Anda di halaman 1dari 31

Alqur’an

Oleh:
Nunung Dwi Setiyorini, S.Pd.I., M.Pd.I
10/05/2020
Pendahuluan
Al-Quran merupakan sumber pokok ajaran Islam sebagai petunjuk bagi
manusia (Hudan-linnasi), sebagai pedoman hidup manusia untuk
menuju kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat.
Rasul ketika akan wafat berwasiat bahwa ia tidak meninggalkan wasiat
harta, kecualiyang ia tinggalkan adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, barang
siapa yang berpegang teguh pada kedua sumber tersebut di atas, pasti
tidak akan sesat untuk selama-lamanya.

10/05/2020
Ayat yang pertama kali turun Surah Al-Alaq 1-5 turun di Gua Hira pada
malam Ramadhan (6 Agustus 610).
Wahyu yang ke-2 Surah Al-Muddatstsir 1-10 (isinya menyeru agar
menyampaikan dahwah Islamkepada manusia.
Pada umumnya ulama menetapkan bahwa hari penghabisan turunnya
Al-Qur’an ialah hari Jum’at 9 Zulhijjah bertepatan pada tanggal 10/16
maret 632 yaitu surah Al-Maidah ayat 3. ulama sepakat wahyu terakhir
diturunkan ketika Rasulullah Saw wukuf di padang Arafah untuk
menunaikan ibadah haji yang kemudian terkenal dengan sebutan haji
Wada’ (haji penghabisan)

10/05/2020
Umumnya ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan dari lauh Mahfudz
ke dunia. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang cara menurunkannya di
lauh Mahfudz . Pendapat pertama:
1. Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan sekaligus
ke langit dunia pada malam al-qadar (kemuliaan) lengkap dari ayat pertama
sampai ayat terakhir.
2. Fakhruddin Al-Razi, Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia dalam 23 kali malam
al-qadar. Ayat-ayat yang diturunkan dalam setiap malam al-Qadar ialah ayat-
ayat yang hendak diturunkan pada tahun itu secara berangsur-angsur kepada
Nabi Saw
3. Asy-Sya’bi (tokoh tradisionalisme) yakni Al-Qur’an diturunkan hanya bagian
permulaannya saja pada malam Al-Qadar. Yang lain kemudian diturunkan
sesudah itu secarabertahap dalam berbagai waktu.
Ulama sepakat pendapat pertama yang paling kuat

10/05/2020
CARA TURUNNYA AL-
QUR’AN
Malaikat jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi tanpa
memperlihatkan wujudnya.
Malaikat Jibril menampakkan dirinya kepada Nabi sebagai seorang laki-
laki dan mengucapkan kata-kata kehadapan Rasul
Turun seerti bunyi gemerincing lonceng
Malaikat jibril turun membawa wahuyu dengan menampakkan
wujudnya yang asli (QS. Al-Najm 13, 14)

10/05/2020
Pengertian Al-Qur’an Secara Etimologis
Allah Swt memilih beberapa nama bagi wahyu-Nya, yang berbeda sekali
dari bahasa yang biasa digunakan masyarakat Arab untuk penamaan
sesuatu, Nama-nama itu mengandung makna yang berbias dan memiliki
akar kata. Di antara beberapa nama itu yang paling terkenal ialah al-Kitab
dan al-Qur'an.
Adapun penamaan wahyu itu dengan Al-qur'an memberikan pengertian
bahwa wahyu itu tersimpan di dalam dada manusia mengingat nama al-
ْ ))‫را – ق)ي‬
Qur'an sendiri berasal dari kata ‫را – ق))راءة‬ ْ ))‫ ق‬.Qara'a , yaqra'u ,
qira'atan yang artinya adalah bacaan atau yang dibaca.dan didalam kata
qira'ah terkandung makna : agar selalu di ingat.

10/05/2020
Pengertian Al-Qur’an Secara
Terminologis
Para ulama dalam memberikan definisi Al-Qur'an sangatlah beragam sesuai
sudut pandang masing masing diantaranya :
1. Manna' Al-qaththan: “Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW, dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala“
2. Al-Jurjani: “Yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, ditulis dalam mushaf,
dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan“.
3. Abu Syahbah: “Kitab Allah yang diturunkan baik lafadz maupun maknanya
kepada Nabi terakhir, Muhammad SAW, diriwayatkan secara mutawatir,
yakni dengan penuh kepastian dan keyakinan, serta ditulis pada mushaf,
mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai akhir surat an-Nas.
4. Ulama usul Fiqih dan Fiqih: “Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad, lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya
mempunyai nilai ibadah, diturunkan secara mutawatir, dan ditulis pada
mushaf, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas.

10/05/2020
Nama-nama Al-Qur’an
Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., tidak hanya dinamakan
al-Qur'an, tetapi juga memiliki beberapa nama:
Al-Qur'an: (disebut dalam al-Qur'an 58 kali). Dinamai al-Qur'an karena ia dibaca.
Al-Kitab (disebut dalam al-Qur'an 261 kali). Dinamai dengan al-kitab karena ia ditulis
Al-Furqan (disebut dalam al-Qur'an 7 kali). Dinamai dengan al-Furqan karena ia
membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Adz-Dzikr (disebut dalam al-Qur'an 24 kali). Dinamai dengan adz-Dzikr karena ia
adalah suatu peringatan dari Allah yang diturunkan kepada manusia.
As-Syifa yang berarti penyembuh nurani
Al-Huda yang berarti petunjuk hidup
Al-Hikmah yang berarti hikmah atau kebijakan
Al-Haqq yang berarti kebenaran Ilahi yang mutlak sempurna

10/05/2020
Sifat Al-Qur’an
Nur (Cahaya). Firman Allah surat an-Nisa 174 :
Hudan (petunjuk), Syifa (obat), Rahmat, Mau’idhoh. Yunus 57:
Mubarak (yang diberkati). Firman Allah surat Al-An’am 92:
Mubin (yang menerangkan). Firman Allah surat Al-Maidah ayat 15:
Busyro (khabar gembira). Firman Allah surat Al-Baqarah ayat 97
Aziz (yang mulia). Firman Allah surat Fushshilat ayat 41
Majid (yang dihormati). Firman Allah surat Al-Buruuj ayat 19-20
Basyir (pembawa khabar gembira) dan Nadzir (pemebawa peringatan).
Firman Allah surat Fushshilat ayat 3-4

10/05/2020
Isi Pokok dalam Al-Qur’an
Aqidah
Syari’ah (ibadah dan muamalah)
Akhlak
Kisah-kisah lampau
Berita-berita yang akan datang
Pengetahuan-pengetahuan Illahi

10/05/2020
Lanjutan...
Al-Qur’an terdiri dari 114 surah; surah terdiri dari ayat-ayat; terdiri atas
6247 ayat/ 6360 ayat (bila setiap Bismillah pada awal setiap surah kita
hitung)
Terdiri dari 30 juz
Terbagi dari: 1) surah Makiyah (surah-surah yang dinuzulkan kepada
Nabi Muhammad pada periode di Mekkah al-Mukaromah yaitu sejak
tahun 13 sebelum hijrah sampai tahun-tahun terakhir menjelang
hijrah). 2) surah Madaniyah (yakni surah yang diwahyukan kepada Nabi
Muhammad pada masa ia berada di Madinah al-Munawarah sejak 3
tahun pertama hijrah sampai dengan akhir hayat belian tahun 11 Hijrah.

10/05/2020
Pengkodifikasian Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan dalam jangka waktu 23 tahun, tepatnya 22 tahun, 2
bulan, 22 hari, 13ntahun di Mekkah, dan 10 tahun di Madinah.
Ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah sebelum hijrah dinamakan ayat
Makiyah.
Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah disebut ayat Madaniyah. Ada sebanyak
11/30 (1.456 ayat)
Ayat Makiyah pada umumnya pendek-pendek, dan yang Madinah panjang-
panjang. Ada sebanyak 19/30 dari isi Al-Qur’an (4.780 ayat).

10/05/2020
Lanjutan...
Pada masa Abu Bakar As-Shiddiq, Al-Qur’an telah dapat dikumpulkan
delam satu mushaf tersendiri, atas inisiatif Umar bin Khatab, Abu Bakar
menugaskan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan dan menyusun Al-
Qur’an yang tertulis pada kepingan-kepingan tulang, batu,kulit dll.
Dengan dibantu oleh beberapa sahabat penghafal Al-Qur’an, antara lain
Ubaybin Ka’ab, Ali bin Abi Thalib, dan Usman bin Affan, makatersusunlah
satu mushaf pertama yang utuh.
Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan terjadilah penyalinan
kembali dan penggandaan, dibuat sebanyak 4 eksemplar dan dibagikan
ke Kuffah, Mekkah, Basyrah, dan Syam (Syiria). Sedang yang asli tetap
dipengang oleh Utsman bin Affan.

10/05/2020
Kelebihan Al-Qur’an atas
Kitab-kitab Lainnya
1. Dari segi bahasa dan bahasanya, Al-Qur’an mempunyai kehebatan yang tak ada
tandingannya di dunia ini, keserasian dan keindahan bahasanya, keseimbangan kata-
kata dan kalimatnya, dan keserasian kata dan maknanya bukan saja memberikan irama
tertentu tapi juga menimbulkan keindahan dankedalaman makna multi dimensi.
2. Al-Qur’an kadang-kadang berbicara tentang peristiwa yang belum terjadi.
3. Al-Qur’an banyak berbicara tentang alam dan fenimenanya.
4. Al-Qur’an diturunkan untuk semua ummat manusia.
5. Naskah yang asli sampai saat ini masih ada dan terpelihara secara suci dari
perubahan/ penyelewengan tangan-tangan manusia.
6. Kandungan Al-Qur’anmncakup pokok-pokok ajaran kitan suci yang lain terutama Injil,
Taurat, dan Zabur, serta meluruskan kitab-kitab sebelumnya.
7. Di dalam Al-Qiran tidak dijumpai sesuatupun yang bertentangan dengan akal/ tidak
sesuai dengan kenyataan alamiah/menyesatkan.

10/05/2020
Kandungan Al-Qur’an
Kedudukan Alquran sebagai sumber utama dan pertama bagi
penetapan hukum.

Selain itu juga kedudukan Al-quran sebagai sumber utama atau


pokok hukum Islam, berarti Al quran itu menjadi sumber dari
disegala sumber.

10/05/2020
Kemukjizatan Al-Qur’an
Al-Qur’an turun di zaman mutakhir dan memiliki elastisitas. Bersifat holistik dan
universal (shālihun likulli zamānin wa makānin).

Elastisitas Al-Qur’an terletak pada penafsiran ayatnya. Memiliki banyak arti, terdiri
dari kalimat musytarak. Simbol, nama surat, urutan ayat dsb juga memiliki banyak
interpretasi.

Al-Qur’an memiliki redaksi dan kata yang mudah dimengerti. Meski begitu,
memiliki hikmah. Termasuk diantaranya, ungkapan kebahagiaan (Al-Jannah) dan
penderitaan (an-Nār) yang bersifat simbolik dan indrawi, sehingga orang yang sangat
awampun dapat memahaminya. Ini adalah mu’jizat abadi yang bersifat inhern.

Kemujizatan yang bersifat inhern, terus menerus ditemukan oleh para ahli yang
mendalaminya dari berbagai sudut keilmuan. Kesehatan, genetika, geologi,
matematika, antariksa, dll, termasuk di dalamnya,informatika.

10/05/2020
HIKMAH DITURUNKAN
AL-QUR’AN
Untuk meneguhkan hati Rasulullah Saw
Lebih mudah dimengerti dan diamalkan oleh pengikut-pengikut
Rasulullah Saw
Diantara ayat-ayat itu ada yang merupakan jawaban dan penjelas dari
suatu pernyataan/ masalah yang diajukan kepada Nabi Saw sesuai
dengan keperluan
Hukum-hukum Allah mudah diterapkan
Memudahkan penghafalan

10/05/2020
REALITA UMAT
8000 siswa SD adalah merupakan korban narkoba (Tabloit jumat Koran Republika 7 des 07 ) 17. 355. kasus narkoba, sebagaiman
catatan BNN pada tahun 2004 . Apalagi 2007 15 ribu / tahun nyawa hilang = per-hari 40 orang meninggal ( Menpora 2008 ). Indeks
Persepsi Korupsi rangking ke 7 diantara 163 negara [Transparancy Internasional] Kasus kekerasan pada anak mencapai 13,5 juta
kasus [Komnas Perlindungan anak ). Jumlah HIV dan AIDS di Indonesia: 21413 dengan kematian: 3197 (depkes, 2008) Jumlah
penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15
persen). (BPS 2009).

Belum lagi berbagai MUSIBAH dan KRISIS MULTIDEMENSI

Jika memperhatikan keadaan umat Islam, akan kita dapati berbagai


indikasi kemerosotan dalam hampir seluruh aspek kehidupan, baik
akidah, ibadah, ataupun moralitas. Fenomena kemusyrikan terjadi di
mana-mana. Di antara yang paling menonjol adalah praktik perdukunan.
Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan aliran-aliran sesat yang
memanfaatkan kebodohan umat.
10/05/2020
Siapa yang salah?

10/05/2020
Masalah Besar Kita
-Tidak bisa baca
-Bisa baca tidak paham
-Paham tidak mau mengamalkan
-Mengamalkan tapi salah kaprah

10/05/2020
Kenapa Harus Baca Al-Qur’an?
Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur`an dan
mengajarakannya". (HR: Bukhori, Turmudzi, Abu Dawud).

Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang m`min yang membaca al-Qur`an adalah


seperti buah Utrujah (semacam Apel); baunya wangi dan enak rasanya. Dan orang mu`min
yng tidak mau membaca al-Qur`an, bagaikan buah kurma; tidak berbau tapi enak rasanya.
Adapun orang munafiq yang mau membaca al-Qur`an seperti buah Raihanah; enak
baunya tapi pahit rasanya. Dan orang munafiq yang tidak mau membaca al-Qur`an bagai
Handholah; tidak berbau dan pahit rasanya. (HR: Bukhori Muslim Turmudzi Nasai dan
Abu Dawud).

Rasulullah bersabda: “Bacalah al-Qur`an sesunggunya ia di hari Qiyamat bisa mensyafaati


pembacanya ” (HR Muslim).
10/05/2020
Pentingnya Generasi Al-
Qur’an
Menghindarkan anak dari kegilaan waktu kecil.
Cepat lebih dewasa.
Menambah cerdas.
Bekal dewasa
Berkah dalam hidupnya
Anak sholeh memberi syafaat
Cerita anak mesir hafal al-quran
Cerita di sudan anak penghafal al-Qur`an

10/05/2020
Istilah Tafsir Al-Qur-an
Terdapat beberapa istilah teknis terkait upaya memahami makna
dan kandungan al-Qur’an, yaitu: Bayan, Tafsir, Takwil, dan Tadabbur.
Meskipun istilah yang paling paling populer digunakan ialah Tafsir.
Istilah tafsir secara umum , setidaknya mengandung tiga makna, yaitu:
Upaya memahami makna dan kandungan al-Qur’an;
Ilmu yang digunakan untuk memahami makna dan kandungan;
Hasil-hasil pemahaman terhadap makna dan kandungan al-Qur’an.

10/05/2020
Langkah-langkah Penafsiran
al-Qur’an:
1. Terjemah
2. Mencari Penjelasan Ayat dari hadis Nabi
3. Memahami kaedah-kaedah bahasa Arab dan makna kosakata dari
ayat yang ditafsirkan
4. Memahami asbab nuzul (sebab turunnya)
5. Memahami munasabah (hubungan ayat)

10/05/2020
Langkah-langkah Penafsiran
al-Qur’an:
1. Terjemah
Langkah awal yang dapat ditempuh untuk memahami makna dan
kandungan al-Qur’an adalah melalui terjemahan ke dalam bahasa yang
dipahami seseorang, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan
memahami bahasa Arab. Meskipun terjemahan itu sendiri memiliki
keterbatasan, apalagi hasil terjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa lain,
samasekali tidak dapat disejajarkan dengan al-Qur’an. Terjemah adalah
pengalihan lafal dari satu bahasa ke dalam lafal-lafal dalam bahasa lain.

10/05/2020
Secara umum, dikenal dua macam terjemah, yaitu:
a.Terjemah lafdziyah; b. Terjemah maknawiyah atau terjemah
adalah bentuk penerjemahan yang berusaha tafsiriyah;
mengalihkan lafal-lafal dari suatu bahasa ke yaitu model terjemahan yang berusaha
dalam lafal-lafal yang serupa dalam bahasa lain, menjelaskan makna pembicaraan dari suatu
yang secara umum susunan dan tertib bahasa bahasa ke dalam bahasa lain sedemikian rupa
kedua sesuai dengan susunan dan tertib tanpa terikat dengan tertib lafal-lafal atau
bahasa pertama. Model terjemahan lafdziyah susunan kalimat bahasa asal dengan tertib
ini secara umum menunjukkan bahwa lafal dan susunan kalimat bahasa kedua.
penerjemahnya sangat jujur sehingga berusaha
Model penerjemahan maknawiyah atau
sedemikian rupa untuk menyesuaikan lafal-lafal
yang diterjemahkan, tetapi tujuan dari tafsiriyah ini menunjukkan bahwa
penerjemahan itu secara umum sulit tercapai, penerjemahnya berfokus pada upaya
karena setiap lafal dari suatu bahasa tertentu pengalihan makna lafal dari suatu bahasa ke
memiliki makna yang sangat terkait dengan dalam makna lafal dalam bahasa lain,
kultur masyarakat pengguna bahasa tersebut. sehingga susunan lafal dan kalimat dalam
Karena itu tidak mudah mencari padanan kata bahasa pertama terkadang tidak selalu sesuai
dari suatu bahasa ke dalam bahasa lain, yang dengan susunan lafal dan kalimat dalam
memiliki kesamaan secara keseluruhan dari bahasa kedua.
aspek makna yang kandungannya.

10/05/2020
2. Mencari Penjelasan Ayat
dari hadis Nabi.
Nabi Muhammad saw. sebagai penerima wahyu
memperoleh kewenangan untuk menjelaskan kandungan
al-Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam surah al-Nahl ayat 44:

Yang artinya :
Dan Kami turunkan kepadamu al- Qur’an, agar kamu
menerangkan pada umat manusia apa yang telah
diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka
memikirkan.

10/05/2020
3. Memahami kaedah-kaedah bahasa Arab dan
makna kosakata dari ayat yang ditafsirkan.
Al-Qur’an diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw. dengan
berbahasa Arab, seperti dijelaskan dalam surah Yusuf ayat 2:

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur’an dengan berbahasa


Arab, agar kamu memahaminya.

Ayat di atas memberikan isyarat tentang keniscayaan memahami bahasa


Arab untuk berinteraksi dan memahami makna dan kandungan al-Qur’an.

10/05/2020
4. Memahami asbab nuzul
(sebab turunnya)
Ayat, jika ayat yang ditafsirkan
mempunyai sebab nuzul. Pengetahuan
tentang sebab nuzul ayat, akan
membantu memahami makna dan
kandungan ayat serta mencegah
kemungkinan salah paham akibat tidak
memhami sebab nuzul ayat yang
ditafsirkan. 

10/05/2020
5. Memahami munasabah
(hubungan ayat)
Al-Qur’an yang terdiri atas lafal-lafal,
ayat dan surah, laksana mata rantai,
antara satu ayat dengan ayat sebelum
dan sesudahnya mempunyai kaitan yang
tidak terpisahkan. Karena itu penafsiran
terhadap satu ayat tidak dipisahkan
dengan ayat sebelum dan sesudahnya.

10/05/2020
Al-Qur’an sebagai Kalamullah, ajaran-ajaran yang tercantum di dalamnya,
diyakini oleh umat Islam, selalu relevan untuk dijadikan tuntunan pada setiap
waktu dan tempat (shălih li kulli zamăn wa makăn).
Sebagai kitab hidayah, al-Qur’an menjadi kitab suci yang mencakup
berbagai aspek (hammălatan lil wujûh), meskipun petunjuk yang terdapat di
dalamnya pada umumnya hanya diungkapkan prinsip-prinsip pokoknya saja.
Petunjuk al-Qur’an yang bersifat shălih li kulli zamăn wa makăn dan
hammălatan lil wujûh, meniscayakan untuk terus menerus mencari dan
melakukan penafsiran sehingga al-Qur’an tetap menjadi bagi persoalan umat
dalam berbagai aspeknya.

10/05/2020