Anda di halaman 1dari 25

Metode Harga Pokok

Pesanan
Full Costing
Akuntansi Biaya
Kuliah 2
Oleh:
Dr. Hety Budiyanti, M.Ak.
Siklus Akuntansi Biaya dalam
Perusahaan Manufaktur
• Siklus kegiatan perusahaan manufaktur dimulai dengan
pengolahan bahan baku di bagian produksi dan berakhir
dengan penyerahan produk jadi ke bagian gudang.
• Siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatatan harga
pokok bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi,
dilanjutkan dengan pecatatan biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik yang dikonsumsi untuk produksi, serta
berakhir dengan disajikannya harga pokok produk jadi yang
diserahkan oleh bagian produksi ke bagian gudang.
• Hubungan antara siklus pembuatan produk dan akuntansi
biaya dapat dilihat pada gambar 2.1.
Siklus Akuntansi Biaya dalam Perusahaan
Manufaktur, Lanjutan...
• Siklus akuntansi biaya dapat pula digambarkan melalui hubungan
rekening2 buku besar.
Barang dalam Digunakan untuk mencatat biaya bahan baku, biaya
proses tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
(debit), dan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke
bagian gudang (kredit)
Persediaan Digunakan untuk mencatat harga pokok bahan baku yang
Bahan baku dibeli (debit), dan harga pokok bahan baku yang dipakai
dalam produksi (kredit).
Gaji dan Upah Rekening antara (clearing account) yg digunakan untuk
mencatat gaji dan upah (debit) dan upah langsung yg
digunakan untuk mengolah produk (kredit).
Biaya Overhead Digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik yg
pabrik yg dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yg
dibebankan ditentukan dimuka (kredit)
Siklus Akuntansi Biaya dalam
Perusahaan Manufaktur, Lanjutan...

• Siklus biaya yang digambarkan melalui hubungan r

• Rekening2 buku besar dapat dilihat pada gambar 2.2.


Karakteristik Metode Harga Pokok
Pesanan
• Karakteristik perusahaan yg produksinya berdasarkan pesanan
1. Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika
pesanan yg satu selesai dikerjakan, proses produksi
dihentikan, dan dimulai dengan pesanan berikutnya.
2. Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yg ditentukan
oleh pemesan.
3. Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk
memenuhi persediaan di gudang
Karakteristik Metode Harga Pokok
Pesanan, Lanjutan...
• Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga
pokok pesanan yg digunakan dalam perusahaan yg
produksinya berdasarkan pesanan memiliki karakteristik sbb:
1. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai
dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu
dihitung harga pokok produksinya secara individual.
2. Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya
dengan produk menjadi dua kelompok yaitu biaya produksi
langsung dan tidak langsung.
Karakteristik Metode Harga Pokok Pesanan,
Lanjutan...
3. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya produksi tidak
langsung disebut dengan biaya overhead pabrik.
4. Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga
pokok produksi pesanan ttt berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik
diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan
tarif yg ditentukan di muka.
5. Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan
selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya
produksi yg dikeluarkan untuk pesanan tsb dengan jumlah
unit produk yg dihasilkan dalam pesanan ybs.
Manfaat Informasi Harga Pokok
Produksi Per Pesanan
1. Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada
pemesan.
2. Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan.
3. Memantau realisasi biaya produksi.
4. Menghitung laba atau rugi tiap pesanan.
5. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk
dalam proses yg disajikan dalam neraca.
Rekening Kontrol dan Rekening
Pembantu
• Rekening kontrol menampung data yang bersumber dari jurnal, sedangkan
rekening pembantu digunakan untuk menampung data yang bersumber
dari dokumen sumber. Perhatikan gambar 2.3.

Rekening Kontrol Rekening Pembantu


Persediaan bahan baku Kartu persediaan
Persediaan bahan penolong Kartu persediaan
Barang dalam proses Kartu harga pokok
Biaya overhead pabrik Kartu biaya
sesungguhnya
Biaya administrasi dan umum Kartu biaya
Biaya pemasaran Kartu biaya
Biaya produk jadi Kartu persediaan
Rekening Kontrol dan Rekening
Pembantu, Lanjutan...
• Untuk mencatat pemakaian bahan baku yg dipakai dalam pembuatan suatu
produk, jurnal yg dibuat adalah:
Barang dalam proses XX
Persediaan Bahan Baku XX

Perhatikan jurnal2 pencatatan biaya berikut ini yang menggunakan


rekening kontrol:
Untuk mencatat biaya depresiasi gedung pabrik
Biaya overhead pabrik sesungguhnya XX
Akumulasi depresiasi gedung XX
Untuk mencatat Biaya telepon dan fax
Biaya administrasi umum XX
Kas XX
Untuk mencatat biaya depresiasi kendaraan yang digunakan oleh
bagian pemasaran
Biaya pemasaran XX
Akumulasi depresiasi kendaraan XX
Kartu Harga Pokok (Job Order Cost Sheet)
• Kartu harga pokok merupakan catatan yg penting dalam
metode harga pokok pesanan.
• Kartu ini berfungsi sebagai rekening pembantu, yg digunakan
untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan produk.
• Biaya produksi untuk mengerjakan pesanan ttt dicatat secara
rinci di dalam kartu harga pokok pesanan bersangkutan.
• Contoh kartu harga pokok dapat dilihat pada gambar 2.4.
Contoh 1
• PT Eliona berusaha dalam bidang percetakan. Semua pesanan
diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya
produksi dikumpulkan menurut pesanan yg diterima.
Pendekatan yg digunakan perusahaan dalam penentuan harga
pokok produksi adalah full costing.
• Untuk dapat mencatat biaya produksi, tiap pesanan diberi
nomor, dan setiap dokumen sumber dan dokumen pendukung
diberi identitas nomor pesanan ybs.
Contoh 1, Lanjutan...
• Dalam bulan Nopember 20X1, PT Eliona mendapat pesanan
untuk mencetak undangan sebanyak 1.500 lembar dari PT
Rimendi. Harga yg dibebankan kepada pemesan tsb adalah Rp
3.000 per lembar. Dalam bulan yg sama perusahaan juga
menerima pesanan untuk mencetak pamflet iklan sebanyak
20.000 lembar dari PT Oki, dengan harga yg dibebankan
kepada pemesan sebesar Rp 1.000 per lembar.
• Pesanan dari PT Rimedi diberi nomor 101 dan pesanan dari
PT Oki diberi nomor 102.
• Berikut ini adalah kegiatan produksi dan kegiatan lain untuk
memenuhi pesanan tersebut.
Contoh 1, Lanjutan...
Pembelian bahan baku dan bahan penolong.
Pada tanggal 3 Nopember perusahaan membeli bahan baku dan
bahan penolong berikut ini:
Bahan Baku:
Kertas jenis X 85 rim @Rp10.000 Rp. 850.000
Kertas Jenis Y 10 roll @Rp 350.000 3.500.000
Tinta Jenis A 5 kg @Rp 100.000 500.000
Tinta Jenis B 25 kg @Rp 25.000 625.000
Jumlah bahan baku yg dibeli Rp 5.475.000
Bahan Penolong:
Bahan Penolong P 17kg @Rp 10.000 Rp. 170.000
Bahan Penolong Q 60 ltr @Rp 5.000 300.000
Jumlah bahan penolong yg dibeli Rp. 470.000
Jumlah Total Rp. 5.945.000
Contoh 1, Lanjutan...
• Perusahaan menggunakan 2 rekening kontrol untuk mencatat
persediaan bahan: Persediaan bahan baku dan persediaan bahan
penolong.
• Pembelian bahan baku dan bahan penolong tsb dijurnal sebagai
berikut:
Jurnal #1
Persediaan bahan baku Rp 5.475.000
Utang dagang Rp. 5.475.000
Jurnal #2
Persediaan Bahan Penolong Rp 470.000
Utang dagang Rp 470.000
Contoh 1, Lanjutan...
2. Pemakaian bahan baku dan penolong dalam produksi.
• Untuk dapat mencatat bahan baku yg digunakan dalam tiap
pesanan, perusahaan menggunakan dokumen yg disebut bukti
permintaan dan pengeluaran barang gudang.
• Dokumen ini diisi oleh bagian produksi dan diserahkan kepada
bagian gudang untuk meminta bahan yg diperlukan oleh
bagian produksi. Bagian gudang akan mengisi jumlah bahan
yg diserahkan kepada bagian produksi pada dokumen tsb, dan
kemudian dokumen ini dipakai sebagai dokumen sumber
untuk dasar pencatatan pemakaian bahan.
Contoh 1, Lanjutan...
• Untuk memproses pesanan #101 dan 102, bahan baku yang
digunakan adalah sebagai berikut:
Bahan Baku untuk Pesanan #101
Kertas jenis X 85 rim @Rp 10.000 Rp. 850.000
Tinta jenis A 5 kg @Rp 100.000 500.000
Jumlah bahan untuk pesanan #101 Rp. 1.350.000
Bahan Baku untuk Pesanan #102
Kertas Jenis Y 10 roll@Rp.350.000 Rp. 3.500.000
Tinta Jenis B 25 kg @Rp. 25.000 625.000
Jumlah Bahan Baku untuk pesanan #102 Rp. 4.125.000
Jumlah bahan baku yang dipakai Rp. 5.475.000
Pada saat memproses dua pesanan tersebut, perusahaan
menggunakan bahan penolong sbb:
Bahan Penolong P 10kg @Rp 10.000 Rp. 100.000
Bahan Penolong Q 40 ltr @Rp 5.000 200.000
Jumlah bahan penolong yg dipakai dalam produksi Rp 350.000
Contoh 1, Lanjutan...
• Pencatatan pemakaian bahan baku dalam metode harga pokok
pesanan dilakukan dengan mendebit rekening barang dalam
proses dan menkredit rekening persediaan bahan baku atas
dasar dokumen bukti permintaan dan pengeluaran barang
gudang.
• Pendebitan rekening barang dalam proses ini diikuti dengan
pencatatan rincian bahan baku yg dipakai dalam kartu harga
pokok pesanan yg bersangkutan (Gambar 2.5 dan 2.6).
Contoh 1, Lanjutan...
• Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan baku tsb adalah sbb:
Jurnal #3
Barang dalam proses-Biaya Bahan baku Rp. 5.475.000
Persediaan bahan baku Rp 5. 475.000
Jurnal untuk mencatat pemakaian bahan penolong adalah sbb:
Jurnal #4
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 300.000
Persediaan bahan penolong Rp 300.000
Contoh 1, Lanjutan...
3. Pencatatan biaya tenaga kerja
• Dalam metode harga pokok pesanan harus dipisahkan antara
upah tenaga kerja langsung dengan upah tenaga kerja tidak
langsung.
• Upah tenaga kerja langsung dicatat dengan mendebit rekening
barang dalam proses, dan dicatat pula dalam kartu harga
pokok pesanan ybs.
• Upah tenaga kerja tidak langsung dicatat dengan mendebit
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya.
Contoh 1, Lanjutan...
Misalnya biaya tenaga kerja yg dikeluarkan oleh departemen
produksi adalah sebagai berikut:
Upah langsung untuk pesanan #101 225 jam @Rp 4.000 Rp 900.000
Upah langsung untuk pesanan #102 1.250 jam @Rp 4.000 5.000.000
Upah tidahk langsung 3.000.000
Jumlah upah Rp. 8.900.000
Gaji karyawan administrasi dan umum 4.000.000
Gaji karyawan bagian pemasaran Rp. 7.500.000
Jumlah gaji Rp. 11.500.000
Jumlah biaya tenaga kerja Rp. 20.400.000
Contoh 1, Lanjutan...
• Pencatatan biaya tenaga kerja dilakukan melalui 3 tahap
berikut ini:
1. Pencatatan biaya tenaga kerja yg terutang oleh perusahaan.
2. Pencatatan distribusi biaya tenaga kerja.
3. Pencatatan pembayaran gaji dan upah.
• Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja adalah sebagai
berikut:
• Jurnal #5
Gaji dan upah Rp 20.400.000
Utang gaji dan upah Rp 20.400.000
Contoh 1, Lanjutan...
• Pecatatan distribusi biaya tenaga kerja.
Biaya tenaga kerja Dibebankan kepada pesanan yg
langsung bersangkutan dgn mendebit rekening
barang dalam proses dan mencatatnya
dalam kartu harga pokok pesanan ybs.

Biaya tenaga kerja tidak Merupakan unsur biaya produksi tidak


langsung langsung dan dicatat sebagai unsur
biaya overhead pabrik serta didebitkan
dalam rekening biaya overhead pabrik
sesungguhnya.

Biaya tenaga kerja Merupakan unsur biaya nonproduksi


nonproduksi dan dibebankan ke dalam rekening
kontrol biaya administrasi dan umum
atau biaya pemasaran
Contoh 1, Lanjutan...
• Jurnal distribusi biaya tenaga kerja atas dasar contoh diatas adalah
sbb:
• Jurnal #6
Barang dalam proses-biaya tk tidak lgsg Rp 5.900.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya 3.000.000
Biaya administrasi dan umum 4.000.000
Biaya pemasaran 7.500.000
Gaji dan Upah Rp 20.400.000
• Pencatatan pembayaran gaji dan upah.
• Jurnal #7
Utang gaji dan upah Rp. 20.400.000
Kas Rp 20.400.000
• SEKIAN DAN TERIMA KASIH