Anda di halaman 1dari 22

JUDUL

PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI


KOTA, TANGGAL
Perhitungan Emisi GRK
 Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris melalui UU No 16 tahun 2016. Indonesia telah menyampaikan
komitmen terbarunya (NDC) untuk menurunkan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29% dengan usaha sendiri dan
sampai dengan 41% jika ada bantuan dari internasional.
 Banyaknya emisi dihitung dari jumlah bahan bakar yang digunakan dan dikonversi menjadi emisi GRK (khususnya
emisi CO2, dalam satuan ton CO2) dengan menggunakan faktor pengali bahan bakar (emission factor of fuel/EFCO2)
yang diterbitkan oleh IPCC, serta Puslitbang Lemigas dan Puslitbang Tekmira yang lebih sesuai dengan kondisi di
Indonesia.

Catatan: IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), 2006 IPCC www.pln.co.id 2|


Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.
GRK TARGET

11.00 energy
(11%)
waste
(0,38%)
17.20 IPPU (0,10%)
Agriculture
0.38 (0,32%)
0.10 forestry
(17,2%)
0.32

Emisi GRK Sektor Energy pada tahun


2030 paling besar diantara sektor lain

Target Penurunan
314 juta Ton CO2e (CM1)
398 juta Ton CO2 (CM2)

www.pln.co.id |
ESDM KONSEP
PP 79/2014 Draft RUKN 2018-2037

Bauran energi primer EBT paling


sedikit 23% di tahun 2025
sepanjang keekonomiannya Porsi Bauran Energi pembangk
terpenuhi listrik pada tahun 2025
Mi
ny
BE
ak
at B
B G
uT
u as
ba23
mi 22
ra %
25 %
30
%
%
www.pln.co.id |
ESDM Konsep

Tidak Melakukan
Melakukan test Pengaturan
Menyusun dan Menetapkan memberikan refurbishment dan
& Pengujian dispastch untuk
memvalidasi CAP Emisi pada pembebanan membangun pembangkit
untuk memanfaatkan
Data UNDP pembangkit kepada power baru untuk mengimbangi
menentukan grid by grid dari pembangkit yang
2016 untuk berbahan bakar plant yang
potensi CAP power plant mengeluarkan emsisi
semua grid fossil menghasilkan
Emisi yang tersisa GRK yang besar
emisi > CAP
Dampak
Dampak Biaya Investasi
Dampak
pembebanan sebagian besar
Banyak pembangkit
PLN > CAP besar kepada IPP

COAL • 1,065 ton CO2/Mw


Dari Hasil kajian maka CAP
GRK yang diusulkan oleh ESDM GAS • 0,7 ton CO2/Mwh

Diesel • 0,75 ton CO2/Mwh

www.pln.co.id |
Indonesia’s Commitments
• In 2009, Indonesia pledged voluntarily to reduce emissions by 26% on its own efforts, and up to
41% with international support, against the business as usual scenario by 2020.
• In 2016, the country agreed to a GHG emission mitigation target of 29% (unconditional) and up to
41% (conditional, based on international support) compared to the Business-as-Usual (BaU)
scenario in 2030.
• To implement these promises, Government Regulation No. 79/2014 on National Energy Policy, set
out the ambition to transform, by 2025 and 2050, the primary energy supply mix with shares as
follows:
o New and renewable energy (NRE) no less than 23% in 2025 and 31% in 2050,
o Oil should not be more than 25% in 2025 and 20% in 2050;
o Coal should be minimum 30% in 2025 and maximum 25% in 2050; and
o Gas should be a minimum of 22% in 2025 and 24% in 2050.
Indonesia GHG Emission - Reduction & Cap Regulations

1. UU No. 16 Tahun 2016 - Pengesahan Paris Agreement


2. PP Republik Indonesia No. 61 Tahun 2011 - Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi
Gas Rumah Kaca
3. PP Republik Indonesia No. 71 Tahun 2011 - Penyelenggaraan Inventarisasi Gas
Rumah Kaca Nasional
4. PP Republik Indonesia No. 79 Tahun 2014 - Kebijakan Energi Nasional
5. PP Republik Indonesia No. 46 Tahun 2017 - Instrumen Ekonomi Lingkungan
Hidup
6. Per-Men LHK No. 15 Tahun 2019 - Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik
Thermal
7. Per-Men ESDM No. 39 K/20/MEM/2019 - Pengesahan RUPTL PLN 2019 - 2028
8. Nationally Determined Contribution, October 2016
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
JUDUL
THANK YOU
Terima Kasih