Anda di halaman 1dari 12

PENGGUNAAN

PENGENDALIAN
HASIL KEUANGAN
DENGAN ADANYA
FAKTOR-FAKTOR
TAK DAPAT
DIKENDALIKAN

OLEH:
• YOGA PAMENANG (B12.2017.03285)
• DIO ANDREAS P (B12.2017.03302)
• WAHYU MUKTI (B12.2017.03319)
• ANNISA .B (B12.2017.03328)
• M. APRILIA SALAS (B12.2017.03515)
• ANISSA DINAR P (B12.2017.03610)
• OKVIANA RIZKY N (B12.2017.03615)
PENGENDALIAN KEUANGAN

 Pengertian
Upaya yang dilakukan agar investasi, alokasi biaya, dan perolehan laba berjalan sesuai dengan rencana perusahaan.
Hampir setiap orang mengenal kebangkrutan, yang merupakan hal yang biasa terjadi dalam industry berteknologi
tinggi yang berkembang pesat.

 Faktor – factor yang tak dapat dikendalikan


Meskipun pengukuran terjadi diluar manajer seperti keterbatasan persediaan, perubahan factor biaya, atau kerugian
dalam bisnis, manajer dapat mengambil tindakan dan dapat mengulangi factor sehingga dapat mengurangi pengaruh
terahadap pengukuran hasil.
PRINSIP PENGENDALIAN

 Penjelasan dalam paket


Organisasi menahan karyawan yang tidal bertanggungjawab terhadap factor yang tidak dapat dikendalikan
menanggung biaya karena sebagian besar karyawan akan menjalankan prinsip risk aversion (menolak resiko).

 Risk aversion adalah dasar untuk argument penting yang mendukung prinsip pengendalian. Perusahaan
yang mempertahankan karyawan memiliki prinsip risk averse, bertanggungjawab untuk pengaruh dari
factor yang tidak sepenuhnya dapat mereka kendalikan. Misalnya :
1. Untuk mengimbangi resiko,
2. Untuk menurunkan exposure,
3. Untuk menanggung biaya karena waktu.
TIPE FAKTOR YANG TIDAK DAPAT
DIKENDALIKAN
Faktor – factor yang tidak dapat dikendalikan yaitu ada 3 macam :

1. Faktor ekonomi dan persaingan.

2. Force Majeure (Kekuatan Besar).

3. Interdependencies (Saling Ketergantungan), yang dimana tipe faktor ini terbagi menjadi 2 macam yaitu Pooled Interdependency
(saling bergantungan yang menyatu) dan Sequential Interdependency (saling bergantungan yang berurutan).
PENGENDALIAN UNTUK EFEK YANG MENDISTORSI DARI
FAKTOR-FAKTOR YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

Manajer dapat mengurangi (dan terkadang bahkan menghilangkan) beberapa efek yang mendistorsi dari beberapa faktor yang tidak dapat
dikendalikan dengan mnggunakan dua pendekatan komplementer.

Sebelum periode pengukuran dimulai, mereka dapat menentukan hasil pengukuran dengan hanya memasukkan item yang tidak dapat
dikendalikan karyawan.

Setelah periode pengukuran berakhir, mereka dapat menghitung (atau memperkirakan) dan menyesuaikan pengaruh dari semua faktor
yang tidak dapat dikendalikan.
PENGENDALIAN UNTUK FAKTOR-FAKTOR YANG TIDAK DAPAT
DIKENDALIKAN SEBELUM PERIODE PENGUKURAN

Dua metode utama yang dapat digunakan untuk mengendalikan faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan sebelum periode pengukuran
yaitu :

1. Asuransi, konsep penting mengenai asuransi adalah perusahaan membayar ganti rugi (biaya) yang relative kecil dalam bentuk
pembayaran regular sebagai pertukaran.

2. Struktur Pertanggungjawaban, Sebagian besar prinsip pengendalian mengarisbawahi logika yang mengarahkan desain struktur
pertanggungjawaban.
Pengendalian untuk faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan setelah periode pengukuran

Hal ini terkadang menggunakan analisis varians,standar kinerja yang fleksibel,atau evaluasi kinerja yang relatif. Ada manfaat dan biaya
pada masing-masing pendekatan.
1. Analisis varians
Adalah sebuah analisis sistematikyang didesain untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa dua angka berbeda.
2. Standar kinerja fleksibel
Standar kinerja fleksibel menggambarkan kinerja karyawan diharapkan mencapai kondisi aktual yang dihadapi selama periode
pengukuran.
Contoh: volume penjualan industri,volume produksi perusahaan atau tingkat bunga atau nilai tukar
Pengendalian untuk faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan setelah
periode pengukuran

Hal ini terkadang menggunakan analisis varians,standar kinerja yang fleksibel,atau evaluasi kinerja yang
relatif. Ada manfaat dan biaya pada masing-masing pendekatan. (selanjutnya)
1. evaluasi kinerja relatif : kinerja karyawan dievaluasi bukan dalam tingkatan mutlak dari hasil yang
mereka dapatkan, tetapi dalam hasil yang relatif dengan yang lain atau relatif hasil dari pesaing luar
yang paling dekat.
2. evaluasi kinerja subjektif : mempertimbangkan kinerja karyawan dengan pengevaluasi membuat
penilaian dalam hal merefleksikan kinerja baik atau buruk.
Sistem Penilaian Kinerja: Pertimbangan Tambahan

A. Ukuran Hasil dan Pemicu

B. Ukuran Keuangan dan Nonkeuangan

C. Pengukuran Memicu Perubahan

D. Pengukuran Memicu Perubahan


Keterbatasan Sistem Pengendalian Keuangan
1. Dapat mendorong tindakan jangka pendek yang tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang perusahaan.

2. Manager unit bisnis mungkin tidak mengambil tindakan yang berguna untuk jangka panjang, guna memperoleh laba jangka pendek.

3. Laba jangka pendek sebagai satu-satunya tujuan dapat mendistori komunikasi antara manager unit bisnis dengan manajemen senior.

4. Pengendalian keuangan yang ketat dapat memotivasi manager untuk memanipulasi data.
ISU-ISU FAKTOR LAIN YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

Organisasi dihadapkan pada isu lain ketika berpikir mengenai penyesuaian yang tidak dapat dikendalikan, diantaranya;
1. Tujuan penyesuaian
Faktor yang tidak dapat dikendalikan seharusnya tidak diperlakukan sama untuk semua tujuan imbalan.
2. Arah penyesuaian
Sebagian besar pengevaluasi terlihat menyesuaikan faktor yang tidak dapat dikendalikan setelah periode pengukuran
secara asimetris; yaitu, mereka membuat penyesuaian hanya satu arah; untuk melindungi karyawan dari
ketidakberuntungan, tetapi tidak melindungi pemilik (pemegang saham) dari pembayaran imbalan yang tidak
semstinya
dibayar untuk keberhasilan yang dicapai.

.
TERIMA KASIH