Anda di halaman 1dari 7

Unsur radioaktif

• Zat radioaktif adalah zat yg tidak


mempunyai isotop stabil, sehingga sering
disebut juga radioisotope.
• Zat tersebut dapat memancarkan sinar
radiasi yang disebut sinar radioaktif, berupa
sinar alfa , sinar beta dan sinar gamma
1. Sinar alfa
sinar ini identic dengan inti atom helium

2. Sinar gamma
sinar ini identic dendan electron

3. Sinar gamma
Sinar gama mempunyai daya tembus yang besar.
 
Penggunaan radioaktif
1. Bidang kedokteran
radioisotope CO-60 untuk terapi kanker
2. Bidang biologi
Isotop C-14 dan juga isotop O-17 saat ini digunakan untuk mengamati
proses fotosintesis pada tanaman
3. Bidang pertanian
Isotop P-32 digunakan untuk mengetahui cara pemupukan yang sesuai
pada tanaman tertentu
4. Bidang arkeologi
Radioisotop dari C-14 digunakan sebagai peruntut untuk mengetahui
berapa usia dari fosil yang ditemukan
 Pita kestabilan adalah inti yang tidak
Pita kestabilan
dapat secara spontan meluruh atau
berubah
 Defenisi kestabilan yang lebih
mengkhusus adalah kemampuan inti
meluruh dengan jenis peluruhan
tertentu
DAERAH PADA PITA KESTABILAN
1. Diatas pita kestabilan
Inti di daearah ini Z<83 atau daerah surplus
neutron

2. Dibawah pita kestabilan


Inti didaerah ini Z<83 dan Z/N ( Perbandingan
neutron dan proton ) kecil atau surplus proton
3. Daerah di atas pita kestabilan
Inti didaerah ini surplus neutron dan proton. Untuk
mencapai kestabilan ,inti memancarkan partikel alfa.
Reaksi peluruhan
Pemancaran radiasi secar terus-menerus sepanjang
waktu dari inti radioaktif akan mengakibatkan
berkurangnya jumlah inti atom radioaktif. Peristiwa
penyusutan jumlah inti atom ini disebut peluruhan
atau pelapukan. Berkurangnya inti radioaktif akan
disertai dengan berkurangnya jumlah radiasi yang
dipancarkan.
Kinematika peluruhan

 Semua peluruhan radioaktif mengikuti kinetika orde pertama, sehingga laju peluruhan radioaktif pada setiap waktu t adalah :
Laju peluruhan pada waktu t = λ.N
λ = konstanta laju orde pertama
N = banyaknya inti radioaktif pada waktu t ln Nt/No = - λ.t
Dengan waktu paruh : = 0,693/ λ