Anda di halaman 1dari 41

NATURE

NATURE
OF INDUSTRY
MANAGERIAL ECONOMICS
Presented by : Kelompok 5
1. Dandiko Galanova 19EKS350011
2. Dinda Riski Permana 19EKS350013
3. Rizka Nurhasanah 19EKS350030
4. Supriyadi 19EKS350032

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


LEARNING OBJECTIVE
LO.1 Menghitung ukuran alternative dari struktur , perilaku, dan kinerja industri,
serta membahas batasannya

LO.2 Menjelaskan contoh-contoh dari Merger Vertical, Horizontal, dan Konglomerat,


serta menjelaskan dasar ekonomi untuk tiap merger

LO.3 Menjelaskan relevansi dari indeks Herfindahl-Hirschman untuk kebijakan


antitrust dalam panduan merger horizontal

LO.4 Menjelaskan paradigm struktur perilaku-kinerja, kritik umpan balik,


dan hubungannya dengan kerangka kerja lima kekuatan

LO.5 mengidentifikasi apakah suatu industry paling tepat dijelaskan sebagai


persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistic, atau oligopoli

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


MARKET STRUCTURE
Mengacu pada Faktor- factor seperti:
 Jumlah Perusahaan yang bersaing dalam satu pasar
 Ukuran relative perusahaan (konsentrasi)
 Kondisi teknologi dan biaya
 Kondisi permintaan
 Mudah atau tidaknya perusahaan untuk masuk atau keluar dari
industri

POINT TO BE NOTED:
“Industri yang berbeda memiliki struktur yang berbeda juga, yang
berefek terhadap Penentuan Keputusan Managerial”

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


FIRM SIZE

Tabel 7-1 Memberikan gambaran


penjualan dari perusahaan di berbagai
industri, dan dapat mengidentifikasikan
bahwa besar kecilnya perusahaan
sangat bervariasi

Ada perbedaan dalam ukuran


perusahaan terbesar dalam tiap
industri

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


INDUSTRY CONCENTRATION
◙ Apakah dalam sebuah industry tersebut terdiri dari banyak
perusahaan kecil, atau hanya terdiri dari sedikit perusahaan besar?
 Akan mempengaruhi tingkat kompetisi di dalam industry tersebut

◙ 2 cara mengukur tingkat konsentrasi sebuah industri:


1) Concentration Ratio ( C4 )
2) Herfindahl-Hirschman Index (HHI)

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


2 cara mengukur tingkat konsentrasi sebuah industry:
1) Concentration Ratio
 Mengukur seberapa banyak total keluaran dalam satu industry yang
dihasilkan oleh perusahaan terbesar dalam industri
 Yang paling umum digunakan adalah Rasio Konsentrasi 4 Perusahaan (C4),
yaitu bagian dari total penjualan industry yang dihasilkan oleh 4 perusahaan
terbesar dalam industry.

 Jika dalam satu industri terdiri dari banyak sekali perusahaan kecil, maka nilai
Rasionya mendekati 0
 Sebaliknya jika industry tersebut hanya terdiri dari 4 atau lebih sedikit
perusahaan yang memproduksi semua keluaran, maka rasionya mendekati 1

Note: semakin ratio mendekati 1, semakin terkonsentrasi industri tersebut

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


2 cara mengukur tingkat konsentrasi sebuah industri:
1) Concentration Ratio
Kita asumsikan S1, S2 , S3, S4 adalah denotasi penjualan 4 perusahaan terbesar dalam industri, dan
ST adalah total penjualan semua perusahaan dalam industry, maka Rasio konsentrasi 4 perusahaan sbb:

Ekuivalennya, Rasio konsentrasi 4 perusahaan merupakan


 𝑪 = 𝑺𝟏 +𝑺 𝟐 +𝑺 𝟑+ 𝑺 𝟒
𝟒
𝑺𝑻 jumlah pangsa pasar (market share) dari keempat perusahaan

  /
+  + /
Contoh: /
Satu Industri dengan 6 perusahaan. Penjualan 4 perusahaan /
masing-masing $10, dan dua sisanya masing-masing $5

Maka ST = $50, Ini berarti 4 perusahaan


Dan C4 = (10+10+10+10) / 50 terbesar dalam industry
= 0,8 menyumbang 80% dari total
keluaran (output)

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


2 cara mengukur tingkat konsentrasi sebuah industry:
2) Herfindahl-Hirschman Index
 Merupakan jumlah dari kuadrat market share perusahaan dalam 1 industry
dikali 10.000 (untuk mengeliminasi nilai desimal)
 Dengan mengkuadratkan market share, indeks ini membobotkan lebih berat
untuk perusahaan dengan market share tinggi
2
𝐻𝐻𝐼=10,000 ∑ 𝑤𝑖
 

 HHI terletak di antara 0 dan 10.000


nilai 0 berarti industry tersebut terdiri dari banyak perusahaan kecil
(kompetisi tinggi), sedangkan HHI yang mendekati 10.000 berarti
semakin kecil kompetisi karena hanya ada beberapa perusahaan
yang menguasai market share di industri tersebut

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


2 cara mengukur tingkat konsentrasi sebuah industri:
2) Herfindahl-Hirschman Index
Contoh:
Ada 3 perusahaan dalam sebuah industri, 2 perusahaan masing-masing memiliki penjualan $10,
Dan 1 perusahaan yang lain memiliki penjualan $30
Maka Penjualan industry Total ST = $50
2 2 2
30 10 10

 
𝐻𝐻𝐼 =10,000
50
+
50 [( ) ( ) ( ) ]
+
50
=4,400

◙ C4 = (30+10+10) / 50 = 1
Ini berarti tiga perusahaan teratas berkontribusi terhadap seluruh penjualan
Di industry tersebut

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


Limitation Of Concentration Measure
1) Pasar Global (Ikut terhitungnya Produsen asing)

Yang sering terjadi adalah cenderung melebih-lebihkan


tingkat konsentrasi sebenarnya dalam industri di mana
sejumlah besar produsen asing berkontribusi di dalam
pasar
Contoh:
Jika dilihat pada tabel 7-2, C4 dari Industri
Pembuatan Bir
Menyumbang 90% penjualan, namun hal
tersebut
Mengabaikan Bir yang diproduksi oleh
banyak produsen
Bir asing terkenal (Meksiko, Kanada, Eropa,
Australia, Asia)
C4 yang berdasar pada bir domestic dan
impor akan menjadi lebih rendah
NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5
Limitation Of Concentration Measure
2) Market Definition (local, regional, atau nasional?)

Pada tabel 7-2, angka-angka yang ada lebih didasarkan pada figure untuk keseluruhan negara
Amerika Serikat. Sementara dalam banyak industryi, pasar yang relevan adalah pasar lokal
dan mungkin hanya dibentuk oleh sedikit perusahaan.
Note: Ketika pasar yang relevan adalah pasar lokal, penggunaan data nasional cenderung
mengurangi level konsentrasi sesungguhnya di pasar lokal

Contoh:
Misal tiap 50 Negara bagian di US hanya memiliki 1 SPBU dengan ukuran yang sama, maka tiap perusahaan
Memiliki market share 1/50. dan C4 = 4/50 = 8%
Angka 8% akan menyatakan bahwa pasar untuk layanan bensin tidak terlalu terkonsentrasi (persaingan
tinggi), padahal bagi konsumen di Negara bagian 1 tidak memungkinkan untuk membeli bensin di 49 Negara
bagian lainnya (pasar yang relevan adalah di pasar lokalnya)
 Perbedaan geografis di antara pasar dapat menyebabkan bias dalam ukuran konsentrasi

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


Limitation Of Concentration Measure
3) Industry Definition and Product Classes
Definisi dari kelas produk yang digunakan untuk mendefinisikan suatu industry juga
mempengaruhi indeks konsentrasi.

Contoh:
Jika kita perhatikan C4 minuman bersoda di tabel 7-2
adalah 52% (angka ini kelihatan cukup rendah jika kita
mempertimbangkan dominasi Coca-Cola dan PepsiCo.

Namun ternyata konsentrasi 52% tersebut didasarkan


pada pengertian minuman bersoda yang lebih luas,
kelas produk yang dipakai US. Bureau of the Census
untuk industry minuman bersoda meliputi minuman
botol kaleng, termasuk birch beer, root beer,
minuman buah, es the, jahe dan lemon.

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


TECHNOLOGY

 Beberapa industri juga berbeda berdasar teknologi yang digunakan untuk


menghasilkan barang atau jasa
 Ada industri yang bersifat padat karya, ada juga yang bersifat sangat
intensive modal (butuh modal besar untuk dapat beroperasional)
 Perusahaan dengan teknologi superior akan memiliki keunggulan
dibandingkan perusahaan lain
 ketika keunggulan teknologi tersebut signifikan, maka perusahaan
berteknologi superior akan mendominasi industri sepenuhnya

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


DEMAND and MARKET CONDITION

◙ Dalam industry dengan permintaan kecil, pasar hanya dapat mempertahankan


sedikit perusahaan, begitu juga sebaliknya.
◙ Informasi yang dapat diakses oleh konsumen akan mempengaruhi keputusan
optimal dari manager perusahaan
◙ Elastisitas permintaan produk cenderung beragam, dan pada umumnya Elastisitas
permintaan produk suatu perusahaan akan berbeda dengan elastisitas pasar produk
Note: Dalam industri dimana banyak perusahaan memproduksi substitusi untuk produk
suatu perusahaan, maka permintaan atas produk perusahaan tertentu akan lebih elastis
daripada permintaan industri keseluruhan

Rothschild Index
Salah satu ukuran elastisitas permintaan produk relative terhadap
perusahaan tunggal

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


DEMAND and MARKET CONDITION
Rothschild Index
Mengukur sensitivitas harga dari suatu kelompok produk sebagai keseluruhan relative terhadap
sensitivitas kuantitas yang diminta oleh suatu perusahaan ,terhadap perubahan harganya

  𝐸𝑇 ET = Elastisitas permintaan total pasar


𝑅= EF = Elastisitas permintaan produk perusahaan tunggal
𝐸𝐹

R mendekati 0
0 R 1 Kuantitas yang diminta untuk produk perusahaan tunggal
Lebih sensitive terhadap kenaikan harga, jika dibanding
Industri secara keseluruhan
R mendekati 0 R mendekati 1 R=1
Perusahaan individu menghadapi kurva permintaan
Yang memiliki sensitivitas sama dengan kurva
Permintaan pasar

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


DEMAND and MARKET CONDITION
Rothschild Index
Pada tabel 7-3, industri tembakau dan kimia memiliki R=1
Artinya perusahaan dalam industry tersebut menghadapi
Kurva permintaan dengan elastisitas permintaan yang
sama persis dengan permintaan industri total

Industri makanan memiliki R = 0,26


Artinya permintaan untuk produk penghasil makanan
tunggal sekitar 4x lebih elastis daripada industri secara
keseluruhan
(kurva permintaan di perusahaan industri makanan
Lebih sensitif terhadap harga daripada
Industri secara keseluruhan)

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


POTENTIAL FOR ENTRY
Beberapa factor yang menjadi hambatan masuk bagi suatu perusahaan ke dalam
suatu industri, seperti:

1) Biaya eksplisit memasuki industri (persyaratan modal)


2) Hak paten
3) Skala ekonomi (beberapa perusahaan tidak mampu memasuki industri, karena
ketidakmampuan menghasilkan volume produksi untuk menutupi biaya rata-rata

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT and PERFORMANCE
Beberapa industri mengenakan biaya markup
CONDUCTS yang lebih tinggi daripada industri lain
• Pricing Behaviour
Beberapa industri lebih rentan terhadap
• Aktivitas Integrasi & Merger merger atau pengambilalihan dari yang lain
• Research & Development
Bervariasinya jumlah yang dihabiskan untuk
• Advertising iklan, penelitian dan pengembangan di
berbagai industri

PERFORMANCE Penting bagi para calon manajer untuk


menyadari bahwa keuntungan dan
• Profit kesejahteraan sosial sangat bervariasi di
• Kesejahteraan Sosial berbagai industri

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT

Pricing Behaviour
Ukuran perbedaan antara harga dan biaya
marjinal sebagai bagian kecil dari harga
produk disebut Lerner Index

Lerner Index
  1
 
𝐿=
𝑃 − 𝑀𝐶
𝑃
OR 𝑃= ( 1− 𝐿)𝑀𝐶

Tabel Lerner Index dan Faktor Markup untuk Beberapa Industri di U.S
Markup factor Lerner Index menyediakan ukuran
P = harga produk
L ≈ 0 → persaingan tinggi seberapa banyak perusahaan dalam
MC = biaya marjinal
L ≈ 1 → persaingan rendah suatu industri akan memberikan nilai
L = indeks Lerner
Dalam suatu industri mark up atau menandai harga mereka di
atas biaya marjinal
Markup yang dibebankan untuk suatu produk akan bervariasi tergantung pada sifat pasar
di mana produk tersebut dijual

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Integrasi & Aktivitas Merger
• Integrasi :
menyatukan sumber daya produktif, terjadi ketika dua atau lebih
perusahaan yang ada melakukan merger menjadi satu perusahaan

• Merger :
Suatu aksi yang dilakukan perusahaan untuk mengurangi biaya transaksi,
mencapai keuntungan dari skala ekonomi dan ruang lingkup, meningkatkan
kekuatan pasar, atau mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar modal

Note : Integrasi dapat terjadi melalui merger

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Jenis Integrasi / Merger dalam
Sudut Pandang Ahli Ekonomi

• Integrasi Vertikal
• Integrasi Horizontal
• Integrasi Konglomerat

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Vertical Integration
• Berbagai macam tahap
dalam produksi dari satu
produk dilakukan dalam
satu perusahaan
• Bertujuan untuk
mengurangi biaya transaksi
dalam memperoleh input
• Contoh: perusahaan baju yang
mulai membuat bahan baku
kainnya sendiri, tidak lagi
hanya mengukur dan menjahit
bahan kain jadi

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT

Horizontal Integration
• Definisi: melakukan merger pada dua atau lebih produk akhir dalam
satu perusahaan
• Alasan utama: untuk menghemat biaya dalam skala dan ruang lingkup
ekonomi serta meningkatkan kekuatan pasar

Contoh Merger

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT

Horizontal Integration
• Pengaruh : penghematan dalam memproduksi barang dan
mengurangi jumlah perusahaan yang bersaing dalam pasar produk
• Cenderung meningkatkan four-firm concentration ratio dan
Herfindahl-Hirschman index (HHI) pada industri
• Jika keuntungan pengurangan biaya relatif lebih kecil dalam meraih
kekuatan pasar, maka pemerintah dapat menentang merger (tertulis
dibawah : Horizontal Merger Guidelines)

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Horizontal Merger Guidelines
Teknik analisis utama, praktik, dan penegakan kebijakan dari Departemen
Kehakiman —Department of Justice (DOJ)— dan Komisi Perdagangan
Federal — the Federal Trade Commission (FTC) — yang biasa disebut
(“the Agencies") di bawah undang-undang antimonopoli federal

The Agencies umumnya mengklasifikasikan pasar ke dalam tiga jenis :


• Unconcentrated Markets (pasar tidak terkonsentrasi): HHI < 1500
• Moderately Concentrated Markets (pasar terkonsentrasi menengah): HHI between
1500 and 2500
• Highly Concentrated Markets (pasar terkonsentrasi tinggi): HHI > 2500

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Horizontal Merger Guidelines
The Agencies menggunakan standar umum berikut untuk pasar terkait yang
telah mereka tetapkan :
• Small Change in Concentration / Perubahan Kecil dalam Konsentrasi
• Unconcentrated Markets / Pasar Tidak Terkonsentrasi
• Moderately Concentrated Markets / Pasar Terkonsentrasi menengah
• Highly Concentrated Markets / Pasar Terkonsentrasi tinggi

Note:
 Jika HHI antara 1,550 dan 2,500 setelah merger, dan merger meningkatkan HHI lebih dari
100, FTC dan DOJ berpotensi menentang merger
 Kelompok Industri dengan HHI melebihi 2,500 dikategorikan “terkonsentrasi tinggi” dan
dilarang untuk melakukan merger horizontal jika setelah merger ini kenaikan HHI nya lebih
dari 200
 Kelompok industri dengan HHI dibawah 1500 setelah merger umumnya dipertimbangkan
sebagai “tidak terkonsentrasi” oleh the Agencies, dan merger horizontal biasanya akan
diizinkan
NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5
CONDUCT
Horizontal Merger Guidelines

• Kondisi lainnya : otoritas antimonopoli terkadang mengizinkan merger


di industri yang memiliki HHI tinggi ketika ada bukti persaingan asing
yang signifikan, teknologi baru yang muncul, atau peningkatan
efisiensi, atau ketika salah satu perusahaan memiliki masalah
keuangan

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT
Merger Konglomerat
• Integrasi dari berbagai lini produk menjadi satu perusahaan
• Seringkali kontraproduktif, menyebabkan setiap perusahaan dapat
kehilangan spesialisasi tanpa mengimbangi sinergi yang menguntungkan
• Contoh merger ini: Walt Disney Company dengan American Broadcasting
Company
• Argument-argumen:
• Dapat menciptakan sinergi melalui peningkatan arus kas untuk produk dengan
permintaan yang terus berputar; menggunakan pasar finansial untuk memperoleh
modal kerja
• Pendapatan yang berasal dari satu lini produk dapat digunakan untuk menghasilkan
modal kerja ketika permintaan untuk produk lain sedang rendah
• Keuntungan keseluruhan dari merger konglomerat dapat melebihi keuntungan
akumulasi dari beberapa perusahaan independen yang dikelola oleh para CEO yang
berbeda dengan asumsi memiliki talent manajerial rata-rata pada umumnya
NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5
CONDUCT
Research and Development (R&D)

• Beberapa perusahaan akan terlibat dalam R&D dan mereka akan


mendapatkan paten dari pengembangan R&D-nya baik untuk
menghasilkan barang atau jasa
• Jumlah optimal yang dihabiskan pada R&D akan bergantung pada
karakteristik industri mana perusahaan tersebut beroperasi

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


CONDUCT

Advertising

Tabel intensitas iklan bervariasi di berbagai perusahaan di


industri yang berbeda

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


PERFORMANCE
PROFIT

• Jumlah sales yang tinggi tidak menjamin perolehan profit-nya tinggi


• Kenapa perusahaan besar tidak selalu menghasilkan keuntungan yang
besar? Ditunggu pendapat teman-teman pembahas ya..

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


PERFORMANCE

Kesejahteraan Sosial

• Kesejahteraan sosial menentukan surplus konsumen dan produsen


yang dihasilkan di pasar
• The Dansby-Willig (DW) performance index mengukur seberapa
besar kesejahteraan sosial akan meningkat jika perusahaan
memperluas hasil produksinya dengan cara yang efisien secara sosial
• Jika DW index → 0 : kesejahteraan sosial dioptimalkan oleh
permintaan dan biaya industri yang diberikan
• DW index > 0 : jika perusahaan memperluas hasil produksinya maka
akan meningkatkan kesejahteraan sosial

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


PERFORMANCE

Kesejahteraan Sosial
Kelompok industri dengan
nilai indeks yang lebih besar
memiliki kinerja yang lebih
buruk dibanding industri
dengan nilai indeks yang lebih
rendah

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


STRUCTURE – CONDUCT – PERFORMANCE
PARADIGM
• Struktur suatu industri mengacu pada faktor-faktor seperti teknologi,
konsentrasi, dan kondisi pasar.
• Conduct / Perilaku mengacu pada bagaimana masing-masing
perusahaan berperilaku di pasar.
• Performance / Kinerja mengacu pada keuntungan yang dihasilkan dan
kesejahteraan sosial

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


Tiga Aspek Industri Yang Terkait Secara
Integral
1) Pandangan Kausal
• Pandangan kausal industri menegaskan bahwa struktur pasar
"menyebabkan" perusahaan berperilaku dengan cara tertentu.

2) Kritik Umpan Balik


•  Menurut kritik penilaian, tidak ada hubungan kausal satu arah antara
struktur, perilaku, dan kinerja. Perilaku perusahaan dapat
mempengaruhi struktur pasar; kinerja pasar dapat memengaruhi
perilaku serta struktur pasar.

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


Tiga Aspek Industri Yang Terkait Secara
Integral
3) Hubungan Antara 5 Kerangka Kerja
Kekuatan Paradigma struktur-perilaku-kinerja dan kritik umpan balik terkait erat dengan kerangka
kerja lima kekuatan yang dibahas dalam Bab 1. Ingatlah bahwa kerangka kerja lima kekuatan
menunjukkan bahwa lima "kekuatan" yang saling terkait mempengaruhi tingkat, pertumbuhan, dan
keberlanjutan keuntungan industri:
a. Entri
b. Kekuatan pemasok bahan baku
c. Kekuatan pembeli
d. Persaingan industry
e. Pengganti dan pelengkap (subtitusi & komplementer)

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5
KARAKTERISTIK PASAR
Note: Pengenalan awal mengenai karakteristik pasar
(detail selengkapnya akan dibahas di bab berikutnya)

1) PERSAINGAN SEMPURNA
 Terdiri atas penjual dan pembeli yang banyak
 Memiliki akses terhadap teknologi yang sama
 Menghasilkan produk yang serupa

• Contoh : Pasar Beras, Pasar Buah, Pasar Sayur dll


Note:
Perusahaan di pasar yang bersaing sempurna tidak memiliki
kekuatan pasar; yaitu, tidak ada perusahaan individu yang memiliki
dampak nyata terhadap harga pasar, kuantitas, atau kualitas produk
yang diproduksi di pasar.
NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5
KARAKTERISTIK PASAR
2) MONOPOLI
 Produsen tunggal dari barang atau jasa
 Dapat mempengaruhi penentu harga
 Promosi iklan kurang diperlukan
Contoh: PLN, KAI, dll

3) PERSAINGAN MONOPOLISTIK
 Terdiri atas jumlah penjual dan pembeli yang banyak
 Terdapat diferensiasi produk
 Produsen harus melakukan promosi atau iklan
Contoh : Didalam pasar monopolistik dapat ditemukan di dalam
kehidupan sehari-hari, seperti sabun, sampo, sepatu, air mineral, DLL

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


KARAKTERISTIK PASAR
4) OLIGOPOLI
 Terdapat sedikit penjual / perusahaan besar yang menguasai pasar
 Harga produk hampir sama
 Harus melakukan strategi promosi agar dapat bertahan di pasar
Adanya ketergantungan laba dengan perusahaan lain di dalam pasar

Contoh : Industri Motor, Mobil, Penerbangan dll

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5


KELOMPOK 5

NATURE OF INDUSTRY – KELOMPOK 5