Anda di halaman 1dari 8

Modul 3

Perencanaan Strategik

Dr. Murtiadi Awaluddin, S.E.,M.Si


Strategi perusahaan yang telah terbentuk akan
ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana strategik.
Rencana strategik harus diterapkan pada setiap unit
bisnis dalam perusahaan.
sehingga
Dimungkinkan setiap unit bisnis memiliki rencana
strategik yang berbeda meskipun bergerak dalam hal
yang sama.
Perencanaan strategik akan menggambarkan bagaimana
perusahaan dapat mencapai tujuannya, untuk itu rencana strategik
harus disusun dengan penuh ketelitian dan analisis yang matang
dari setiap manager.

Untuk dapat menyusun rencana strategik, perlu adanya rencana


strategi perusahaan yang tersampaikan kepada setiap elemen
perusahaan secara jelas dan tidak menimbulkan persepsi yang
berbeda di antara pihak internal yang berkepentingan.
Rencana strategik dapat dimanfaatkan sebagai kerangka kerja
untuk menyusun anggaran. Sulitnya penyusunan rencana strategik,
dapat meningkatkan kemampuan manager dalam menganalisis dan
mengambil kebijakan untuk jangka panjang.

Sekalipun itu, dengan bantuan rencana strategik, segala kegiatan


yang diselenggarakan oleh setiap unit dapat selaras dengan strategi
perusahaan.
Ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan dalam penyusunan
rencana strategik agar diperoleh hasil yang optimal.
(1) meninjau dan memperbarui rencana strategik,
(2) memutuskan asumsi dan pedoman,
(3) literasi pertama dari rencana strategik baru,
(4) analisis,
(5) literasi kedua dari rencana strategik baru, dan
(6) meninjau dan menyetujui.
Untuk membantu proses perencanaan strategik, perusahaan dapat
menggunakan alat bantu berupa balanced scorecard. Balanced
scorecard memiliki 4 perpektif yang saling berhubungan, yaitu
perpektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Penerapan balanced scorecard sebagai alat bantu perencanaan
strategik tidak dapat dilaksanakan dengan mudah jika pihak
manajemen masih beranggapan perencanaan secara konvensional
sudah dapat memenuhi kebutuhan dan penggunaan balanced
scorecard tidak sebanding antara usaha dan hasil
Ada beberapa keunggulan yang sebenarnya dapat dirasakan oleh
unit bisnis dengan menerapakan balanced scorecard dalam
penyusunan rencana strategik, yaitu:
(1) Sasaran startegik yang diperoleh akan lebih lengkap,
berhubungan, dapat diukur dan berimbang,
(2) Scorecard perusahaan dapat secara langsung tersusun,
sekaligus menjadi titik awal pengelolaan kinerja, dan
(3) Memungkinkan penerapan open book management
Balanced scorecard memaksa setiap elemen dalam setiap
perusahaan untuk berpikir bahwa setiap perusahaan bahkan unit
bisnis dapat mengelola setiap kegiatan yang dapat diukur sehingga
dapat tercapainya tujuan.
Balanced scorecard mengharuskan setiap elemen untuk terbiasa
membangun hubungan sebab-akibat antara ukuran hasil dan
pemicu kinerja. Karena ukuran hasil menjadi barometer
ketercapaian sasaran sedangkan ukuran pemicu kinerja menjadi
barometer keberhasilan inisiatif strategik, maka hubungan sebab-
akibat antara sasaran strategik dengan inisiatif strategik diperkuat
melalui dua macam pengukuran tersebut.