Anda di halaman 1dari 54

Peran Bidan dalam Menurunkan AKI dan AKB

melalui KB Pasca Persalinan

Dr.Ali BUDI HARSONO, SpOG -K

Bhakti IBI – KB Kes Tingkat Propinsi Tahun 2020


PERSENTASE PENDUDUK JAWA
BARAT MERUPAKAN
PENDUDUK TERBESAR DI
INDONESIA
Persentase penduduk Jawa Barat 48,03
juta 39,29
Terhadap penduduk Indonesia sekitar juta 34,25
18,34 % juta 14,26
juta 12,44
juta
LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK JAWA
JAWA BARAT, 2016-2017 BARAT
JAWA
1,39 % TIMUR

5
JAWA
Penduduk terbesar TENGAH
SUMUT
LPP Jawa Barat lebih tinggi dibandingkan LPP
Nasional [1,23 %]. Di Indonesia, 2017 BANTEN

Sumber: BPS
Perkembangan TFR Jawa Barat
SDKI Tahun 1991-2017

Sumber : SDKI 1991-2017


• Menurut penelitian WHO 4.5 juta perempuan di
Indonesia melahirkan setiap tahunnya.

• Maka untuk kesejahteraan bayi, ibu dan keluarganya,


WHO menyarankan untuk menunda paling tidak
selama Dua tahun sebelum merencanakan kehamilan
lagi.
• Persentase ibu meninggal yang melahirkan
berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun
adalah 33% dari seluruh kematian ibu

• Sehingga apabila program KB dapat


dilaksanakan dengan baik, kemungkinan 33%
kematian ibu dapat dicegah melalui pemakaian
kontrasepsi
Keluarga Berencana

• Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mewujudkan


keluarga bahagia dan sejahtera melalui pengaturan kelahiran anak
melalui penggunaan alat/ obat kontrasepsi dengan tujuan:
• menunda kelahiran anak pertama,
• menjarangkan kelahiran anak berikutnya,
• maupun membatasi kelahiran anak selanjutnya
Data Jawa Barat (Susenas 2016)
Kesertaan Ber-KB

Penggunaan Cara/ Metode

10
Data Jawa Barat (Susenas 2016)
Penggunaan Cara/ Metode
Berdasarkan Wilayah

11
• Pilihan metode kontrasepsi tergantung
dari:
 Usia
Tujuan kontrasepsi
• Jangka panjang
• Jangka pendek
 Kondisi kesehatan
 Kondisi sosio-ekonomi
IBU HAMIL RISIKO
TINGGI
ERLALU MUDA
T Ibu hamil dengan usia <20 tahun

ERLALU TUA
T Ibu hamil dengan usia ≥ 35 tahun

ERLALU DEKAT
T Jarak antar kehamilan < 2 tahun

ERLALU BANYAK
T Ibu melahirkan lebih dari 4 kali
Alasan tidak ber-KB

• Pelayanan dan alat belum tersedia atau terbatas


• Kekhawatiran tentang efek samping
• Kondisi kesehatan kurang baik
• Kurangnya pengetahuan tentang pilihan dan
penggunaan kontrasepsi.
KB PASCA PERSALINAN
Definisi KB Pasca Persalinan
• KB Pasca Persalinan yaitu pemanfaatan/ penggunaan
metode kontrasepsi sesudah bersalin
– Immediate postpartum – sesudah melahirkan sampai 48 jam.
– Early Postpartum – sesudah 48 jam sampai minggu ke 6
sesudah melahirkan
– Extended postpartum – sejak minggu ke 6 sampai tahun
pertama sesudah melahirkan.
Tujuan KB Pasca Persalinan
• Menurunkan MISSED-OPPORTUNITY karena klien
sudah kontak dgn nakes sejak ANC, bersalin dan
masa nifas.
• Menurunkan UNMET NEED utk pelayanan
kontrasepsi
• Menurunkan salah satu komponen EMPAT TERLALU
(terlalu sering)  menjaga jarak kehamilan
• Menurunkan kematian ibu—Risiko tinggi
Metoda
Kontrasepsi
Jangka Pendek

Jenis-jenis Kondom Mini Pil/Progestin Suntik


KB Pasca Only Pil DMPA
Persalinan

Metoda
Kontrasepsi
Jangka
Panjang IUD Implan Tubekto
mi
KONTRASEPSI INTRAUTERI
JENIS
IUD

Unmedicated IUD : Lippes loop

Copper IUD : TCu-380A, Nova T, Copper 7

Hormon Releasing IUD : Mirena, Progestasert,


Skyla, FibroPlant
EFIKASI
IUD

TCu-380A, levonorgestrel IUD


efektif dalam TCu-200, efektif Nova T, efektif (Mirena), efektif untuk 5
tahun (7tahun),
pemakaian 10 untuk 4 tahun untuk 5 tahun
Skyla, 3 tahun
tahun (12 tahun)
WAKTU PEMASANGAN
AKDR

 Waktu pemasangan AKDR: interval, pasca


keguguran dan pascasalin
 AKDR pascasalin:
(1)Pascaplasenta  dalam10 menit setelah plasenta
lahir pada persalinan pervaginam.
(2)Segera pascasalin  10 menit – 48 jam pascasalin
pada persalinan pervaginam.
(3)Transcesarean  pada persalinan caesar sebelum
insisi uterus ditutup.
Rodriguez da Cunha AC, Dorea JG, Cantuaria AA Intrauterine device and maternal copper metabolism during lactatiom.
Contraception. 2001;63:37-9.
Eroglu K, AKkuzu G, Vural G, Dilbaz B, Akin A, Taskin L, et. al. Comparison of efficacy and complication of IUD insertion in
immediate postplasental/early postpartum period with interval period: 1 year follow-up. Contraception. 2008;74376-81.
Definisi
IUD Post Plasenta

Insersi IUD yang dilakukan 10 menit pasca plasenta lahir


Waktu insersi IUD pascasalin
h ir
l a ggu
sen
ta e nit jam min
Pla 10
m 48 4

Ideal Masih Risiko perforasi dan ekspulsi aman


Insersi aman 
pasca
plasenta
Mengapa 10 menit?
• Waktu terbaik  tingkat ekspulsi rendah
• Mudah saat insersi IUD
IUD Post Plasenta
• Ibu saat masa pasca salin mempunyai motivasi tinggi
untuk KB
• Insersi IUD pada masa ini adalah metode yang ideal
– Tidak mengganggu laktasi
– Tidak merasakan nyeri lagi saat pemasangan masa
interval
– Merasa nyaman untuk jangka waktu panjang
Efek Samping
• Efek samping
• Ekspulsi
• ≤ 10 menit  10%
• Perforasi
• Infeksi
• Kehamilan
• Perdarahan  1,6%
Insersi IUD
Pascasalin ALARM
International
Teknik Insersi IUD Post Plasenta

• Dengan menggunakan tangan


• Dengan menggunakan Ring forcep

• Penelitian  keduanya tidak ada bedanya untuk


tingkat ekspulsi, infeksi maupun perforasi
Insersi IUD dengan tangan
• Setelah plasenta lahir dan sebelum perineorrhaphy
• Bersihkan vulva dan vagina dengan bethadine
• Ganti sarung tangan
• Jepit IUD diantara jari telunjuk dan jari tengah
• Insersikan secara gentle melalui vagina dan serviks
• Tangan yang lain memegang fundus uteri dari abdomen
• Letakkan IUD di medial fundus uteri
• Keluarkan lengan perlahan dari uterus
• Jika IUD tergeser reposisi secepatnya
Insersi IUD dengan Ring Forceps
• Sama dengan menggunakan tangan tetapi IUD di jepit oleh Ring
Forceps
Teknik Insersi AKDR PP:
Manual

Pegang AKDR dengan jari AKDR dimasukkan ke dalam


tengah dan telunjuk cavum uteri melalui vagina
Dorong AKDR mendekati Setelah AKDR diletakkan dekat
fundus fundus, tangan ditarik keluar dengan
punggung tangan merapat ke
dinding uterus
Teknik Insersi AKDR PP:
Instrumen
ALARM
International

1. 2.

3. 4.
Syarat-syarat IUD Post Plasenta
• Insetors
– training atau supervisi
– Kedua teknik insersi harus dilakukan
– 3-5 kali
• Pasien
– Tanpa komplikasi
• Penelitian  pengalaman insertor yang mempengaruhi
tingkat ekspulsi
Kapan Kontrol?
• 4 hari setelah insersi
• Harus diingatkan dan diberi surat kontrol sebelum pulang
• Selanjutnya pada 42 hari, 3 bulan, 6 bulan
• Benang digunting saat 4 hari
• Benang tidak terlihat saat 4 hari post insersi USG (+) 
42 hari
Implant

40
Sejarah implan

FDA-2008

Implanon/ nexplanon
1998, Radioopaq, 1 batang
norplant etonogestrel
1983- 2008, 6 batang
• Generasi ke 3 progestin ( desogestrel )
levonogestrel • Lebih progestogenic dan rendah androgenik
• Afinitas terhadap SHBG lebih rendah

Maddox D, Rahhman Z. Etonogestrel (Implanon), Another Treatment Option for Contraception. Pharmacy and therapeutic journal. NCBI, 2008
Ladipo O. Contraceptive Implants. Literature Revie. African Journal of Reproductive Health. 2005
Golan D. Principles of pharmacology : The Pathophysiology Basic of Drug Therapy. Lippincott Williams & Wilkins. 2008.
41
Mekanisme kerja Implan

Menghambat ovulasi Penipisan endometrium

Menebalkan mukus serviks


Pregnancy rate of < 1% dan sama pada non obese dan obese

Espey E, Hofler L. ACOG Committee on Practice Bulletins. The Long-Acting Reversible Contraception : Implants and IUD. 2017
42
Indikasi

efektivitas
tinggi
jangka
panjang
belum siap untuk melalui
IMPLAN sterilisasi permanen, angka
• menunda kehamilan selama
kegagalan rendah
2-3 tahun.
• ASI selama 1-2 tahun.
aman dan
reversible
mudah
• kontraindikasi estrogen
• kesulitan mengingat minum pil
• memiliki penyakit kronis,
setiap hari
• kontraindikasi/kesulitan IUD dimana kesehatan dapat
• tidak terkait koitus. terancam oleh kehamilan
• menginginkan kehamilan lagi

43
Waktu Pemasangan Implan

Jika menggunakan kontrasepsi


rentang waktu 5 hormonal, insersi dapat kapan
hari menstruasi saja
haid

Sebelum 5 hari 4 bulan pasca salin


abortus pada wanita
pasca abortus / 4
minggu menyusui

non
ASI
4 minggu Selain diatas, diperlukan
pascasalin pada wanita tidak kontrasepsi cadangan paling
menyusui tidak 4 hari

44
Tehnik Insersi

Lama prosedur pemasangan;


Norplant (6 batang) : 10-15 menit
Implant (1 batang: 2-3 menit
45
Kembalinya kesuburan pasca implan

Ovulasi kembali 3 minggu setelah melepas


implant pada 90% wanita
Tidak ada perbedaan dengan kontrasepsi injeksi

Disarankan pada wanita bahwa tidak ada penundaan kesuburan setelah


pencabutan implan

Rowlands S. Searle S. Contraceptive implants: current perspectives. Open Access Journal of Contraception. 2017
46
Efek Samping

20% wanita yang berhenti Perubahan berat badan terjadi


karena nyeri kepala. pada 12% tapi dipengaruhi
olahraga, diit dan penuaan.

Premenstrual mastalgia,
Tidak ada penurunan biasanya diasosiasikan dengan
bone density keluhan retensi cairan, menurun
dengan durasi penggunaan.

10-14 % akne akibat


penurunan SHBG, kista fungsional akibat
lebih jarang pada penekanan ovulasi
implanon lama

Espey E, Hofler L. ACOG Committee on Practice Bulletins. The Long-Acting Reversible Contraception : Implants and IUD. 2017
47
Sterilisasi
Sejarah

• Ralph Pomeroy
• Frederick Irving (1924)
• Uchida (1946)
Teknik-teknik Sterilisasi pada Wanita

Sterilisasi laparoskopi : visualisasi dan manipulasi abdomen


dan organ-organ pelvis secara langsung dengan gangguan
abdomen minimal

Sterilisasi laparoskopi dapat dilakukan dengan metode-metode berikut:


1.Oklusi dan reseksi parsial melalui pembedahan elektro unipolar.
2.Oklusi dan transeksi melalui pembedahan elektro unipolar.
3.Oklusi melalui koagulasi elektro bipolar.
4.Oklusi melalui alat-alat mekanis
Konseling Sterilisasi
Semua pasien yang menjalani prosedur bedah untuk kontrasepsi
permanen harus berhati-hati terhadap sifat operasi, alternatifnya,
efikasi, keamanan, dan komplikasi dari tindakan operasi

Prosedur sterilisasi tidak


menimbulkan efek gangguan
terhadap seksualitas
Efikasi Sterilisasi
Angka Kegagalan selama Tahun Pertama Penggunaan, Amerika Serikat

 
Persentase wanita hamil

Metode Perkiraan terendah (%) Khusus (%)

Sterilisasi wanita 0.5 0.7

Sterilisasi pria 0.1 0.2

Keahlian operator dan karakteristik pasien berperan penting terhadap efikasi sterilisasi wanita
Kegagalan yang terjadi disebabkan oleh kesalahan teknis.
Kegagalan lebih tinggi dengan peralatan rumit lebih tinggi daripada prosedur sederhana
Koagulasi tuba bipolar lebih mungkin menyebabkan kehamilan ektopik daripada oklusi mekanis.
Kesimpulan

• KB Pasca Persalinan aman dan efektif


• Meningkatkan pemakaian MKJP
• Menurunkan kehamilan Risiko Tinggi
• Menurunkan Kematian Ibu
TERIMA KASIH