Anda di halaman 1dari 27

 Alat/media komunikasi

Fungsi Bahasa:
 Alat/media mengekspresikan diri
 Alat integrasi dan adaptasi sosial
 Alat kontrol sosial/pengawasan
 Alat untuk berpikir atau merumuskan
konsep
 Cara berkomunikasi: lisan atau tertulis.
 Cara pandang penutur terhadap mitra
komunikasinya: dialek, terpelajar, resmi, atau
tak resmi.
 Topik yang dibicarakan: hukum, bisnis, politik,
komputer, dll.
KEUNGGULAN KELEMAHAN

 Berlangsung cepat  Tidak selalu mempunyai


 Dapat dilakukan tanpa alat bukti otentik
bantu  Dasar hukumnya lemah
 Kesalahan dapat langsung  Sulit disajikan secara
dikoreksi
matang/bersih
 Dapat dibantu dengan gerak
tubuh dan mimik muka
 Mudah dimanipulasi
Komunikasi Tertulis

Keunggulan Kelemahan
 Mempunyai bukti otentik  Berlangsung lambat
 Dasar hukumnya kuat  Memakai alat bantu
 Dapat disajikan lebih  Kesalahan tidak dapat
matang/bersih langsung dikoreksi
 Sulit dimanipulasi  Tidak dapat dibantu
dengan gerak tubuh dan
mimik muka
Ragam Tak Resmi Lisan Ragam Resmi Lisan
 Berbicara sehari-hari  Berceramah
 Bergunjing  Berpidato
 Mengobrol  Berdiskusi
 Mempresentasikan sesuatu

Ragam Tak Resmi Tulis Ragam Resmi Tulis


 Menulis surat kepada  Menulis surat resmi
kerabat, teman, pacar, dll.  Menulis makalah, artikel,
 Menulis catatan harian proposal, laporan, tugas
akhir, dll.
Ejaan yang Disempurnakan

Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah


pelambangan bunyi bahasa, pemisahan,
penggabungan, dan penulisannya dalam suatu
bahasa.
Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan
bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan
tanda baca sebagai sarananya.
Perubahan Huruf dalam Ejaan Bahasa
Indonesia
Ejaan Van Ejaan Republik (Ejaan Ejaan yang
Ophuijsen Soewandi) Disempurnakan (EYD)
(1901 – 1947) (1947 – 1972) (16 Agustus 1972 )

khoesoes chusus khusus


Djoem’at Djum’at Jumat
ja’ni jakni yakni
pajoeng pajung payung
tjoetjoe tjutju cucu
soenji sunji sunyi
 Pemakaian huruf
 Penulisan huruf
 Penulisan kata
 Penulisan unsur
 Pemakaian tanda baca

(pungtuasi)
Membicarakan bagian-bagian
dasar suatu bahasa, yaitu:
 Huruf kapital
 Vokal (5 + diftong)
 Konsonan (21 + diagraf)
 Pemenggalan
 Nama diri
Pemenggalan

 Jika di tengah kata ada huruf vokal beruntun,


pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf
vokal itu (kecuali diftong).
Contoh: di-a do-a ta-at
pu-lau ra-mai se-poi
 Jika di tengah kata ada konsonan, pemenggalan
dilakukan sebelum huruf konsonan itu.
Contoh: ta-wa ka-wan ca-tur
 Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang
berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua
huruf konsonan itu.
Contoh: ap-ril swas-ta han-dal
Pemenggalan
Jika di tengah kata ada tiga buah atau lebih huruf
konsonan, pemenggalan di antara huruf konsonan
pertama dan konsonan kedua.
Contoh: ab-sor-bsi kon-klu-si ins-truk-si
Imbuhan yang berupa awalan dan akhiran, termasuk
awalan yang mengalami perubahan bentuk serta
partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata
yang diimbuhinya, dapat dipenggal/dipisah.
Contoh: mem-ba-ha-gia-kan per-bu-ruh-an
ba-ca-lah
Nama diri

Penulisan nama diri (nama jalan, sungai, gunung, kota,


dan nama lainnya) harus mengikuti EYD, kecuali jika ada
pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat,
hukum, atau sejarah.
Contoh pemakaian biasa:
Rumahnya di Jalan Pajajaran No. 5.
Ia berkantor di Jalan Budi Utomo.
 
Contoh pemakaian dengan pertimbangan
khusus:
Ayahku dosen di Universitas Padjadjaran Bandung.
Perkumpulan Boedi Oetomo dibentuk pada tahun 1908.
Huruf Kapital atau Huruf Besar
 Huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh: Kami menggunakan barang produksi dalam
negeri.
 Huruf pertama petikan langsung.
Contoh: Adik bertanya, “Kapan kita ke Taman Safari?”
 Huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan
dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contoh: Allah, Yang Mahakuasa, Islam, Kristen, Quran,
Alkitab, Tripitaka, Weda.
Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar
kepada hamba-Nya.
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang
Engkau beri rahmat.
Huruf Kapital atau Huruf Besar
 Hurufpertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan,
dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh: Haji Agus Salim, Imam Syafii, Raden Wijaya.

 Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang


diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh: Presiden Yudhoyono, Menteri Pendidikan
Nasional, Gubernur Bali
Profesor Supomo, Sekretaris Jenderal Deplu
Huruf Kapital atau Huruf Besar

 Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf


pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak
diikuti nama orang, nama instansi, atau nama
tempat.
Contoh: Siapakah gubernur yang baru dilantik?
Kapten Amir telah naik pangkat
menjadi mayor.
Keponakan saya bercita-cita menjadi
presiden.
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Huruf pertama unsur-unsur nama orang
Contoh: Maulana Akbar
Kemala Hayati
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
pertama nama orang yang digunakan sebagai
nama jenis atau satuan ukuran.
Contoh: mesin diesel
10 watt
2 ampere
5 volt
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,
dan bahasa. Perlu diingat, pada posisi tengah kalimat, yang dituliskan
dengan huruf kapital hanya huruf pertama nama bangsa, nama suku,
dan nama bahasa; sedangkan huruf pertama kata bangsa, suku, dan
bahasa dituliskan dengan huruf kecil.

 Salah:  Benar:
 Dalam hal ini Bangsa  Dalam hal ini bangsa
Indonesia seharusnya … Indonesia seharusnya …
 … tempat bermukim Suku  … tempat bermukim suku
Melayu sejak … Melayu sejak …
 … memakai Bahasa Spanyol  … memakai bahasa Spanyol
sebagai … sebagai …
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf
pertama nama bangsa, suku, dan bahasa
yang dipakai sebagai bentuk dasar kata
turunan.
Contoh:
keinggris-inggrisan
menjawakan bahasa Indonesia
Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama nama tahun, bulan, hari, hari
raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh: tahun Saka
bulan Maret
hari Jumat
hari Natal
Perang Diponegoro
 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama
khas dalam geografi.
Contoh: Teluk Jakarta
Gunung Semeru
Danau Toba
Selat Sunda
 Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama
nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.
Contoh: garam inggris
gula jawa
soto madura
 Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama semua unsur nama negara, nama
resmi badan/lembaga pemerintahan dan
ketatanegaraan, serta nama dokumen
resmi.
Contoh:
Departemen Pendidikan Nasional RI
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Undang-Undang Dasar 1945
Huruf Kapital atau Huruf Besar

 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama


setiap unsur bentuk ulang sempurna pada
nama badan/lembaga.
Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
Huruf Kapital atau Huruf Besar
 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua
kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna)
dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar,
dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke,
dari, dan, dalam, untuk yang terletak pada posisi
awal.
Contoh:
Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain
ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia agen surat kabar Suara Pembaruan.
Ia menulis makalah “Fungsi Persuasif dalam
Bahasa Iklan Media Elektronik”
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak,
ibu, saudara, kakak, adik, paman, yang dipakai
dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh:
“Kapan Bapak berangkat?” tanya Nining.
Para ibu mengunjungi Ibu Budi.
Surat Saudara sudah saya terima.
 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh: Dr. M.M. Jend. Sdr.
 Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
ganti Anda.
Contoh:
Apakah kegemaran Anda?
Usulan Anda telah kami terima.
 Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang
dikutip dalam karangan.
Contoh: majalah Gatra
tabloid Nova
surat kabar Kompas
 Menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau
kelompok kata.
Contoh: Dia bukan menipu, melainkan ditipu.
Bab ini hanya membahas penulisan huruf kapital.
.
 Menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing,
kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
Contoh:
Nama ilmiah padi adalah Oriza sativa.
Politik devide et impera pernah digunakan penjajah
untuk menguasai daerah ini.