Anda di halaman 1dari 43

MANAJEMEN VALUASI

LINGKUNGANPERAIRAN

OLEH : ABDUR RAHMAN


PENDAHULUAN
 Penilaian lingkungan adalah penting terhadap kerusakan
alam, baik karena tangan manusia maupun yg terjadi secara
alami.
 Diperlukan penilaian terhadap aset-aset sumberdaya alam,
untuk menghindarkan tergadainya lingkungan karena imbas
pembangunan
 Tujuan dari Valuasi Manajemen Lingkungan Perairan
adalah untuk memberikan gambaran nilai ekonomi yang
dimiliki oleh lingkungan perairan / atau jasa lingkungan
secara rasional yang dapat dinilai dengan nilai uang
(moneter)
 Valuasi Manajemen Lingk. Perairan adalah usaha untuk
memmberikan nilai kuantitatif dari barang dan jasa yang
dihasilkan oleh Pengelolaan Lin. Perairan, bersifat market
 Dasar valuasi merujuk pada kontribusi suatu
komoditas untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
konteks ekologi, kualitas air sesuai dengan baku
mutu bernilai tinggi apabila mampu berkontribusi
terhadap tingkat survival dari individu spesies
ikan yang memerlukan Oksigen terlarut
(Dissolved Oxygen) untuk kepentingan respirasi.
Dalam pandangan ecological economics, nilai
(value) tidak hanya untuk maksimalisasi
kesejahteraan individu tetapi juga terkait dengan
keberlanjutan ekologi dan keadilan distribusi
(Constanza dan Folke, 1997; Bishop, 1997;
Constanza. 2001).
Misal: tumpahnya minyak Exxon Valdez di lautan
Alaska dan Tsunami Aceh
Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan
bahwa masyarakat Alaska harus mendapat ganti rugi
atas kehilangan mata pencarian dan tempat rekreasi
sebagai hasil dari kecelakaan tsb.
Pemerintah Indonesia membangun kembali
infrastruktur di Aceh dan memberi ganti rugi atas
kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dsb.
Kebanyakan dari hilangnya manfaat adalah bukan
bernilai pasar  teknik pasar konvensional tidak
bisa digunakan.
VALUASI EKONOMI
Jenis pendekatan penilaian ekonomis (Barbier, 1997)

1. Impact analysis : nilai ekonomi dilihat dari dampak akibat adanya


aktivitas tertentu
2. Partial analysis : dengan menetapkan 2 atau lebih alternatif pilihan
pemanfaatan ekosistem
3. Total Valuation : untuk menduga total kontribusi ekonomi dari sebuah
ekosistem tertentu kepada masyarakat.

Nilai Ekonomi atau TEV adalah penjumlahan WTP dari banyak individu
WTP ini merefleksikan preferensi individu
WTP dan WTA
Menurut Pearce dan Turner (1991) menilai jasa-jasa
lingkungan pada dasarnya dinilai
berdasarkan ”willingness to pay”
(WTP) dan ”willingnes to accept
(WTA). Willingness to pay dapat
diartikan sebagai berapa besar orang
mau membayar untuk memperbaiki
lingkungan yang rusak (kesediaan
konsumen untuk membayar),
sedangkan willingness to accept
adalah berapa besar orang mau dibayar
untuk mencegah kerusakan lingkungan
(kesediaan produsen menerima
WTP dan WTA

Kesediaan membayar atau kesediaan


menerima merefleksikan
preferensi individu, kesediaan
membayar dan kesediaan
menerima adalah parameter
dalam penilaian ekonomi (Pearce
dan Moran, 1994). Pada Gambar
1 berikut menjelaskan tentang
willingness to pay dan
willingness to accept dapat
dijelaskan pada gambar berikut
Grafik WTP dan WTA

Gambar 1 menunjukkan bahwa jika tingkat kerusakan kualitas lahan meningkat


dari Q* menjadi Q#, maka harga/nilai lahan akan turun dari
P* menjadi P#. Willingness to pay (WTP) menunjukkan
berapa yang bersedia dibayar oleh konsumen jika harga P*
turun menjadi P# (compensating variation) dengan tingkat
kesejahteraan tetap sama seperti harga P*. Selanjutnya
willingness to accept (WTA) menunjukkan berapa banyak
yang mau diterima sebagai ganti rugi (equivalent variation)
agar harga tidak turun ke P# dengan tingkat kesejahteaan
yang sama. Kedua pendekatan tersebut dijadikan dasar
Grafik WTP dan WTA
Pearce dan Turner (1991), terdapat empat pendekatan dalam
penggunaan WTP dan WTA yang dapat
digunakan sebagai pedoman untuk
memperoleh informasi dari masyarakat ,
yaitu:
1. WTP to secure a benefit, menunjukkan
berapa nilai yang bersedia dibayar oleh
konsumen untuk memperbaiki kualitas
lingkungan.
2. WTA to forego a benefit, menunjukkan
berapa besar nilai kerugian yang bisa
diterima jika diadakan perbaikan lingkungan.
3. WTP to prevent a loss, menunjukkan upaya
pencegahan, penduduk diberi gambaran
tentang kerugian yang dapat terjadi akibat
lingkungan yang kotor.
 Salah satu tantangan yang dihadapi oleh para
pembuat kebijakan adalah bagaimana menilai suatu
sumberdaya alam secara komprehensif.

 Dalam hal ini tidak saja market value dari barang


yang dihasilkan dari suatu sumberdaya melainkan
juga jasa yang ditimbulkan oleh sumberdaya tersebut.

 Pertanyaan yang sering timbul misalnya bagaimana


mengukur, atau menilai jasa tersebut padahal
konsumen tidak mengkonsumsinya secara langsung,
bahkan mungkin tidak pernah mengunjungi tempat
dimana sumberdaya alam tersebut berada. Salah
satu cara untuk melakukan valuasi ekonomi adalah
dengan menghitung Nilai Ekonomi Total (TEV).
Suparmoko dan Maria (2000), Nilai
sumberdaya alam dibedakan atas nilai atas
dasar penggunaan (instrumental value) dan
nilai tanpa penggunaan secara intrinsik
melekat dalam aset sumberdaya alam
(intrinsic value). Selanjutnya berdasarkan
atas penggunaannya, nilai ekonomi suatu
sumberdaya dapat dikelompokkan ke
dalam nilai atas dasar penggunaan (use
values) dan nilai yang terkandung di
dalamnya atau nilai intrinsik (non use
values).
Nilai penggunaan ada yang bersifat langsung
(direct use values) dan nilai penggunaan tidak
langsung (indirect use values) serta nilai
pilihan (option values). Sementara itu nilai
penggunaan tidak langsung (non use values)
dapat dibedakan atas nilai keberadaan
(existence values) dan nilai warisan (bequest
values). Nilai ekonomi total atau total
economic value (TEV) diperoleh dari
penjumlahan nilai atas dasar penggunaan dan
nilai atas dasar penggunaan tidak langsung
(Pearce dan Turner, 1991; Munasinghe, 1993;
Pearce dan Moran, 1994).
Nilai penggunaan ada yang bersifat langsung
(direct use values) dan nilai penggunaan tidak
langsung (indirect use values) serta nilai
pilihan (option values). Sementara itu nilai
penggunaan tidak langsung (non use values)
dapat dibedakan atas nilai keberadaan
(existence values) dan nilai warisan (bequest
values). Nilai ekonomi total atau total
economic value (TEV) diperoleh dari
penjumlahan nilai atas dasar penggunaan dan
nilai atas dasar penggunaan tidak langsung
(Pearce dan Turner, 1991; Munasinghe, 1993;
Pearce dan Moran, 1994).
Formula untuk TEV, menurut CSERGE (1994)

TEV = UV + NUV
TEV = (DUV + IUV) + (OV + XV + BV)

Dimana :
TEV = Total Economic Value
UV = Use Value
NUV = Non Use Value
DUV = Direct Use Value
IUV = Indirect Use Value
OV = Option Value (nilai pilihan)
XV = Existance Value (nilai keberadaan)
BV = Bequest Value (nilai warisan)
Dimana:
• TEV = Total economic value
Dimana nilai ekonomi diukur dalam terminologi sebagai
kesediaan membayar (willingness to pay) untuk
mendapatkan komoditi tersebut.

• UV = Use values (Nilai Manfaat)


Suatu cara penilaian atau upaya kuantifikasi barang dan
jasa sumberdaya alam dan lingkungan ke nilai uang
(moneter), terlepas ada atau tidaknya nilai pasar terhadap
barang dan jasa tersebut.

• DUV = Direct use value (Nilai Langsung)


Output (barang dan jasa) yang terkandung dalam suatu
sumberdaya yang secara langsung dapat dimanfaatkan.
Misal : pada SDA berupa hutan
a. Consumptive use  memanen kayu
b. Non-consumptive use  camping, hiking
• IUV = Indirect use value (Nilai Tidak
Langsung)
Barang dan jasa yang ada karena
keberadaan suatu sumberdaya yang tidak
secara langsung dapat diambil dari
sumberdaya alam tersebut.
Misal pada SDA hutan terdapat :
pemeliharaan sistem hidrologi, stabilisasi
iklim (penyerapan karbon) dan stabilisasi
tanah.
• Non-Use Value (NUV) dapat dibagi atas :

a. Option Value (OV), yg mengukur WTP atas penggunaan alternatif


pilihan saat memanfaatkan sumberdaya alam  manfaat yang
“disimpan atau dipertahankan” untuk kepentingan yang akan
datang, dalam satu generasi manusia. Misalnya: perlindungan
keanekaragaman hayati, sumber daya genetik, perlindungan
spesies, keragaman ekosistem.

b. Existence Value (XV) yang mengukur WTP dlm rangka menjaga


keberadaan sebuah SDA.

c. Bequest Value (BV) yang mengukur suatu WTP untuk menjamin


bahwa turunan mereka akan mampu menggunakan sumberdaya di
masa yang akan datang. Contohnya: konservasi habitat, upaya
preventif terhadap perubahan yang tidak dapat diperbaharui
Gambar 1. Taksonomi Valuasi Ekonomi untuk Sumberdaya
Alam & Lingkungan

TEV

Use value Non use value

DUV IUV Option value Bequest value

Existence value
Tabel 1. Pendekatan Teknik Valuasi Ekonomi Lingkungan
dengan Metode Valuasi Pasar (Anwar dan Asikin, 2001)

No. Efek Perubahan Teknik Valuasi


1. Perubahan dalam ketersediaan,
Perubahan dalam produktivitas
kualitas, atau kuantitas dari output
2. Perubahan dalam ketersediaan,
Perubahan dalam pendapatan
kualitas atau kuantitas dari input
3. Perorangan, kelompok atau
masyarakat menggantikan seluruh
Biaya penggantian
aset, sebagian aset, atau kualitas
aset
4. Perorangan, kelompok atau
masyarakat mengeluarkan uang
Pengeluaran preventif
untuk mempertahankan
lingkungan mereka
5. Perorangan, kelompok atau
Biaya relokasi
masyarakat merelokasi aktivitas
Beberapa cara pengukuran yang dapat dilakukan
menyangkut surplus konsumen dan surplus produsen.

Surplus Konsumen
• Surplus konsumen adalah pengukuran kesejahteraan di
tingkat konsumen yang diukur berdasarkan selisih
keinginan membayar dari seseorang dengan apa yang
sebenarnya dia bayar. Di dalam valuasi ekonomi
sumberdaya, surplus konsumen ini dapat digunakan
untuk mengukur besarnya kehilangan (loss) akibat
kerusakan ekosistem dengan mengukur perubahan
konsumer surplus.
Surplus Produsen
• Surplus produsen diukur dari sisi manfaat dan kehilangan
dari sisi produsen atau pelaku ekonomi. Dalam bentuk
yang sederhana, nilai ini dapat diukur tanpa harus
mengetahui kurva penawaran dari barang yang
diperdagangkan.
EKSTERNALITAS
Eksternalitas adalah dampak yang diterima oleh beberapa pihak sebagai akibat
kegiatan ekonomi, baik produksi, konsumsi atau transaksi yang dilakukan oleh pihak
lain. Eksternalitas dapat disebut juga sebagai efek limpahan atau efek kepada pihak
ketiga, artinya ada pengaruh dari suatu transaksi tertentu kepada pihak lain yang
tidak terlibat transaksi. Dampak dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi bisa
bersifat positif (positive external effects, external economic) maupun bersifat negatif
(negative external effects, external diseconomic).

 Dampak • Eksternalitas negatif


• Eksternalitas positif

 Jenis kegiatan • Eksternalitas produksi


• Eksternalitas konsumsi
• Eksternalitas distribusi

 Keberadaan
• Eksternalitas kepemilikan
• Eksternalitas teknik
• Eksternalitas barang publik
Gambar 2. Penentuan Output & Harga Sebagai
Dampak Adanya Eksternalitas.
Pada pasar persaingan sempurna Pada pasar monopoli

MSC = MPC + biaya eksternalitas


P MSC = MPC + biaya eksternalitas
P

MPC
P2 MPC
P2 Eksternalitas
P1 Eksternalitas

P1

AR = D =MR

AR = D
MR

Q Q1 Q2
Q2 Q1 Q

Harga awal sebesar P1, tetapi setelah ada Harga awal sebesar P1, tetapi setelah ada
biaya eksternalitas, maka tingkat harga biaya eksternalitas, maka tingkat harga
meningkat menjadi P2. meningkat menjadi P2.
Gambar 3. Klasifikasi dari Teknik Valuasi Ekonomi
dgn Metode Valuasi Non-Pasar
Non Market
Valuation
Methode

Revealed
Stated Preference
Preference
methode
methode

Contingent
Travel Market Value or Choice
Valuation
Cost Mathode Cost Methode Experiment
Methode

Hedonic Price Benefit Transfer Choice


Conjoint Analysis
Methode Methode Modelling
Travel Cost Methode
 Salah satu pendekatan awal yg dipakai para
ekonom lingkungan untuk menaksir demand atas
manfaat lingkungan  sebuah metode yg
menggunakan biaya perjalanan sbg pengganti
harga.
 Perjalanan membutuhkan biaya, kegiatan itu
membutuhkan waktu & biaya. Dengan
menggunakan biaya perjalanan ini sbg harga yg
harus dikeluarkan orang untuk menikmati keindahan
alam lingkungan, kita dapat memperkirakan sebuah
fgsi demand untuk manfaat lingkungan tsb
 Dengan menggunakan data biaya perjalanan yg
dikeluarkan oleh sejumlah besar orang, dpt
membangun sebuah asumsi u/ agregat harga yg
orang bersedia keluarkan atas sejumlah kondisi
alam tertentu
Travel Cost Methode
 Pada Metode ini, biaya konsumsi untuk brg
lingkungan akan memasukkan biaya
perjalanan, retribusi masuk kawasan, dan
pengeluaran2 lain di tempat tujuan.

 Keunggulan metode TC :
1. Dpt mengestimasi besarnya surplus konsumen
2. Hasil penghitungan manfaat berdasarkan
tingkah laku pasar yg dpt diteliti dgn jelas
Travel Cost Methode
 Keterbatasan Metode TC :

1. TCM tdk dpat digunakan untuk menilai non-


use value

2. Kunjungan ke lokasi yang tertentu bisa jadi


hanya bersifat musiman, oleh karena itu hasil
survei bisa dibiaskan kecuali jika hal tsb
diselenggarakan atas periode yg lama.
 Keterbatasan Metode TC :

3. Masyarakat yg tinggal di dekat lokasi


mungkin hanya mengeluarkan biaya yg
rendah atau nol asumsi biaya
perjalalanan merefleksikan nilai rekreasi
tdk selalu benar

4. Ketiadaan lokasi substitusi yg dekat 


menyebabkan tetap harus pergi ke suatu
lokasi walaupun lokasi tsb memberikan
nilai yg rendah
Keterbatasan Metode TC

5. TCM menganggap bahwa biaya perjalanan


(spt : biaya bensin) adalah determinan yg utama
dari penilaian lokasi rekreasi.
Bagaimanapun ada faktor lain juga yg
berpengaruh thd demand rekreasi. Misal :
waktu perjalanan adlh opportunity cost karena
waktu yg dihabiskan dlm perjalanan tdk dpt
tersedia untk melakukan hal yg lain.
Hedonic Price Methode
• Salah satu metode penilaian terhadap
lingkungan yg digunakan untuk
menentukan keterkaitan yg muncul antara
tingkat jasa yang dihasilkan lingkungan
dengan harga suatu barang yg mempunyai
nilai pasar.

• Contoh dari penggunaan HPM yg sering


digunakan adalah menentukan harga
lingkungan yg dicerminkan oleh harga
rumah atau lahan.
Hedonic Price Methode
• Metode ini juga dapt digunakan untuk mengukur
benefit dan biaya ekonomi yg terkait dengan
kualitas lingkungan, meliputi polusi udara, polusi
air maupun kebisingan serta kenyamanan
lingkungan.

• Fungsi hedonic price menjelaskan ttg faktor2 yg


mempengaruhi harga sebuah rumah. Harga
rumah misalnya dipengaruhi oleh karakteristik
rumah itu sendiri (a), karakteristik lingkungan
sekitar (b), dan kualitas lingkungan (c).
Hedonic Price Methode
• Karakteristik rumah  jumlah kamar,
ukuran kebun/halaman serta ketersediaan
garasi kendaraan.
• Karakteristik lingkungan sekitar  faktor
budaya/etnis yg tinggal di lingkungan tsb,
tingkat kriminalitas maupun jumlah
sekolah yg tersedia.
• Kualitas lingkungan  kualitas udara
maupun tingkat keramaian dan kebisingan
Hedonic Price Methode
• Fungsi hedonic price dpt ditentukan dgn
persamaan regresi berganda, yaitu
Ph = d1 + d2*a + d3*b + d4*c + e
Dimana :
a = karakteristik rumah itu sendiri
b = karakteristik lingkungan sekitar
c = kualitas lingkungan
e = faktor lain yg berpengaruh thd harga rumah
namun tdk masuk dalam model/persamaan
Keunggulan Hedonic Price
Methode
1. Dapat digunakan untuk mengestimasi nilai
berdasarkan pilihan yg ada.
2. Pasar tempat tinggal relatif efisien dalam
pengumpulan informasinya  indikator yg
cukup baik dlm penentuan nilai
3. Data yg terkait dgn tempat tinggal dan
karakteristiknya dpt diperoleh dari berbagai
sumber dan dapat dikaitkan dengan sumber
data sekunder lainnya untuk menentukan
variabel di dalam analisis.
Keterbatasan Hedonic Price Methode
1. Kemampuan dan keahlian statistik sangat
dibutuhkan untuk mensortir variabel yg relevan
agar diperoleh model yg fit

2. Asumsi yg digunakan dlm metode tersebut


adalah seseorang mempunyai kesempatan
untuk memilih kombinasi yg digunakannya dgn
tingkat pendapatan tertentu. Padahal pasar
perumahan dipengaruhi oleh faktor lain seperti
pajak dan tingkat suku bunga.
Contingent Valuation Methode
 Pendekatan yg tepat untuk memperkirakan
kebersediaan membayar disebut metode “
contingent valuation”
 Didasarkan pada ide sederhana bahwa jika kita
ingin mengetahui berapa nilai yg bersedia
dikeluarkan oleh orang untuk mencapai kondisi
lingkungan tertentu, kita dapat menanyakannya
kepada mereka.
 Metode ini disebut “contingent” valuation karena
metode ini mencoba mendorong orang untuk
mengungkapkan apa yg akan mereka lakukan
jika mereka ditempatkan pada kondisi
contingent tertentu
Contingent Valuation Methode
Studi CV telah digunakan untuk
mempelajari banyak faktor
lingkungan : kualitas udara, nilai
keindahan alam, kualitas kondisi
pantai, perlindungan spesies liar,
kepadatan populasi alam liar
Langkah-langkah dalam CVM adalah:

1. Menyusun pasar hipotetisnya


2. Memperoleh penawaran (bid)
3. Mengestimasi mean WTP dan/atau WTA
4. Mengestimasi kurva permintaannya
1. Menyusun pasar hipotetisnya
 Langkah yg pertama adalh menetapkan suatu
alasan untuk suatu barang atau jasa dimana tdk
ada arus pembayaran.
 Misal : ada proposal pemerintah untuk membuka
penambangan di area hutan belantara.
Diasumsikan beberapa orang berkunjung ke area
tsb. Analis akan menguraikan ttg area dan
dampak proyek thd lingkungan. Seharusnya
digunakan gambar untuk menunjukkan pasar
hipotetis tsb.
2. Memperoleh penawaran (bid)
• Metode untuk memperoleh penawaran adalah :
a. Bidding games  responden diberikan penawaran yg
lebih tinggi secara progresif hingga mereka
memperoleh Max WTP-nya
b. Payment card  suatu kisaran nilai sudah diberikan
pada kartu dan responden diminta untuk memilih satu.
c. Open-ended question  responden diminta memberi
laporan ttg max WTP-nya
d. Close ended question  3 jenis :
1. dichotomous choice  diberikan sebuah penawaran,
responden dimintan jawab “ya” atau “tdk”
2. double bounded choice  yg menjawab tdk pada
penawaran pertama akan diberikan penawaran
selanjutnya yg lebih sedikit.
3. trichotomous choice  responden diberikan 3
pilihan untuk membayar, “ya”, “tdk”, atau “indiferen”
3. Mengestimasi mean WTP dan/atau WTA
Dgn 3 pendekatan pertama dalam
menimbulkan penawaran, nilai mean dan
median dari WTP dapat diperoleh.

Sedangkan metode close-ended choice


adalah sulit diperoleh, kecuali dengan
analisis Logit, Probit, dan model kegunaan
acak.
4. Mengestimasi kurva permintaannya
 Kurva demand diestimasi pada tahap ini untuk validasi hasil
WTP dan untuk estimasi WTP agregat.

 Fungsi demand adalah


Mean WTPi = f (Ai, Ei, Yi, Mi)
Dimana
A = umur
E = tk pendidikan
Y = tk pendapatan
M = keanggotaan individu dlm suatu organisasi lingkungan
 Total value dari barang atau jasa  perkalian antara mean
WTP dgn jumlah responden