dalam berkecambah

Uji daya kecambah secara langsung dengan substrat


pasir, tanah: untuk benih yang kecil dapat disebar
langsung, untuk benih yang besar di tanam pada
kedalaman tertentu pada media.
Uji daya kecambah:memberikan informasi
kepada pemakai benih akan kemampuan benih
tumbuh normal pada lapangan yang serba
optimum dalam evaluasi benih yang diuji
dikelompokan dalam:
 kecambah normal
 kecambah abnormal,
 mati,
 benih keras,
 benih yang bellum busuk tapi tidak
berkecambah.
Dr . RATNA FITRY YENNY SP.,MP

VIGOR DAN
VIABILITAS BENIH

PERTEMUAN 4
TEKBEN /AET619213
VIGOR DAN VIABILITAS BENIH
VIGOR : Untuk menguji kekuatan tumbuh suatu benih pada
kondisi suboptimum.
Vigor dicerminkan oleh dua informasi:
 kekuatan tumbuh
 daya simpan.
Vigor dipisahkan menjadi
 vigor genetik
 vigor fisiologi.
Vigor atas :
 Vigor benih

 Vigor kecambah
 Vigor bibit
 Vigor tanaman
Vigor Genetik Vigor Fisiologi

vigor benih akibat vigor benih akibat


faktor genetik atau faktor selain genetik,
faktor innate (sifat yaitu faktor
bawaan dari tetuanya lingkungan yang
dan akan menurun dapat dibedakan
ke generasi dalam galur genetik
berikutnya) yang sama.
VIGOR BENIH :

Kemampuan benih menghasilkan tanaman


normal pada lingkungan yang kurang
memadai dan mampu disimpan pada kondisi
simpan yang kurang optimum
(Sadjad, 1972; 1993; 1994)
PENGERTIAN *VIGOR BENIH*
1. Vigor Benih adalah kemampuan benih menghasilkan tanaman normal
pada lingkungan yang kurang memadai (suboptimum), dan mampu
disimpan pada kondisi simpan yang sub optimum (Sadjad, 1972; 1993;
1994)
2. Isely (1957) mengemukakan bahwa vigor benih adalah jumlah total sifat‐
sifat benih yang menciptakan tegakan yang memuaskan pada kondisi
lapangan yang tidak menguntungkan.
3. Delouche and Caldwell (1960) memperbaiki definisi yang dikemukanan
oleh Isely , bahwa vigor benih adalah semua sifat benih yang menciptakan
pertanaman tumbuh cepat dan seragam di lapangan.
4. (Woodstock (1969), Vigor benih adalah kesehatan dan
kekuatan alamiah benih yang pada pertanaman akan
membuat perkecambahan cepat pada kondisi
lapangan yang beragam luas

5. Ching, 1973), Vigor benih adalah potensi benih untuk


berkecambah dengan cepat dan laju pertumbuhan
kecambah yang tinggi pada kondisi lapangan pada
umumnya
CIRI-CIRI BENIH BERVIGOR
1. Tahan bila disimpan,
2. Dapat berkecambah dengan cepat dan seragam,
3. Bebas dari penyakit benih,
4. Tahan terhadap gangguan mikroorganisme,
5. Bibit tumbuh kuat pada tanah basah maupun kering,
6. Bibit mampu memanfaatkan bahan makanan yang ada di
dalam benih dengan maksimal, sehingga tumbbuh jaringan
baru,
7. Laju pertumbuhan bibit tinggi, dan

8. Mampu berproduksi tinggi dalam waktu tertentu


(Heydecker,1972)
* VIABILITAS BENIH *
Viabilitas benih adalah kemampuan hidup benih,
yang ditunjukan oleh kinerja pertumbuhaanya dan
metabolismenya, mencakup viabilitas total, potensial,
dormansi dan vigor.
(Sadjad, Endang dan Ilyas, 1999).

Viabilitas benih ada 3 :


1. Viabilitas Total
2. Viabilitas Potensial
3. Viabilitas dormansi.

Viabilitas total benih adalah kemampuan benih untuk hidup


berkecambah.
VIABILITAS VIABILITAS
POTENSIAL DORMAN
kemampuan benih Viabilitas benih
berkecambah dan tumbuh selama mengalami
normal pada kondisi
proses dormansi.
optimum untuk menjadi
tanaman normal dan
berproduksi normal
DORMANSI

Dr . RATNA FITRY YENNY


SP.,MP

P ERTEMU AN 5
TEKBEN/AET619213
SI
AN
R M
DO Benih dikatakan dorman apabila
benih tersebut hidup tetapi tidak
berkecambah walaupun
diletakan pada keadaan yang
memenuhi syarat bagi suatu
perkecambahan.
DORMANSI
DIGOLONGKAN MENJADI:

Dormansi fisik  disebabkan oleh


Dormansi fisiologis
pembatasan struktur terhadap disebabkan oleh
perkecamabahan, sehingga menjadi faktor fisiologis dari
penghalang mekanis terhadap masuknya
air atau gas pada beberapa jenis tanaman. benih./ embrio
dormansi fisik disebabkan oleh:
impermeabilitas kulit biji terhadap air,
resistensi mekanis kulit biji terhadap
pertumbuhan embrio permeabilitas yang
rendah dari kulit biji terhadap gas-gas.
 DORMANSI FISIOLOGIS
 Immaturity Embrio
Tanaman mempunyai biji dimana perkembangan embrionya tidak secepat
jaringan sekelilingnya. Sehingga perkecambahan dari benih – benih demikian
perlu ditunda, sebaiknya benih ditempatkan pada kondisi temperature dan
kelembaban tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrio terbentuk
sempurna dan dapat berkecambah
 After ripening
Setiap perubahann pada kondisi fisiologis benih selama penyimpanan yang
mengubah benih menjadi mampu berkecambah.
 Dormansi Sekunder
Benih yang pada keadaan normal mampu berkecambah, tetapi apabila
dikenakan pada suatu keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan selama
beberapa waktu dapat menjadi kehilangan kemampuan untuk berkecambah.
Fenomena ini disebut sebagai dormansi sekunder atau dormansi kedua
LANJUTAN ..
 Dormansi yang Disebabkan oleh Hambatan Metabolisme Pada Embrio
Keperluan akan “chilling” : tipe dormansi ini sering diasosiasikan dengan
hadirnya zat –zat pengahambat perkecambahan di dalam embrio. Dengan
perlakuan “chilling” ataupun mencuci embrio dengan air dapat
merangsang terjadinya perkecambahan.
Tipe dormansi ini ditemukan pada jenis- jenis Molus spp., Rosa spp.
Zat-zat penghambat perkecambahan yang diketahui terdapat pada
tanaman antar lain adalah ammonia ; abscisic acid ; benzoic acid ; ethylene
; alkaloid, alkaloids lactone.
CARA MEMATAHKAN DORMANSI
1. Perlakuan mekanis 2. Perlakuan kimia
untuk memecahkan dormansi untuk
benih yang disebabkan oleh
impermeabilitas kulit biji terhadap melunakan kulit biji
air ataupun gas. Ditempuh dengan agar lebih mudah
cara: berimbibisi. Dengan

Skarifikasi: dengan mengikir,
menggosok kulit biji, ataupun
larutan asam kuat ,
goncangan. Tujuan untuk disamping itu hormon
melemahkakn kulit biji yang keras tumbuh seperti

Tekanan : dengan tekanan hidraulik cytokinin, giberallin
atau

menempatkan benih pada tekanan dan auxin.
tertentu
3. Perlakuan Perendaman 5. Perlakuan
Air dengan cahaya
Beberapa benih diberi perlakuan
dengan perendaman air panas untuk
melunakan kulit benih. prosedur

cahaya tidak hanya
umum dengan merendam benih pada mempengaruhi persentase
suhu 180-200F sampai air menjadi perkecambahan, tetapi
dingin.
juga laju perkecambahan
benih. contoh pada benih
selada, begonia

4. Perlakuan Pemberian Temperatur Tertentu


stratifikasi:
memberi temperatur rendah pada keadaan lembab. Untuk
menghilangkan bahan-bahan penghambat pertumbuhan.
Perlakuan temperatur rendah dan tinggi
TUGAS
1. Jelaskan Tipe perkecambahan beserta 5 contoh masing
masing tipe.
2. Bagaimana proses metabolisme percecahan beserta contoh
tanaman
3. Rendahnya vigor benih dapat disebabkan oleh beberapa
hal , jelaskan
4. Cara-cara Mematahkan Dormansi Benih sertakan contoh
tanaman
5. Faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya dormansi
pada benih

Tugas MAKALAH perkelompok terdiri darri 5 org


Hubungi PJ masing masing Kelas