Anda di halaman 1dari 16

Kemitraan

Antar
Wirausaha
Oleh : Kelompok 1
Overview 01 Hakikat kewirausahaan

02 Kemitraan Sebagai Strategi


Kewirausahaan

03 Kendala Kemitraan usaha


Kemitraan dalam wirausaha sangat penting. Jika
seorang wirausaha memiliki sebuah ide bisnis yang
brilian dan prospektif, tetapi tidak memiliki modal
atau keterampilan yang dibutuhkan, bukan berarti
harus berhenti mewujudkannya karena ada banyak
cara untuk mengatasinya. Disinilah salah satu fungsi
dan manfaat kemitraan dalam dunia wirausaha.
Hakikat kewirausahaan
Hakikat dan unsur Prinsip Dan Tujuan Pola Kemitraan
kemitraan Kemitraan
Tujuan utama kemitraan ialah Kemitraan yang dihasilkan Banyak program pemerintah dan
mengembangkanpembanguna merupakan proses yang pola-pola kemitraan yang dibuat
n yang mandiri dan dibutuhkan bersama oleh pihak demi usaha kecil. Hal ini bertujuan
yang bermitra dengan tujuan untuk mendorong dan
berkelanjutan dengan
memperoleh nilai tambah. menumbuhkan usaha kecil tangguh
landasan dan struktur dan modern. Usaha kecil sebagai
Hanya dengan kemitraan yang
perekonomian yang kokoh dan kekuatan ekonomi rakyat dan
saling menguntungkan, saling
berkeadilan dengan ekonomi membutuhkan dan saling berakar pada masyarakat dan usaha
rakyat sebagai tulangp memperkuat dunia usaha, baik kecil yang mampu memperkokoh
unggung utamanya kecil maupun menengah akan struktur perekonomian nasional
mampu bersaing yang lebih efisien.
Hakikat Dan Unsur Unsur Kemitraan
Hakikat Kemitraan
kemitraan ialah jalinan kerjasama usaha yang merupakan
strategi bisnis yang dilakukan antar dua pihak atau lebih
dengan prinsip saling menguntungkan, membutuhkan,
membesarkan dan didalam kerjasama tersebut, tersirat
adanya suatu pembinaan dan pengembangan.

Unsur-Unsur Kemitraan
Kerjasama usaha, Pengusaha besar atau menengah
dengan pengusaha kecil, Pembinaan dan pengembangan

etika yang harus diperhatikan dalam


membangun kemitraan
- Saling mengerti dan memahami
- Saling memberi manfaat
- Saling menerima dan memberi
- Saling mempercayai
- Amanah
Prinsip Dan Tujuan Kemitraan

Tujuan kemitraan
Prinsip Kemitraan Tujuan dari aspek
Saling membutuhkan, ekonomi, Tujuan dari
saling memperkuat, aspek sosial dan
saling menguntungkan budaya, Tujuan dari
aspek toknologi,
Tujuan dari aspek
manajemen
Pola Kemitraan

Kerjasama keterkaitan antar


hulu-hilir (forward linkage),
dan Kerjasama keterkaitan
Pola inti plasma, dan pola
antar hilir-hulu (backward dagang umum
linkage)

Kerja sama dalam


pemilik usaha Waralaba dan keagenan

Kerja sama dalam bentuk


bapak dan anak angkat, Kerja
sama dalam bentuk bapak subkontak
dan anak angkat sebagaii
pemodal venturan
Kemitraan Sebagai Strategi Kewirausahaan

Alasan Manfaat
terjadinya kemitraan Kebijakan
kemitraann usaha kemktraan Jejaring bisnis
berwirausaha usaha
nasional dan
implentasi

pihak-pihak yang Upaya Jaringan bisnis merupakan


Kebijakan salah satu bentuk
bermitra harus bersama kemitraan kemitraan juga dalam
sudah siap untuk untuk terdapat cakupan yang lebih luas.
bermitra, baik memperkuat jaringan bisnis memiliki ciri
Pada adanya hubungan bisnis
kesiapan budaya kemampuan Peraturan jangka panjang yang
maupun bersaing Pemerintah didasarkan pada asas
Nomer 44 tolong-menolong dan saling
kesiapan percay
ekonom Tahun 1997
beberapa alasan terjadi kemitraan dikemukakan
dalam tujuan kemitraan sebagai berikut:

1. Meningkatkan profit atau sales pihak-pihak


yang bermitra

2. Memperbaiki pengetahuan situasi pasar

3. Memperoleh tambahan pelanggan atau para


pemasok baru

4. Meningkatkan pengembangan produk

5. Memperbaiki kualitas

6. Memperbaiki proses produksi

7. Meningkatkan akses terhadap teknologi


Adapun manfaat dari kemitraan usaha tersebut antara lain:

Berkesinambungan dan berkelanjutannya


usaha dalam sektor yang sama atau yang 3 Membangun
4
kebersamaan dan
relted. penguatan sesama pelaku
bisnis.

Memenuhi kebutuhan 2
dalam menjaga kinerja
kompetitif perusahaan.

1
Membangun kebersamaan
dan penguatan sesama pelaku
bisnis
Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional Dan Implementasi

Pada Peraturan
Kemitraan
Pemerintah Nomer 44
Tahun 1997 yaitu : Usaha
Menengah
kerjasama usaha antara usaha
dan Usaha kecil dengan usaha menengah dan
Besar dengan usaha besar disertai
pembinaan dan pengembangan
kegiatan ekonomi yang oleh usaha menengah dan usaha
memiliki kriteria besar dengan memperhatikan
kekayaan bersih atau prinsip saling memerlukan, saling
Usaha Kecil hasil penjualan tahunan memperkuat dan saling
lebih besar dari pada menguntungkan.
kekayaan bersih atau
Pola kegiatan ekonomi hasil penjualan tahunan
rakyat berskala kecil usaha kecil.
kemitraan yang mempunyai
kriteria sebagaimana
diatur dalam Pasal 5
Undang-undang Nomor
bentuk-bentuk
9 Tahun 1995 tentang
kemitraan yang sudah
Usaha Kecil
diatur dalam Undang-
undang Nomor 9 Tahun
1995
Jejaring Bisnis
Kendala yang dihadapi dalam Ada dua kategori jejaring, yaitu jejaring
membentuk jaringan bisnis ialah terencana/strategis dan jejaring tidak terencana.
Dalam memperluas jejaring, Astamoen dalam
sebagai berikut:
Rusdiana (2014: 205) memberikan beberapa
Pemula dalam jaringan bisnis akan petunjuk berikut:
bersaing dengan jaringan bisnis yang
1. Menunjukkan sikap ramah, santun, senyum,
sudah mapan
perhatian dan peduli
Belum adanya gambaran yang jelas
tentang jaringan bisnis bagi 2. Memberikan gagasan dan pendapat
pengusaha kecil dan menengah 3. Membangun dan menciptakan kesejahteraan
Minimnya sumber daya yang bersama
memadai dalam membentuk
jaringan

Jejaring yang lebih terbuka dengan


melibatkan banyak hubungan sosial akan
lebih memungkinkan untuk dengan mudah
memperkenalkan banyak gagasan dan
peluang baru kepada para pelaku usaha
Bagi wirausahawan, jejaring merupakan (wirausahawan). Dengan demikian, jika
sarana untuk menghubungkan usaha individu-individu mampu membangun lebih
dengan pasar dan suatu keharusan yang banyak jejaring, maka mereka akan
harus ada dalam menjalankan memperoleh peluang yang lebih besar untuk
usahanya. meraih keberhasilan.
Belum terjadi alih teknologi dan manajemen
Kendala Kemitraan
dari Usaha Besar dan Usaha Kecil. Dan Belum
berkembangnya sistem dan pola kemitraan Usaha
dan belum berkembangnya unsur  pendukung.

Kemitraan pada dasarnya menggabungkan


Usaha Besar bersifat aktivitas beberapa badan usaha bisnis, oleh
integrai vertical
karena itu sangat dibutuhkan suatu organisasi
yang memadai. Dengan pendekatan konsep
Kerja sama kurang sistem, diketahui bahwa organisasi pada
berkembang dasarnya terdiri dari sejumlah unit atau sub
unit yang saling berinteraksi dan
interdepedensi. Tidak terlepas dari keterkaitan
Kualitas produksi belum
hal diatas maka akan mengalami beberapa
terjamin
kendala antara lain:

Perbedaan yang masih


besar antara Usaha Besar
dan Usaha Kecil
Saling menghargai
Saling memberi kontribusi

Kemitraan usaha yang kita


Ada efek sinergi inginkan bukanlah kemitraan
yang bebas nilai, melainkan
kemitraan yang tetap
dilandasi oleh tanggung
jawab moral dan etika bisnis
Saling menguntungkan yang sehat, yang sesuai
dengan demokrasi ekonomi.
Adapun syarat-syarat
kemitraan adalah sebagai
berikut:
Kesetaraan

Tujuan umum yang sama


Kemitraan merupakan salah satu instrumen
yang strategis bagi pengembangan usaha kecil,
tetapi ini tidak berarti bahwa semua usaha
kecil bisa segera secara efektif dikembangkan
melalui kemitraan. Bagi pengusaha informal
atau yang sangat kecil skala usahanya dan
belum memiliki dasar kewirausahaan yang
memadai, kemitraan dengan usaha besar
belum tentu efektif karena belum tercipta
kondisi saling membutuhkan

Dengan memahami berbagai aspek kewirausahaan dan


bergabung dalam wadah koperasi, usaha-usaha yang sangat
kecil atau informal tersebut secara bersama-sama akan memiliki
kedudukan dan posisi transaksi yang cukup kuat untuk menjalin
kemitraan yang sejajar, saling membutuhkan, saling
memperkuat, dan saling menguntungkan dengan usaha besar
mitra usahanya.
Thank you