Anda di halaman 1dari 48

PENGORGANISASIAN

DALAM KEPERAWATAN
.

Nevi Kuspiana Lesmana

1
 Pengorganisasian merupakan fungsi
manajemen kedua yang penting
dilaksanakan oleh setiap unit kerja sehingga
tujuan organisasi dapat dicapai dengan
berdaya guna dan berhasil guna.

2
PENGERTIAN
PENGORGANISASIAN
 adalah keseluruhan pengelompokan orang-
orang, alat-alat, tugas, tugas, kewenangan
dan tanggung jawab sedemikian rupa
sehingga tercipta suatu organisasi yang
dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan
kesatuan yang telah ditetapkan.
(Siagian,1983 dalam Juniati)

3
Tiga aspek penting dalam
pengorganisasian
1. Pola struktur yang berarti proses hubungan
interaksi yang dikembangkan secara efektif
2. Penataan tiap kegiatan yang merupakan
kerangka kerja dalam organisasi
3. Struktur kerja organisasi termasuk kelompok
kegiatan yang sama, pola hubungan antar
kegiatan yang berbeda, penempatan tenaga
yang tepat dan pembinaan cara komunikasi
yang efektif antar perawat.

4
PRINSIP – PRINSIP
PENGORGANISASIAN
 PEMBAGIAN KERJA
 PENDELEGASIAN TUGAS
 KOORDINASI
 MANAJEMEN WAKTU

5
PENGORGANISASIAN KEGIATAN
KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT
 Struktur Organisasi
 Pengelompokkan Kegiatan

6
PENGORGANISASIAN RUANG
RAWAT

7
PENGORANISASIAN RUANG
RAWAT
Struktur organisasi
 Struktur
 Bagan Tgt besarnya org
 Bentuk

 Vertikal lini
 Horisontal staff
 Gabungan  lini & staf

PENGORGANISASIAN 8
JENIS ORGANISASI
 Org Formal
3 ciri org ada
Hub & tujuan bersama ditetapkan scr rasional
 Org Informal
3 ciri org ada
Hub dipengaruhi perasaan
Tujuan bersama tidak jelas
Tugas & fungsi tidak jelas

PENGORGANISASIAN 9
BENTUK ORGANISASI
 Organisasi Garis / Lini
 Organisasi Fungsional
 Organisasi Garis dan Staf
 Organisasi tipe Panitia

PENGORGANISASIAN 10
ORGANISASI LINI

 Mempunyai garis komando kebawah

PENGORGANISASIAN 11
CIRI ORGANISASI LINI
 Organisasi kecil / sederhana.
 Jumlah karyawan sedikit.
 Pemilik sebagai pimpinan tertinggi.
 Hubungan pimpinan dan staf langsung.
 Tingkat spesialisasi yang diperlukan
sederhana.
 Semua anggota organisasi kenal.
 Alat-alat sederhana.
 Struktur organisasi sederhana.
 Hasil belum beraneka ragam.
 Tujuan yang ingin dicapai sederhana.
PENGORGANISASIAN 12
KEBAIKAN & KEBURUKAN
 KEBAIKAN ORGANISASI LINI
Proses pengambilan keputusan cepat.
Rasa solidaritas anggota tingi.
Disiplin tinggi.
 KEBURUKAN ORGANISASI LINI
Tujuan orgs didasarkan atas tujuan pribadi
pimpinan.
Kecenderungan pimp. orgs bersifat
diktator/otokrasi.
Seluruh anggota orgs bergantung pada satu
orang.
Kesempatan staf m’kembangkan spesialisasi
terbatas. PENGORGANISASIAN 13
14
ORGANISASI LINI & STAF

 Mempunyai garis komando kebawah dan


kesamping.

PENGORGANISASIAN 15
CIRI ORG LINI & STAFF
 Organisasi besar dan kompleks.
 Jumlah staf banyak.
 Hubungan kera bersifat langsung tidak
mungkin untuk setiap anggota.
 Terdapat dua kelmpok besar ; kelompok
pokok dan kelompok penunjang.
 Spesialisasi beraneka ragam.

PENGORGANISASIAN 16
KEBAIKAN
 Ada pembagian tugas yang jelas ; tugas
pokok dan tugas penunjang.
 Adanya spesialisasi ; bakat yang
berbeda.
 Koordinasi mudah dilakukan 2 kelompok
tersebut.
 Disiplin serta moral tinggi.
 Tugas sesuai dengan bakat dan keahlian.
 Menempatkan orang sesuai dg keahlian.
 Bentuk organisasi ini sesuai u/
organisasi yg komplek.
PENGORGANISASIAN 17
KEBURUKAN
 Staf dihadapkan pada 2 atasan ; Line
Authority dan Functional Authority.
 Perintah dari hirarki lini tidak selalu
seirama dengan hirarki staf.

PENGORGANISASIAN 18
19
ORGANISASI FUNGSIONAL
 Organisasi yg didalamnya tidak menekankan
pada hirarki struktural, lebih menekankan
pada macam fungsi yg perlu dijalankan.

PENGORGANISASIAN 20
KEBAIKAN & KEBURUKAN
 KEBAIKAN ORGANISASI FUNGSIONAL
Spesialisasi staf digunakan semaksimal
mungkin.
Solidaritas dalam tugas tingi.
Moral dan disiplin staf tinggi.
Koordinasi mudah dilaksanakan.
 KEBURUKAN ORGANISASI FUNGSIONAL
Spesialisasi tinggi shg “TOUR OF DUTY”
sukar, u/ penyesuaian perlu pendidikan yg
intensif.
Koordinasi sifat menyeluruh sukar
PENGORGANISASIAN 21
dilaksanakan.
22
ORGANISASI TIPE PANITIA

 Bentuk orgs dimana pimpinan dan staf


dibentuk kelompok bersifat panitia.

PENGORGANISASIAN 23
CIRI-CIRI
 Tugas kepemimpinan scr kolektif oleh
sekelompok orang
 Semua angg, pimp, m’punyai hak dan tg
jawab yg sama.
 Para pelaksana dikelompokkan menurut
tugas yg harus dilakukan.

PENGORGANISASIAN 24
25
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM MEMILIH ORGANISASI
 Tujuan harus dapat dicapai.
 Tipe organisasi yang terpilih disesuaikan
dengan tujuan “efektif dan efisien”.
 Mementingkan pembagian kerja efisien.
 Memunkinkan komunikasi timbal balik.
 Memungkinkan dilaksanakannya
pengawasan “Span Of Control”
 Memungkinkan pengawasan yang “efektif
dan efisien”.

PENGORGANISASIAN 26
KESIMPULAN
 Pengorganisasian ; kegiatan mll orang lain
u/ m’capai tujuan secara efektif dan efisien.
 Bentuk dan struktur organisasi dapat dipilih
sesuai dengan kebutuhan.
 Pengelompokan kegiatan dilakukan u/
memenuhi keb klien disesuaikan dg
kemampuan staf.
 Ka. Ru. Sbg ujung tombak melakukan
kegitan koordinasi kegiatan diruang rawat
dan evaluasi penampilan kerja staf.
PENGORGANISASIAN 27
28
MACAM – MACAM METODE
PENUGASAN KEPERAWATAN

29
METODE FUNGSIONAL

Pemberian askep ditekankan pada penyelesaian tugas &


prosedur keperawatan 1 perawat diberi satu / beberapa tugas
untuk dilaksanakan pd seluruh pasien yg dirawat.
Prioritas utama  pemenuhan kebutuhan fisik.

Tidak menekanakan perawatan yg holistik  kualitas askep


sering terabaikan, krn askep terfragmentasi.

Komunikasi antar perawat terbatas  tidak ada yg tahu ttg


pasien scr komprehensif  pasien kurang puas thd askep, krn
sering tdk mendapat jawaban yg tepat pada hal2 yg ditanyakan,
kurang ada hub saling percaya dengan perawat.

30
Kepala Ruangan
Perawat penanggung Jawab

Menyuntik Memberi makan Mengganti balutan Lain2

Pasien

31
KEUNTUNGAN
 Perawat terampil untuk tugas /pekerjaan
tertentu. - Mudah memperoleh kepuasan
kerja bagi perawat setelah selesai tugas. -
Kekurangan tenaga yang ahli dapat diganti
dengan tenaga yang kurang berpengalaman
untuk satu tugas yang sederhana.
 Memudahkan kepala ruangan untuk
mengawasi staf atau peserta didik yang
praktek untuk ketrampilan tertentu.

32
KERUGIAN

Pelayanan keperawatan terpilah-pilah atau total sehingga


proses keperawatan sulit dilakukan.
Apabila pekerjaan selesai cenderung meninggalkan klien
dan melakukan tugas non keperawatan.
Kepuasan kerja keseluruhan sulit dicapai dan sulit
diidentifikasi kontribusinya terhadap pelayanan.
Perawat hanya melihat asuhan keperawatan sebagai
keterampilan saja
33
METODE ALOKASI
KLIEN/KEPERAWATAN TOTAL
pengorganisasian pelayanan/asuhan
keperawatan untuk satu atau beberapa klien
oleh satu orang perawat pada saat
bertugas/jaga selama periode waktu tertentu
atau sampai klien pulang. Kepala ruangan
bertanggung jawab dalam pembagian tugas
dan menerima semua laporan tentang
pelayanan keperawatan klien.

34
Kepala Ruangan
Perawat penanggung jawab

Perawat

Pasien

35
KEUNTUNGAN
 Fokus keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
 Memberikan kesempatan untuk melakukan
keperawatan yang komprehensif.
 Memotivasi perawat untuk selalu bersama kien
selama bertugas, non keperawatan dapat dilakukan
oleh yang bukan perawat
 Mendukung penerapan proses keperawatan
 Kepuasan tugas secara keseluruhan dapat dicapai

36
KERUGIAN
 Beban kerja tinggi terutama jika jumlah klien
banyak sehingga tugas rutin yang sederhana
terlewatkan.
 Pendelegasian perawatan klien hanya
sebagian selama perawat penanggung jawab
klien bertugas.

37
METODE TIM KEPERAWATAN
/KEPERAWATAN KELOMPOK
pengorganisasian pelayanan keperawatan
oleh sekelompok klien dan sekelompok klien.
Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang
berijazah dan berpengalaman serta memiliki
pengetahuan dalam bidangnya (“registered
nurse”).

38
Kepala Ruangan

Ketua Tim Ketua Tim

Perawat2
Perawat2

Pasien2 Pasien2

39
 Pembagian tugas di dalam kelompok dilakukan oleh
pimpinan kelompok/ketua grup.
 Ketua grup bertanggung jawab dalam mengarahkan
anggota grup/tim. Sebelum tugas dan menerima
laporan kemajuan pelayanan keperawatan klien serta
membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas
apabila menjalani kesulitan
 Ketua grup yang melaporkan pada kepala ruangan
tentang kemajuan pelayanan/asuhan keperawatan
terhadap klien.

40
KEUNTUNGAN
 Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang
komprehensif
 Memungkinkan pencapaian proses keperawatan
 Konflik atau perbedaan pendapat antar staf daapt
ditekan melalui rapat tim cara ini efektif untuk belajar.
 Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan
interpersonal
 Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota
tim yang berbeda-beda dengan aman dan efektif.

41
KERUGIAN
 Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi
sibuk rapat tim ditiadakan atau terburu-buru sehingga
dapat mengakibatkan komunikasi dan koordinasi
antar anggota tim terganggu sehingga kelancaran
tugas terhambat.
 Perawat yang belum terampil dan belum
berpengalaman selalu tergantung atau berlindung
kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim.
 Akontabilitas dalam tim kabur.

42
METODE KEPERAWATAN
PRIMER/UTAMA (PRIMARY NURSING)
 pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan
yang dilakukan oleh satu orang “registered nurse”
sebagai perawat primer yang bertanggung jawab
dalam asuhan keperawatan selama 24 jam terhadap
klien yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari
masuk sampai pulang dari rumah sakit.
 Apabila perawat primer/utama libur atau cuti
tanggung jawab dalam asuhan keperawatan klien
diserahkan pada teman kerjanya yang satu level atau
satu tingkat pengalaman dan keterampilannya
(associate nurse).

43
Kepala Ruangan

PP PP

Perawat2
Perawat2

Pasien2 Pasien2

44
KEUNTUNGAN
 Model praktek keperawatan profesional dapat
dilakukan atau diterapkan.
 Memungkinkan asuhan keperawatan yang
komprehensif
 Memungkinkan penerapan proses keperawatan
 Memberikan kepuasan kerja bagi perawat
 Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga
menerima asuhan keperawatan Kerugian
 Hanya dapat dilakukan oleh perawat profesional
 Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain

45
KERUGIAN
 Biaya tinggi
 perawat tdk terlalu senang b’fungsi sbg PP
 tergantung komunikasi & koord. PP
 hanya dpt dilakukan perawat prof.

46
METODE “MODULAR”
 pengorganisasian pelayanan/asuhan
keperawatan yang dilakukan oleh perawat
profesional dan non profesional (trampil)
untuk sekelompok klien dari mulai masuk
rumah sakit sampai pulang disebut tanggung
jawab total atau keseluruhan.
 Modifikasi metode tim dan primer.

47
WASSALAM

48