LAPORAN KASUS PENATALAKSANAAN ANESTESIA PADA KISTA OVARIUM

Disusun Oleh HERLIZA ASTRINI BUDIARTATI RINDI RIZKI ZULHENDRI 1102004087 1102004038 1102004204 1102004106

Pembimbing Dr. Bambang Setiawan, SpAn Mei 2009

Yatiningsih : 27 tahun : Islam : Swasta : Menikah : Wijaya Kusuma : Kp.Identitas Pasien ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Nama Usia Agama Pekerjaan Status Perkawinan Ruangan Alamat Tgl Masuk RS Tgl Operasi : Ny. Pabuaran Indah : 6 Mei 2009 : 7 Mei 2009 .

Pasien mengatakan nyeri pada saat berhubungan dengan suami. dan tidak terdapat gangguan. Pasien merasakan benjolannya tidak bertambah besar. Pasien mengatakan siklus haidya teratur. Pasien mengaluhkan sudah 1 tahun menikah tapi belum hamil.ANAMNESA Keluhan Utama: Teraba benjolan pada perut kiri bawah Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke RSUD serang dengan keluhan teraba benjolan pada perut kiri bawah sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan ini disertai dengan rasa nyeri jika ditekan pada daerah benjolan. .

Riwayat penyakit ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Asma DM Hipertensi Penyakit Ginjal Penyakit Jantung Penyakit Paru : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal .

1 0C BB : 40 kg .Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tanda Vital : TD : 100/70 mmHg Nadi : 82 x / menit RR : 21x/mnt Suhu : 37.

murmur -. RC +/+ : Dalam Batas Normal : Pembesaran KGB -.STATUS GENERALIS Kepala Mata THT Leher Thoraks Cor Pulmo Abdomen Ekstrimitas : Normocephal : CA -/-. gallop : Vesikuler. wh -/: Bising usus + : Akral hangat . Pembesaran tiroid : Simetris saat stasis dan dinamis : S1S regular. rh -/-. SI -/-.

STATUS GINEKOLOGIS Inspeksi Palpasi : Abdomen datar. padat. batas tegas. nyeri tekan + Perkusi : Nyeri ketok Auskultasi :Bising usus + . simetris : Benjolan perut kiri bawah sebesar telur bebek. mobile.

8 mg/dl : 38 % : 4.Pem.000/µl .100/µl : 193. Laboratorium Hematologi ‡ Hb ‡ Ht ‡ Leukosit ‡ Trombosit : 10.

TANDA TANDA VITAL PRE OPERASI ‡ TD : 110/70 mmhg ‡ BB : 40 kg ‡ Temperatur : afebris ‡ Nadi : 80 x/menit ‡ RR : 20 x/menit ‡ Gizi : cukup ‡ Urin pre-op : 0 cc .

Petidin 40 mg .‡ Premedikasi : Metoklorpamid 10 mg ‡ Tindakan anestesi : Analgesia spinal dengan bupivakain ‡ Induksi : .Atrakurium 40 mg ‡ Rumatan : O2. N2O.Midazolam 4 mg . Isofluran ‡ Recovery : Tramadol 200 mg/ drip .Ketamin 60 mg .

15 WIB masuk 1 kolf Ringer Laktat ‡ 10.45 WIB masuk 1 kolf Ringer Laktat kedua ‡ 11.40 WIB masuk 1 labu WB .10 WIB masuk 1 kolf Ringer Laktat ketiga ‡ 11.PEMBERIAN CAIRAN ‡ 10.

rumatan dan bangun dari anestesi ‡ Obat obat yang digunakan untuk premedikasi adalah midazolam dan petidin ‡ Induksi anestesia adalah tindakan untuk membuat pasien dari sadar menjadi tidak sadar. Obat yang digunakan pada pasien ini adalah ketamin.Kesimpulan ‡ Spinal anastesi dapat digunakan untuk operasi pada daerah abdomen bagian bawah sampai ekstremitas bagian bawah. . ‡ Premedikasi ialah pemberian obat 1-2 jam sebelum induksi anestesia dengan tujuan melancarkan rumatan.

cukup analgesia dan mengusahakan agar pasien tidak merasa nyeri pada saat pembedahan. dimana salah satu fungsi darah ialah untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.‡ Pelumpuh otot adalah obat yang digunakan untuk mempermudah pemasangan intubasi. ‡ Pemberian transfusi darah dibutuhkan untuk menggnti kehilangan volume darah selama berlangsungnya pembedahan. ‡ Pemberian cairan intravena selama operasi sangat penting dalam mempertahankan status hemodinamik dan mencegah terjadinya kehilangan cairan selam operasi dan perdarahan selain itu asupan oksigen harus selalu dipertahankan mencegah terjadinya depresi napas. . ‡ Rumatan anestesia mengacu pada trias anestesia yaitu tidur ringan.

TERIMA KASIH WASSALAMUALAIKUM WR. WB .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful