Anda di halaman 1dari 16

Agenda

Usulan ITS tentang Penyesuaian


Skoring SINTA

Manfaat SINTA dalam Tridharma


Perguruan Tinggi

2
Latar Belakang Usulan ITS tentang
SINTA

 SINTA adalah sebuah sistem pengumpulan informasi publikasi ilmiah


dan sitasi dosen / peneliti Indonesia.
 Keberhasilan mengembangkan dan mengoperasikan SINTA adalah
capaian luar biasa RISTEKDIKTI.
 Sampai saat ini lebih dari 152 ribu dosen/peneliti yang data publikasi
dan sitasinya terekam di SINTA. Jumlah tersebut merepresentasikan
4591 perguruan tinggi / lembaga penelitian di Indonesia.
 Setiap peneliti/dosen yang terdaftar di SINTA akan bisa dihitung skor
dan peringkatnya baik di instansinya sendiri maupun di tingkat nasional.
 Sistem ini sudah dikembangkan dengan sangat baik, namun kami
memiliki catatan tentang cara melakukan skoring dan oleh karena itu
ITS mengusulkan modifikasi cara skoring yang digunakan saat ini.

3
Skoring SINTA Saat Ini
Bobot Penilaian
Komponen Penilaian Kode
(bukan persentase)

Jumlah Dokumen Artikel di Scopus A 40


Jumlah Dokumen Non-Artikel di Scopus B 15
Jumlah Sitasi di Google Scholar C 1
Jumlah Sitasi di Scopus D 4
Kualitas H-Index (Google Scholar) E 4
Kualitas H-Index (Scopus) F 16
Formula Sinta Score: ((Ax40)+(Bx15)+(Cx1)+(Dx4)+(Ex4)+(Fx16)) / Pembagi
Pembagi adalah sebuah angka hasil dari perhitungan statistik yang mempertimbangkan
maksimum Sinta Score Personal/Dosen/Peneliti Tertinggi.

4
KELEMAHAN Skoring SINTA Saat Ini
 Skor konstan yang diberikan untuk h-index (yakni 4 untuk tiap
1.
kenaikan satu h-index di google scholar dan 16 untuk setiap kenaikan
satu h-index di SCOPUS) kurang pas, karena tingkat kesulitan untuk
menaikkan angka h-index meningkat untuk secara tidak linier.
 Menaikkan h-index dari 2 ke 3 lebih sulit dibandingkan menaikkan dari 1
ke 2, dan seterusnya. Hal ini karena h-index didefinisikan sebagai berikut
“h-index sebesar h diperoleh bila ada minimum h publikasi disitasi
minimum h kali”. Definisi ini mengandung makna bahwa batas minimum
(lower bound) jumlah sitasi untuk mencapai h-index sebesar h adalah .
Oleh karena itu, minimum jumlah sitasi untuk mencapai h index 1, 2, 3, 4,
5, 6….dst. adalah 1, 4, 9, 16, 25, 36,…dst. Oleh karena itu mengalikan h-
index di google scholar (E) dengan 4 dan mengalikan h-index di SCOPUS
(F) dengan 16 tidak merepresentasikan sifat dari h-index tersebut, yang
tingkat kesulitannya mengikuti fungsi kuadrat, bukan fungsi linier.

5
KELEMAHAN Skoring SINTA Saat Ini

2. Satu tulisan non-jurnal di SCOPUS diberi skor


15 sementara satu kenaikan h-index di SCOPUS
saat ini diberi angka 16.
 Artinya menambah satu koleksi di SCOPUS dari prosiding
konferensi kira-kira setara dengan menaikkan satu h-index
di SCOPUS. Untuk mereka yang h-index nya sudah 5 ke
atas, skor ini tidak berimbang. Saat ini menambah satu
koleksi prosiding di SCOPUS relatif mudah, oleh karena
itu skor 15 untuk satu tulisan non-jurnal terlalu besar.

6
KELEMAHAN Skoring SINTA Saat Ini

3. Tingkat kesulitan untuk masuk ke jurnal


sangat berbeda-beda, walaupun sama-sama
terindeks di SCOPUS.
 SCOPUS memiliki kategorisasi jurnal Q1, Q2,
Q3, dan Q4. Skor SINTA belum
mengakomodasikan fenomena ini. Namun kami
menyadari mungkin secara sistem tidak mudah
melakukan klasifikasi quartil (Q) dari jurnal
secara otomatis di SINTA.

7
USULAN Skoring BARU untuk SINTA
1. Bila
 klasifikasi quartil dari jurnal (sesuai poin 3 di
atas) tidak bisa diakomodasikan maka formulanya
diusulkan sebagai berikut.
Formula usulan 1 skor SINTA: 

Perubahannya adalah pada skor karya non-jurnal yang


diturunkan dari 15 menjadi 10, satu sitasi di skopus
dinaikkan dari 4 menjadi 5, kemudian h-index diberi fungsi
kuadrat. Secara sistem formula ini relatif mudah
dieksekusi. Dengan usulan ini maka table di atas berubah
menjadi.
8
USULAN Skoring BARU untuk SINTA

Bobot Penilaian
Komponen Penilaian Kode
(bukan persentase)

Jumlah Dokumen Artikel di Scopus A 40

Jumlah Dokumen Non-Artikel di Scopus B 10

Jumlah Sitasi di Google Scholar C 1

Jumlah Sitasi di Scopus D 5

Kualitas H-Index (Google Scholar) E E^2

Kualitas H-Index (Scopus) F 4*F^2

9
USULAN Skoring BARU untuk SINTA

 
2. Bila informasi quartil (Q1, Q2, Q3, Q4)
bisa ditarik secara mudah di SINTA maka
formula usulannya adalah
Formula usulan 1 skor SINTA: 

dimana A1, A2, A3, dan A4 masing-masing adalah


jumlah artikel yang dipublikasikan di jurnal Q1, Q2, Q3,
dan Q4.

10
MANFAAT SINTA: Positioning Prodi
ITS

11
MANFAAT SINTA: Positioning Dosen
ITS

 Dept. Teknik KIMIA

 Banyak Dosen Teknik


Kimia yang mempunyai
indeks H-Scopus 5 atau
lebih.

 Simbol lingkaran 
dengan warna dark
cyan ini adalah
Professor.  

12
MANFAAT SINTA: Positioning Dosen
ITS

 Dept. Teknik KOMPUTER

 Ada 4 Dosen Teknik


Komputer yang
mempunyai indeks H-
Scopus 5 atau lebih.

 Simbol lingkaran 
dengan warna apple ini
adalah Professor.  

13
MANFAAT SINTA: Positioning Dosen
ITS

 Dept. ARSITEKTUR

 TIDAK ADA Dosen di


Dept. Aristektur yang
mempunyai indeks H-
Scopus 5 atau lebih.

 Perlu kebijakan selain


indeks-H Scopus untuk
melibatkan Dosen Dept.
Arsitektur.  

14
Ringkasan Manfaat SINTA

Evaluasi Positioning Program Studi/Departemen

Evaluasi Positioning Dosen di Program


Studi/Departemen

Penentuan Reviewer, Penguji Pasca, Tim Riset, dan


lain-lain

15