Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AUDIT

Nama : Hariyanto Jolo


Nim : 201830061
Kelompok : IV
Jurusan: S1 Akuntansi
Poin-poin penting

■ Laporan Audit Standar Tanpa Pengecualian


■ Laporan Gabungan Tentang Laporan Keuangan Dan Pengendalian Internal Atas
Pelaporan Keuangan
■ Laporan Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan Atau
Modifikasi Kata-kata
■ Penyimpanan Dari Laporan Audit Wajar Tanpa Pengecualian
■ Yang di maksud Materialitas
■ Pembahasan Tentang Kondisi Yang Memerlukan Penyimpangan
■ Proses Pengambilan Keputusan Auditor Untuk Laporan Audit
■ Dampak E-Commerce Terhadap Pelaporan Audit
1. Laporan Audit Standar Tanpa Pengecualian
Laporan audit standar tanpa pengecualian untuk perusahaan publik meliputi tiga paragraf. Judul laporan,
alamat, nama kantor akuntan, dan tanggal laporan audit adalah serupa bagi perusaaan publik.
a.  Judul laporan
Standar auditing mensyaratkan bahwa laporan harus diberi judul yang mengandung kata independen.
b. Paragraf pendahuluan
Paragraf pertama laporan menunjukkan bahwa kantor akuntan publik bersangkutan telah melaksanakan audit,
yang membedakan laporan audit dari laporan kompilasi atau laporan review.
c. Tanggung jawab manajemen
Judul dan paragraf ini menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen.
d. Tanggung jawab auditor
Paragraf pertama menyatakan bahwa audit telah dilaksanakan sesuai dengan standar auditing yang berlaku
umum di A.S. Paragraf kedua menguraikan ruang lingkup audit dan bukti audit yang dikumpulkan. Paragraf
ketiga menunjukkan auditor yakin bahwa bukti audit yang tepat dan telah mencukupi telah diperoleh demi
mendukung pendapat auditor.
e.   Paragraf pendapat

Paragraf terakhir dalam laporan audit standar menyatakan kesimpulan auditor berdasarkan hasil audit. Bagian

laporan ini begitu penting, sehingga sering kali keseluruhan laporan audit dinyatakan secara sederhana sebagai

pendapat auditor.

f.    Nama dan Alamat KAP

Nama mengidentifikasi kantor akuntan publik (KAP) atau praktisi yang melakukan audit. Selain itu, kota dan

negara bagian lokasi KAP itu harus dicantumkan.

g.   Tanggal laporan audit

Tanggal yang tepat untuk dicantumkan pada laporan audit adalah ketika auditor menyelesaikan prosedur audit

di lokasi pemeriksaan.
2. Laporan Gabungan Tentang Laporan Keuangan Dan
Pengendalian Internal Atas Pelaporan Keuangan

Laporan gabungan tentang laporan keuangan dan pengendalian internal atas laporan keuangan
menyajikan baik laporan keuangan maupun laporan manajemen tentang pengendalian internal atas laporan
keuangan:
■ Paragraf pendahuluan, ruang lingkup, dan pendapat dimodifikasi untuk menyertakan referensi pada
laporan manajemen tentang pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan ruang lingkup
pekerjaan auditor serta pendapat tentang pegendalian internal atas laporan keuangan.
■ Paragraf pendahuluan dan pendapat mengacu pada kerangka kerja yang digunakan untuk
mengevaluasi pengendalian internal.
■ Laporan itu menyertakan paragraf sesudah paragraf sesudah ruang lingkup yang menetapkan
pengendalian internal atas laporan keuangan.
■ Laporan itu juga menyertakan paragraf tambahan sebelum paragraf pendapat yang menyatakan
keterbatasan yang melekat dari pengendalian internal.
■ Meski pendapat audit atas laporan keuangan mencakup banyak periode pelaporan, asersi manajemen
tentang eefektivitas pengendalian internal adalah untuk akhir tahun fiskal yang paling baru.
3. Laporan Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf
Penjelasan Atau Modifikasi Kata-kata

Penyebab paling penting dari penambahan paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata pada
laporan wajar tanpa pengecualian standar yaitu:

■ Tidak ada aplikasi yang konsisten dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP)

■ Keraguan yang substansial mengenai going concern

■ Auditor setuju dengan penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dirumuskan

■ Penekanan pada suatu hal atau masalah

■ Laporan yang melibatkan auditor lain

Keempat laporan yang pertama memerlukan penjelasan, hanya laporan yang pembuatannya
melibatkan auditor lain yang memerlukan modifikasi kata-kata
4. Penyimpanan Dari Laporan Audit
Wajar Tanpa Pengecualian
■ Ruang lingkup audit (pembatasan ruang lingkup)

Apabila auditor tidak dapat mengumpulkan bukti yang mencukupi untuk menyimpulkan apakah
laporan keuaangan telah disajikan sesuai GAAP/PSAK, maka terjadi pembatasan ruang lingkup audit.
penyebab pembatasan ada 2, yaitu pembatasan 1 oleh klien dan pembatasan yang disebabkan oleh
situasi yang berada di luar kendali klien atau auditor.

■ Laporan keuangan tidak sesuai rinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (penyimpangan GAAP)

■ Auditor tidak independen Independensi umumnya ditentukan oleh Peraturan 101 dari aturan Kode
Perilaku Profesional.

Laporan pendapat wajar dengan pengecualian dapat diterbitkan akibat pembatasan ruang lingkup
audit atau kelalaian untuk mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penggunaan kualifikasi atau
pengecualian atas pendapat audit saja terbatas pada situasi laporan keuangan tidak disajikan sesuai GAAP.
5. Penjelasan Materialistis

Materialitas adalah sebagai:“Besarnya suatu penghapusan atau salah saji informasi keuangan yang,
dengan memperhitungkan situasinya, menyebabkan pertimbangan yang dilakukan oleh orang yang
mengandalkan pada informasi  tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghapusan atau salah saji
tersebut.”Dari definisi materialitas di atas mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan baik yaitu :

1. kedaan yang berkaitan dengan entitas

2. kebutuhan informasi pihak yang akan meletakkan kepercayaan atas laporan keuangan auditing.
Sebagai contoh, suatu jumlah yang material dalam laporan keuangan entitas tertentu mungkin tidak
material dalam laporan keuangan entitas lain yang memiliki ukuran dan sifat yang berbeda.
dalam audit atas laporan keuangan, auditor memberikan kekayakinan berikut ini :
1. Auditor dapat memberikan keyakinan bahwa jumlah-jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan beserta
pengungkapannya telah dicatat, diringkas, digolongkan, dan dikompilasi.
2. Auditor dapat memberikan kekayakinan bahwa ia telah mengumpulkan bukti audit kompeten yang cukup
sebagai dasar memadai untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.
3. Auditor dapat memberikan keyakinan, dalam bentuk pendapat (atau memberikan informasi dalam hal
terdapat perkecualian), bahwa laporan keuangan sebagai keseluruhan disajikan secara wajar dan tidak
terdapat salah saji material karena kekeliruan dan kecurangan.
Dengan demikian ada dua konsep yang melandasi keyakinan yang diberikan oleh auditor: konsep materialitas
dan konsep risiko audit. Karena auditor tidak memeriksa setiap transaksi yang dicerminkan dalam laporan
keuangan, maka ia bersedia menerima beberapa jumlah kekeliruan kecil.
6. Pembahasan Tentang Kondisi Yang Memerlukan
Penyimpangan

Kategori utama pembatasan ruang lingkup audit ada 2, yaitu :


1. pembatasan yang disebabkan oleh klien
2. pembatasan oleh kondisi-kondisi yang berada di luar kendali klien dan auditor.

Bila ada pembatasan ruang lingkup maka responsnya ialah menerbitkan pendapat wajar tanpa
pengecualian, kualifikasi ruang lingkup dan pendapat audit, atau menolak memberikan pendapat
tergantung materialitasnya. Pembatasan yang disebabkan oleh klien perlu dipertimbangkan
kemungkinan bahwa manajemen kemungkinan berusaha mencegah ditemukannya informasi yang slaah
saji.
7. Proses Pengambilan Keputusan Auditor Untuk Laporan Audit

■ Menentukan apakah ada kondisi yang memerlukan penyimpangan dari laporan wajar tanpa pengecualian standar
Auditor mengidentifikasi kondisi-kondisi yang ada ketika mereka melaksanakan audit dan mencantumkan
informasi tentang kondisi itu dalam file audit sebagai bahan diskusi 1 guna pelaporan audit. laporan audit wajar
tanpa pengecualian diterbitkan jika kondisikondisi tersebut tidak ada.

■ Memutuskan materialitas untuk setiap kondisi Apabila ada kondisi yang memerlukan penyimpangan dari pendapat
wajar tanpa pengecualian standar, auditor mengevaluasi pengaruh potensialnya terhadap laporan keuangan.

■ Memutuskan jenis laporan audit yang tepat untuk kondisi tertentu berdasarkan tingkat materialitas Memutuskan
jenis pendapat yang tepat dengan menggunakan alat bantu pembuat keputusan.

■ Menuliskan laporan audit Sebagian KAP memiliki template komputer yang berisi kata-kata yang tepat untuk
situasi berbeda guna membantu penuliskan laporan audit, selain itu ada partner yang memliki kemampuan khusus
menulis atau mereview seluruh laporan audit sebelum diterbitkan.
Berikut situasi yang membutuhkan lebih dari 1 modifikasi dalam pelaporan:

■ Auditor tidak independen dan mengetahui bahwa perusahaan tidak mengikuti prinsip
akuntansi yang berlaku umum

■ Terdapat pembatasan ruang lingkup audit

■ Keraguan yang substansial tentang kemampuan perusahaan untuk terus bertahan dan
informasi penyebabnya tidak diungkapkan secara memadai di catatan kaki

■ Penyimpangan terhadap GAAP dan prinsip akuntansi lainnya dengan tidak konsisten
dengan tahun sebelumnya.
7. Dampak E-Commerce Terhadap Pelaporan Audit

Kebanyakan perusahaan publik memberikan akses ke informasi keuangan melalui


websitenya seperti laporan keuangan tertentu perusahaan yang telah diaudit termasuk
laporan auditor. Menurut standar auditing yang berlaku saat ini, auditor tidak diwajibkan
untuk membaca informasi dalam situs elektronik. Standar auditing menyatakan bahwa situs
elektronik adalah sarana untuk mendistribusikan informasi dan bukan dianggap “dokumen”
seperti istilah yang digunakan dalam standar auditing.
Kesimpulan
Laporan audit adalah media formal yang digunakan oleh auditor dalam mengkomunikasikan kepada
pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan atas laporan keuangan yang di audit. Dalam menerbitkan
laporan audit, auditor harus memenuhi empat standar pelaporan yang ditetapkan dalam standar auditing yang
berlaku umum.
■ Ada lima pokok tipe laporan Audit yang diterbikan oleh auditor adalah:
■ Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
■ Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas yang ditambahkan dalam laporan Audit bentuk
baku (Unqualified opinion explanatory language)
■ Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)
■ Pendapat tidak wajar (adverse Opinion)
■ Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer opinion).
Kondisi yang menyebabkan penyimpangan, kondisi-kondisi tertentu yang tidak memungkinkan
auditor menerbitkan laporan. Penyimpangan dari laporan tergolong dalam salah satu dari dua kategori
berikut :
■ Laporan standar dengan bahasa penjelasan
■ Jenis-jenis pendapat lain