Anda di halaman 1dari 23

Perubahan Dimensi &

Proporsi Pertumbuhan
Tulang Kraniofasial
TUTORIAL 5
 Indah Salsabila

“ 


Nyak Athifa Zaqny
Oktadhiyani
Intan Mafirah
 M. Resky Ramadhana
 Rachma D
 Jihan Syahnina Fathima
 Miftahul Jannah
 Richa Tesaliananda 2
▪ Sewaktu lahir, kepala membentuk sekitar seperempat dari tinggi total
tubuh. Pada orang dewasa, kepala membentuk seperdelapan dari
tinggi total tubuh.
▪ Dari lahir sampai maturitas, tubuh tentunya bertumbuh lebih pesat
baik pada proporsi maupun ukuran dibandingkan kepala.
▪ Pada bayi, pertumbuhan berlangsung dengan kecepatan yang relatif
tinggi, melambat secara progresif selama masa kanak kanak untuk
mencapai kecepatan minimal pada periode prapubertas.
▪ Laju pertumbuhan kemudian meningkat kembali selama pubertas dan
akhirnya ke maturitas.
▪ Usia kapan tahap-tahap pertumbuhan ini terjadi dan berakhir adalah
bervariasi antar individu dan antar jenis kelamin
▪ Tulang maksila terhubung dengan
beberapa tulang diantaranya tulang
frontalis, zigomatik dan sfenoid melalui
sutura yang berisi jaringan ikat.
▪ Ukuran maksila secara vertikal bertambah
karena terbentuknya tulang alveolar yang
menyangga gigi (Gambar 1).
▪ Palatum ikut turun sesuai dengan
pertumbuhan maksila ke bawah yang
diikuti oleh aposisi pada permukaan yang
menghadap ke rongga mulut dan resorpsi
pada permukaan yang menghadap ke
dasar rongga hidung.
▪ Lengkung palatal bertambah dalam dengan adanya pertumbuhan
prosesus alveolaris.
▪ Palatum dibentuk dengan kontribusi dari prosesus maksilaris dan
prosesus fronto-nasalis.
▪ Prosesus maksilaris membentuk palatum keras (palatum durum)
pada tiga perempat bagian anterior sedangkan bagian posterior
palatum tidak terjadi penulangan dan membentuk palatum lunak
(palatum molle).
▪ Menurut Heasman (2004), pertumbuhan maksila berhenti pada
usia 17 tahun untuk laki-laki dan rata-rata 2 tahun lebih awal pada
Jeffrey A.perempuan.
Dean. McDonald and Avery’s Dentistry for the Child
and Adolescent. St. Louis; Elsevier : 2018. Page 385
▪ Perubahan dimensional pada panjang
lengkung gigi, lingkar, serta lebar
intermolar dan interkaninus selama
masa kanak-kanak dan remaja telah
disusun oleh Moorees.

Jeffrey A. Dean. McDonald and Avery’s Dentistry for the Child and Adolescent. St.
Louis; Elsevier : 2018. Page 385
Lengkung bawah
1. lebar lengkung
Bikanin : bertambah 3 mm
Bimolar : bertambah 2 mm
2. Panjang lengkung
berkurang 1 mm disebabkan oleh tegaknya gigi incisivus
3. lingkar lengkung
berkurang 4 mm
Jeffrey A. Dean. McDonald and Avery’s Dentistry for the Child
and Adolescent. St. Louis; Elsevier : 2018. Page 385
Lengkung atas
1. lebar lengkung
Bikanin : bertambah 5 mm
Bimolar : bertambah 4 mm
2. Panjang lengkung
sedikit menurun disebabkan oleh tegaknya gigi incisivus
3.lingkar lengkung
meningkat 1 mm
Jeffrey A. Dean. McDonald and Avery’s Dentistry for the Child
and Adolescent. St. Louis; Elsevier : 2018. Page 385
Dimensi Rahang

▪ Menurut Nakata (1988), Ross-


Powell (2000) dan Bishara
(2001), menyatakan bahwa
dimensi rahang adalah lebar
inter kaninus, lebar inter molar,
panjang, dan keliling lengkung
gigi.
Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders
1. Panjang Rahang

▪ Menurut Hassanali dan Odhiambo (2000) dan


Mohammad H.A dkk (2011), panjang rahang
diukur dari titik tengah papila insisal tegak lurus
hingga garis yang menghubungkan margin distal
molar pertama permanen

Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders


2. Tinggi Rahang

▪ Menurut Mohammad H.A dkk (2011), ketinggian


rahang diukur dari titik tengah yang
menghubungkan distal margin molar pertama
permanen dengan garis tegak lurus dari insisisal
papila

Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders


3. Lebar Inter kaninus

▪ Titik referensi untuk mengukur lebar inter kaninus


sangat bervariasi. Menurut Alleva (1979), titik
referensi untuk mengukur lebar inter kaninus
adalah titik kontak mesial gigi kaninus kanan ke
kaninus kiri, sedangkan Moyers (1988) dan
Nakata (1988), menggunakan titik puncak gigi
kaninus kanan ke kaninus kiri.1
4. Lebar Inter molar

▪ Menurut Mohammad H.A (2011) dan Hassanali


dan Odhiambo (2000), lebar inter molar diukur
dari alur bukal pada permukaan oklusal pada gigi
molar pertama kanan ke molar pertama kiri

Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders


5. Keliling Anterior

▪ Keliling anterior rahang diukur dari sudut


kecembungan maksimum pada kaninus kanan ke
kaninus kiri di sepertiga tengah dari permukaan
bukal sepanjang gigi anterior

Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders


6. Keliling Posterior

▪ Keliling posterior rahang diukur dari sudut


kecembungan maksimum pada molar pertama
kanan ke molar pertama kiri di sepertiga tengah
dari permukaan bukal sepanjang lengkung gigi

Samir E. Bishara, Textbook of Orthodontics, 2001 , saunders


Pertumbuhan proporsional
pada kraniofasial

Journal of Orofacial Orthopedics / Fortschritte der


kieferorthopadie 67 (2) : 92-104
Penelitian tentang Rasio tempurung kepala dengan wajah secara
tradisional dilakukan
▪ Untuk mengukur peningkatan ukuran dengan usia cranium,
wajah, komponen wajah atas dan bawah.
▪ Ukuran tersebut kurang dari usia 2 tahun, dan 5 tahun.
▪ Pertumbuhan tempurung kepala sebagian besar berhenti selama
9 tahun yang mengindikasikan pertumbuhan otak dewasa
sebelum waktunya dalam kaitannya dengan wajah.
 Ukuran wajah meningkat relatif terhadap


tempurung kepala sebesar 69%.
 Wajah bawah meningkat relatif terhadap wajah
bagian atas sebesar 22%.
 Persentase peningkatan rata-rata :
 wajah bawah 78%,
 wajah total 68,9% ,
 wajah atas 58,8% ,
 tengkorak 26%.
Journal of Orofacial Orthopedics / Fortschritte der
kieferorthopadie 67 (2) : 92-104
▪ Interval 95% untuk tingkat pertumbuhan
tidak tumpang tindih, menunjukkan

“ ▪
perbedaan yang signifikan secara statistik.
Tingkat pertumbuhan relatif (cm2 / cm2 /
tahun) :
▪ wajah rendah 0,0444,
▪ wajah total 0,0391,
▪ wajah bagian atas 0,0328,
▪ tengkorak 0,0084

Journal of Orofacial Orthopedics / Fortschritte der


kieferorthopadie 67 (2) : 92-104
Proposi kraniofasial dapat dinilai dengan cara:

Membagi menjadi 3 bagian sama besar menggunakan 4


garis horizontal pada:
1. Garis rambut pada dahi
2. Supraorbital ridge
3. Dasar hidung
4. Bagian inferior dagu

Bhalaji Sundaresaa Lyyer. Orthodontics the Art and Science 3 rd Ed. New Delhi : Arya (MEDI) Publishing House.2006 page:125
Bhalaji Sundaresaa Lyyer. Orthodontics the Art and Science 3 rd Ed. New Delhi : Arya (MEDI) Publishing House.2006 page:125
Thank You!
23