Anda di halaman 1dari 36

ASPEK POLEKSOSBUD DALAM

PENDIDIKAN

Dr. H. Suherman Saji, S.Pd, M.Pd


Analisis dengan menggunakan
Model Interaktif Keterkaitan
Pendidikan dan Ekonomi
Pertumbuhan pendidikan cenderung
berbarengan dengan pertumbuhan ekonomi,
hal ini terlihat bahwa dinegara-negara dengan
pendapatan tinggi cenderung punyai tingkat
enrolmen yang tinggi dengan pertumbuhan
yang cepat. Pertumbuhan pendidikan
menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan
sebaliknya, pertumbuhan ekonomi
menyebabkan pertumbuhan pendidikan
Harbison dan Myer (Don Adam : 1982 : 30)
berpendapat bahwa pendidikan berarti sejajar
dengan pertumbuhan ekonomi. Hubungan
antara keduanya tidak ditentukan mana yang
jadi penyebab, dan barangkali kemajuan
ekonomi membawa pendidikan ke orang yang
lebih formal.
Dengan demikian dapatlah difahami bahwa
antara pendidikan dan ekonomi mempunyai
hubungan yang interaktif, dimana masing-
masing saling memperkuat yang lainnya
Oleh karena itu pandangan yang melihat hanya satu
sisi hubungan antara pendidikan dengan ekonomi,
pada dasarnya hanya untuk mempermudah dalam
melakukan analisis.

Ahli pendidikan cenderung melihat pendidikan


sebagai diterminan bagi kehidupan/pembangunan
ekonomi, sementara ekonom lebih menitik beratkan
pada pandangan bahwa ekonomi menjadi diterminan
kegiatan dan tingkat pendidikan masyarakat.

Model interaktif hubungan/keterkaitan antara


pendidikan dengan ekonomi dapat dibagankan
sebagai berikut :
Perkembangan hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi
berkembang tiga perspektif utama, yaitu teori modal manusia, teori alokasi dan
teori reproduksi strata sosial
Analisis dengan Teori Human Capital
(Modal Manusia)
Alexander (1994) Pembangunan adalah proses
perubahan yang mencakup seluruh sistem
sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur,
pertahanan, pendidikan dan teknologi,
kelembagaan, dan budaya
Portes (1976) : Pembangunan sebagai
transformasi ekonomi, sosial dan budaya.
Pembangunan adalah proses perubahan yang
direncanakan untuk memperbaiki berbagai
aspek kehidupan masyarakat
Siagian (2004), “Suatu usaha atau rangkaian
usaha pertumbuhan dan perubahan yang
berencana dan dilakukan secara sadar oleh
suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju
modernitas dalam rangka pembinaan bangsa
(nation building)”
Ginanjar Kartasasmita (2007) “suatu proses
perubahan ke arah yang lebih baik melalui
upaya yang dilakukan secara terencana”
Philip Kotler (1997) ada empat faktor yang
berpengaruh terhadap kemajuan sebuah bangsa
(sumber daya alam) seperti tanah,
Natural Capital
mineral, tambang, air, dan lain-lain

PHYSICAL CAPITAL (modal fisik) seperti mesin-mesin,


bangunan, dan infrastruktur

nilai produktivitas manusia seperti


HUMAN CAPITAL kreativitas, inovasi, dan lain-lain

(modal sosial) seperti kualitas keluarga,


SOCIAL CAPITAL komunitas, organisasi masyarakat
Teori Human Capital (modal manusia)
menjelaskan proses dimana pendidikan memiliki
pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi.
Penggagas teori ini antara lain Gary Becker dari
Universitas Chicago, Amerika Serikat, serta
Edward Denison dan Theodore Schultz.

Premis dasar dari pendekatan human capital


adalah “… that variation in labor income are due
to difference in labor quality (Elchanan Cohn.
1979 :28), dan perbedaan kualitas pekerja itu
salah satu penyebabnya adalah pendidikan
Elchanan Cohn (1979 : 29)
hubungan pendidikan dengan penghasilan/pendapatan

INVESMENT HIGHER HIGHER


IN EDUCATION PRODUCTIVITY EARNING
Pendidikan jelas mempunyai pengaruh yang
signifikan pada modal manusia (human capital),
kualitas penyelenggaraan pendidikan akan
menentukan kualitas sumber daya manusia dan
kualitas SDM yang bagus merupakan human
capital yang sangat penting dalam menunjang
kehidupan ekonomi.

Untuk itu guna lebih memahami hubungan antara


pendidikan dan modal manusia, maka diperlukan
pemahaman dua konsep tersebut, sehingga dapat
tergambar jelas bagaimana kaitannya
Analisis dengan menggunakan Teori
Alokasi Atau Persaingan Status
Orang berpendidikan rendah tetapi mendapat
pelatihan (waktu singkat) akan memiliki
produktivitas relatif sama dengan orang
berpendidikan tinggi. Argumen ini diformalkan
dalam suatu teori yang dikenal dengan teori
alokasi atau persaingan status yang dicetuskan
Lester Thurow (1974), John Meyer (1977) dan
Randall Collins (1979)
Pada Teori persaingan status memperlakukan
pendidikan sebagai suatu lembaga sosial yang
salah satu fungsinya mengalokasikan personil
secara sosial menurut strata pendidikan.
Seseorang cenderung ingin menggapai
pendidikan yang tinggi untuk mengejar status
sosialnya. Meskipun orang- orang
berpendidikan tinggi memiliki proporsi lebih
tinggi dalam pendapatan nasional termasuk
kelompok bermodal besar, tetapi peningkatan
proporsi orang yang berpendidikan lebih tinggi
dalam suatu bangsa tidak akan secara otomatis
meningkatkan ekspansi ataupun pertumbuhan
ekonomi.
Analisis dengan Teori New Vision
Teori yang saat ini cenderung dianut adalah
new vision tentang produktivitas yang dimulai
pada akhir 1980-an dengan rintisan dari Paul
Romer maupun Robert Lucas, yang lebih
menekankan aspek pembangunan sumber
daya manusia. Karena modal manusia memiliki
korelasional positif dengan pertumbuhan
ekonomi, maka pendidikan juga memiliki
hubungan positif dengan produktivitas atau
pertumbuhan ekonomi baik secara mikro
maupun makro
Melalui pendidikan penggalian dan
pengembangan ilmu pengetahuan
dilakukan, meskipun sebenarnya tidak
hanya melalui pendidikan semata tetapi
juga lewat pengalaman dan penelitian,
karena pada hakikatnya, pengetahuan
yang sama sekali tidak dapat
diimplementasikan dalam kehidupan
manusia akan sia-sia dan percuma
Dengan memahami konsep pendidikan dan
human capital dapatlah dipahami bahwa
kemampuan-kemampuan yang ada pada
manusia (human capital) pada dasarnya adalah
merupakan hasil dari suatu proses pendidikan,
pendidikan merupakan upaya untuk
membentuk human capital berkualitas yang
pada akhirnya dapat meningkatkan
kesejahteraan suatu bangsa.
Pendidikan dan Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi merupakan upaya


terencana untuk meningkatkan kehidupan
ekonomi dalam bentuk meningkatnya
Pendapatan Nasional perkapita, penyerapan
tenaga kerja serta bentuk-bentuk lain yang
dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.
Menurut Gary S. Fields (Lascelles Anderson dan
Douglas M. Windham 1982 : 47) Pendidikan
merupakan indikator penting kinerja suatu
negara, baik dalam jangka pendek mupun jangka
panjang. Manfaat pendidikan harus dimasukan
dalam analisis tentang sumbangan pendidikan
pada pembangunan. Pendidikan punya nilai
penting karena dapat meningkatkan kegiatan
produktif di masa depan,untuk itu analisis biaya-
manfaat dapat membantu dalam menilai potensi
investasi pendidikan.
Terdapat Tiga hal utama dalam pembangunan
suatu bangsa, yaitu menyangkut sumber daya
manusia, teknologi dan dana. Ketiga faktor
pokok tersebut merupakan masukan (input)
dalam produksi pendapatan nasional. Semakin
besar jumlah sumber daya manusia semakin
besar pendapatan nasional dan semakin tinggi
pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan
dalam menentukan kualitas manusia, yaitu:

a) Aspek kesehatan
b) Aspek pendidikan
c) Aspek ekonomi
d) Aspek aktualisasi diri
e) Aspek kehidupan sosial
Aspek pendidikan dianggap memiliki peranan
paling penting dalam menentukan kualitas
manusia.

Secara rasional dapat dikatakan bahwa


semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang
maka kualitas hidup manusia akan semakin
baik, karena dengan ilmu pengetahuannya ia
dapat mengelola dirinya sendiri
Pendidikan adalah hal pokok untuk menggapai
kehidupan yang memuaskan dan bermartabat.
Pendidikan termasuk hal yang fundamental untuk
membentuk kapabilitas manusia yang lebih luas
yang berada pada makna inti pembangunan.
Pendidikan memainkan peran kunci dalam
membentuk kemampuan sebuah Negara
berkembang untuk menyerap tekhnologi modern
dan untuk mengembangkan kapasitas agar
tercipta pertumbuhan dan pembangunan yang
berkelanjutan
Ada tiga paradigma yang menegaskan bahwa
pembangunan merujuk knowledge based
economy tampak semakin dominan yaitu :

1) Kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu


pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
2) Hubungan kausalitas antara pendidikan dan
kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid.
3) Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika
perkembangan ekonomi, yang mendorong proses
transformasi struktural berjangka panjang.
Pendidikan mempunyai sumbangan yang besar
terhadap pembangunan dan pertumbuhan
ekonomi melalui berkembangnya kesempatan
untuk meningkatkan kesehatan, pengetahuan,
dan ketrampilan, keahlian, serta wawasan mereka
agar mampu lebih bekerja secara produktif.

Dalam kaitannya dengan perekonomian secara


umum (nasional), semakin tinggi kualitas hidup
suatu bangsa, semakin tinggi tingkat
pertumbuhan dan kesejahteraan bangsa tersebut
Negara yang memiliki sistem pendidikan
terbaik di dunia :

1. Finlandia 6. Qatar 11. Jepang

2. Swiss 7. Irlandia

3. Belgia 8. Estonia, Eropa

4. Singapura 9. Selandia Baru

5. Belanda 10. Barbados


Pendidikan Singapura
Pendidikan di singapura bahasa pengantarnya
yang multibahasa (bahasa Inggris, Melayu,
Mandarin, dan Tamil) karena warga negaranya
yang multietnis pula.
Kurikulum pendidikan di Singapura juga sangat
berorientasi pada semangat wirausaha yang
sangat mementingkan adanya inovasi,
kreasi, juga kemampuan berkompetisi para
siswanya.
Kemajuan pendidikan Singapura adalah
kualitas tenaga pengajar dan perhatian
pemerintahnya terhadap guru.

Pemerintah memberikan gaji yang memadai


bagi guru dan dosen sehingga minat warganya
untuk menjadi guru sangat besar.
Di singapura, kedisiplinan dan budaya bersih
ditanamkam sejak usia dini, perilaku disiplin
dan hidup bersih ditanamkan sewaktu mereka
masih duduk di bangku sekolah.
Program Pembangunan Berkelanjutan Di
Singapura
Blue Print didasarkan pada pemikiran The
Singapore Way, digambarkan sebagai
pertumbuhan perekonomian yang dinamis
dengan tetap menyertakan kualitas lingkungan
hidup yang baik bagi Singapura di masa kini
dan mendatang.
Pembangunan berwawasan lingkungan yang
dilaksanakan di Singapura memiliki fokus kerja
antara lain mengembangkan efisiensi sistem
air bersih dan energi, sistem daur ulang, hingga
aturan penghijauan. Singapura menerapkan
adanya keseimbangan antara ekonomi, sosial
dan lingkungan daam penerapan kebijakan
pembangunan
Singapura menerapkan strategi pembangunan
yang idealnya akan dicapai di tahun 2030, yaitu

1. Pengurangan intensitas energi (per dolar


PDB) sebesar 35% pada tahun 2030
2. Peningkatan tingkat daur ulang dari 56%
pada tahun 2008 menjadi 70% di tahun
2030
3. Pengurangan jumlah konsumsi air domestik
140 liter per kapita per hari pada tahun
2030
Singapura menerapkan strategi pembangunan
yang idealnya akan dicapai di tahun 2030, yaitu

4. Minimal 80% dari bangunan yang ada sudah


memiliki rating Green Mark Certified
(tingkat efisiensi energi minimum) pada
tahun 2030
5. Mengurangi konsumsi energi di bidang
umum dan perkebunan masing- masing
sebesar 20% dan 30%
Singapura menerapkan strategi pembangunan
yang idealnya akan dicapai di tahun 2030, yaitu

6. Penyediaan 0,8 ha taman tanah per 1000


orang pada tahun 2030
7. Menerapkan Keanekaragaman Hayati
Nasional Strategi dan Rencana Aksi untuk
penelitian, dokumen, dan melestarikan
keanekaragaman hayati di Singapura
Singapura menerapkan strategi pembangunan
yang idealnya akan dicapai di tahun 2030, yaitu

8. Mengembangkan indeks keanekaragaman


Kota dengan mitra internasional untuk
mempromosikan upaya konservasi
keanekaragaman hayati di antara kota-kota
di seluruh dunia