Anda di halaman 1dari 32

Asuhan

Keperawatan
Anemia
 Aryana
 Vena Nur M
2A
PENGERTIAN
• Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi
penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau sel darah
merah (eritrosit) sehingga menyebabkan penurunan
kapasitas sel darah merah dalam membawa oksigen
J O(Badan
B S U M M A R POM,
Y R E V I E W2011)
KLASIFIKASI ANEMIA
• Klasifikasi berdasarkan pendekatan fisiologis:

1. Anemia hipoproliferatif, yaitu Anemia defisiensi jumlah sel


darah merah disebabkan oleh defek produksi sel darah merah,
meliputi:
1) Anemia aplastik
JOB SUMMARY REVIEW
Penyebab:
• agen neoplastik/sitoplastik
• terapi radiasi
• antibiotic tertentu
• obat anti konvulsan, tyroid, senyawa emas, fenilbutason,
benzene
• infeksi virus (khususnya hepatitis)

Penurunan jumlah sel eritropoitin (sel induk) di sumsum tulang. Kelainan sel induk
(gangguan pembelahan, replikasi, deferensiasi). Hambatan humoral/seluler

Gangguan sel induk di sumsum tulang

Jumlah sel darah merah yang dihasilkan tak memadai

Pansitopenia

Anemia aplastik
2). Anemia pada penyakit ginjal
• Penyebabnya adalah menurunnya ketahanan hidup sel darah
merah maupun defisiensi eritopoitin

3). Anemia pada penyakit kronis


• Berbagai penyakit inflamasi kronis yang berhubungan dengan
JOB SUMMARY REVIEW
Anemia jenis normositik normokromik (sel darah merah
dengan ukuran dan warna yang normal). Kelainan ini meliputi
artristis rematoid, abses paru, osteomilitis, tuberkolosis dan
berbagai keganasan
4). Anemia defisiensi besi
Penyebab:
• Asupan besi tidak adekuat, kebutuhan meningkat selama hamil, menstruasi
• Gangguan absorbsi (post gastrektomi)
• Kehilangan darah yang menetap (neoplasma, polip, gastritis, varises oesophagus, hemoroid, dll.)

Penyebab:

gangguan eritropoesis

Absorbsi besi dari usus kurang

sel darah merah sedikit (jumlah kurang)
sel darah merah miskin hemoglobin

Anemia defisiensi besi
5. Anemia megaloblastik
Penyebab:
• Defisiensi defisiensi vitamin B12 dan defisiensi asam folat
• Malnutrisi, malabsorbsi, penurunan intrinsik faktor
• Infeksi parasit, penyakit usus dan keganasan, agen kemoterapeutik,
infeksi cacing pita, makan ikan segar yang terinfeksi, pecandu alkohol.

Sintesis DNA terganggu

Gangguan maturasi inti sel darah merah
JOB SUMMARY REVIEW


Megaloblas (eritroblas yang besar)

Eritrosit immatur dan hipofungsi
2. Anemia hemolitika, yaitu Anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan oleh destruksi sel darah merah:
• Pengaruh obat-obatan tertentu
• Penyakit Hookin, limfosarkoma, mieloma multiple, leukemia limfositik kronik
• Defisiensi glukosa 6 fosfat dihidrigenase
• Proses autoimun
• Reaksi transfusi
• Malaria


Mutasi sel eritrosit/perubahan pada sel eritrosit

Antigesn pada eritrosit berubah

Dianggap benda asing oleh tubuh

sel darah merah dihancurkan oleh limposit

Anemia hemolisis
ETIOLOGI

Menurut Badan POM (2011), Penyebab Anemia yaitu:

1 2 3 4
Kurang Darah menstruasi Wanita yang Penyakit
mengkonsumsi yang berlebihan. hamil rawan tertentu.
makanan yang terkena Anemia Penyakit yang
mengandung zat karena janin menyebabkan
besi, vitamin B12, menyerap zat perdarahan
asam folat, besi dan vitamin terus-menerus
vitamin C, dan untuk
unsur-unsur yang pertumbuhannya
diperlukan untuk
pembentukan sel
darah merah
ETIOLOGI

Menurut Badan POM (2011), Penyebab Anemia yaitu:

5 6 7 8
Obat-obatan Operasi Penyakit radang kronis Pada anak-anak,
tertentu. pengambilan seperti lupus, arthritis Anemia dapat
sebagian atau rematik, penyakit ginjal, terjadi karena
seluruh lambung masalah pada kelenjar infeksi cacing
(gastrektomi). tiroid, beberapa jenis tambang, malaria,
. kanker dan penyakit atau disentri yang
lainnya dapat menyebabkan
menyebabkan Anemia
kekurangan darah
karena mempengaruhi
yang parah.
proses pembentukan
sel darah merah .
PATOFISIOLOGI
• Adanya suatu Anemia mencerminkan adanya suatu
kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah
berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum
(misalnya berkurangnya eritropoesis) dapat terjadi
JOB SUMMARY REVIEW
akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, invasi tumor
atau penyebab lain yang belum diketahui. Sel darah
merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis
(destruksi).
TANDA DAN GEJALA

1. Lemah, letih, lesu dan lelah


2. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-
kunang
3. Gejala lanjut berupa kelopak mata, bibir, lidah,
kulit dan telapak tangan menjadi pucat. Pucat
oleh karena kekurangan volume darah dan Hb,
vasokontriksi
4. Takikardi dan bising jantung (peningkatan
kecepatan aliran darah) Angina (sakit dada)
5. Dispnea, nafas pendek, cepat capek saat aktifitas
(pengiriman O2 berkurang)
6. Sakit kepala, kelemahan, tinitus (telinga
berdengung) menggambarkan berkurangnya
oksigenasi pada SSP
7. Anemia berat gangguan GI dan CHF (anoreksia,
nausea, konstipasi atau diare)

JOB SUMMARY REVIEW


PENATALAKSANAAN MEDIS

-Transplantasi sumsum tulang

Anemia Aplastik -Pemberian terapi imunosupresif dengan globolin antitimosit (ATG)

-Pada paien dialisis harus ditangani denganpemberian besi dan


Anemia pada asam folat
penyakit ginjal
-Ketersediaan eritropoetin rekombinan
Anemia pada -Kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala dan tidak memerlukan
penyakit kronis penanganan untuk aneminya
PENATALAKSANAAN MEDIS

-Dicari penyebab defisiensi besi


Anemia pada defisiensi
-Menggunakan preparat besi oral: sulfat feros, glukonat ferosus dan
besi
fumarat ferosus.

-Defisiensi vitamin B12 ditangani dengan pemberian vitamin B12, bila


difisiensi disebabkan oleh defekabsorbsi atau tidak tersedianya faktor
Anemia
intrinsik dapat diberikan vitamin B12 dengan injeksi IM.
megaloblastik
-Anemia defisiensi asam folat penanganannya dengan diet dan
penambahan asam folat 1 mg/hari, secara IM pada pasien dengan
gangguan absorbsi
PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pengkajian adalah
1. Aktivitas / istirahat
langkah awal dan
dasar dalam
proses
2. Sirkulasi keperawatan
secara
menyeluruh
3. Integritas ego (Boedihartono,
1994). Pengkajian
pasien dengan
4. Eliminasi Anemia (Doenges,
1999) meliputi :

5. Makanan/cairan
PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pengkajian adalah
6. Nyeri/ kenyamanan
langkah awal dan
dasar dalam
proses
7. Pernapasan keperawatan
secara
menyeluruh
8. Seksualitas (Boedihartono,
1994). Pengkajian
pasien dengan
9. Observasi adanya Anemia (Doenges,
manifestasi Anemia 1999) meliputi :

WORK PLAN SUBMISSION


DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN MASALAH KOLABORASI YANG MUNGKIN MUNCUL

Perfusi jaringan tidak Defisit perawatan diri b.d


efektif b.d perubahan kelemahan
ikatan O2 dengan Hb,
penurunan konsentrasi Hb
dalam darah.

1 2 3 4

Ketidakseimbangan Resiko infeksi b.d


nutrisi kurang dari pertahanan sekunder
kebutuhan tubuh b.d tidak adekuat (penurunan
inadekuat intake Hb)
makanan.

PERFORMANCE REVENUE REPORT


DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN MASALAH KOLABORASI YANG MUNGKIN MUNCUL

Intoleransi aktifitas b.d Ketidakefektifan pola


ketidakseimbangan suplai nafas b.d keletihan
dan kebutuhan oksigen.

5 6 7 8

Gangguan pertukaran Keletihan b.d Anemia


gas b.d ventilasi perfusi.

PERFORMANCE REVENUE REPORT


Intervensi/ Perencanaan
Diagnose 1 gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan
suplai oksigen/nutrisi ke sel
- Kaji tanda-tanda vital, warna kulit , membrane mukosa, dasar kuku
- Beri posisi semi fowler
- Kaji nyeri dan adanya palpitasi
- Pertahankan suhu lingkungan dan tubuh pasien
- Hindari penggunaan penghangat atau air panas
JOB SUMMARY REVIEW

Kolaborasi
- Monitor pemeriksaan laboratorium misalnya Hb/Ht dan jumlah sel
darah merah
- Berikan sel darah merah lengkap
- Berikan oksigen tambahan sesuai dengan indikasi
Intervensi/ Perencanaan

Diagnose 2 intoleran aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan


suplai oksigen
- Kaji kemampuan aktifitas pasien
- Kaji tanda –tanda vital saat melakukan aktifitas
- Bantu aktifitas pasien jika diperlukan
- AnjurkanJ O B S Ukepada
M M A R Y R E pasien
VIEW untuk menghentikan aktifitas jika terjadi
palpitasi
- Gunakan teknik penghematan energy misalnya mandi dengan duduk
Intervensi/ Perencanaan
Diagnose 3 perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
penurunan jumlah makanan, perubahan proses pencernaan, efek samping
penggunaan obat.
- Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai
- Observasi dan catat masukan makanan pasien
- Timbang berat badan tiap pagi
- Berikan makanan sedikit dan frekuensi yang sering
JOB SUMMARY REVIEW
- Observasi mual, muntah
- Bantu dan berikan hygine mulut yang baik
Kolaborasi
- Konsul pada ahli gizi
- Berikan obat sesuai dengan indikasi misalnya vitamin dan mineral
suplemen
- Berikan suplemen nutrisi
Intervensi/ Perencanaan
Diagnose 4 konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan jumlah
makanan, perubahan proses pencernaan, efek samping penggunaan obat
- Observasi warna fases, konsitensi, frekuensi dan jumlah
- Kaji bunyi usus 7
- Beri cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung
- Hindari makanan berbentuk gas
JOB SUMMARY REVIEW
Kolaborasi
- Konsul ahli gizi untuk pemberian diet seimbang
- Beri laktasif
- Beri obat anti diare
EVALUASI

1) Infeksi tidak terjadi Evaluasi adalah


perbandingan yang sistemik
2) Kebutuhan nutrisi terpenuhi atau terencana tentang
kesehatan pasien dengan
3) Pasien dapat mempertahankan/meningkatkan tujuan yang telah ditetapkan,
ambulasi/aktivitas
dilakukan dengan cara
4) Peningkatan perfusi jaringan berkesinambungan, dengan
melibatkan pasien, keluarga
5) Dapat mempertahankan integritas kulit dan tenaga kesehatan
lainnya.
6) Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus
Evaluasi pada pasien anemia
adalah :
Click here to add content of the text , and briefly explain your point
7) Pasien mengerti dan memahami penyakit,
of view
prosedur diagnostic, dan rencana pengobatan MARKET STATUS ANALYSIS
1

NO Diagnosa Tujuan Intervensi


1. Intoleransi aktivitas B.d Setelah dilakukan askep… jam Terapi aktivitas :
Ketidakseimbangan suplai klien dapat menunjukkan  Kaji kemampuan ps melakukan aktivitas
dan kebutuhan O2 toleransi terhadap aktivitas  Jelaskan pada ps manfaat aktivitas bertahap
dengan KH:  Evaluasi dan motivasi keinginan ps untuk meningkatkan
 Klien mampu aktivitas aktivitas
minimal  Tetap sertakan oksigen saat beraktivitas
 Kemampuan aktivitas Monitoring V/S
meningkat secara bertahap  Pantau v/s ps sebelum, selama, dan setelah aktivitas selama 3-5
 Tidak ada keluhan sesak menit.
nafas dan lelah selama dan Energy manajemen
setelah aktivitas minimal  Rencanakan aktivitas saat ps mempunyai energy cukup untuk
 v/s dbn selama dan setelah melakukannya.
aktivitas  Bantu klien untuk istirahat setelah aktivitas.
Manajemen nutrisi
 Monitor intake nutrisi untuk memastikan kecukupan sumber
energy
Emosional support
 Berikan reinfortcemen positif bila ps mengalami kemajuan
2

2. Ketidakseimbangan Setelah dilakukan askep… jam Manajemen nutrisi


nutrisi kurang dari klien dapat menunjukkan status  Kaji adanya alergi makanan
kebutuhan tubuh b.d nutrisi adekuat dengan KH:  Kaji makanan yang disukai oleh klien
intake nutrisi inadekuat,  BB stabil tingkat energy  Klaborasi team gizi untuk penyediaan nutrisi TKTP
factor psikologis adekuat masukan nutrisi  Anjurkan klien untuk meningkatkan asupan nutrisi TKTP dan
adekuat banyak mengandung vitamin C
 Yakinkan diet yang dikonsumsi mengandung cukup serat untuk
mencegah konstipasi
 Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
 Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
Monitor nutrisi
 Monitor BB jika memungkinkan
 Monitor respon klien terhadap situasi yang mengharuskan klien
makan
 Monitor adanya mual muntah
 Kolaborasi untuk pemberian terapi sesuai order
 Monitor adanya gangguan dalam input makanan misalnya
perdarahan, bengkak dsb.
 Monitor intake nutrisi dan kalori
 Monitor kadar energy, kelemahan dan kelelahan
3

3 Perfusi jaringan Setelah dilakukan Perawatan sirkulasi :


tidak efektive b.d askep… jam perfusi  Lakukan penilaian secara komperhensif fungsi
perubahan ikatan P2 jaringan klien adekuat sirkulasi periper. (cek nadi priper, oedema, kapiler
dengan Hb dengan kriteria : refil, temperature, ekstremitas)
penurunan  Membrane mukosa  Evaluasi nadi oedema
konsentrasi Hb merah muda  Inspeksi kulit dan palpasi anggota badan
dalam darah  Conjungtiva tidak  Kaji nyeri
anemis  Atur posisi ps, ekstrmitas bawah lebih rendah
 Akral hangan untuk memperbaiki sirkulasi
 TTV dalam batas  Berikan therapy antikoagulan
normal  Rubah posisi pasien jika memungkinkan
 Monitor status cairan intake dan output
 Berikan makanan adekuat untuk menjaga
viskositas darah
4
4 Risiko infeksi b/d imunitas Setelah dilakukan askep… jam tidak Control infeksi :
tubuh menurun, prosedur terdapat factor risiko infeksi dg KH :  Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain.
invasive  Bebas dari gejala infeksi  Batasi pengunjung bila perlu anjurkan untuk istirahat yang cukup
 Angka lekosit normal (4-11.000)  Anjurkan keluarga untuk cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan
 v/s dbn klien
 Gunakan baju dan sarung tangan sebagai pelindung
 Pertahankan lingkungan yang aseptic selama pemasangan alat
 Lakukan perawatan luka dan dressing infus, DC setiap hari jika ada
 Tingkatkan intake nutrisi dan cairan yang adekuat
 Berikan antibiotic sesuai program

Proteksi terhadap infeksi


 Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan local
 Monitor hitung granulosit dan WBC
 Monitor kerentanan terhadap infeksi
 Pertahankan teknik aseptic untuk setiap tindakan
 Inspeksi kulit dan membrane mukosa terhadap kemerahan panas
 Monitor perubahan tingkat energy
 Dorong klien untk meningkatkan mobilitas dan latihan
 Intruksi klien untuk minum antibiotic sesuai program
 Ajarkan keluarga/klien tentang tanda dan gejala infeksi, dan melaporkan
kecurigaan infeksi
5

5 PK : Anemia Setelah dilakukan  Monitor tanda-tanda anemia


askep… jam perawat  Observasi keadaan umum klien
dapat meminimalkan  Anjurkan untuk meningkatkan asupan nutrisi
terjadinya komplikasi klien yang bergizi
anemia :  Kolaborasi untuk pemberian terapi initravena
 Hb>/=10 gr/dl dan tranfusi darah
 Konjungtiva tidak  Kolaborasi control Hb, HMT, Retic, Status Fe
anemis
 Kulit tidak pucat
hangat
6
6 Deficite knolage Setelah dilakukan askep… Teaching : dissease procces
tentang penyakit dan jam pengetahuan klien dan  Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang
perawatannya b.d keluarga meningkat dengan proses penyakit
kurang paparan KH :  Jelaskan tentang patofisiologi penyakit tanda dan gejala
terhadap sumber  Ps mengerti proses serta penyebabnya
informasi, terbatasnya penyakitnya dan  Sediakan informasi tentang kondisi klien
kognitif program prwtn serta Th/  Berikan informasi tentang perkembangan klien
yg diberikan dg:  Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin
 Ps mampu menjelaskan diperlukan untuk mencegah komplikasi dimasa yang
kembali tentang apa akan datang dan atau kontrol proses penyakit
yang dijelaskan  Diskusikan tentang pilihan tentang terapi atau
 Pasien/ keluarga pengobatan
kooperatif  Jelaskan alasan dilaksanakannya tindakan atu terapi
 Gambarkan komplikasi yang mungkin terjadi
 Anjurkan klien untuk mencegah efek samping dari
penyakit
 Gali sumber-sumber atau dukungan yang ada
 Anjurkan klien untuk melaporkan tanda dan gejala yang
muncul pada petugas kesehatan.
7

7 Sindrom defisit self Setelah dilakukan askep… Bantuan perawatan diri


care b/d kelemahan, jam klien dan keluarga  Monitor kemampuan pasien terhadap perawatan
penyakitnya dapat merawat diri : diri yang mandiri
activity daily living  Monitor kebutuhan akan personak hygine,
dengan kriteria : berpakaian, toileting, dan makan, berhias
 Kebutuhan klien  Beri bantuan sampai klien mempunyai
sehari-hari terpenuhi kemampuan untuk merawat diri
(makan,  Bantu klien dalam memenuhi kebutuhannya
berpakaian,toileting, sehari-hari
berhias, hygine, oral  Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas sehari-
hygine) hari sesuai kemampuannya
 Klien bersih dan tidak  Pertahankan aktivitas perawatan diri secara rutin
bau  Dorong untuk melakukan secara mandiri tapi beri
bantuan ketika klien tidak melakukannya
 Berikan reinforcement positif atas usaha yang
dilakukan
DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodokter.com/anemia
https://hellosehat.com/kelainan-darah/anemia/penyakit-anemia/#gref
https://id.wikipedia.org/wiki/Anemia
https://www.academia.edu/28444149/ASKEP_ANEMIA_NANDA_NOC_NIC
https://health.kompas.com/read/2020/01/25/180000868/anemia-gejala-dan-cara-men
gatasi?page=all
THANK YOU FOR WATCHING
THANK YOU FOR WATCHING