Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS PEMANIS

SINTETIK
KELOMPOK 2
Ananda Thesa 31117154
Asyfa Aziz 31116155
Astria Kusmayanti 31117156
Ayu Novita 31117157
Dyna Yustri 31117160
Iis Siti 31117165
Lina Marlina 31117169
Mega Nurjanah 31117172
Pipit Pitriyani 31117181
Rafida Fasha 31117182
Rani Maharani 31117183
FLASH Robi Ari 31117188 FLASH
MILK Sri Nurdialis 31117192 MILK
Widya Oktaviani 31117196
Pemanis adalah senyawa kimia yang memiliki rasa manis dan sengaja di tambahkan untuk keperluan pengolahan produk
makanan, kebutuhan industri non makanan, serta untuk pembuatan berbagai produk kesehatan. Dalam bidang makanan,
pemanis digunakan untuk memberikan cita rasa manis pada bahan makanan, memperbaiki aroma, mengawetkan bahan
makanan, serta memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia (Alsuhendra dan Ridawati, 2013).
JENIS JENIS PEMANIS
PEMANIS ALAMI PEMANIS SINTETIK

Banyak digunakan dalam Banyak digunakan dalam pembuatan


pembuatan produk oleh industri produk oleh industri yang telah
sekala kecil dan menengah. berkembang

Biasanya berasal dari tanaman. Bertujuan untuk menurunkan biaya


produksi karena pemanis sintetik
memiliki tingkat kemanisan tinggi,
Tanaman penghasil pemanis yang tapi harga relatif murah
utama : tebu (Saccharum Untuk tujuan diet khusus, terutama
officanarum L) dan bit (Beta memenuhi kebutuhan energi yang
vulgaris L) rendah, khususnya bagi penderita
Beberapa jenis gula : obesitas
- Gula granulasi/gula pasir : Menghindari kerusakan gigi karena
kristal-kristal gula berukuran pemanis sintetik digunakan dalam
kecil yang pada umum nya jumlah sedikit untuk mendapatkan
dijumpai dan digunakan rasa manis yang kuat. Misalnya
dirumah dalam pembuatan permen
- Gula batu : diperoleh dari
kristal bening berukuran besar
berwarna putih atau kuning
kecoklatan
Pengertian
Pemanis Sintetik
Pamanis Buatan / Zat pemanis sintetik adalah zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat
membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sedangkan kalori yang
dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula. Hanya beberapa zat pemanis sintetik yang boleh
dipakai dalam makanan
01 Rasanya lebih manis

KELEBIHAN 02 Membantu mempertajam penerimaan terhadap


rasa manis
PEMANIS
SINTETIK
daripada 03 Tidak mengandung kalori/mengandung kalori
yang jauh lebih rendah sehingga cocok untuk
penderita diabetes
pemanis alami
04 Harganya lebih murah
TINGKAT
KEMANISAN
PEMANIS BUATAN

Pemanis sintesis memiliki tingkat


kemanisan yang berbeda-beda jika
dibandingkan dengan pemanis sukrosa
PEMANIS BUATAN YANG
DIIZINKAN DIGUNAKAN DALAM
PANGAN

Penggunan pemanis sintetis sebagai bahan tambahan


makanan harus mempertimbangkan batas maksimum
penggunaan (BMP) serta nilai Acceptable Daily
Intake, yaitu jumlah maksimal pemanis sintetis
(mg/kg berat badan) yang dapat dikonsumsi setiap
hari selama hidup tanpa efek yang merugikan
kesehatan
(Alsuhendra dan Ridawati, 2013).
DAMPAK PEMANIS BUATAN
Bahan pemanis sintetis masih diragukan keamanannya bagi kesehatan manusia. Beberapa dampak
yang dapat ditimbulakan dari penggunaan bahan pemanis sintetis diantaranya

SAKARIN SIKLAMAT ASPARTAM

Penggunaan sakarin dosis


Konsumsi siklamat juga dampak dari aspartam diperkirakan
tinggi dapat menyebabkan
dapat memicu karsinogen dapat memicu keterbelakangan mental
kanker dan kanker kantong
dan kanker kantong kemih karena ketidak mampuan tubuh untuk
kemih
memetabolisme asal fenilpiruvat yang
terbentuk dari fenilalanin
CONTOH
ANALISIS PEMANIS BUATAN
ANALISIS ANALISIS
SAKARIN SIKLAMAT

Sakarin dapat ditentukan dalam Penentuan siklamat dalam jus


berbagi macam produk pangan, buah, minuman, dalapada tablet
minuman, obat-obatan dengan dapat ditentukan dengan metode
metoda yang terdapat dalam volumetric, uji warna dan
AOAC tahun 1990 kromatograsi gas cair

Uji warna dengan Spektrofotometri Uji warna Volumetric


HCl 10% Uv-Vis
ANALISIS SAKARIN
(Uji Warna dengan HCl 10%)
50 ml sampel diasamkan dengan

1 asam fosfat 25% kemudian direaksikan


dengan campuran eter dan
petroleum eter (1:1)

2
Tambahkan 5-10 gram serbuk
tragacant, lakukan pengocokan lalu
pisahkan. Distilasi bagian pelarut
organic

3
Terhadap residunya tambahkan
larutan encernatrium bikarbonat
kemudian saring
Uji HCl 10% dengan melarutkan residu
dengan sedikit fenol dan diujikan pada
fosfor pentoksida dalam cawan
porselen, kemudian larutkan dalam air
4
5
Jika larutan berwarna kuning pada
penambahan alkali ada perubahan
warna menjadi merah ungu maka
O-sulfobenzoat positif
ANALISIS SAKARIN
(Uji dengan Spektrofotometri Uv-Vis)

Ekstraksi campuran dengan 100 ml dietil eter, kocok


1 Timbang 50 gram sampel, tambahkan 30
ml air dan 5 ml asam sulfat 10 %

selam 3 menit. Ekstraksi lapisan atas 2 kali denganNa-


hidrogenkarbonat 1%. Asamkan lapisan air dengan HCl
10%, kemudian ekstraksi kembali dengan 30 ml dietil
eter. Ekstrak eter dicuci dengan 10 ml air. Uapkan
2 Masukkan residu sakari ke dalam tabung reaksi yang
pada temperatur 40oC

3
berisi 5 ml etanol 5% dan 1 ml Cu(II) asetat, tambahkan
1 ml fenotiasin dan 3 ml etanol. Letakkan tabung
reaksi ke dalam water bath pada 65 – 70°C sambil
dilakukan pengocokan selam 50 menit

4
Setelah didinginkan pada temperatur kamar, larutan
sampel dimasukkan ke dalam 50 ml labu ektraksi
kemudian tambahkan 2 ml etanol 99%, 5 ml xylene
dan keringkan dengan natrium anhidris Pengukuran absorban dilakukan pada panjang
gelombang 510 nm dengan lebar sel 10,0 mm. larutan

5 standar dibuat dengan cara membuat larutan sari


yang mengandung sakarin antara 0,1 dampai 0,2 mg.
dari kurva standar antara absorban terhadap larutan
standar akan didapat kadar analit
ANALISIS SIKLAMAT
(Uji Warna)

1 Sampel sebanyak 100 ml ditambah 2


gram BaCl2, lalu didiamkan.

Setelah terjadi endapan kemudian saring


2
3 Asamkan dengan 10 ml HCL

tambahkan0,2 gram NaNO2 10 %.


4
5 Adanya endapan berwarna putih menunjukkan
adanya siklamat
ANALISIS SIKLAMAT
(Metode Volumetric)
Tambahkan 10 ml HCl, 10 ml larutan

1 BaCl2 10 %. Aduk dan diamkan sleama


30 menit. jika terbentuk endapan
disaring dan dicuci dengan air
Tambahkan 110 ml NaNo2 10 % ke dalam filtrat,
aduk dan panaskan di atas penangas air
selama 2 jam. Untuk menghindari penguapan,
selama pemanasan harus ditutup
2
3 Simpan di tempat yang hangat selama semalam

Endapan yang terjadi, disaring, dicuci dan


dikeringkan di atas asbes 4
5 Panaskan di atas api 10 menit. Pijarkan dan
dinginkan dalam deksikator lalu ditimbang
SEKIAN DAN TERIMAKASIH