Anda di halaman 1dari 26

ANA L I SI S K O S M E T I KA

RIRIN WIRAWATI
2020
PENGGOLONGAN KOSMETIK MENURUT SIFAT DAN CARA
PEMBUATAN:

1. kosmetik modern, diramu dari bahan kimia dan diolah secara modern.
2. Kosmetik tradisional
a. betul-betul tradisional, misalnya mangir, lulur, yang dibuat dari bahan alam dan diolah
menurut resep dan cara yang turun temurun.
b. Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan pengawet agar tahan lama
c. Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-benar tradisional dan diberi
zat warna yang menyerupai bahan tradisional.
RUANG LINGKUP PENGUJIAN MUTU SEDIAAN
KOSMETIKA MELIPUTI:
1. Organoleptis : bentuk, bau, warna
2. Parameter kimia fisika : batas-batas zat utama
3. Parameter mikrobiologis:
angka lempeng total, identifikasi staphylococcus aureus, pseudomonas aerugenosa,
candida albicans, clostridium tetani,clostridium welchii, bacillus antracis, salmonella.
4. Parameter biologis: uji iritasi kulit, uji iritasi mata, uji fotosensitisasi.
DEFINISI

• Analisis kosmetik adlah tindakan untuk mengetahui suatu jenis kosmetika


dari segi komposisi bahan, kualitatif maupun kuantitatif telah memenuhi
standar yang dibolehkan.
TUJUAN ANALISIS KOSMETIK
1. Mengetahui komposisi suatu sediaan kosmetik & kadar yg
digunakan
2. Melindungi masyarakat dari efek yg tidak diinginkan akibat
kosmetik yg substandar
3. Pembuktian kebenaran komposisi bhn thd data analisis
TAHAPAN ANALISA KOSMETIK
• organoleptic
Cara • Kualitatif
• kuantitatif

• Tempat pengambilan sampling


Perencanaan • Jumlah sampel (sesuai dg parameter uji &arsip sampel

• Bahan pembawa
Pemisahan • Bahan aktif
• Bahan tambahan

Identifikasi
(bahwa zat tsb • Ident, arsen, dll

ada)
PEDOMAN PENGUJIAN SEDIAAN KOSMETIKA
1. Sabun

Sabun adalah hasil reaksi antara basa


natrium atau kalium dengan asam lemak
atau lemak dan digunakan sebagai bahan
pencuci.
Pengujian umum meliputi:
A. Pemerian
B. Jumlah asam lemak ( syarat tidak kurang dari 76,5%)
C. Zat yang tidak larut dalam etanol ( syarat tidak lebih dari 2,5%)
D. Alkali bebas dihitung sebagai Na2O (syarat tidak lebih dari 0,2 %)
E. Klorida (syarat tidak lebih dari 0,8 %)
F. Uji iritasi mata
G. Identifikasi dan penetapan kadar asam benzoat ( syarat tidak lebih dari 0,2%)
H. Identifikasi dan penetapan kadar asam dehidro asetat (syarat tidak lebih dari 0,5%)
I. Identifikasi dan penetapan kadar asam salisilat ( syarat tidak lebih dari 0,2%)
J. Identifikasi dan penetapan kadar asam sorbat dan garamnya (syaratnya tidak lebih dari 0,5%)
K. Identifikasi dan penetapan kadar benzalkonium klorida (syaratnya tidak lebih dari 0,05%)
L. Identifikasi dan penetapan kadar ester p-hidroksi benzoat (syaratnya tidak lebih dari 1%)
MACAM-MACAM SABUN

• Sabun mandi
• Sabun antiseptic
• Sabun mandi bayi
SABUN MANDI
Sabun mandi adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk
membersihkan kotoran, menghilangkan sisik-sisik dan melembutkan
kulit badan.
Dalam pembuatan dapat digunakan lemak dari minyak kelapa, minyak
kelapa sawit, minyak jarak, didalamnya biasa ditambahkan asam
lemak bebas, krem pendingin, natrium klorida, parfum dan pewarna
SABUN MANDI BAYI
Sabun mandi bayi biasanya bewarna putih dan tidak dibubuhi parfum.
Pengujian:
1.Pengujian umum : sesuai dengan pengujian umum untuk sabun
2.Pengujian khusus:
A. Uji S. Aureus, P. Aeruginosa, C. Albicans, salmonella (syarat negatif)
B. Uji angka lempeng total (syarat tidak lebih dari 5 x 102 koloni tiap Gram)
C. Heksaklorofen (syarat negatif)
2. SHAMPO
Shampo adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk
maksud membersihkan rambut, sehingga setelah itu
kulit kepala dan rambut menjadi bersih dan sedapat
mungkin rambut menjadi lembut, mudah diatur dan
berkilau. Shampo dibuat dari detergen sintetik (anionik)
karena kationik menyebabkan iritasi mata
Pengujian umum
A. Pemerian
B. Volume, bobot
C. Ph (syarat tidak kurang dari 6,0 dan tidak lebih dari 9)
D. Kadar detergen anionik (syarat tidak kurang dari 5%)
E. Zat yang menguap pada suhu 105ºc (syarat tidak lebih dari 95%)
F. Garam anorganik (syarat tidak lebih dari 7,0%)
G. Uji iritasi mata
H. Identifikasi dan penetapan kadar asam sorbat dan garamnya ( Syarat tidak lebih dari 0,5% )
A. Shampo untuk orang dewasa
Pengujian umum ; sesuai untuk pengujian shampo
Pengujian khusus:
A. Uji S. Aureus, P. Aeruginosa, C. Albicans ( syarat negatif)
B uji angka lempeng total ( syarat tidak lebih dari 10 koloni tiap gram
atau ml.)
B. Shampo anti ketombe
Pengujian meliputi:
Pengujian umum : sesuai dgn pedoman pengujian shampo
Pengujian khusus :
A. Identifikasi dan penetapan kadar kinina sulfat atau kinina klorida syarat tidak lebih dari 0,5%
dihitung sebagai klorida)
B. Identifikasi bitional ( syarat negatif)
C. Identifikasi dan penetapan kadar zeng pirition, selenium disulfida ( syarat tidak lebih dari 2%)
D. Identifikasi dan penetapan kadar resorcin ( syarat tidak lebih dari 0,5%)
E. Identifikasi dan penetapan kadar heksaklorofen ( syarat tiak lebih dari 0,1% )
F. Uji S. Aureus, P. Aeruginosa, C. Albicans ( syarat negatif)
G. Uji angka lempeng total ( syarat negatif)
C. Shampo untuk bayi
Shampo bayi dipilih surfaktan yang tidak mengiritasi mis: golongan imidazolin amfoter, ester asam
lemak sulfosuksinat dan senyawa amida lemak sulfosuksisinat, dan lauril sulfat.
Pengujian meliputi:
1. Pengujian umum : sesuai pedoman pengujian shampo
2. Pengujian khusus:
a. Identifikasi heksaklorofen ( syarat negatif)
B. Uji S. Aureus, P. Aeruginosa, C. Albicans, salmonella ( syarat negatif)
C. Uji angka lempeng total ( syarat tidak lebih dari 5 x 102 koloni tiap gram atau tiap ml )
Pedoman pengujian sediaan kosmetika untuk
bayi
Sediaan kosmetika bayi harus bebas kuman dan dapat diberikan pengawet secukupnya. Pewangi
sebaiknya dihindarkan, karena kulit bayi masih sangat tipis, lembut dan sangat sensitif.
Pengujian umum meliputi:
A. Pemerian
B. Volume
C. Identifikasi timbal, asam borat, heksaklorofen ( syarat negatif)
F. Identifkasi dan penetapan kadar asam benzoat (tidak lebih 0,2%)
G. Identifkasi dan penetapan kadar asam dehidroasetat ( syarat tidak dari 0,5%)
H. Identifikasi dan penetapan kadar asam salisilat ( syarat tidak lebih dari 0,2%)
I. Identifikasi dan penetapan kadar asam sorbat dan garamnya syarat tidak lebih dari 0,5%
J. Identifikasi dan penetapan kadar benzalkonium klorida ( syarat tidak lebih dari 0,05%)
K identifikasi dan penetapan kadar ester p-hidroksi benzoat ( syarat tidak lebih dari 1 %)
Losio bayi, krim bayi
• Losio bayi dan krim bayi adalah sediaan kosmetika yang dimaksudkan untuk
membersihkan kulit, menghilangkan bedak atau krim, serta memberikan
perasaan nyaman karena menguapnya air dari krim atau losio pada permukaan
badan.

• Sediaan ini dibuat dari zat pengawet, antiosidan, antiseptika, zat pengemulsi.
parfum ditambahkan dalam jumlah sedikit sekali atau sama sekali tidak
ditambahkan untuk mencegah iritasi.
3. BEDAK

Bedak adalah sediaan dasar berupa padat halus lembut,


homogen, mudah ditaburkan atau disapukan merata pada
kulit, tidak menimbulkan iritasi atau melukai kulit.
Pengujian umum meliputi:

A. Pemerian, bobot, ph
B. Identifikasi arsen, timbat (syarat negatif)
C. Identifikasi dan penetapan kadar asam benzoat, asam salisilat (syarat tidak lebih dari
0,2%)
D. Identifikasi dan penetapan kadar asam dehidroasetat, asamsorbat dan garamnya (syarat
tidak lebih dari 0,5%)
E identifikasi dan penetapan kadar benzalkonium klorida (syarat tidak lebih dari 0,05%)
F. Identifikasi dan penetapan kadar ester p-hidroksibenzoat (syarat tidak lebih dari 1%)
A. Bedak wajah
Bedak wajah adalah bedak yang digunakan sebagai pembawa sediaan kosmetika
untuk berbagai tata rias.

Fungsi bedak: memberikan kelembutan yang sekaligus menutupi cacat ringan seperti
pori2 yang terlalu lebar, permukaan kulit yang tidak rata, bintik halus.
Bedak diharapkap dapat menyerap keringat dan melekat pada wajah maka sebagai
dasar bedak : talk, kalsium karbonat, seng oksida , titanium oksida, pati dan lain-
lain.
Pengujian meliputi

1. Pengujian umum : sesuai dengan pedoman pengujian bedak


2. Pengujian khusus:
a. Identifikasi dan penetapan kadar heksaklorofen (syarat tidak lebih dari 0,1%)
b. Uji angka lempeng total (syarat tidak lebih dari 105 koloni tiap gram
c. Uji S. Aureus, P.Aeruginosa, C.Albicans, cl.Tetani, cl. Welchii, B.Antracis
(syarat negatif)
B. Bedak untuk badan
Bedak untuk badan adalah sediaan dasar berupa padat, halus, lembut, homogen,
dapat menyerap keringat dari badan sehingga dapat memberi rasa dingin pada
badan
Komposisi sediaan terutama adalah talk dengan kualitas halus, bebas alkali, dan
bebas bakteri
Bahan tambahan:

• Seng stearat atau magnesium stearat, kaolin untuk memperbesar sifat melekat
pada kulit
• Magnesium karbonat atau pati untuk memperbesar daya serap keringat
• Parfum untuk menutupi bau bahan dasar
Pengujian meliputi:
1. Pengujian umum : sesuai dengan pedoman pengujian bedak
2. Pengujian khusus sesuai pengujian khusus bedak wajah
C. BEDAK BAYI
Bedak bayi adalah sediaan kosmetika yang dimaksudkan untuk menyerap air,
mencegah gesekan kulit dan menghambat penguapan kulit sehingga
memberikan efek dingin.

Bedak bayi mempunyai formula yang lebih sederhana dari bedak dewasa
( parfum sangat sedikit atau sebaiknya dihindari)
Pengujian meliputi:
Pengujian umum sesuai dengan pedoman pengujian umum bedak
Pengujian khusus:
a. Identifikasi heksaklorofen, asam borat ( syarat negatif)

b. Uji angka lempeng total ( syarat tidak lebih dari 5 x 10 2 koloni tiap gram)

c. Uji S. Aureus, P.Aeruginosa, C.Albicans, cl.Tetani, cl.Welchii, B. Antracis (syarat negatif)