Anda di halaman 1dari 24

RISK BASED

INTERNAL
Kelompok 7:
AUDIT
Raymond (201860013)
Michael Felix (201860020)
Cindy ( 201860022)
Guniady (201860036)
Richard Nicksen (201860038)
Wiliam Trisna Wijaya (201860064)
Dimas Satrio (201860069)
o Risk Based Auditing
o Risk Based Auditing dan Audit
Konvensional
Indikator o Sudut Pandang Auditor
o Kerangka Waktu
o Pusat Perhatian
o Metode Penilaian Risiko
Obyek Audit
o Analisis Dampak
o Analisis Kecenderungan
o Penentuan Prioritas Jenis
Risiko
RISK BASED INTERNAL AUDIT
2020

Perkembangan manajemen risiko mendorong pula adanya perubahan orientasi


pemeriksaan (audit) internal pada sektor perbankan. Berikut deifinisi pemeriksaan
internal (audit intern) oleh The Institute of Internal Auditors (1991) :

“Audit internal adalah kegiatan konsultasi dan penjaminan yang independen,


obyektif yang menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Ini membantu
organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan sistematis dan disiplin
untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengendalian manajemen risiko
dan proses tata kelola.”
RISK BASED AUDITING
Maribeth A Wolland memberikan definisi risk based auditing sebagai berikut :
“Audit berbasis risiko dapat didefinisikan sebagai mengidentifikasi risiko terjadinya
kesalahan material dalam laporan keuangan dan kemudian menentukan upaya yang
paling efisien dan tepat untuk diterapkan. Pertama, auditor perlu mengidentifikasi
area yang berisiko tinggi terjadinya kesalahan material; itu adalah area yang akan
membutuhkan penerapan lebih banyak prosedur. Kedua, auditor harus menentukan
cara mengurangi prosedur yang diterapkan pada area yang diidentifikasi berisiko
rendah”.
RISK BASED AUDITING
Selain itu, hal-hal berikut juga harus dianalisis untuk mengidentifikasi
risiko kesalahan materi:
1. Risiko bisnis klien (risiko bahwa suatu peristiwa akan berdampak
buruk pada sasaran perusahaan dan tujuan).
2. Bagaimana manajemen memitigasi risiko tersebut, dan
3. Bidang-bidang risiko yang belum ditangani manajemen sama sekali.”
Model Risk Based Auditing

• Model yang digunakan adalah model dari COSO. COSO


menggambarkan pendekatan pengendalian interm dan perspektif
tujuan organisasi, resiko yang di hadapi dalam mencapai tujuan
organisasi dan pengendalian di perlukan untuk menekan resiko.
Tahapan Tahapan Auditor dalam
Melakukan Risk Based Auditing

• Mengidentifikasi Tujuan Organisasi


• Menilai resiko dengan cara mengidentifikasi resiko dan mengukur
resiko
• Menetapkan priotiras dalam usaha meminimalisasi resiko
• Memahami upaya yang sudah dilakukan management untuk
meminimalisasi resiko yang ada
Risk Based Auditing dan Audit
Konvensional

• Perbedaan risk based auditing dengan konvensional auditing terletak


pada metedologi yang digunakan, Pada risk based auditing auditor
mengurangi focus perhatian pd transaksi individu dan lebih
memfokuskan pada system dan proses bisnis organisasi
Sudut pandang Auditor
Audit Konvensional Risk Base Auditing
a) Perhatian auditor dititikberatkan pada risiko a) Perhatian auditor dititikberatkan pada
management dalam kaitannya dengan penilaian risiko dimana auditor menilai
pencapaian tujuan audit dimana auditor akan risiko bukan hanya semata-mata untuk
melakukan analisis atas risiko management menentukan luas lingkup pengujian audit
yang mempengaruhi tujuan audit. namun juga untuk meniai risiko atas
b) Dalam audit laporan keuangan, auditor akan kelangsungan dan perkembangan bisnis
menilai risiko kemungkinan terjadinya selah organisasi.
saji dengan melihat pada memadai atau
b) Berbeda dengan audit konvensional dimana
tidaknya pengendalian intem yang ada untuk
menekan risiko tersebut. auditor menilai pengendalian intern yang
ada apakah dapat mengurangi risiko audit,
c) Semakin memadai pengendalian intem maka daam risk based auditing selain melakukan
pengujian dan pembuktian audit yang akan apa yang pada umumnya dilakukan auditor
dilakukan semakin berkurang. konvensional, auditor juga melakukan
d) Perhatian auditor adalah menilai sejah mana identifikasi risiko bisnis yang ada untuk
pengendalian intern yang ada mampu menekan selanjutnya diberitahukan kepada
risiko salah saji laporan keuangan. management.
Kerangka Waktu

Audit Konvensional Risk Based Auditing

a. Auditor menitikberatkan perhatian pada a. Auditor membuat gambaran scenario atas


kejadian dan kondisi masa lalu yang risiko di masa kini dan risiko di masa yang
mempunyai pengaruh terhadap tujuan audit akan dating yang akan berpengaruh pada
pencapaian tujuan organisasi
b. RBA berfokus pada masa depan, hal yang
lebih dirasakan penting bagi stakeholders
c. Dalam memberikan rekomendasi
audit,auditor akan menitikberatkan pada
pengelolaan risiko selain pada manajemen
pengendalian
d. Dalam laporan audit, auditor lebih
menitikberatkan pada pengungkapan proses
yang memiliki risiko selain pada berfungsi
atau tidaknya suatu pengendalian
Pusat Perhatian
Audit Konvensional Risk Based Auditing
a) Menitikberatkan pada sistem akuntansi dan a) Auditor menggunakan metode top down untuk
transaksi rinci yang dihasilkan oleh sistem menentukan tingkat kesehatan sebuah pohon
akuntansi dengan mengidentifikasi dan memperhatikan
b) Auditor melakukan pengujian terhadap semua ranting yang nampak terkena penyakit
komponen dari laporan keuangan , b) Auditor mencoba memahami model dan proses
memastikan bahwa setiap transaksi sudah bisnis organisasi , yang akan digunakan untuk
dicatat secara lengkap dan akurat mengidentifikasi area yang beresiko dapat
c) Dengan kata lain auditor menggunakan mempengaruhi laporan keuangan dan
metode bottom up untuk menentukan tingkat memfokuskan area tersebut
kesehatan sebuah pohon dengan melihat
kondisi dari setiap daun
Metode penelitian risiko objek Audit

• Indentifikasi resiko dan penilaian resiko bertujuan untuk menentukan


resiko yang signifikan yang berkatian dengan objek audit . Ada tiga
tahap yang harus dilakukan antara lain (1) melakukan analisis dampak,
(2) melakukan analisis kecenderungan dan (3) penentuan prioritas
jenis resiko
Analisis dampak

• Analisis dampak dilakukan untuk memperoleh tingkat Risiko yang


dapat memberi dampak dan mempengaruhi pencapaian tujuan atau
sasaran bank .
• Analisa dampak terhadap jenis resiko diperoleh dari sejumlah
indikator faktor risiko yang digunakan untuk menghitung tingkat
resiko berdasarkan 8(delapan) jenis resiko sesuai dengan tingkat
relevansinya .
No. Jenis Risiko Indikator Risiko yang Relevan

1. Risiko Kredit Jumlah 14 Indikator Resiko

2. Risiko Pasar Jumlah 6 Indikator Resiko

3. Risiko Likuiditas Jumlah 8 Indikator Resiko

4. Risiko Operasional Jumlah 17 Indikator Resiko

5. Risiko Hukum Jumlah 6 Indikator Resiko

6. Risiko Reputasi Jumlah 11 Indikator Resiko

7. Risiko Strategik Jumlah 8 Indikator Resiko

8. Risiko Kepatuhan Jumlah 6 Indikator Resiko


Analisis dampak risiko dari hasil klasifikasi jenis risiko pada obyek
audit dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Menjumlahkan nilai (skor) masing-masing indikator faktor
risiko dibagi dengan jumlah seluruh indikator faktor risiko
sehingga diperoleh nilai rata-rata indikator faktor risiko.
b. Nilai rata-rata indikator faktor risiko ini dikalikan dengan bobot
porsentase dari masing-masing jenis risiko sehingga diperoleh
nilai risiko.
c. Nilai risiko untuk setipa jenis risiko dikelompokkan kedalam
rentang risiko rendah (skor 1), risiko sedang (skor 2), dan risiko
tinggi (skor 3).
Bobot prosentase masing-masing jenis risiko tersebut dihitung
berdasarkan perbandingan relatif indikator risiko terhadap jumlah
indikator risiko dengan rincian sebagai berikut:
No. Jenis Resiko Jumlah Indikator Persentase
1. Risiko Kredit 14 18,42%
2. Risiko Pasar 6 7,89%
3. Risiko Likuiditas 8 10,53%
4. Risiko 17 22,37%
Operasional
5. Risiko Hukum 6 7,89%
6. Risiko Reputasi 11 14,47%
7. Risiko Strategik 8 10,53%
8. Risiko Kepatuhan 6 7,89%
Jumlah 76 100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jenis risiko yang


mempunyai bobot tertinggi ada pada jenis risiko operasional
dengan bobot prosentase 22.37%. Hal ini dikarenakan jenis
risiko operasional memiliki jumlah indikator risiko
terbanyak dengan 17 indikator faktor risiko.
Analisis Kecenderungan

• Analisis kecenderungan digunakan untuk mengetahui frekuensi


terjadinya keadian yang diidentifikasikan sebagai risiko.
• Hasil analisis kecenderungan epr jenis risko lalu dikelompokkan
menjadirisiko rendah (skor1), sedang (skor2), dan risiko tinggi (3).
Penentuan Prioritas Jenis Risiko
3 (H) 2(MH) 3(H) 3(H)
Dampak 2(M) 1(ML) 2(MH) 3(H)
Impact 1(L) 1(L) 1(ML) 2(MH)
Risiko 1(L) 2(M) 3(H)

Ket : H : High risk (risiko tinggi)


M : Moderat e risk (risiko sedang) terdiri dari
MH : moderate to high risk (sedang dengan kecenderungan tinggi)
ML : Moderat to low (sedang dengan kecenderungan rendah )
L : Low risk (risiko rendah)
19
20
21
22
23
THANK YOU!