Anda di halaman 1dari 13

Prinsip legal audit

Ainul azizah
Prinsip prinsip legal audit
a. Kerelaan, yaitu bahwa subjek hukum yang akan diperiksa harus secara
• sukarela membuka diri untuk pemeriksaan;
• b. Keterbukaan, yaitu bahwa subjek hukum yang akan diperiksa harus membuka
• diri seluas-luasnya agar pemeriksa dapat melakukan pekerjaanya dengan baik;
• c. Kerahasiaan, yaitu bahwa hasil pemeriksaan merupakan kerahasiaan yang
• hanya akan diketahui oleh pihak pemeriksa dan pihak yang diperiksa sampai
• pada saat ada kewajiban atau kebutuhan untuk membuka informasi tersebut;
• d. Tanggung jawab, yaitu bahwa pihak yang diperiksa bertanggung jawab penuh
• terhadap hasil legal audit.
Pelaksanaan legal audit , terdiri atas
• 1. tahap persiapan
• 2. Penyususnan program
• 3. pelaksanaan penugasan legal audit
• 4. Pelaporan hasil legal audit
Tahap Persiapan
• Agar pelaksanaan legal audit dapat dilaksanan dengan sebaik baiknya
maka diperlukan tahapan persiapan yang meliputi
• 1. metode pendekatan
• 2. penetapan penugasan
• 3. pemberitahuan audit
• 4. penelitian pendahuluan
Ad. 1 metode pendekatandan penetapan
penugasan
• Ad 1 Auditor intern menggunakan metode pendekatan tertentu agar pelaksanaan
audit dapat erlangsung dengan efektif dan efsien. Penggunaan metode
pendekatan setiap auditor dalam mengaudit instansi atau perusahaan itu
berbeda beda.
• Ad 2 penetapan penugasan
• Penetapan penugasan dimaksudkan untuk pemberitahukan kepada uditor
sebgai dasar untuk melakukan audit sebgaimana ditetapkan dalam rencana
audit tahuan instansi yang diaudit. Penetapan ini dalam bentuk surat penugasan
Ad3. pemberitahuan audit dan penelitain
pendahuluan
• Ad. 3
• Auditor harus dilengkapi surat pemberiatahuan audit yang disampaikan kepada auditee(orang
/instansi yang diaudit). Dalam surat pemberitahuan tersebut tercantum wewenang auditor, rencana
pertemuan dengan auditee untuk menjelaskan tujuan auditee, susunan ketua dan anggota tim dan
informasi yang diperlukan.
• Ad.4
• Penelitian pendahuluan untuk mengenal dan memahami auditee supaya audit dapat difokuskan pada
hal hal yang strategik shg auditor dapat merumuskan tujuan audit secara lebih jelas. Menegnal lebih
baik auditee seperti fungsi organisasinya, struktur organisasi, wewenang tanggung jawab dan
kebijakannnya, prosedur operasi organisasi dan reikonya, keberhsailan dan aspek legalnya.
Penyusunan program audit
• Program audit harus :
• Mrpk dokumentasi prosedur dan auditor intern dlm mengumpul kan, menganalisa
menginterpretasi dan mendokumentasi informasi selama pelaksanaan audit
• Menyatakan tujuan audit
• Menetapkan luas tingkat dan metodologi pengujian guna mencapai tujuan audit untuk
setiap tahapan audit
• Mnetapkan jangka waktu pemeriksaan
• Mengidentifikasi aspek aspek teknis, resiko , proses dan transaksi yang harus diuji , termasuk
data elektronik
Pelaksanaan penugasan Legal Audit
• Tahap pelaksanaan ini mrpk kegiatan mengumpulkan, menganalisi dan mengintrepretasikan d
• mengdokumentasikan bukti bukti audit yg serta informasi yg dibutuhkan
• Penngumpulan adan ii sebelum dan sesudah auditing.
• Pelaksanaan penugasan audit terdiri atas
• 1. proses audit
• 2. bukti audit
• 3. evaluasi hasil audit
• 4. Supervisi
Proses audit meliputi kegiatan sbb:
• Mengumpulkan bukti dan informasi yang cukup , kompeten, dan relevan
• Memeriksa dan mengevaluasi semua bukti dan informasi untuk mendapatkan temuan dan
rekomendasi audit
• Menetapkan metode dan teknik sampling yg dapat dipakai dan dikembangkan sesuai dg
keadaan.
• Supervisi atas proses pengumpulan bukti dan infromasi serta pengujian yg telah
ditentukan dilakukan
• Mendokumentasikan kertas kerja audit
• Membahas hasil kerja audit
bukti audit
• Bukti audit adalah semua data dan informasi yg dapat dipakai oleh
auditor untuk mendukung temuan auditnya
• Auditor intern harus punya bukti yang cukup , kompeten dan relevan
untuk mendukung penyusunan kesimpulan dan rekomendasinya
• Bukti ini diperoleh dari pemeriksaan fisik , konfirmasi , pengamatan ,
pengajuan pertanyaan, perhitungan, dan pengujian analiasis.
Evaluasi hasil audit
• Pada intinya laporan hasil audit itu memuat tentang :
• Kesimpulan dan pelaksanaan program audit
• Evaluasi hasil audit terhadap sasaran audit
• Ikhtisar temuan dan rekomendasi hasil audit
Supervisi
• Kepala pusat auditor harus menjamin terselanggaranya pelaksanaan audit secara cermat dan
tepat. Supervisi ini dilakukan secara berkesinambungan dimulai dari awal hingga akhir
yang meliputi :
• A. Penyiapan instruksi kpd auditor intern
• B. Pengawasan pelaksanaan program audit
• C. Penetapan kecupan kertas kerja audit
• D. Penilaian terhadap akurasi , obyektifitas, kelengkapa dan ketepatan waktu dan laporan
hasil audit
• E. Penilaian atas pencapaian tujuan dan sasaran audit
Pelaporan hasil audit
• Pelaporan hasil audit harus berdasarkan pada standart pelaporan yang meliputi :
• 1. laporan harus tertulis
• 2. laporan harus diuraikan seacra singkat dan mudah dipahami
• 3. laoran harus didukung dengan kertas kerja yang memadai
• 4. laporan harus obyektif
• 5. laporan harus konstruktif
• 6. Lapoaran hrs ditandangaini oleh auditor intern
• 7. lpoaran harus disampaikan tepat waktu
• 8. lapoaran harus sistematis