Anda di halaman 1dari 15

ASPEK PERILAKU

PERTANGGUNGJAWA
BAN

Disusun oleh:
Nathania Aldisa Oliviandy
Dinda Azzahra
Pengertian Akuntansi
Pertanggungjawaban

Menurut Siegel dan Marconi (1989) secara umum


akuntansi pertanggungjawaban dapat dikatakan
sebagai suatu sistem yang meliputi perencanaan,
pengukuran dan evaluasi informatika atau laporan
akuntansi dalam suatu organisasi yang terdiri dari
beberapa pusat pertanggungjawaban dimana tiap-tiap
pusat tanggungjawab dipimpin oleh seorang manajer
yang bertanggungjawab atas aktivitas yang
dipimpinnya.
Tujuan diterapkannya akuntansi pertanggungjawaban
menurut Mulyadi (2001) adalah untuk mengendalikan
biaya, dengan cara menggolongkan, mencatat, meringkas,
dan menghubungkan langsung dengan pejabat atau orang
yang bertanggungjawab atas terjadinya biaya yang
dikendalikan olehnya.
Akuntansi Akuntansi
Pertanggungjawaban Konvensional

Akuntansi pertanggungjawaban Dalam akuntansi


mengutamakan relevansi dari
konvensional, data
informasi akuntansi dengan
diklasifikasikan berdasarkan
cara menetapkan suatu
hakikat atau fungsinya dan
kerangka kerja untuk
perencanaan, akumulasi data, tidak digambarkan sebagai
data pelaporan yang sesuai individu-individu yang
dengan struktur organisasional bertanggungjawab atas
dan hierarki
terjadinya dan pengendalian
pertanggungjawaban dari suatu
terhadap data tersebut.
perusahaan.
Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban

 Pusat Biaya (Cost Center) merupakan pusat pertanggungjawaban atau


suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar biaya
dalam pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.
 Pusat Pendapatan (Revenue Center) merupakan pusat
pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang prestasi
manajernya dinilai atas dasar pendapatan dalam pusat
pertanggungjawaban yang dipimpinnya.
 Pusat Laba (Profit Center) merupakan pusat pertanggungjawaban atau
suatu unit organisasi yang prestasi manajernya dinilai atas dasar
selisih pendapatan dan biaya dalam pusat pertanggungjawaban yang
dipimpinnya.
 Pusat Investasi (Investment Center) merupakan pusat
pertanggungjawaban atau suatu unit organisasi yang
prestasi manajernya dinilai atas dasar pendapatan, biaya
dan sekaligus aktiva atau modal atau investasi pada
pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.
Hubungan Tipe-Tipe Pusat Pertanggungjawaban
Dengan Struktur Organisasi

 Struktur Vertikal
Organisasi di bentuk berdasarkan fungsi-fungsi yang ada.
Misalnya terdapatnya fungsi produksi, penjualan, dan keuangan.
Masing-masing fungsi yang ada dapat dibagi dalam beberapa pusat
pertanggungjawaban. Fungsi produksi menggunakan cost center,
fungsi penjualan menggunakan revenue center, sedangkan top
manajemen berfungsi sebagai control dan pembuat kebijakan
terhadap investasi.
 Struktur Horizontal
Organisasi di bentuk berdasarkan area geografis. Setiap pimpinan
bagian melakukan control terhadap pusat laba ataupun investasi.
Mereka bertanggungjawab terhadap produksi, penjualan, dan
keuangan dan semua fungsi yang ada di grup/wilayah masing-
masing.
Perencanaan Akumulasi Data dan Pelaporan
Berdasarkan Pusat Pertanggungjawaban

• Anggaran Pertanggungjawaban
1.

• Akumulasi Data
2.

• Pelaporan Pertanggungjawaban
3.
Anggaran Pertanggungjawaban

 Karakteristik dari anggaran pertanggungjawaban adalah


manajer pusat pertanggungjawaban dibebani target
kinerja hanya untuk pos-pos pendapatan dan biaya yang
dapat mereka kendalikan.
 Jadi manajer dapat mengidentifikasikan penyebab dari
inefisiensi dan mengembangkan kinerja apakah target
sesuai dengan yang diharapkan.
Akumulasi Data

Tiga dimensi terhadap biaya dan pendapatan dalam


proses akumulasi data:
 Berdasarkan pusat pertanggungjawaban
 Berdasarkan bisa atau tidaknya dikendalikan
 Berdasarkan jenis biaya atau pos-pos pelaporan
Pelaporan Pertanggungjawaban

 Tahap akhir dari akuntansi pertanggungjawaban yaitu laporan

pertanggungjawaban atau laporan kinerja secara periodik.


 Laporan ini merupakan media dimana biaya-biaya dapat

dikendalikan, efisiensi manajerial diukur, dan pencapaian tujuan

dinilai.
 Untuk meningkatkan efisiensi, sistem pelaporan tanggung jawab

harus didasarkan dengan apa yang terjadi, dan manajer

penanggungjawab melaporkan pengendalian yang dimilikinya.


Penerimaan Tanggung Jawab

Unsur yang terpenting dalam keberhasilan penerapan sistem


akuntansi pertanggungjawaban adalah bahwa manajer pusat
pertanggungjawaban menerima tanggungjawab dan tugas
yang diberikan kepadanya dengan layak dan kesediaan mereka
melaksanakannya.
Mereka akan melaksanakannya dengan baik jika budaya
organisasi dimana tempat mereka menjalankan tugas
memberikan kebebasan untuk melaksanakan tugas dengan
cara-cara mereka sendiri. Dan para manajer hendaknya
diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan
pandangan mereka sendiri tanpa adanya rasa takut.
Kapabilitas Untuk Mendorong Kerja
Sama
 Para manajer memandang segmen mereka dan diri mereka
sendiri sebagai bagian penting dari perusahaan secara
keseluruhan dan akan lebih rela berjuang untuk mencapai
tujuan.
 Menerima pelaporan kinerja sebagai alat yang bermanfaat
untuk melakukan koreksi atas tindakan.
 Mereka akan menghubungkan kegagalan mereka dengan
ancaman terhadap terpenuhinya tujuan maupun aspirasi
pribadi mereka.
MUCH
AS
GRAC
IAS