Anda di halaman 1dari 17

FARMASI RUMAH

SAKIT

MUHAMMAD SYAMSIR MURSALI


(O1A118175)
Rumah sakit umum pusat Dr.hasan sadikin
bandung
 RSHS menyelenggarakan pelayanan darurat secara terus menerus selam 24jam
 Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung dibangun pada tahun 1920 dan diresmikan
pada tanggal 15 Oktober 1923 dengan nama “Het Algemeene Bandoengsche
Ziekenhuijs“. Pada tanggal 30 April 1927 namanya diubah menjadi “Het Gemeente
Ziekenhuijs Juliana” dengan kapasitas 300 tempat tidur
 Tahun-tahun berikutnya adalah tahun dimana RSHS semakin berkembang. Ditengah-
tengah pertumbuhannya ini RSHS ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional
berdasarkan Surat Keputusan Menteri No HK.02.02/MENKES/390/2014 tentang
Pedoman Penetapan RS Rujukan Nasional, mengampu tujuh RS Regional di Jawa barat
dan ebberapa RS di luar provinsi Jawa Barat. Data terakhir menunjukkan, kini RSHS
memiliki 944 tempat tidur, 3000 karyawan dengan 395 dokter spesialis dan
subspesialis dan enam layanan unggulan terdiri atas Pelayanan Jantung Terpadu,
Pelayanan Onkologi, Pelayanan Infeksi, Bedah Minimal Invasif, Kedokteran Nuklir dan
Transplantasi Ginjal.
 RSHS melaksanakan pelayanan gawat darurat level IV yang memberika pelayanaa
sebagai berikut:Diagnosis dan penanganan permasalahan pada Airway, Breathing,
Circulation dengan alat-alat yang lebih lengkap termasuk venti latorPenilaian disability,
penggunaan obat, EKG, defibrilasiObservasi/ Ruang Resusitasi Bedah cito
Sarana yang tersedia
untuk pelayanan gawat
darurat

Pelayanan rawat jalan 1. Ruang Triage


2. Ruang Resusitasi
3. Ruang Tindakan yaitu : Ruang
Tindakan Bedah, Medikal,
1. Poliklinik dan penyakit dalam Anak, serta Obgyn
4. Ruang Isolasi untuk pasien
2. Poliklnik bedah
infeksi
3. Poliklinik kebidanan dan 5. Ruang Dekontaminasi
kandungan 6. Ruang Ruang Observasi
4. Poliklinik anak 7. IHC (Intermediate High Care)
5. Poliklinik bedah saraf 8. Ruang Transit Rawat Inap
6. Poliklinik orthopaedi
7. Poliklinik saraf
8. Polilinik THT_KL
9. Poliklinik kulit dan kelamin
10.Poliklinik kedokteran jiwa
11.Poliklinik gigi dan mulut
12.Poliklinik bedah mulut
13.Klinik mata
14.Klinik anastesi
15.Konsultasi gigi
16.Klinik pegawai
17.Klinik MCU dan TPKP
18.Klinik teratai(HIV/AIDS)
19.Klinik asnamati(kemoterapi
rawat jalan)
20.Pelayanan rehabilitas medik
21.Instalasi pelayanan jantung
22.Instalasi hemodialisa
23.Instalasi reproduksi berbantu
24.Pelayanan kedokteran nuklir
25.Pelayanan radioterapi
Pelayanan rawat inap

Medical Intermediate Care (MIC)


HCU Kemuning
High Care Cardiac Unit (HCCU)
HCU (Parahyangan)
Pediatric Intermediate Care Unit (Parahyangan)
HCU Kenanga
HCU Alamanda
Burn Unit (Unit Luka Bakar)
NCCU
Neurogy Intermediate Care (NIC) Azalea

Pelayanan intensif, meliputi:


GICU (General ICU)
CICU (Cardiac ICU)
PICU (Pediatrik ICU)
NICU (Neonatal ICU)
Pelayanan operasi Pelayanan
penunjang(farmasi
 Tindakan operasi yang dilakukan meliputi
tindakan pembedahan elektif maupun cito. dan radiologi)
Pelayanan pembedahan yang dilakukan di 1. Pelayanan Radiodiagnostik
IBS, mulai dari pembedahan sederhana
1. x Ray konvensional,
sampai yang kompleks, one day
2. Computed Tomography
surgery untuk pasien yang pulang pada hari Scan (CT Scan)
yang sama setelah dilakukan tindakan 3. Mammografi
operasi, pembedahan modern seperti 2. Pelayanan Imejing
pembedahan menggunakan Diagnostik
endoskop/laparaskop. 1. USG
 Instalasi Bedah Sentral terletak di gedung 2. Magnetic Resonance
EU/COT terdiri dari dua lantai antara lain: Imaging (MRI)
1. Lantai 3 terdiri dari 13 kamar operasi 3. Pelayanan Radiologi
dengan alokasi  OK 24 jam sebanyak empat  Intervensional
kamar dan OK elektif sebanyak  sembilan 1. Angiografi
kamar operasi
2. Lantai 4 terdiri dari 11 kamar operasi
dengan alokasi: 7 kamar operasi untuk
tindakan minor surgery/ ODS, dua kamar
operasi ODS VIP, dan dua kamar untuk
tindakan Endoscopy
Pelayanan
1. Pelayanan Laboratorium
khusus lainnya
 Patologi Klinik
 Patologi Anatomi 1. Pelayanan
1. Electromyography (EMG) Transplantasi Ginjal
2. Electroencephalogram (EEG) 2. Skrining Hipotiroid
Kongenital
3. Pelayanan Rekam Medik
3. Bank Darah
4. Pelayanan Sterilisasi Alat 4. Pelayanan Ambulans
Kesehatan  (Central Supply 5. Pelayanan
Sterilization Departement) Pemulasaran Jenazah
5. Pelayanan Gizi (Asuhan Gizi Klinik dan Forensik
dan Pelayanan Makanan) 6. Pengambilan sampel
6. Pelayanan Binatu (Laundry) untuk tes paternitas
(DNA)
7. Home Care
Fasilitas RSHS alat alat
canggih
Pelayanan 1. Gamma camera
kedokteran 2. PET CT
nuklir

1. CT Scan
Pelayanan 2. MRI
radiologi 3. MSCT 128 slices dual sources

Pelayanan ESMR(mendeteksi penyumbatan


jantung jantung)

Pelayanan ESWL(terapi non invasif)


bedah
urologi 1. LINAC(pengobatan radiasi dengan sumber
radiasi yang mempuyai jarak dengan target di
tinjau dari luar
Pelayanan 2. COBALT 60(mesin treatmen memasukan
radioterapi sumber gamma untu keperluan radioterapi
berkas eksternal
Gambar struktur dari RSHS
INDIKATOR_INDIKATOR PELAYANAN
RS (BOR,AVLOS,TOI,BTOGDR,NDR
DAN BOT
(Jumlah Tempat Tidur X periode) – Hari Perawatan TOI
TOI = —————————————————————-
Jumlah pasien keluar Hidup & Meninggal

TOI = Turn Over Interval yaitu rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati
dari telah diisi ke saat terisi berikutnya

Contoh : Jumlah TT = 200 TT


Jumlah periode = 1 hari
Jumlah hari Perawatan = 90
Jumlah pasien keluar hidup & meninggal = 5 orang

Maka TOInya adalah :


(jumlah TT = 200 X jumlah periode =1) – Hari perawatan = 90
TOI = —————————————————————————-
Jumlah pasien keluar hidup & meninggal = 5

(200 X 1) – 90
TOI = —————–
5

110
TOI = ————-
5

TOI = 22 hari


BED
OCCUPANCY
Jumlah Hari Perawatan RATIO(BOR)
BOR = ——————————————- X 100 %
Jmlh Tempat Tidur X Periode

Jadi data HP ini diambil dari jumlah pasien yang dirawat setiap hari dan diakumulasikan
dalam periode tertentu, misalnya : Mingguan, Bulanan, Triwulan atau Tahunan.
Contoh : Pasien yang dirawat tgl 1 sep = 97 pasien; 2 sep = 98 pasien; 3 sep = 100
pasien; tgl 4 sep = 89 pasien. Maka Jumlah Hari Perawatan dari tgl 1 – 4 Sep adalah 384.
Selama 4 hari (periode)
Jumlah Tempat Tidur = Banyaknya tempat tidur yang ada/yang beroperasional di RS
Misalnya jumlah TT kita ada 200 TT.
Maka BORnya adalah :

Jumlah HP = 384
BOR = ————————————————– X 100 %
(Jumlah TT = 200) X (Periode = 4 hr)
384
BOR = ———————– X 100 %
200 X 4

384
BOR = —————– X 100 %
800

BOR = 48 %
ALOS

Contoh : Pada tanggal 4 Sep ini ada 5 orang pasien pulang.


Pasien A pulang dengan lama dirawat 4 hari
Pasien B pulang paksa dengan lama dirawat 2 hari
Pasien C meninggal dengan lama dirawat 10 hari
Pasien D pulang dengan lama dirawat 3 hari
Pasien E pulang dengan lama dirawat 6 hari
Jadi Jumlah Lama Dirawat pada tanggal 4 sep tersebut adalah 25 hari dan pasien yang
pulang (baik hidup ataupun meninggal) ada 5 orang. Maka pada tanggal 4 Sep tersebut
ALOSnya adalah :
Jumlah Lama Dirawat = 25 hari
ALOS = ————————–
Jumlah Pasien Keluar hidup & meninggal = 5 orang

25
ALOS = —————–
5

ALOS = 5 hari

Untuk mendapatkan lama dirawat pada setiap pasien dihitung dari kapan pasien pulang dan
pasien tersebut masuk. Misalnya. Pasien A masuk tanggal 31 Agustus dan pulang tanggal 4
Sep, maka lama dirawat Pasien A adalah 4 hari.
BTO

Jumlah Pasien Keluar Hidup & Meninggal


BTO = —————————————————
Jumlah Tempat Tidur

BTO = Bed Turn Over yaitu frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode atau
berapa kali tempat tidur yang dipakai dalam satu satuan waktu (periode)

Contoh : Pasien keluar hidup & meninggal ada 5 orang pada tanggal 4 Sep
Jumlah Tempat tidur ada 200 TT
Maka BTOnya adalah :

Jumlah Pasien Keluar Hidup & Meninggal = 5


BTO = ——————————————————
Jumlah Tempat Tidur = 200 TT

5
BTO = ——————–
200

BTO = 0.025 kali


NDR

Jumlah pasien meninggal > 48 jam dirawat


NDR = —————————————————-  X 1000 ‰
JUmlah pasien keluar hidup & meninggal

NDR = Net Death Rate adalah angka kematian 48 jam


setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar
RS.
GDR

Jumlah pasien meninggal > 48 jam dirawat


GDR = —————————————————-  X 1000 ‰
JUmlah pasien keluar hidup & meninggal

GDR = Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000
penderita keluar RS.
THANK YOU