Anda di halaman 1dari 17

FARMAKOLOGI MOLEKULER

KANAL ION SEBAGAI TARGET AKSI OBAT

DOSEN PENGAMPU : LOLY SUBHIATY IDRUS, S.Farm., M.S.Fam.


DISUSUN OLEH :

01 RAHMAH DWI OKTARINI (O1A1 18 121)


02 MUH. MUADZ ABDI ASSHIDIQ RAHMAN (O1A1 18 136)
03 ANDI ARINI ASTARI (O1A1 18 174)
04 MUH. SYAMSIR MURSALI (O1A1 18 175)
KELAS C
05 DIASTY NURAISYAH (01A1 18 177) 2018
KANAL ION SEBAGAI
TARGET AKSI OBAT
KANAL ION

• Infographic Style
Alan Hodgkin dan Andrew Huxley (1952) → Teori
impuls saraf → hadiah nobel

Erwin Nehe dan Bert Sakmann (1970-an) →


keberadaan kanal ion → teknik perekaman elektrik
“patch clamp” → hadiah nobel

prinsipnya sel diberi capillary glass yang kemudian diukur


menggunakan amplifier. Adanya fluktuasi listrik menunjukkan
adanya mobilitas ion dalam sel.
KANAL ION

Kanal ion merupakan kompleks


protein yang terdapat pada
membran sel yang tersusun
Lubang kanal disusun oleh
membentuk porus/lubang dan
subunit utama (subunit a), yang
berfungsi memfasilitasi difusi ion
menentukan infrastruktur kanal.
menyebrangi suatu membran sel.
Selain itu beberapa kanal yaitu
kanal ion jenis teraktivasi voltase
(voltage gatted channel), (kanal K+,
Na+, dan Ca2+), mengandung
protein pelengkap yang dapat
memodifikasi sifat kanal.
KANAL ION

Kanal ion bisa berada dalam keadaan Fungsi kanal ion :


• Untuk transport ion,
tertutup atau terbuka yang dapat dikontrol
• pengaturan potensial listrik melintasi membran sel,
oleh beberapa faktor eksternal, yaitu :
• senyawa kimia, • serta sinyaling sel.

• signal elektrik, Kanal ion berperan penting dalam proses normal tubuh

• atau kekuatan mekanik, beberapa penyakit terkait dengan disfungsi kanal ion

Tergantung pada jenis kanalnya misal aritmia jantung, diabetes, epilepsi, hipertensi, cystic
fibrosis, dan lain-lain

Penyakit terkait dengan disfungsi kanal ion :


• aritmia jantung,
• diabetes,
• epilepsi,
• hipertensi,
• cystic fibrosis, dll
KLASIFIKASI KANAL ION Berdasarkan cara teraktivasinya,
kanal ion dapat digolongkan
menjadi 5 jenis, yaitu :

Kanal ion teraktivasi voltase (voltage-gated channels)


Berespons terhadap adanya perubahan potensial trans-
membran.

Kanal ion teraktivasi ligan (ligand-gated channels)


Berespons terhadap adanya molekul ligan spesifik yag
berada di daerah ekstrakurikuler tempat kanal berada.

Kanal ion teraktivasi oleh kekuatan mekanik (stretch-


activated channel)
Kanal ini membuka dan menutup sebagai respons
terhadap kekuatan mekanis yang timbul dari peregangan
atau pengerutan lokal membran di sekitar kanal tersebut
KLASIFIKASI KANAL ION
Berdasarkan cara teraktivasinya,
kanal ion dapat digolongkan
menjadi 5 jenis, yaitu :

Kanal ion teraktivasi molekul intrasel atau signal


Berespons terhadap suatu molekul yang berada di
bagian intrasel yang merupakan bagian dari proses
signalling, misalnya terhadap second messenger seperti
Ca, cAMP, dan cGMP.

Kanal ion terkait protein G (G-protein-gated channel)


Kanal ini terkait dengan protein G dan teraktivasi jika
protein G teraktivasi.
KLASIFIKASI KANAL ION
Berdasarkan ion yang melintasi
kanal, kanal ion dibedakan
menjadi 4 jenis, yaitu :

Kanal Ion Kalium (ion K+)


Berperan untuk proses repolarisasi atau hiperpolarisasi.
Terbukanya ion kalium menyebabkan repolarisasi sehingga
menurunkan potensial aksi sel. Kanal K dibagi menjadi
empat keluarga besar, yaitu :
• Kanal K teraktivase voltase (shaker-like) mengandung
enam daerah domain transmembran (S1-S6) dengan
porus tunggal (Kv).
• Kanal K inward rectifier mengandung hanya 2 domain
transmembran dengan porus tunggal (KIR). Peran penting :
• Kanal K yang teraktivasi oleh calcium (Kca). Proses signaling seluler yang mengatur pelepasan
• Kanal K dengan dua porus yang mengandung 4 domain neurotransmitter, denyut jantung, pelepasan insulin,
transmembran (K2p). eksitabilitas saraf, transport elektrolit epithelial, kontraksi otot
polos, dan regulasi volume sel.
Kanal Ion Natrium (Ion Na+)
Berperan dalam penghantaran potensial aksi dan
depolarisasi. Tebukanya kanal ion natrium menyebabkan
depolarisasi Sehingga potensial aksi sel akan meningkat.

• Bersifat selektif terhadap ion natrium

• Dijumpai pada sel-sel yang bisa tereksitasi (excitable

cells) seperti sel saraf, otot, dan sel neuroendokrin.

• Bertanggung jawab terhadap inisiasi dan propagasi atau

penghantaran potensial aksi pada tipe sel-sel tersebut.

• Terekspresi dalam jumlah kecil pada sel-sel yang tidak

tereksitasi

• Peran fisiologis kanal ini pada tipe sel tersebut belum

banyak diketahui
Kanal Kalsium
Berperan dalam kontraksi otot, proses eksotsitosis, dan Ca merupakan second messenger yang sangat banyak
pelepasan neurotransmitter. Terbukanya kanal ion kalsium
digunakan pada berbagai fungsi sel. Pembukaan kanal Ca
akan memacu ketiga proses tersebut.
menyebabkan naiknya kadar Ca intraseluler sampai 100

µM, yang dapat memicu berbagai proses seluler, seperti :


Kanal Ca teraktivasi voltase → jalur utama masuknya ion
• peristiwa kontraksi otot,
Ca ke dalam sel pada berbagai jenis tipe sel dan mengatur
• pelepasan neurotransmitter dari sel saraf, dan
berbagai proses intraseluler sel, seperti :
• eksositosis pada sel sekretori (seperti pelepasan histamin
• Kontraksi otot
dari sel mast atau insulin dari sel β di pankreas)
• transkripsi gen,

• pelastisitas sinaptik, dan

• pengeluaran hormon atau neurotransmitter


Kanal Klorida
berperan dalam menjaga aliran osmotik, dan hiperpolarisasi
sel. Jika kanal ion klorida terbuka maka klorida cenderung
masuk kedalam sel, terjadi hiperpolarisasi sehingga
menurunkan potensial aksi sel.

Kanal Cl- berperan penting dalam mengontrol komposisi ion


dalam sitoplasma dan volume sel. Fungsi ini dijalankan
bersama dengan berbagai transporter ion lainnya, seperti
pompa, kontrasporter, dan kanal ion lain.

• Kanal ion Cl- ini sangat penting untuk mengatur komposisi


ionik.
• Dalam hal pengaturan volume sel kanal ion Cl- juga
berperan penting jika suasana ekstrasel menjadi hipotonis.
• Pengaturan eksitabilitas listrik membrane sel
01 Pengeblok Kanal MEKANISME
Obat golongan ini mengeblock kanal ion secara fisik KERJA
sehingga menghambat transport ion pada membrane. Berdasarkan mekanismenya, obat dengan target aksi
kanal ion dibedakan menjadi 2, yaitu :

Anastesi lokal → mengeblock voltage-gated Na+ channels → transport ion


natrium ke dalam sel terhambat → terhambatnya proses depolarisasi →
menurunkan potensial aksi sel

Modulator kanal 02
Bekerja dengan cara memodulasi kanal ion sehingga
Padahal potensial aksi tersebut
menyebabkan kanal ion terbuka atau tertutup. Obat ini
dibutuhkan dalam penghantaran impuls
mempunyai sisi aktif sendiri (selain sisi aktif agonis) pada kanal
rasa sakit
ion
CONTOH - CONTOH OBAT
Kanal Kalium

• Senyawa peptide (kalajengking dan anemone laut) →


Kanal Natrium mengeblock kanal Kv1.3 dan menghambat aktivasi sel T
limfosit.

Fenitoin dan karbamazepin → memperlama proses inaktivasi • Senyawa Peptida (dihidroquinolin, pepiridin, dan

kanal → ion Na+ kembalinya kanal Ka bentuk aktif diperlama / alkoksipsoralen) → memblock kanal Kv1.3 dan

mengurangi firing rate → sel saraf tidak mudah di pick → menghambat aktivitas sel T limfosit manusia secara in vitro.

mencegah kejang

• Kanal kalium menjadi target aksi bagi obat-obat antiaritmia


Anastesi lokal (kokain, lidokain, prokain) → melintasi
kelas III seperti amiodaron, pretilium, betanidin, klofilium,
membran → berikatan dengan sitoplasmik kanal Na+ → kanal
sotalol, ibutilid, dofetilid, dan lain lain.
teraktivasi → blockade kanal menghambat transmisi impuls
• Cara memblock kanal K+ tipe Kv dan aliran K+ keluar
rasa sakit.
selama fase plateau potensial aksi sehingga memperlama
durasi potensial aksi dengan menghambat depolarisasi.
• Pembukaan kanal kalium akan menyebabkan efflux K+
Kanal Kalium
keluar sel → terpolarisasi membrane.

• Hiperpolarisasi membran → mencegah pembukaan


• Kanal Ca tipe Cav1 (lokasi oto jantung) merupakan target
kanal Ca → mengurangi masuknya Ca → meralaksasi
molekuler dari obat pemblock kanal Ca yang banyak
otot polos vaskuler dan miokardial.
digunakan dalam terapi penyakit kardiovaskular.
• Dalam terapi, kanal ini dikembangkan sebagai target
• Obat-obat ini bekerja pada tiga tempat ikatan / reseptor
aksi obat antihipertensi.
yang terpisah, tetapi terhubung secara alosterik.

Obat golongan dihidropiridin, seperti bifedipin, Golongan fenil / alkilamin

amlodipin, bikardipin dan lain lain Sperti Verapamil merupakan pemblock kanal secara

bereaksi secara alosterik menggeser kanal dari bentuk intraseluler yang akan memasuki pori dari sisi sitoplasmik

terbuka menjadi tertutup dan kemudian mengeblocknya.


Kanal Klorida
Golongan benzodiazepin
Seperti deltiazem mengikat sisi reseptor ketiga dari kanal ion
tersebut pada sisi ekstraseluler. Blockade atau penutupan Cystic Fibrosis Transmembrane Conductance
kanal Ca menyebabkan berkurangnya kadar Ca intraseluler Regulator (CFTR) :
sehingga menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung, • Kanal Cl yang teraktivasi oleh cAMP
menurunkan kebutuhan otot jantung akan oksigen, dan • banyak dijumpai pada sel-sel epithelial berbagai organ
menyebabkan vasodilatasi otot polos pembuluh darah (seperti paru-paru, intestinal, pancreas, testis, serviks,
sehingga mengurangi tekanan arteri dan intraventrikular. dan lain-lain.)
• Berperan dalam transport cairan transepitelial

Obat antiepilepsi petit mal (etosuksimid) keluarga • Adanya mutasi yang menyebabkan disfungsi kanal ini

kanal Cav3 atau tipe T : berkontribusi dalam patofisiologi penyakit cystic

Peningkatan aktivitas kanal tipe T pada jaringan fibrosis.


Kanal CLC-2 :
thalamokortikal → memicu gelombang muatan → petit mal.
• Terdapat pada sel-sel epitel usus dan berperan pula
untuk transport cairan ke lumen usus.
• Konstipasi idiopatik kronis dapat disebabkan karena
fungsi kanal tersebut kurang optimal.
• Obat activator kanal yang bekerja
mengaktifkan/membuka kanal Cl tipe CLC-2
TERIMAKASIH