Anda di halaman 1dari 24

PENGADAAN DAN

PENERIMAAN OBAT
Umi Fatmawat, S.Farm, M. Farm, Klin,Apt
UNIPMA
2020
PENGADAAN
 Pengadaan merupakan kegiatan yang
dimaksudkan untuk merealisasikan perencanaan
kebutuhan.
 Pengadaan yang efektif harus menjamin
ketersediaan, jumlah, dan waktu yang tepat
dengan harga yang terjangkau dan sesuai standar
mutu.
 Pengadaan merupakan kegiatan yang
berkesinambungan dimulai dari pemilihan,
penentuan jumlah yang di butuhkan, penyesuaian
antara kebutuhan dan dana, pemilihan metode
pengadaan, pemilihan pemasok, penentuan
spesifikasi kontrak, pemantauan proses
pengadaan, dan pembayaran
HAL – HAL YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMBELIAN
ALKES, BMHP DAN OBAT YANG BERISIKO
 Maka rumah sakit agar melakukan kualifikasi pemasok
dengan memperhatikan hal – hal sebagai berikut
 Akte pendirian perusahaan dan pengesahan dari
Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia
 Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP)
 NPWP
 Izin Pedagang Besar Farmasi-Penyalur Alat Kesehatan (PBF-
PAK)
 Perjanjian Kerja Sama antara distributor dan prinsipal serta
rumah sakit
 Nama dan Surat Izin Praktik Apoteker apoteker penanggung
jawab PBF
 Alamat dan denah kantor PBF
 Surat garansi jaminan keaslian produk yang disdistribsikan
(dari prinsipal)
LANGKAH PROSES PENGADAAN
 Dimulai dengan
 Mereview daftar obat – obatan yang
diadakan,
 Menentukan jumlah item yang akan dibeli,
 Menyesuaikan dengan situasi keuangan,
 Memilih metode pengadaan,
 Memilih rekanan,
 Membuat syarat kontrak kerja,
 Memonitor pengiriman barang dan
 Memeriksa, melakukan pembayaran serta
penyimpan yang kemudian didistribusikan
 Agar proses pengadaan berjalan
lancar dan dengan manajemen yang
baik memerlukan struktur komponen
berupa personel yang terlatih dan
menguasai permasalahan
pengadaan, adanya prosedur yang
jelas dan terdokumentasi di
dasarkan pada pedoman baku,
sistem informasi yang baik, didukung
oleh dana dan fasilitas yang
memadai
TIGA ELEMEN PENTING
 Tiga elemen penting pada proses pengadaan
yaitu
 Penetapan metode pengadaan, bila tidak tepat
dapat mengakibatkan biaya tinggi

 Penyusunan dan persyaratam kontrak kerja,


sangat penting untuk menjaga agar
pelaksanaan terkamin mutu, waktu dan
kelancaran bagi semua pihak

 Surat pesanan, agar barang sesuai macam,


waktu dan tempat
TATA SAJI
Pendahuluan: Kebijakan Tatakelola Obat di Era JKN

Formularium Nasional

Perencanaan Kebutuhan Obat

Pengadaan Obat berdasarkan Katalog Elektronik dan Tantangannya

Penutup

- -
Kebijakan Tata Kelola Obat
JKN

FORNAS RKO PENGADAAN


Rencana OBAT
- Daftar obat
terpilih yang kebutuhan Dilakukan
dibutuhkan dan obat
harus tersedia di oleh masing-
Fasyankes
fasyankes dlm
(tahunan) masing SKPD
rangka
pelaksanaan JKN
dan
- KepMenkes No. Fasyankes/RS
636/2016 ttg
Perubahan Kedua
atas Kepmenkes
523/2015 ttg
Fornas
Perkembangan Formularium Nasional

FORNAS 2015 7
SK Menkes No. 1
HK.02.02/Menkes/523/2015 20 PENYUSUNAN FORNAS 2017
-562 item obat/zat aktif (terdiri dari
983 kekuatan dan bentuk sediaan)
-Obat Rujuk Balik : 75 item dalam
6
151 Bentuk sediaan.
201
ADENDUM PERUBAHAN 2016

15
FORNAS 2013 + ADENDUM SK Menkes No.
2014
SK Menkes No. 328/ Menkes/ SK/
20 HK.02.02/Menkes/137/2016
-573 item obat/zat aktif (terdiri dari 1018
VIII/2013 kekuatan dan bentuk sediaan)
-540 item dalam 968 sediaan/
kekuatan SK Menkes No.
-Obat Rujuk Balik : 82 item dalam HK.02.02/Menkes/636/2016
155 sed/kek 1 4 -586 item obat/zat aktif (terdiri dari 1036
20 kekuatan dan bentuk sediaan)

2013

- -
E-FORNAS FORMULARIUM
NASIONAL
Terdiri dari :
 Kelas Terapi : 29
 Sub kelas terapi : 96
e-fornas.binfar.kemkes.go.id  586 item obat/zat
aktif
(dalam 1036
kekuatan/bentuk
sediaan)

Sebaran Kebutuhan Obat


Berdasarkan Tingkat dan Model
Pelayanan Obat

586/1036
Tersier
TIPE A dan B Pendidikan

Sekunder
467/849 RS Tipe D, C dan B Non
Pendidikan

Primer
237/380
Puskesmas, Praktek Dokter
Penanganan keluhan / pertanyaan Umum/Gigi, Klinik
Masyarakat seputar Fornas secara
cepat dan tepat

- -