Anda di halaman 1dari 13

PELAPORAN HASIL

KRITIS
Nilai kritis pemeriksaan kimia Newborn
No Pemeriksan Satuan Batasan bawah Batasan atas Sample

1 Bilirubin Mg/dl - 15 Serum/plasma

2 Glukosa Mg/dl 30 32.5 Serum/plasma

3 Potasium Mmol/dl 2.8 7.8 Serum/plasma

Nilai kritis pemeriksaan kimia Anak


No Pemeriksan Satuan Batasan bawah Batasan atas Sample

1 Glukosa Mg/dl 46 445 Serum/plasma

2 Laktat Mmol/dl - 4.1 Plasma

3 Bilirubin Total Mg/dl - 20


Nilai kritis pemeriksaan kimia Dewasa

No Pemeriksan Satuan Batasan bawah Batasan atas Sample

1 Laktat Mmol/dl - 3.4 Serum/plas


ma
2 Potasium/Kalium Mmol/dl 2.8 6.2 Plasma

Nilai kritis pemeriksaan laboratorium hematologi

No Pemeriksan Satuan Batasan bawah Batasan atas

1 Hemoglobin dewasa g/dl 5 20

2 Hemoglobin bayi baru lahir g/dl 5 25

3 Hematokrit % 20 60

4 WBC /µL 1.000 50.000

5 Platelet /µL 20.000 800.000

6 INR - 5
No Jenis Pemeriksaan Nilai Kritis Keterangan

1 Hemoglobin Dewasa : <8 gr/dl atau >18 gr/dl


 
Anak : <10 gr/dl atau >15 gr/dl

2 Leukosit <1000/µl atau >50000/µl


 
3 Trombosit Dewasa : <100.000/µl atau >800000/ µl  Khusus non DHF
Anak : <100.000/µl atau >400000/ µl

4 Gula Darah Dewasa : <45 mg/dl atau >400 mg/dl  Belum bisa dilakukan
<1 bln : <44 mg/dl
operasi
>1 bln : <65 mg/dl atau >200 mg/dl
 Belum bisa dilakukan
SMF Mata : > 200 mg/dl

 
pencabutan gigi

SMF Gigi : ≥ 200 mg/dl

5 Albumin Dewasa : <3.0 gr/dl  


SMF Anestesi : ≤2.0 gr/dl
 Non operatif
≤2.5 gr/dl
 Operatif
6 Elektrolit  Dewasa : <125 mmol/l atau >160  

 Natrium mmol/l

  Anak : <125 mmol/l atau >155 mmol/l

 Kalium  Dewasa : <2.5 mmol/l atau >6.0 mmol/l

  Anak : <2.5 mmol/l atau >5.0 mmol/l

 Calcium  <7 gr/dl atau >12 gr/dl

7 Analisa Gas Darah  <7.25 atau > 7.50 Hasil AGD harus

 pH  <50.0 mmHg sudah dilaporkan

 pO2  >50.0 mmHg segera setelah hasil

 pCO2  >- 10 mmol/l keluar dari alat.

 BE

8 Troponin I Positif  
No Jenis Pemeriksaan Nilai Kritis Keterangan

9. CKMB Nilai >2x batas nilai normal  

10. APTT Dewasa : > 100 detik dan APTT khusus  

pasien yang sedang diheparinisasi

Anak : 25 – 75 detik

11. INR Dewasa : > 5 Anak : > 2  

12. Analisis LCS Harus segera dikerjakan dan dilaporkan  

( khusus jumlah sel )


Nilai kritis pemeriksaan Radiologi
AREA ANATOMI KONDISI KATEGORI KRITIS

Sistem Saraf Pucat Perdarahan serebral / hematoma

Tumor otak (efek massa)

Stroke akut

Fraktur depresi pada tengkorak

Fraktur tulang belakang servikal

Kompresi sumsum tulang belakang

Leher Epiglotitis

Diseksi arteri karotis

Critical carotid stenosis

Dada Tension pneumothoraks

Diseksi aorta

Emboli paru

Aneurisma pecah atau impending rupture

Emfisema mediastinum/Pneumomediastinum
Abdomen Udara bebas di Abdomen

Ischemic bowel

Appendicitis

Emboli vena porta

Volvulus

Perlukaan organ dalam traumatik

Perdarahan retroperitoneal

Obstruksi usus

Urogenital Kehamilan ektopik

Abruptio placenta

Placenta previa menjelang aterm

Torsio testis atau ovarium

Kematian fetus

Vaskular DVT atau oklusi vaskular

Umum Kesalahan lokasi pemasangan selang/infus (misal : selang makan pada


saluran nafas)
Nilai hasil kritis Kardiologi

TEST KATEGORI KONDISI MERAH (BAHAYA)


(Peringatan dalam waktu 1 jam)

EKG Segmen ST elevasi akut, gelombang berdekatan 1 mm atau lebih dari


2 mm

Segmen ST depresi akut, gelombang berdekatan 2 mm atau lebih

High grade AV blok (tanpa alat pacu jantung)

Torsades des point

EKG Dewasa Tamponade

Acute VSD s/p MI

Diseksi aorta

Obstruksi (penggumpalan) katup jantung prostetik

Pseudoaneurism

Ruptur otot papilaris, s/p MI


Test toleransi latihan Hasil test yang sangat positif dari tahap pertama protokol Bruce.
dewasa Sangat positif dapat di definisikan oleh tanda ST depresi atau ST
elevasi

Hipotensi besar saat tes latihan

Ektopi ventrikular pada setiap tahap tes latihan

Bradikardi terkait sinus atau berhubungan dengan AV blok sesaat


setelah latihan

Hipotensi simptomatik dengan atau tanpa aritmia selama atau saat


menyelesaikan latihan

Apapun abnormalitas lain dari pendapat kardiolog adalah hasil tes


kritis (hasil tes mengindikasi ancaman kondisi yang membutuhkan
intervensi medis segera
Mekanisme pelaporan hasil kritis sebagai berikut :
 15 menit pertama : harus segera melaporkan pada DPJP, bila belum berhasil
menghubungi, ke langkah berikut :
 15 menit kedua : harus melaporkan kepada DPJP, bila belum berhasil menghubungi,
ke langkah berikut :
 15 menit ketiga : bila hari kerja dapat menghubungi : Divisi / departemen terkait.
Bila diluar jam kerja/hari libur menghubungi konsulen jaga yang bertugas, bila
belum berhasil menghubungi ke langkah berikut :

Rawat inap :
 15 menit ke empat : menghubungi konsulen jaga yang bertugas, bila
belum berhasil juga maka dapat menghubungi urutan pimpinan sebagai
berikut :

1. Kepala Departemen terkait


2. Direktur On Call melalui MOD
3. Direktur Medik dan Keperawatan
Rawat jalan :
 15 menit ke empat : menghubungi konsulen jaga yang bertugas, bila
belum berhasil juga maka dapat menghubungi urutan pimpinan
sebagai berikut :
1. Kepala Departemen terkait
2. Direktur Medik dan Keperawatan

 Dokter yang dilaporkan tentang nilai kritis yang perlu diwaspadai


tersebut, bertanggung jawab terhadap interpretasi hasil dan
pengambilan tindakan terhadap pasien.
TERIMA KASIH