Anda di halaman 1dari 15

MUHAMMADIYAH SEBAGAI

GERAKAN PENDIDIKAN

1. VITA YULIA ANINDIA (20180420226)


2. ALMIRA REYHAN VANIASARI (20180420223)
3. ALIFFIA OKVITA ARDANA (20180420260)
Faktor yang Melatar Belakangi
Gerakan Muhammadiyah di Bidang
Pendidikan
1. Faktor Internal
a. Kelemahan dan Praktek Ajaran Islam
 Tradisionalisme : pemahaman dan praktek Islam tradisionalisme ini ditandai
dengan pengukuhan yang kuat terhadap khasanah intelektual Islam masa lalu
dan menutup kemungkinan untuk melakukan ijtihad dan pembaharuan-
pembaharuan dalam bidang agama.
 Sinkretisme : pemahaman Islam dengan budaya local yang telah mmperkaya
khasanah budaya Islam. Pada sisi lainnya telah melahirkan format-format
sinkretik. Pencampuradukkan antara sistem kepercayaan asli masyarakat-
masyarakat budaya setempat.
b. Kelemahan Lembaga Pendidikan Islam

Terdapat kelemahan dalam sistem Pendidikan Pesantren yang


menjadi kendala untuk mempersiapkan kader-kader umat Islam
yang dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan zaman,
kelemahan itu terletak pada materi pelajaran yang hanya
mengajarkan pelajaran agama, seperti Bahasa Arab, Tafsir, Hadist,
Ilmu Kalam, Tasawuf dan Ilmu Falak.
Ketiadaan Lembaga Pendidikan yang mengajarkan kedua materi
inilah yang menjadi salah satu latar belakang dan sebab kenapa
K.H Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, yakni untuk
melayani kebutuhan umat terhadap ilmu pengetahuan yang
seimbang antara ilmu agama dan ilmu duniawi.
2. Faktor Eksternal
a. Kristenisasi
Kegiatan-kegiatan yang terprogram dan sistematis untuk mengubah agama penduduk asli, baik
yang muslim maupun bukan, menjadi Kristen. Efektifitas penyebaran agama kristenisasi inilah
yang terutama mengunggah K.H. Ahmad Dahlan untuk membentengi umat Islam dari permurtadan.
b. Kolonialisme Belanda
Penjajahan Belanda telah membawa pengaruh yang sangat buruk bagi perkembangan Islam di
wilayah Nusantara ini, baik secara social politik, ekonomi, maupun kebudayaan. Menyikapi hal ini
K.H. Ahmad Dahlan dengan mendirikan Muhammadiyah berupaya melakukan perlawanan
terhadap kekuatan penjajahan melalui pendekatan kultural, terutama upaya meningkatkan kualitas
sumber daya manusia melalui jalur Pendidikan.
c. Gerakan Pembaharuan Timur Tengah
Gerakan Muhammadiyah di Indonesia pada dasarnya merupakan salah satu mata rantai dari sejarah
Panjang Gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh Ilmu Taymiyah, Ilmu Qayyim, Muhammad
bin Abdul Wahhab, Jamaluddin al-Afgani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha dan lain sebaganya.
Cita-Cita Pendidikan
Muhammadiyah
 Sebagai Gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar,
Muhammadiyah dituntut untuk mengkomunikasikan pesan dakwahnya
dengan menanamkan khazanah pengetahuan melalui jalur Pendidikan.
 Usaha Muhammadiyah mendirikan dan menyelenggarakan sistem
Pendidikan modern, karena Muhammadiyah yakin bahwa Islam bisa
menjadi rahmatan lil-’alamin, menjadi petunjuk dan rahmat bagi hidup
dan kehidupan segenap manusia jika disampaikan dengan cara-cara
modern.
 Lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil “ulama-intelek”
atau “intelek-ulama”, yaitu seorang muslim yang memiliki keteguuhan
iman dan ilmu yang luas, kuat jasmani dan rohani.
Bentuk dan Model Pendidikan
Muhammadiyah
Muhammadiyah konsukwen untuk mencetak elit muslim
terdidik lewat jalur Pendidikan. Ada beberapa tipe Pendidikan
Muhammadiyah :
 Tipe Muallimin/Muallimat Yogyakarta (pondok pesantren)
 Tipe Madrasah/ Departemen Agama; Ibtidaiyah, Tsanawiyah
dan Aliyah
 Tipe Sekolah Diknas; TK, SD, SMP, SMA, SMK,Universitas ST
 Madrasah Dinniyah
Pemikiran dan Praksis Pendidikan
Muhammadiyah
Pemikiran atau ide-ide K.H. Ahmad Dahlan tertuang dalam Gerakan
Muhammadiyah yang ia dirikan pada tanggal 18 Sepetember 1912. Menurut
K.H. Ahmad Dahlan, upaya strategis untuk menyelamatkan umat Islam dari
pola berpikir yang statis menuju pada pemikiran yang dinamis adalah melalui
Pendidikan. Pada mulanya, tujuan Pendidikan ini tampak dari ucapan K.H.
Ahmad Dahlan :”Dadiji kjai sing kemajorean, adja kesel anggonu njambut
gawe kanggo Muhammadiyah” yang artinya (jadilah manusia yang maju,
jangan pernah Lelah dalam bekerja untuk Muhammadiyah).
Dahlan merasa tidak puas dengan sistem dan praktik Pendidikan yang
aa di Indonesia saat itu, di buktikan dengan pandangannya mengenai tujuan
Pendidikan adalah untuk menciptakan manusia yang baik budi, luas
pandangan, dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.
Tantangan dan Revitalisasi Pendidikan
Muhammadiyah
Tantangan Pendidikan Muhammadiyah
 Masalah Kualitas Pendidikan
 Permasalahan Profesionalisme Guru
 Masalah Kebudayaan (alkulturasi)
 Permasalahan Strategi Pembelajaran
 Masalah Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah
Konsep Pendidikan Muhammadiyah yang integrative-interkonktif mengajarkan
keilmuan agama dan umum sekaligus, menjadi ciri khas Pendidikan Muhammadiyah.
Ciri khas ini yang akan menjadi icon Pendidikan Muhammadiyah, sekaligus mejadi case
dalam kekeringan ruh spiritual dalam Pendidikan. Dalam kurikulum ISMUBA Majelis
Pendidikan Dasar dan Menengah DIY(Dikdasmen PWM DIY,2012:II), Pendidikan
Muhammadiyah memilki empat fungsi, yaitu:
1. Sebagai sarana Pendidikan dan pencerdasan
2. Sebagai pelayanan masyarakat
3. Sebagai dakwah amar ma’ruf nahi munkar
4. Sebagai lahan kaderisasi
ALHAMDULILLAH…