Anda di halaman 1dari 14

HAKIKAT DAN PRINSIP PEMBELAJARAN

KOMPETENSI PEDAGOGIK
KELOMPOK KOMPETENSI : D
PROG.KEAHLIAN : TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
HAKIKAT DAN PRINSIP PEMBELAJARAN

KOMPETENSI PEDAGOGIK
KELOMPOK KOMPETENSI : D
PROG.KEAHLIAN : TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017
TUJUAN

Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan bahwa :

1. Peserta pelatihan dapat menjelaskan pengertian kurikulum.


2. Peserta pelatihan dapat menjelaskan prinsip pengembangan
kurikulum.
3. Peserta pelatihan dapat menentukan faktor yang mempengaruhi
pengembangan kurikulum.
4. Peserta pelatihan dapat menentukan landasan pelaksanaan
kurikulum.

3
INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Menerapkan materi
Mengidentifikasi materi
pembelajaran sesuai
pembelajaran dengan
dengan tujuan
tujuan pembelajaran,
pembelajaran,

Me
ner
apk
an
pen
gala
man
bela
jar
yan
g
dipe
role
h
sesu
ai
den
gan
tuju
an
pem
bela
jara
n

4
SKENARIO
Pengantar
(5 menit)

Diskusi Kelompok
(60 menit)

Presentasi hasil
(120 menit)

Refleksi /Penutup
(20 menit)

5
MATERI POKOK PEMBELAJARAN

Hakikat Prinsip Penyusunan RPP

Pentingnya Menyusun RPP

Cara yang dapat dipakai dalam Menyusun RPP

6
IDENTIFIKASI MATERI PEMBELAJARAN DENGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN

Komponen tujuan memiliki fungsi yang sangat penting


dalam sistem pembelajaran. Tujuan tersebut harus
dicapai dalam proses pembelajaran. Dengan perkataan
lain, sebagai kegiatan yang mempunyai tujuan, maka
segala sesuatu yang dilakukan guru dan peserta didik
dalam proses pembelajaran hendaknya diarahkan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tujuan
merupakan pengikat segala aktivitas guru dan peserta
didik. Oleh sebab itu, merumuskan tujuan merupakan
langkah pertama yang harus dilakukan dalam
merancang sebuah perencanaan program pembelajaran

7
TUJUAN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI RANAH
KOGNITIF, AFEKTIF, DAN
PSIKOMOTORIK
Taksonomi ini mengelompokkan ranah kognitif ke dalam enam kategori.
Keenam kategori itu mencakup keterampilan intelektual dari tingkat rendah
sampai dengan tingkat tinggi. Keenam kategori itu tersusun secara 17 hierarkis
yang berarti tujuan pada tingkat di atasnya dapat dicapai apabila tujuan pada
tingkat di bawahnya telah dikuasai. Adapun keenam kategori tersebut adalah
sebagai berikut:
(1) Kemampuan kognitif tingkat pengetahuan (C1)
(2) Kemampuan kognitif tingkat pemahaman (C2);
(3) Kemampuan kognitif tingkat penerapan (C3);
(3) Kemampuan kognitif tingkat analisis (C4);
(4) Kemampuan kognitif tingkat sintesis (C5);
(5) Kemampuan kognitif tingkat evaluasi (C6).

8
TUJUAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN RANAH
RANAH AFEKTIF
AFEKTIF

Tujuan pembelajaran ranah afektif berorientasi pada nilai dan sikap.


Tujuan pembelajaran tersebut menggambarkan proses seseorang
dalam mengenali dan mengadopsi suatu nilai dan sikap tertentu
menjadi pedoman dalam bertingkah laku yang meliputi

(3)penghargaan
(1) pengenalan (2) pemberian respons (4) pengorganisasian (5) pemeranan
terhadap nilai
(receiving),; (responding) (organization), (characterization)
(valuing);

9
TUJUAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN RANAH
RANAH PSIKOMOTORIK
PSIKOMOTORIK

Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik secara hierarkis dibagi ke dalam lima


kategori berikut:

(1) peniruan
(imitation)
(5) naturalisasi
(naturalization )

(2) manipulasi
(manipulation)

(4) artikulasi
(articulation)

(3) ketetapan
gerakan (precision)

10
PENYUSUNAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Dalam Kurikulum 2013, tujuan pembelajaran tidak lagi


dituliskan. Akan tetapi, tujuan itu diungkapkan dalam
bentuk indikator. Dengan tercapainya indikator tersebut,
berarti tujuan pembelajaran telah tercapai

11
MEMOTIVASI PESERTA DIDIK UNTUK MENCAPAI TUJUAN
PEMBELAJARAN

Motivasi ●
motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang, motivasi
yang timbul tanpa paksaan dari orang lain, atau
Intrinsik motivasi yang timbul atas kemauan sendiri.

Motivasi motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu,

baik dengan adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain
sehingga dengan keadaan yang demikian peserta didik mau
Ekstrinsik melakukan aktivitas belajar

12
RANGKUMAN

1. Komponen tujuan memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem


pembelajaran. Kalau diibaratkan, tujuan adalah komponen jantungnya dalam
sistem tubuh manusia. Proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik
jika ditentukan tujuan yang harus dicapai.
2. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Pencapaian tujuan pembelajaran berdasarkan ketiga ranah ini
sangat penting dilakukan.
3. Tujuan pembelajaran menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Meskipun dalam Kurikulum 2013, tujuan pembelajaran tidak lagi
dituliskan, tetapi tujuan itu diungkapkan dalam bentuk indikator. Dengan tercapainya
indikator tersebut, berarti tujuan pembelajaran telah tercapai

13
14