Anda di halaman 1dari 33

PERTEMUAN III

Pemakaian Tanda Baca


1. Tanda Titik (.)
2. Tanda Koma (,)
3. Tanda Titik Koma (;)
4. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda Titik (.)
A. Tanda titik dipakai pada akhir
kalimat.
Contohnya:

Kita liburan ke Bali.


Saya datang terlambat.
B. Tanda titik dipakai di belakang angka
atau huruf dalam suatu bagan, iktisar,
atau daftar.
Contohnya:

1.1 Pembangunan
1.2 Lingkungan
1.3 Cara membangun rumah
1.4 Dukungan keuangan
C. Tanda titik dipakai untuk
memisahkan angka jam, menit,
dan detik yang menunjukkan
waktu. 
Contohnya:

Pukul 1.35.20
D. Tanda titik dipakai untuk
memisahkan angka jam, menit,
dan detik yang menunjukkan
jangka waktu.
Contohnya:

13.5.20 jam
E. Tanda titik dipakai di antara nama
penulis, judul tulisan yang tidak
berakhir dengan tanda tanya atau
tanda seru, dan tempat terbit dalam
daftar pustaka. 
Contohnya:

Mullik, M. L. 2011. Bahasa Indonesia


dalam Karya Tulis Ilmiah. Undana
Press.
F. Tanda titik dipakai untuk memisahkan
bilangan ribuan atau kelipatannya. 
Contohnya:

Jumlah buruh yang berdemontrasi adalah


30.800 orang.
 Tanda titik tidak dipakai untuk
memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya yang tidak menunjukkan
jumlah. 
Contohnya:

Nomor telpon genggamnya adalah


0812367873.
Undana didirikan pada tahun 1964 oleh
konsorsium yang diketuai El Tari.
Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul
yang merupakan kepala karangan atau
kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. 
Contohnya:

Fluktuasi pertambahan berat badan ternak


sapi dapat dilihat pada Tabel 3 dalam Bab
II, dan Grafik 10 dalam Bab V buku ini.
 Tanda titik tidak dipakai di belakang
(1) alamat pengiriman dan tanggal
surat atau (2) nama alamat penerima
surat. 
Contohnya:

Yth. Sdr. Nimrot Kase (tanpa titik)


Jalan Soeharto 72 (tanpa titik)
Kupang (tanpa titik)
1 Maret 2011 (tanpa titik)
2. Tanda Koma (,)

A. Tanda koma dipakai di antara unsur-


unsur dalam suatu perincian atau
pembilangan. 
Contohnya:

 Saya membutuhkan batu, kayu, semen, dan


pasir untuk membangun rumah.
 Urutan dari angka bulat terkecil adalah 1, 2,
3, 4, 5, dan seterusnya.
B. Tanda koma dipakai untuk memisahkan
suatu kalimat setara yang satu dari kalimat
setara berikutnya yang didahului oleh kata
seperti tetapi atau melainkan. 
Contohnya:

 Saya akan hadir, tetapi agak terlambat


karena ada rapat di kantor.
 Ia tidak berangkat ke Surabaya, melainkan
ke Jakarta.
C. Tanda koma dipakai untuk
memisahkan anak kalimat dari induk
kalimat jika anak kalimat itu
mendahuli induk kalimat. 
Contohnya:

Kalau lapar, saya akan makan.


Karena terlambat, ia tidak bisa
menjawab semua soal ujian dengan
baik.
Tanda koma tidak dipakai untuk
memisahkan anak kalimat dari induk
kalimat jika anak kalimat itu mengiringi
induk kalimat. 
Contohnya:

Saya akan makan kalau saya lapar.


 Ia tidak bisa menjawab semua soal
ujian dengan baik karena terlambat.
D. Tanda koma dipakai di belakang kata
atau ungkapan penghubung antara
kalimat yang terdapat pada awal
kalimat. Termasuk di dalamnya oleh
karena itu, jadi, lagi pula, meskipun,
begitu, dan tetapi.
Contohnya:

 Oleh karena itu, saya memutuskan untuk


tidak datang.
 Akan tetapi, kebenaran tidak bisa ditutupi
dengan cara apapun.
E. Tanda koma dipakai untuk memisahkan
kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan,
dari kata lain yang terdapat dalam
kalimat. 
Contohnya:

O, saya kira Anda bukan orang rote.


 Istirahat yang cukup, ya, biar cepat
sembuh.
Aduh, sakit sekali.
F. Tanda koma dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain dalam
kalimat. 
Contohnya:

Katanya, “Saya lapar sekali”


 “Saya lapar sekali” katanya, “Karena tidak
makan sejak kemarin.”
G. Tanda koma dipakai di antara (a) nama
dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c)
tempat dan tanggal, dan (d) nama tempat
dan wilayah atau negara yang ditulis
berurutan.
Contohnya:
Nama dan alamat tempat kerja saya adalah
Fakultas Peternakan, Universitas Nusa
Cendana, Jalan Adisucipto 10, Penfui,
Kupang, NTT 85001, Indonesia.
H. Tanda koma dipakai untuk memisahkan
bagian nama yang dibalik susunannya
dalam daftar pustaka. 
Contohnya:

Mullik, Marthen. 2011. Bahasa Indonesia


dalam Karya Tulis Ilmiah. Undana Press.
I. Tanda koma dipakai di antara bagian-
bagian dalam catatan kaki. 
Contohnya:

A.K. Malik, Kalimat Efektif (Kupang,


Undana Press, 2011), hlm. 19.
J. Tanda koma dipakai di antara nama orang
dan gelar akademik yang mengikutinya
untuk membedakannya dari singkatan
nama diri, keluarga, atau marga. 
Contohnya:

M. L. Mullik, Ph.D
A. Konda Malik, M.P.
K. Tanda koma dipakai di muka angka
persepuluh atau di antara rupiah dan sen
yang dinyatakan dengan angka. 
Contohnya:

6,9 km
Rp56,50
L. Tanda koma dipakai untuk mengapit
keterangan tambahan yang sifatnya tidak
membatasi. 
Contohnya:

 Teman kerja saya, pak Agus Konda Malik,


sangat mahir dalam berbahasa.
 Semua mahasiswa, baik jurusan produksi
maupun nutrisi, wajib hadir.
M. Tanda koma dipakai untuk menghindari
salah baca di belakang keterangan yang
terdapat pada awal kalimat.
Contohnya:

 Dalam masalah berbahasa, kita harus


menaati kaidah-kaidah baku.
 Atas kesediaan Bapak dan Ibu, diucapkan
terima kasih.
N. Tanda koma tidak dipakai untuk
memisahkan petikan langsung dari
bagian lain yang mengiringinya dalam
kalimat jika petikan langsung itu berakhir
dengan tanda tanya atau tanda seru. 
Contohnya:

“Dari mana Anda memperoleh buku itu?”


tanya kakak sambil melotot.
3. Tanda Titik Koma (;)
A. Tanda titik koma dapat dipakai
untuk memisahkan bagian-
bagian kalimat yang sejenis dan
setara. 
Contohnya:

Rasa kantuk semakin berat;


pekerjaan pun belum rampung
juga.
B. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai
pengganti kata penghubung untuk
memisahkan yang memisahkan yang
setara di dalam kalimat majemuk. 
Contohnya:
Ayah membaca koran di verandah, Ibu
sibuk bekerja di dapur; Adik menghafal
nama-nama pahlawan nasional; saya
sendiri asyik menonton acara “Kick
Andy”.
4. Tanda Titik Dua (:)
a. Tanda titik dua dipakai pada akhir
suatu pernyataan lengkap jika diikuti
rangkaian atau perintah. 
Contohnya:

Para pegawai kantor ini membutuhkan


peralatan kantor: meja, kursi, dan
komputer, dan printer.
b. Tanda titik dua tidak dipakai jika
rangkaian atau pemerian itu
merupakan pelengkap yang
mengakhiri pernyataan. 
Contohnya:

Para pegawai kantor ini


membutuhkan meja, kursi,
komputer, dan printer.
c. Tanda titik dua dipakai sesudah kata
atau ungkapan yang memerlukan
pemerian. 

Contohnya:
Ketua : Kase Metan
Sekretaris : Ama Tobo
Tempat Kuliah : Ruang E1
Waktu : 09.00 WiB
d. Tanda titik dua dipakai (a) di antara jilid
atau nomor dan halam, (b) di antara bab
dan ayat dalam kitab suci, (c) di antara
dua judul dan anak judul suatu karangan,
serta (d) nama kota dan penerbit buku
acuan dalam karangan. 
Contohnya:
Jurnal Ibrani 3:1-10
Mullik, Marthen. 2011. Bahasa
Indonesia dalan Karya Tulis Ilmiah:
Sebuah Tinjauan Aplikatif. Kupang:
Undana Press.