Anda di halaman 1dari 21

PATOFISIOLOGI

dan PATOLOGI KLINIK

Tim doses
FFS UHAMKA
Kontrak Perkuliahan
 ABSENSI minimal 75%
 KETERLAMBATAN masuk kelas setelah kehadiran dosen
maksimal 15 menit
 TUGAS  mandiri dan kelompok
 PENILAIAN :
1. Keaktifan : 10%
2. Tugas : 20%
3. UTS : 30%
4. UAS : 40%
OUTLINE
2. Konsep umum 3. Patofisiologi 4. Patofisiologi
1. Pendahuluan penyakit sistem hematologi sistem saraf

6 & 7.
9 & 10. 5. Patofisiologi
Patofisiologi
Patofisiologi 8. UTS sistem endokrin
sistem
sistem pernafasan
kardiovaskuler

11. Patofisiologi 12. Patofisiologi 13. Patofisiologi 14. Patofisiologi


sistem hepar ginjal sistem urinasi
pencernaan

15. Patofisiologi
16. UAS sistem reproduksi
Referensi yang Bisa Digunakan
Buku Teks:
1. Greene, R.J., Haris, N.D., and Goodyer, L.I., 2000, Pathology and
Therapeutics for Pharmacists : A Basic for Clinic Pharmacy, 2nd Ed., Pharm.
Press, London.
2. Kaplan, A. and L.L. Szabo., Clinical Chemistry Interpretation and Techniques,
Lea and febiger, Philadelphia.
3. Kumar, V., Cotran, R.S., and Robin, S.L., 1997, Basic Pathology, 6th Ed., W.B.
Sounders, Philadelphia.
4. Price, S., Wilson, L., 2006, Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit, Edisi 6, EGC, Jakarta.
E-book :
5. Frizzell, Handbook of Pathophysiology (2001)
6. Kumar, V., et.al., Robbins and Cotran Pathologic Basis Of Disease , 7th ed
(2005)
7. Alldredge, et al., Koda Kimble, Applied Therapeutics, the Clinical Use of Drugs
(2013)
Apa saja yang harus saya pahami
dari kuliah ini?
 DEFINISI: patofisiologi, patologi, patologi klinik
 HAL-HAL YANG PENTING DIPELAJARI PADA
PATOFISIOLOGI: etiologi penyakit, patogenesis
penyakit, manifestasi penyakit, diagnosa -- Konsep
umum penyakit
 FISIOLOGI SEL DAN KERUSAKAN SEL: sel dan
fungsinya, cedera dan kematian sel.
Apa Patofisiologi itu?
PATOFISIOLOGI: cabang ilmu yang mempelajari penyakit-
penyakit yang disebabkan oleh kelainan fisiologi tubuh.
Misal: pd pasien dengan penyakit reumathoid artritis
disebabkan karena kerusakan pada sel imun dalam
mengenali sel tubuh.
PATOLOGI: cabang ilmu yang mempelajari penyakit, terbagi
atas
1. Patologi anatomi (mempelajari tentang penyakit pada
sel, organ atau jaringan sebagai langkah diagnosa
penyakit)
2. Patologi klinik (mempelajari tentang sampel jaringan dan
cairan tubuh dalam penetapan diagnosa)
HAL-HAL YANG PENTING DALAM MEMPELAJARI
ILMU PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK :

• Gambaran penyebab penyakit  identifikasi faktor-


Etiologi penyakit faktor penyebab

Patogenesis • Perkembangan penyakit (mekanisme penyakit)


penyakit perjalanan penyakit

• Gejala penyakit  penilaian subjektif pasien terhadap


Manifestasi penyakit yang dialami
penyakit • Tanda penyakit  penilaian objektif tenaga medis pada
pasien

Diagnosa (Patologi • Pemeriksaan terhadap cairan tubuh atau cairan jaringan


Klinik) tubuh  langkah penegakan diagnosa
SEL
SEL merupakan satuan dasar struktural dan
fungsional terkecil dari suatu organisme.

FUNGSI DAN STRUKTUR SEL


Setiap sel tubuh mempertahankan kehidupan,
melakukan tugasnya untuk mengontrol
seluruh aktivitas tubuh makhluk hidup.
Masih ingat bagian-bagian sel? Apa saja
masing-masing fungsi sel?
Apa hubungan sel dengan
patofisiologi?
 Penyakit atau kelainan yang terjadi di dalam tubuh
diakibatkan karena cidera sel dan kematian sel sehingga
terjadi gangguan fungsi sel.
 Akibat suatu serangan pada sebuah sel tidak selalu
mengakibatkan gangguan fungsi. Pada kenyataannya
terdapat mekanisme adaptasi seluler terhadap berbagai
macam kerusakan/serangan tsb.
ADAPTASI SEL
 Sel beradaptasi melalui 4 tahap
 Atrofi
 Hipertrofi
 Hiperplasi
 metaplasi
 Atrofi : sel mengalami pengurangan massa /
penyusutan yaitu berkurangnya ukuran dari sel
tsb
 Hipertrofi ; sel mengalami pembesaran / ukuran
sel bertambah
 Hiperplasi ; jumlah sel bertambah
 Metaplasi ; perubahan dari jenis sel dewasa
menjadi sel lain, tp bersifat reversibel
 Beri contoh kasus metaplasi!!!
KERUSAKAN SEL
 CIDERA SEL / INJURY SEL
 Cidera reversible : cidera yg relative
ringan dan kemungkinan sel kembali ke
dalam bentuk semula
 Cidera irreversible, bila sel mati (cell
death/apoptosis cell}
PENYEBAB KERUSAKAN SEL /
CIDERA SEL
 Hipoksia (kekurangan O2 / zat-zat makanan yg
penting)
 Bahan kimia; termasuk obat-obatan
 Agen fisik, seperti trauma mekanis, panas, radiasi,
syok listrik, dll)
 Agen mikrobiologi ; jamur, bakteri, protozoa, cacing
 Mekanisme imun (alergi)
 Gangguan genetik, misalnya banyaknya kelainan
metabolisme bawaan yang berasal dari kelainan enzim.
 Ketidakseimbangan nutrisi
Apa saja faktor yang berpengaruh dalam
kerusakan atau cidera sel?
 Jenis dan beratnya cidera
 Jenis dan kondisi sel yang terkena
 Kepekaan terhadap injury,
 Diferensiasi,
 Suplai darah,
 Nutrisi, dan
 umur
BENTUK-BENTUK PERUBAHAN
DEGENERATIF
Sel yang cidera tp tidak mati akan mengalami
DEGENERASI yaitu perubahan morfologi /
bentuk sel akibat kerusakan yang tidak fatal /
reversibel.

1. Degenerasi bengkak keruh / Pembengkakan


sel / cloudy swelling yaitu terjadinya penimbunan
air di dalam sel-sel yang rusak (tp mrp kerusakan
ringan).
BENTUK-BENTUK PERUBAHAN
DEGENERATIF
2. Degenerasi lemak / infiltrasi lemak /
steatosis / perlemakan hati, yaitu Penimbunan
lipid di dalam sel-sel yang rusak. Biasanya terjadi
pada ginjal, jantung dan hati. (= hidropik, tapi isi
vakuola adalah lipid bukan air).

 Secara makroskopis perubahan pada jaringan yg


terkena meliputi pembengkakan jaringan,
penambahan berat pada organ2 yg terkena, dan
terlihat silinder berwarna kekuningan pada jaringan
akibat adanya kandungan lipid
 Perlemakan hati dapat ditemukan pada pasien dgn
malnutrisi, makan berlebihan, hipoksia, dan alkoholis
 Secara mikroskopis, sitoplasma dari sel-sel yg
terkena tampak bervakuola, berisi lipid.
KEMATIAN SEL (Nekrosis dan Apoptosis)
Jika kerusakan sel berlangsung terus menerus dan tidak
terkontrol, maka sel tidak lagi dapat mengompensasi dan
tidak dapat melanjutkan metabolisme, proses tersebut
menjadi irreversible, dan sel akan mati / NEKROSIS
Jika sel yg telah mati masih tetap tinggal di dlm hospes,
akan terjadi hal-hal brkt:
Sewaktu sel hidup enzim-enzim yg terkandung didalam
sel (umumnya litik) tidak menimbulkan kerusakan pada
sel, tp enzim2 ini dilepaskan pada saat sel mati dan
mulai melarutkan berbagai unsur seluler
Pada saat sel mati, terjadi perubahan secara kimiawi,
jaringan hidup yg tepat di sekitarnya memberikan respon
terhadap perubahan itu dan menimbulkan reaksi
peradangan akut di mana terjadinya pengiriman leukosit
ke daerah tsb yg membantu pencernaan sel-sel yg
sudah mati
Apa perbedaan apoptosis dan
nekrosis?
 APOPTOSIS : kematian sel yang terprogram
 Bentuk kematian sel ini diprogram oleh informasi
genetik yg telah ada di dalam sel, melibatkan sel-sel
tunggal atau kelompok bbrp sel, dan bila sel tsb mati,
akan membentuk fragmen mjd potongan-potongan yg
terikat membran yg dgn cepat difagositosis oleh sel
di sekitarnya/ oleh makrofag
 Apoptosis merupakan bagian pusat perkembangan
normal, berbeda dgn nekrosis, yg tidak terdapat
pada perkembangan normal dan merupakan respons
terhadap cedera atau kerusakan toksik.
 Apoptosis secara khas mengenai sel-sel individu yg
tersebar dan tidak mengakibatkan peradangan,
berbeda dengan nekrosis yg biasanya mengenai jalur-
jalur sel-sel di sekitarnya dengan daerah yg
dikelilingi oleh peradangan
Nekrosis dan apoptosis??
 Apoptosis diperlukan untuk:
 Pembentukan jari-jari tangan dan kaki pada janin
meliputi pembuangan oleh apoptosis pada jaringan
diantara jari-jari tsb
 Pengelupasan endometrium pada saat awal
menstruasi terjadi akibat apoptosis
 Pembentukan hubungan yang sesuai (sinaps)
diantara neuron didalam otak memerlukan
penghilangan kelebihan sel oleh apoptosis
 Kematian sel yg terprogram jg diperlukan
untuk menghancurkan sel-sel yg merupakan
ancaman bagi integritas organisme, spt:
 Sel-sel terinfeksi oleh virus
 Sel-sel dgn kerusakan DNA
 Sel-sel sistem imun
 Sel-sel kanker