Anda di halaman 1dari 22

1

3. Peserta dapat melaksanakan


Pembukuan Transaksi
Keuangan (BPKT, BKU, Buku
Bank) didukung dengan bukti
benar

ketentuan
perpajakan

melaksanakan
4. Peserta dapat
TUJUAN SESI
peruntukannya
sesuai dengan
kan bantuan pemerintah
memepertangungjawab
2. Dapat
1. Peserta
memahami tata
kelola keuangan
TATA KELOLA KEUANGAN
3. DOKUMEN
1. PEMANFAATAN DANA 2. PROSES TRANSAKSI PENDUKUNG
(PENDANAAN) PEMBAYARAN

4. PENCATATAN BIAYA 5. PRINSIP PENCATATAN 6. PENGELOMPOKAN


SESUAI KEJADIANNYA PADA SAAT UANG PENGELUARAN
DITERIMA/DIKELUARKAN BERDASARKAN JENIS

6. PELAPORAN/
PENGARSIPAN 7. PERLAKUAN 8. SISA BELANJA/BUNGA
DOKUMEN KEUANGAN PERPAJAKAN ATAS JASA GIRO
TRANSAKSI
Prosedur pengeluaran dana harus dilakukan
secara transparan dan akuntabel:
1. Pengambilan dana harus direncanakan dengan baik
2. Melakukan survey harga minimal 3 toko/suplier bila belanja
diatas 10 Juta
3. Pembayaran belanja barang di sarankan non tunai
4. Setiap transaksi harus di catat dan di dukung dengan bukti yang
otentik

3
DOKUMEN PENDUKUNG
PEMBAYARAN
Bukti Transaksi
1. Hasil Survey Harga
2. Kwitansi
3. Nota Pembayaran dari Toko
4. Rekening Koran
5. Di Otorisasi (tandatangan) Oleh Pihak Yang Berwenang
6. Bukti Transaksi di Bubuhi Materai Cukup sesuai
ketentuan
7. Dokumen Pendukung Lainnya.

4
CONTOH BUKTI PENGELUARAN
No. Jenis Bukti Untuk Membayar Materai Dokumen Pendukung

1 Kwitansi s.d Pembelian barang (bahan, Tidak perlu di Kwitansi di lampiri faktur/nota,
Rp.250.000 alat, ATK DLL) bubuhi materai stempel, tanda tangan, nama terang
yang menerima uang dan nama
orang yang menerima barang
Catatan: Disarankan tidak
menggunakan kwitansi yang di
cetak oleh P2S

2 Kwitansi Pembelian barang (bahan, Materai senilai Kwitansi di lampiri faktur/nota,


>Rp.250.001 s.d alat, ATK DLL) Rp.3.000 stempel, tanda tangan, nama terang
1.000.000 yang menerima uang dan nama
orang yang menerima barang
Catatan: Disaran tidak
menggunakan kwitansi yang di
cetak oleh P2S
BUKTI PENGELUARAN-Lanjutan
No. Jenis Bukti Untuk Membayar Materai Dokumen Pendukung
5. Kwitansi/Daftar Pekerja Harian Tidak perlu Kwitansi/Daftar Upah
Upah Pekerja materai Pekerja: Tandatangan nama
terang penerima upah dan
daftar hadir

6. Pembayaran Upah Kerja Borongan Materai 1. Kwitansi penerimaan


Sistim borongan Rp.6.000 uang dari ketua
kelompok kerja:
2. Progres Pekerjaan dan
daftar penerima serta
tanda terima insentif
pekerja:
3. Surat Perjanjian
borongan bermaterai
Rp.6.000
PRINSIP BIAYA
(HISTORICAL COST)
Pencatatan biaya harus dicatat sesuai
kejadiaannya “sesuai uang yang dibayarkan”,
Contoh:
 Pembelian Barang terima sampai lokasi
(harga barang termasuk ongkos -1 bukti)
 Pembelian Barang tidak sampai lokasi
(bukti pembayaran ke toko dan buti
pembayaran ongkos angkut - 2 bukti)

7
PRINSIP PENCATATAN PENGELUARAN
(CASH BASIS)
Pencatatan pengeluaran harus dilakukan sesuai
dengan kapan uang di terima atau dibayarkan.
 Tidak boleh dilakukan penundaan pencatatan -
harus langsung dicatat (cash basis)
 Tidak boleh melakukan hutang piutang (Acrual
Basis)

8
PENGELOMPOKAN BIAYA
Setiap pengeluaran harus dilakukan
pengelompokan biaya menjadi 4
1. Biaya Bahan - B
2. Biaya Upah - U
3. Biaya Alat - A
4. Biaya Operasional - O

9
PEMBUKUAN
Pembukuan yang digunakan untuk
mencatat seluruh transaksi adalah
pembukuan sederhana:
1. BUKU KAS UMUM
2. BUKU KAS TUNAI
3. BUKU BANK

10
Dalam BKU tidak boleh :

 Ada halaman yang kosong/tidak diisi


 Ada baris yang kosong
 Ada halaman yang dirobek/hilang
 Ada coretan/hapusan/tip-ex jika ada
 kesalahan dilakukan dengan “ mencoret” dengan
dua garis lurus (=== ) dan tulisan sebelumnya
masih kelihatan ( masih terbaca).

11
KETENTUAN PEMBUKUAN

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor


Per-47/PB/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Panatausahaan Dan Penyusunan Laporan
Pertanggungjawaban Bendahara.

Dalam hal pembukuan yang dilakukan dengan


menggunakan komputer bendahara wajib mencetak Buku
Kas Umum dan buku-buku pembantu sekurang-kurangnya
satu kali dalam satu bulan. Penatausahaan hasil cetakan
BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah di
tandatangani bendahara dan ketua

12
BKU harus ditutup setiap akhir bulan.
Namun bila diperlukan sewaktu-waktu dapat
dilakukan.

Kemudian dijumlahkan seluruh penerimaan


dan pengeluaran, sehingga dapat diketahui
saldo/selisihnya

Setelah ditutup diberi penjelasan sebagai


berikut:

13
Pada hari ini …. Tanggal …. Bulan … tahun ….. Buku Kas Umum
ditutup dengan
keadaan/posisi Buku sebagai berikut :

Saldo Buku Kas Umum Rp. ………………..


Terdiri dari :
Saldo Buku Bank : Rp. ……………..
Saldo Buku Kas Tunai : Rp………………
Jumlah Rp……..……………
Perbedaan Rp…..………………

Perbedaan tersebut disebabkan :


1. Pendapatan Jasa Giro Rp…………………
2. Pajak Jasa Giro Rp…………………
3. Biaya Administrasi Bank Rp..……………….

14
PERPAJAKAN
1. PPN
2. PPh 22
3. PPh 21
15
TARIF PPN
(UU PPN No.42/2009 Ps. 7 dan Ps. 8)

10% X Dasar Pengenaan Pajak (DPP)


Jika NILAI TRANSAKSI LEBIH DARI 1JUTA

DPP adalah HARGA JUAL, TIDAK TERMASUK PPN YANG


DIPUNGUT MENURUT UU PPN No.42/2009 Ps.
1 angka 18.

16
PPH 22
Pajak Penghasilan Pasal 22

17
TATA CARA PENYETORAN
PPH PASAL 22
NO URAIAN KETERANGAN

1 Saat Pemungutan PPh Pasal Saat Pembayaran


22
2 Bukti Pemotongan Bukti Potong PPh 22
3 Saat Penyetoran Pada hari yang sama
dengan pelaksanaan
pembayaran
4 Tempat Penyetoran Bank/Kantor Pos
5. Bukti Setoran SSP

18
CONTOH PERHITUNGAN
PPN DAN PPH 22
Harga Barang (DPP) 26.838.800

Pemungutan Pajak (PPN+PPH 22)


Pemungutan PPN 10% dari harga barang 2.683.900
PPh 22 (1,5%) dari PPN 40.300
Jumlah pajak yang dibayar
2.724.200

19
PPH 21
Pajak Penghasilan Pasal 21

20
PPH 21
Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-16/PJ/2016

1. PPh 21 bagi perencana dan pengawas


dikenakan dengan tarif efektif 2,5% dari honor
yang diberikan

2. PPh 21 bagi tenaga kerja tidak tetap (harian


lepas) seperti tukang, dikenakan PPh 21 jika
upah harian diatas Rp.150.0000,-

Continue ……
21
TERIMA KASIH