Anda di halaman 1dari 20

KOMUNIKASI

 APA
PENTINGNYA MENYUSUN KATA
YANG TEPAT DALAM KOMUNIKASI.
Konsep
Komunikasi

Review
Manusia sebagai makhluk sosial selalu
berkomunikasi dalam setiap interaksinya
guna memelihara dan memantapkan serta
menggambarkan interaksinya tersebut.
Komunikasi telah dilakukan sejak bayi berada
dalam kandungan sampai dgn meninggal.
Segala tingkah laku (verbal/nonverbal) adalah
komunikasi.
 Komunikasi menjadi point utama dalam
interaksi perawat dgn klien, tim, dan sejawat.

 Mampu mengefektifkan komunikasi menjadi


hal penting untuk mencapai pelayanan
keperawatan yang profesional.
Apa itu komunikasi
 Proses pertukaran informasi atau proses
yang menimbulkan makna dan meneruskan
makna. (Taylor, 1993)
 Moetarsi (2000) : Alat untuk membina
hubungan dan menyampaikan informasi.
 Proses penyampaian informasi, makna dan
pemahaman dari pengirim pesan kepada
penerima pesan.
Unsur/elemen dalam komunikasi
 Referent (stimulus: objek, situasi, ide,… etc.)
 Sender (encoder/pengirim pesan)
 Receiver (decorder/penerima pesan)
 Message (pesan/informasi yang dikirimkan
sender) ……..… efektif jika jelas, terorganisir,
diekspresikan dengan baik, dan receiver siap.
 Chennel (media: alat melihat, alat dengar, etc)
 Feedback (umpan balik) pada komunikasi dua
arah, receiver mjd sender, sender mjd receiver.
 Komunikasi Intrapersonal
-- Dialog internal: koreksi diri,
self hipnotis.
 Komunikasi Interpersonal

-- Antara 2 orang a/ lebih (3–4org)


 Komunikasi Massa.

-- perlu pembicara yang kompeten


dan ada audience need.
-- ex. Penyuluhan kesehatan.
Jenis komunikasi
Komunikasi Verbal.
 Berupa lisan atau tulisan dengan menggunakan
kata-kata (simbol) u/ menyampaikan informasi.
 Lebih efektif bila saling berhadapan karena
masing-masing individu yang terlibat dapat
langsung memberikan respon.
 Sebaiknya memperhatikan komponen (Clarity &
Brevity, Vocabulary, Makna denotatif & konotatif,
Selaan & kecepatan bicara, serta waktu &
relevansi)
Komunikasi Nonverbal
 Menggunakan bahasa tubuh, isyarat, kode untuk
menyampaikan pesan.
 Biasanya timbul tanpa disadari/kurang terkontrol.
 Meliputi :
1. Kinesics (dilakukan melalui pergerakan tubuh)
2. Paralaguage (menunjuk pada bahasa itu
sendiri, dalam hal ini vokal/intonasi suara dpt
membedakan emosi yang sedang dialami).
3. Proxemics (jarak dalam berkomunikasi)
4. Sentuhan
5. Penampilan fisik umum
Kinesics
a.Ekspresi muka (alis, mata, senyum etc)
Perlu memvalidasi persepsi dari ekspresi muka agar tidak
salah dlm mengartikan.
b.Gesture (gerak, isyarat, sikap)
Leddy (1998) mencontohkan beberapa sikap kinesic yang
menunjukkan nonverbal:
- Dengan lembut menggosok bagian belakang telinga
dgn jari telunjuk = menunjukkan seorang yg sedang
ragu.
- Bersandar dgn kedua tangan mendukung kepala =
menunjukkan superior atau keyakinan.
- Mengerakkan mata ke arah bawah dan menatap tajam
lawan bicara = menunjukkan penilaian negatif yang
sangat kuat.
 Berhadapan -- berarti “saya siap untuk anda”
 Mempertahankan kontak mata ---- menghargai klien dan
keinginan untuk tetap berkomunikasi.
 Membungkuk ke arah klien menunjukkan keinginan u/
mendengarkan atau mengatakan sesuatu.
 Mempertahankan siap terbuka (tidak melipat tangan atau kaki)
menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi.
 Tetap rileks agar dapat mengontrol keseimbangan antara
ketegangan dan relaksasi dalam memberi respon pada lawan
bicara.
c. Gerakan tubuh dan posture
- Kaki yang kejang dan meloncat menunjukkan ss’orang
yang tidak sabar, bosan, sering tegang.
- Penampilan membungkuk menunjukkan depresi.
- Meremas tangan menunjukkan takut, a/ sedang nyeri.
- Mengacungkan jempol menunjukkan respon positif
atau kemenangan.

d. Gerak mata
- mata fokus ke depan kemudian ke samping,
mengisyaratkan ada sesuatu yang hendaknya di lihat
oleh lawan bicara.
- kontak mata yang singkat mengisyaratkan ke tidak
inginan berkomunikasi lebih lama.
Paralaguage
 Kualitas suara (kecepatan, volume,
artikulasi)
 Vokal tanpa bahasa (suara tanpa adanya
struktur lingistik)
misal:
isak tangis, tertawa, merintih,
hembusan nafas (menunjukkan kaget),
nafas panjang/keluh kesah (menunjukkan
keengganan untuk melakukan sesuatu).
Proxemics
Empat jarak interaksi (Hall cit Lindberg,
1998 dalam Nurjannah, 2001).
 Jarak Intim (sampai dengan 18 inchi)
 Jarak personal (18 inchi s.d 4 kaki)
interaksi dengan orang yang dikenal.
 Jarak sosial ( 4 kaki s.d 12 kaki) untuk
interaksi mengenai suatu urusan tetapi
bukan orang khusus/tertentu.
 Jarak publik (lebih dari 12 kaki) untuk
pembicaraan dengan massa.
Sentuhan
 Dapat menimbulkan reaksi positif atau
negatif, tergantung pada individu yang
terlibat dalam interaksi tersebut.
 Sangat perlu bagi perawat memahami
siapa dan kapan dan mengapa sentuhan
dilakukan, karena respon dari setiap
individu berlainan.
Penampilan fisik umum
 Pola Nafas cepat menunjukkan seseorang
yang sedang merasa cemas, atau baru
melakukan aktivitas berat.
 Kulit kering, bibir kering menunjukkan pada
kita bahwa individu tersebut sedang
mengalami kekurangan cairan.
 Perkembangan (berhubungan dgn usia
kemampuan menguasai bahasa,
perkembangan intelektual.)
 Persepsi (pandangan pribadi tdp sesuatu)
Perbedaan persepsi dapat menghambat
komunikasi.
 Nilai personal (standar dalam berperilaku).
 Latar belakang budaya
Bahasa dan gaya komunikasi akan sangat
dipengaruhi faktor budaya.
Faktor-faktor……(lanjutan)

 Emosi (perasaan subjektif thd suatu kejadian.


 Jenis Kelamin.
 Pengetahuan (tingkat pengetahuan akan
mempengaruhi pilihan kata dan gaya dlm
berkomunikasi).
 Peran dan hubungan (gaya komunikasi
selayaknya disesuaikan dgn peran & hubungan.
 Lingkungan
 Jarak (komunikator yang efektif ---- akan
memperhatikan jarak dalam berkomunikasi.
Terima kasih
Komponen Evaluasi.
 Unsur komunikasi ada 6

 Tingkatan Komunikasi untuk


mengevaluasi diri pribadi.
 Komponen dalam komunikasi verbal

 Proxemics adalah

 Faktor yang mempengaruhi


komunikasi.