Anda di halaman 1dari 16

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II

TENTANG
( GASTRITIS DAN KOLITIS ULCERATIF )

DI SUSUN OLEH :
DITA FARADILLA APRAYSTIA
HESTI ELVINA
MERY MARIA YEGEMAU UKAGO
RAHMANITA M. S.O. TERMAS
SISILA YUNITA MATULESSY
LATAR BELAKANG

Gastritis adalah istilah yang digunakan untuk


menggambarkan sekelompok kondisi dengan satu hal
yaitu radang selaput perut . Peradangan ini  (gastritis)
sering kali adalah hasil dari infeksi bakteri
Helicobacter pylori yang menyebabkan radang perut
yang paling sering ditemukan. Laki-laki lebih banyak
mengalami gastritis karena kebiasaan mengkonsumsi
alkohol dan merokok.
DEFINISI

GASTRITIS

Gastritis adalah inflamasi dari


mukosa lambung(Kapita Selecta
Kedokteran, Edisi Ketiga hal 492).
Gastritis adalah segala radang
mukosa lambung( Buku Ajar Keperawatan
Medikal  Bedah ,Edisi  Kedelapan  hal
1062).
Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2, yaitu
(David Ovedorf 2002) :

Gastritis
Gastritis akut kronik
KOLITIS ULCERATIF

Kolitis Ulseratif adalah peyakit ulseratif dan inflamasi


berulang dari lapisan mukosa kolon dan rectum.
(Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2.2001.1106)
Kolitis Ulseratif adalah penyakit serius disertai dengan
komplikasi sistemik dan angka mortilitas yang tinggi.
Akhirnya 10% sampai 15% pasien mengalami
karsinoma kolon. (Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2.
2001.1106)
ETIOLOGI

Penyebab lain dari gastritis mencakup alcohol,


aspirin,obat anti inflamasi non steroid (AINS),
refluks empedu dan terapi radiasi, gangguan
mikrosirkulasi mukosa lambung : luka bakar,
trauma, sepsis. Bentuk terberat dari gastritis akut
disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat,
yang dapat menyebabkan mukosa menjadi
gangrene atau perforsai
Beberapa faktor penyebab terjadinya Kolitis Ulseratif yaitu :

Faktor genetik tampaknya berperan dalam etiologi karena


terdapat hubungan familial yang jelas antara colitis ulseratif,
enteritis regional dan spondilitis ankilosa.
Lingkungan seperti pestisida, adiktif makanan, tembakau, dan
radiasi.
Imunologi. Penelitian menunjukkan abnormalitas dalam
imunitas seluler dan humoral pada orang dengan gangguan
ini.
Mikobakterium.
Alergi
Diet.
 
PATHOFISIOLOGI

GASTRITIS
Lambung merupakan tempat penyimpanan makanan pada
saluran pencernaan. Makanan yang masuk ke saluran
pencernaan yang mengandung zat iritan ( alcohol, nikotin,
asam, dan pedas).dan endotoksin akan menyebabkan
stressor fisis. Dan stressor psikologis akan menstimulasi
saraf simpatis dan parasimpatis. Kedua penyebab yaitu
stressor fisis dan stressor psikologis akan menyebabkan
peningkatan enzim lambung ( Hcl dan Gastrin )  kemudian
terjadilah akumulasi dan konsentrasi asam meningkat pada
lambung. Akibat dari asam lambung meningkat akan
mengiritasi mukosa lambung, maka terjadi lisis yang akan
menimbulkan penyakit gastritis.
•Gastritis
•Gastritis
atrofik
akut
kronik

MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis Gastritis menurut Price, Sylvia A,


1995, yaitu :

Gastritis akut Gastritis atrofik


kronik
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Gastritis menurut Hudak dan Gallo, 1996, seperti di


bawah ini :
Nilai hemoglobin dan hematokrit untuk menentukan
adanya anemia akibat perdarahan.
Kadar serum gastrin rendah atau normal, atau
meninggi pada gastritis kronik yang berat.
Pemeriksaan rontgen dengan sinar X barium untuk
melihat kelainan mukosa lambung.
Endoskopi dengan menggunakan gastrocopy untuk
melihat kelainan mukosa lambung.
Pemeriksaan asam lambung untuk mengetahui ada
atau tidak peningkatan asam lambung.
Kolitis Ulceratif
Pada kondisi yang fisiologis system imun pada kolon
melindungi mukosa kolon dari gesekan dengan feses
saat akan defekasi, tetapi karena aktifitas imun yang
berlebihan pada colitis maka system imunnya malah
menyerang sel-sel dikolon sehingga menyebabkan
terjadi ulkus.
Gejala utama dari colitis ulseratif adalah :
Diare (10 sampai 20 kali/ hari).
Nyeri abdomen.
Perdarahan rectal.
Anoreksia.
Muntah.
KOMPLIKASI

KLITIS ULCERATIF
Komplikasi pada Kolitis Ulseratif adalah :
Penyempitan lumen usus.
Arthritis.
Gangguan fungsi hati.
Karsinoma kolon.
Hemoragi.
Batu ginjal.
Batu empedu.
Penatalaksanaan secara umum
Pendidikan terhadap keluarga dan penderita.
Menghindari makanan yang mengeksaserbasi diare.
Menghindari makanan dingin, dan merokok karena
keduanya dapat meningkatkan motilitas usus.
Hindari susu karena dapat menyebabkan diare pada
individu yang intoleransi lactose.
TERAPI OBAT

Menangani Inflamasi : Sulfsalazin (Azulfidine) atau


Sulfisoxazal (Gantrisin).
Antibiotic : Digunakan untuk infeksi.
Azulfidin : Membantu dalam mencegah
kekambuhan.
Mengurangi Peradangan : Kortikosteroid (Bila
kortikosteroid
dikurangi/dihentikan, gejala  penyakit dapat berulang
KESIMPULAN

Gastritis merupakan inflamasi mukosa gastrik, dan bisa


akut maupun kronis. Gastritis akut menyebabkan
pemerahan, edema, hemoragi, dan erosi mukosal.
Gastritis kronis umum terjadi diantara lansia dan
penderita anemia berat. Gastritis kronis umumnya
muncul sebagai gastritis atrofik kronis, yang
menyebabkan semua lapisan mukosal terinflamasi,
disertai berkurangnya sel utama dan sel parietal.