Anda di halaman 1dari 92

Click to add Text


..…………………………….

Abdur Rahim
Widyaiswara Madya Pusdiklatjemenhan
1
1. NAMA : ABDUR RAHIM
2. PKT/NRP : LTK SUS /522900
3. AGAMA : ISLAM
4. SEMA PA PK ABRI : TH 1997
6. JABATAN : WI MADYA
7. JAWATAN : PUSJEMENHAN
8. ALAMAT :JL: KHUSAIRI NO 51

Click to add Text


TRIKORA HALIM
9. STATUS : K/3

2
10/03/20 Design by Karim Pagaralam 2
METODE BELAJAR DI MASA COVID 19

Click to add Text

3
Click to add Text
..

,,

4
KEPUTUSAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
NOMOR 1006/K.1/PDP.07/2019
TENTANG
KURIKULUM PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS

AGAR
PESERTA DAPAT MEMENUHI STANDAR
KOMPETENSI MANAJERIAL JABATAN PENGAWAS DAN
STANDAR KOMPETENSI PEMERINTAHAN UNTUK PENGAWAS
SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN

5
INDIKATOR
Membangun karakter dan sikap perilaku
kepemimpinan Pancasila yang
berintegritas, menjunjung tinggi etika birokrasi,
dan bertanggung jawab
dalam pengendalian pelayanan publik di unit
organisasinya sebagai bentuk perilaku
kepemimpinan Pancasila dan bela negara

Mengaktualisasikan kepemimpinan pelayanan dan


pengendalian pekerjaan sesuai dengan bidang tugasnya
dengan melakukan inovasi,
kolaborasi, dan mengoptimalkan seluruh potensi
sumber daya internal
dan eksternal dalam rangka implementasi peningkatan
kinerja pelayanan
publik yang dilakukan oleh pejabat pelaksana
Peraturan MenPan RB No 38 Tahun 2017 TTG Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara6
dan Peraturan Mendagri No 108 Tahun 2017 TTG Kompetensi Pemerintahan.
7
8
TEKNIK KOMUNIKASI PUBLIK

Mata pelatihan ini


membekali Peserta dengan
kemampuan menjelaskan
dan menerapkan teknik
komunikasi publik dalam
menjalankan tugas dan
fungsi jabatannya

9
TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran ini Peserta


diharapkan mampu menerapkan teknik
komunikasi publik dalam menjalankan
tugas dan fungsi jabatannya dalam
Clicktugas
menjalankan to add
danText
perannya sebagai
pemimpin jenjang pengawas sehingga
mampu memberikan pelayanan yang
optimal

10
INDIKATOR HASIL BELAJAR
KEP KA LAN NO 1006/K.1/PDP.07/2019 TTG KURIKULUM PKP

11
MATERI POKOK

12
WORLD CLASS
BUREAUCRACY
(REFORMASI BIROKRASI 2020-2024)

Sosok pejabat pengawas yang Berdasarkan Pasal 52 ayat (2) huruf


dapat memainkan peran tersebut b Peraturan Pemerintah Nomor 11
telah memenuhi kriteria Tahun 2017 tentang Manajemen
pemimpin yang melayani, PNS,
sehingga cepat atau lambatnya Pejabat pengawas harus memiliki
peningkatan kinerja Organisasi kompetensi untuk menjamin
akan ditentukan oleh langkah- akuntabilitas jabatan untuk
langkah pengendalian yang Pengendalian seluruh kegiatan
dilakukan oleh pejabat pengawas pelaksanaan yang dilakukan oleh
pejabat pelaksana sesuai standar
operasional prosedur

PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS 13


KONSEP KOMUNIKASI PUBLIK

14
Konsep Komunikasi Publik

Pejabat Pengawas harus


membangun kemampuan
komunikasi publik, agar dapat
menjalankan tugas fungsinya
dengan baik, terutama saat
penyampaian ide, pikiran dan
pesan yang terkait dengan bidang
tugasnya

15
PUBLIC SPEAKING

Publik Speaking
16
17
18
19
PENGERTIAN DAN PROSES
KOMUNIKASI

Just Speak Up Please 20


Communication…..
Just Speak Up Please 21
PENGERTIAN KOMUNIKASI
(Agus M. Hardjana, 2003)
SECARA ENTIMOLOGI :
- Cum (dengan) dan umus (satu)
- Menjadi Communio/ Communion (kebersamaan, persatuan,
persekutuan, pergaulan, hubungan)
- Communicare (membagi sesuatu dengan seseorang), tukar
menukar, membicarakan sesuatu dengan orang,
memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap,
bertukar pikiran, berhubungan, berteman, berpartisipasi atau
memberitahukan
SECARA HARFIAH :
Pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran
atau hubungan

22 22
Just Speak Up Please
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Harold Laswell  cara menjelaskan
komunikasi dg menjawab pertanyaan sbb :

“Who says What in Which channel to Whom


with What effect ? (5W)”

 proses penyampaian pesan oleh komunikator


kpd komunikan melalui media yang
menimbulkan efek tertentu
Just Speak Up Please 23
Just Speak Up Please 24
Kenapa manusia butuh
berkomunikasi?
• Komunikasi untuk
menyampaikan
keinginan dan mencapai
tujuan.
• Komunikasi adalah jalan
menyelesaikan masalah,
walaupun masalah bisa
disebabkan kesalahan
komunikasi.

25 25
Just Speak Up Please
Just Speak Up Please 26
27
LAMBANG-LAMBANG KOMUNIKASI

Suara, gagasan, ide,


dikomunikasikan
LISAN
WA
RN SA
Ben A H A
dera BA ba dan
mer p lis,
ah, utih, rt u
dsb , te
iI san

KOMUNIKASI

GER
(sya AK/ B
RA r A
A ine, pos at, rau DAN
SU l , sir isi d t
an g wajah,
, be erak
kson edug an
Kla b GAMBAR
(rambu-rambu lalu
lintas) 28
Just Speak Up Please
29
30
MODEL KOMUNIKASI
(Perceptual Model of Communication)

INTRAPERSONAL INTERPERSONAL KELOMPOK PUBLIK

ORGANISASI MASA ANTAR BUDAYA INTERNASIONAL

Lingkar Umpan Balik


Just Speak Up Please 31
5 Komponen Dalam Berkomunikasi
1. Pengirim Pesan (Sender)
2. Pesan yang Dikirimkan (Message)
3. Bagaimana Pesan tersebut Dikirimkan
(Delivery Channel atau Media)
4. Penerima Pesan (Receiver)
5. Umpan Balik (Feedback).

Just Speak Up Please 32


33
MEMASUKI ERA BANJIR INFORMASI

Click to add Text

34
SIAPAPUN BISA BERKOMENTAR

Click to add Text

35
Top 9 NEGARA Pengguna
Internet
1. CHINA 643, 6 Juta
2. AMERIKA SERIKAT 252,9 Juta
3. INDIA 215,6 Juta
4. BRASIL 107,7 Juta
5. JEPANG 102,1 Juta
6. INDONESIAClick to add83,7
TextJuta
7. RUSIA 82,7 Juta
8. JERMAN 61,6 Juta
9. MEKSIKO 59,4 Juta

36
PERILAKU MENGGUNAKAN INTERNET INDONESIA

Click to add Text

37
Just Speak Up Please 38
Just Speak Up Please 39
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI

Click to add Text

40
3

Click to add Text

41
Click to add Text

42
Teknik Komunikasi Publik

Just Speak Up Please 43


Click to add Text

44
PERAN PEJABAT PENGAWAS DALAM
MENGELOLA KOMUNIKASI PUBLIK

Seorang pimpinan pada level awal yang


bertugas pada organisasi pemerintahan,
harus selalu berkomunikasi baik secara
Click to
internal dalam addkerjanya,
unit Text antar unit
kerja di dalam organisasinya, maupun
dengan khalayak ramai di luar
organisasinya, maka pemahaman tentang
komunikasi publik harus dikuasai 45

KOMUNIKASI ASERTIF

Click to add Text

46
KOMUNIKASI ASERTIF

47
Click to add Text

48
49 49
CIRI-CIRI KOMUNIKASI ASERTIF

a. Terbuka dan jujur terhadap pendapat diri dan orang lain


b. Mendengarkan pendapat orang lain dan memahaminya
c. Mendengarkan pendapat orang lain dan memahaminya.
d. Menyatakan pendapat pribadi tanpa mengorbankan perasaan orang
lain.
e. Mencari solusi bersama dan keputusan.
f. Menghargai diri Click toorang
sendiri dan addlainText
dan mampu mengatasi konflik.
g. Menyatakan perasaan pribadi, jujur tetapi hati-hati.
h. Mempertahankan hak diri.
i. Mampu menyatakan perasaan, baik yang menyenangkan maupun
yang tidak menyenangkan dengan cara yang tepat.

50
MENGAPA MENJADI ASERTIF ITU PENTING? ILUSTRASI...

Sudah sekian lama anda bermaksud untuk pulang kampung untuk


menjenguk ibu anda yang sudah tua dan tinggal sendirian di rumah.
Karena kesibukan kantor yang betul-betul sangat padat, niat ini belum
terlaksana. Anda tahu, kampung halaman anda menjadi salah satu target
area kegiatan kantor anda, dan berharap dapat dikirimkan disana untuk
melakukan kegiatan itu. Saatnya untuk menentukan pembagian tugas
perjalanan dinas.Atasan anda menawarkan secara terbuka kepada setiap
anggota tim untuk sepakat menentukan daerah kerja masing-masing
anggota. Anda berharap bisa ditugaskan di kampung anda, namun
karena takut dianggap tidak berani atau tidak sanggup ke tempat lain,
anda kemudian hanya menjawab, “terserah Ibu saja” kepada atasan
anda. Click to add Text
Beberapa orang menyatakan keinginannya dengan beberapa alasan. Ada
satu orang rekan kerja anda yang berminat untuk mengadakan kegiatan
di kampung anda karena belum pernah kesana. Akhirnya, dengan
pertimbangan yang sama yang dikemukan oleh salah satu rekan kerja
anda, anda pun ditempatkan di daerah yang belum pernah anda kunjungi
sebelumnya. Atasan anda berfikir untuk menyenangkan anda dengan
penempatan itu. Padahal dengan tidak terus terang menyatakannya,51
Teknik Komunikasi Asertif
1. Memahami hak pribadi dan orang lain
2. Jujur terhadap apa yang dirasakan
3. Tunjukan image yang positif
4. Pandai membaca keadaan
5. Menahan keinginan ketika dalam situasi
emosional
6. Fokus pada solusi
7. Respek

52
Teknik Komunikasi Asertif

8. Keputusan berlaku asertif


9. Dengarkan
10.Agree to disagree
11.Hindari membuat mereka merasa bersalah
12.Tetap tenang
13.Latih sikap asertif
14.Sabarlah

53
FORMULASI KALIMAT ASERTIF
 
Fokus pada ―saya. Mulailah kalimat asertif anda dengan:
 “Saya tidak ingin anda …”
 “Saya ingin…”
 "Saya senang sekali waktu anda mengatakan…”
 “Saya senang sekali waktu anda melakukan…”
“Waktu kamu melakukan… Saya merasa…”
 “Pendapat saya sedikit berbeda. Saya rasa…”
 “Saya sudah memutuskan untuk tidak…”
 “Saya tidak akan…”
 “Maukah anda…”
“Ya sudah tidak apa-apa. Kita tidak harus sepakat. Ayo
lanjut…”

54
TIPS PRAKTIS KOMUNIKASI ASERTIF

Gunakan “Kalimat Saya”.untuk memfokuskan percakapan pada anda, dan tidak


menyalahkan yang lain.
• “Saya tidak sependapat” bukan “Kamu salah”
• “Saya merasa tidak diperhatikan” bukan “Anda tidak peduli”
• “Saya merasa diperlakukan tidak adil” bukan “Anda sangat tidak adil”
Tolak bila harus menolak. Bila harus menolak, katakan dengan nada yang rendah
sambil tawarkan alternatif. Ini untuk menunjukkan ketulusan anda.
Sampaikan pesan anda ke orang yang bersangkutan, bukan ke orang lain.
Bila anda belum paham, tanya hingga jelas. Jangan berasumsi atau
menginterpretasi apa yang mereka katakan. Bila asumsi
salah, anda akan sangat sedih dan mungkin bereaksi agak keras,
begitupun sebaliknya. Mereka bereaksi keras juga karena karena mereka memang
tidak merasa mengatakan itu, dan ini akan segera akan menjadi konflik.

Hindari pemakaian kalimat yang berlebihan seperti ―Anda selalu… ―Kamu


tidak pernah…, ―Kamu orang yang paling….
Kalimat-kalimat itu tentu tidak benar, maka tidak perlu mengatakan hal seperti itu.
Mereka pasti akan keberatan dan focus percakapan menjadi pribadi mereka bukan
masalah itu sendiri.
55
SPEAKING VS LISTENING
ACTIVE LISTENING
•  

Click to add Text

56
ACTIVE LISTENING

Mendengar untuk
memahami berbeda
dengan mendengar untuk
menjawab lawan bicara

ACTIVE LISTENING
Covey (1997) “kemampuan menyimak sebagai salah satu
keterampilan paling penting yang Anda butuhkan jika Anda
Click to add Text
ingin berkomunikasi secara efektif”

Active listening bukan sekedar mendengar, namun active


listening adalah mendengar dengan seksama untuk
memahami poin pembicaraan atau masalahnya.
57
Click to add Text

58
Click to add Text

59
STRATEGI MENGELOLA KELUHAN
(COMPLAIN HANDLING)

Click to add Text

60
Click to add Text

61
Click to add Text

62
Click to add Text

63
surat, nota dinas, memo, email, KAK,
MOU, telaahan staf, Laporan Kegiatan,
Laporan Kinerja, Bulettin, Newsletter,
Website, Click
SocialtoMedia,
add Text
dokumen hukum
yang bersifat mengikat (Perpres, Permen,
Perlan, Pergub,dsb), surat edaran dll

64
Tips menulis efektif

Just Speak Up Please 65


PUBLIC SPEAKING DAN PRESENTASI
YANG EFEKTIF

66
67
PUBLIC SPEAKING
1. KEGIATAN PENYAMPAIAN PESAN
BERUPA IDE/GAGASAN SECARA ORAL
ATAU LISAN.
2. BENTUK KOMUNIKASI DIMANA
SEORANG PEMBICARA MENGHADAPI
PENDENGAR DALAM JUMLAH YANG
RELATIF BESAR DAN PEMBICARAAN
YANG RELATIF KONTINU.

68
Teknik Public Speaking
• Variasi suara
• Ekspresi wajah
• Kontak Mata
• Bahasa Tubuh

69
Siap untuk Bicara?
Teriak “Saya Bisa Bicara”

70
TUJUAN PUBLIC
SPEAKING
1. Menyampaikan
Informasi kepada
audiens
2. Menghibur audiens
3. Mempengaruhi
audiens

71
MANFAAT PUBLIC SPEAKING

1. Mengurangi ketidaktahuan.
2. Mengurangi tekanan.
3. Memperbaiki hubungan.
4. Memahami permasalahan.
5. Menyelesaikan masalah.

72
FAKTOR PEMBENTUK SPEAKER

3L
• Lahir (Bakat)
• Lingkungan
• Latihan

73
PERSIAPAN PRESENTASI
Hal-hal yang perlu dielaborasi sebagai persiapan melakukan presentasi.

a. Who
 
 Siapa audiens anda? PNS? Pejabat? Staf? Masyarakat umum?
 Apa kebutuhan mereka?
 Berapa banyak yang hadir? Apa latar belakang Pendidikan mereka?
 Siapa saja yang akan berpresentasi selain anda

b. Why
 
 Apa tujuan presentasi anda? Hanya memberi informasi?
Mempengaruhi pemikirannya?
 Mengapa anda diundang?

74
c. What
 
 Topik apa yang akan disampaikan
 Sampaikan apa yang audiens ingin dengar, bukan apa yang
anda tahu.
 Apakah audiens anda ingin mengetahui lebih detail, atau sekedar
overview saja.
 Bila anda diundang, tanyakan topik apa yang mereka inginkan dari
anda secara detail. Apakah anda diundang untuk membantu
menyelesaikan masalah?
 Minta kepada panitia, undangan yang mereka sampaikan ke
audiens. sehingga anda tahu lebih detail apa yang diharapkan dari
anda.
 Peralatan apa yang anda butuhkan. Apakah tersedia di tempat
itu?
 Bila peralatan anda membutuhkan biaya, pastikan siapa yang
menanggung biayanya.

75
d. How
 
 Berapa lama anda diharapkan berpresentasi. Seandainya diberi waktu
30 menit, pastikan dengan penyelenggara, apakah 30 menit itu termasuk
tanya jawab atau tidak.

e. When
 
 Jam berapa acara dimulai.
 Perhitungkan jam kedatangan anda. Apakah sebelum atau bersama
dengan undangan?
 Apakah anda mendapat jam pagi, dimana peserta masih segar.
 Atau anda mendapat jam siang, jam-jam kritis peserta, sehingga anda
perlu strategi untuk membangun kan mereka

 f. Where
 
 Dimana lokasinya?
 Berapa lama mencapai tempat itu?
 Apakah parkir tersedia? Apakah sudah ada jatah parkir?
  76
Membuka Presentasi
1. Memberikan pujian tulus kepada audiens
2. Mengajukan pertanyaan retorikal
3. Mengutip pendapat orang bijak
4. Memberikan pertanyaan misterius
5. Menceritakan lelucon
6. dll

77
SEMUA PRESENTASI WAJIB
MENYAJIKAN

78
79
TIPS PRESENTASI YANG BAIK

 Persiapkan dan kuasai materi dengan baik


 Bayangkan apa yang akan terjadi besok saat
presentasi
 Pada saat presentasi :
- Kontak Mata
- Body Language
- Bahasa
- Intonasi Penyampaian
 Joke
80
Lanjutan…
 Berinteraksi dengan audience
 Buat power point dengan benar dan menarik
 Adakan tanya jawab
 Kesimpulan

81
BAHASA TUBUH
(BAHASA NON-VERBAL)
Ada tiga element penting yang harus diperhatikan saat presentasi

Prof Mehrabian, Visual adalah element yang paling mempengaruhi terhadap suksesnya
presentasi (mata, postur tubuh, gerakan, ekspresi wajah, dan gesture.
82
SUARA DAN KATA-KATA
Suara adalah salah satu element peting dalam presentasi. Suara dapat
menyampaikan energi. Dengar kan suara anda melalui rekaman. Apakah
cukup meyakinkan? 
•Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan kepada topik anda. Itu
semua dapat menular ke audiens.
•Keras kan suara sehingga dapat terdengar ke seluruh ruangan.
Latih mengeluarkan suara dengan diapragma.
•Variasikan kecepata berbicara. Bicara cepat untuk menunjukkan
antusiasme dan bicara pelan untuk menekankan hal penting.
•Jangan membaca
•Gunakan bahasa yang pantas untuk anda dan audien. Bukan
Bahasa perintah, tapi mengajak.
•Hindari istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti audiens.

83
NERVOUS DAN USAHA
MENGALAHKAN DIRI SENDIRI
Gejala-Gejala Tertekan
 Detak jantung semakin cepat
 Lutut gemetar
 Berkeringat
 Suara bergetar
 Pusing
 Kejang perut/mual
 Mata berair
 Lupa materi
 dll

84
PENYEBAB KECEMASAN

1. Pengalaman pertama
2. Suasana baru
3. Merasa menjadi pusat perhatian
4. Merasa berbeda / tidak percaya diri
5. Trauma masa lalu
6. Perasaan tidak siap tampil

85
BAGAIMANA CARA
MENGATASINYA?

1. Mempersiapkan dan melakukan latihan.


2. Mencari pengalaman
3. Melakukan kegiatan fisik.
4. Menganggap demam panggung adalah
POLA PIKIR hal yang wajar.
DAN
CARA PANDANG

86
BAGAIMANA CARA MERAIH
RASA PERCAYA DIRI??

1. Lepaskan rasa sesal


2. Perbaiki Persepsi Diri
3. Jangan takut gagal
4. Penampilan Maksimal
5. Mengingat semua sukses masa
lalu

87
BAHASA TUBUH
• Dalam suasana formal berdiri selalu
lebih baik daripada duduk
• Gunakan tangan untuk memegang
alat bantu
• Berjalan mondar-mandir tidak
dianjurkan

88
MENUTUP PRESENTASI DENGAN
MENGESANKAN
• Membuat ringkasan
• Kutipan
• Pernyataan memotivasi
• Tantangan untuk segera bertindak
• Lelucon yang relevan
• Mengulangi manfaat
• Meminta audiens meneriakkan slogan
tertentu
89
Dalam rangka mengembangkan keterampilan
berkomunikasi baik secara interpersonal
maupun publik, kita perlu memahami
bagaimana keadaan psikologis setiap individu
dan group yang terlibat dalam proses
komunikasi. Hal ini diperlukan agar strategi
komunikasi dan formulasi kalimat dapat
dilakukan dan diterima dengan baik oleh lawan
bicara atau oleh pendengar

90
PENUTUP
• Kemampuan berbicara sangat
penting untuk kehidupan kita.

• Siapa saja bisa menguasai “Public


Speaking”.

• Jika anda sadar tidak dilahirkan


sebagai Speaker, maka berlatih
dan berlatihlah.

91
Just Speak Up Please 92

Anda mungkin juga menyukai