Anda di halaman 1dari 62

PERKEMBANGAN OKLUSI

SEJAK MASA ANAK-


ANAK HINGGA DEWASA
Tutorial 2
ALYA MASTHURA SAFWAN
LUKIYA SALSABILA
DANI LAULEA FITRI
NANDA NASHIRAH
MOCH.FAREL ARIS ARYOGA
ALYA FAKHIRA
MUTIA SYAHIDAH
SAFIRA ANNISA
USWATUN HASANAH
DINI SHARFINA
ERUPSI GIGI SULUNG
Sumber : Ralph E. McDonalds. 2004. Dentistry for the Child and Adolescent. 8 t h Edition. Mosby Inc. Page: 176 - 178

Sumber : Ralph E. McDonalds. 2004. Dentistry for the Child


and Adolescent. 8th Edition. Mosby Inc. Page: 176 - 178
Proses Erupsi Gigi Sulung
◦ Proses erupsi gigi adalah suatu proses fisiologis berupa proses pergerakan gigi
yang dimulai dari tempat pembentukkan gigi di dalam tulang alveolar
kemudian gigi menembus gingiva sampai akhirnya mencapai dataran oklusal

Mary Bath. Dental Embriology, Histology and


Anatomy. Edisi 2, hal 84-87
lapisan berhenti di daerah
Setelah apposisi enamel  mahkota setiap gigi
primer

di permukaan enamel

ameloblas menempatkan
kutikula gigi aselular dari
organ enamel, dan membentuk
REE muncul sebagai beberapa Reduced Enamel Epitelium
lapisan sel pipih yang menutupi  (REE)
 permukaan enamel baru

REE menyatu dengan epitel oral enzim dari REE menghancurkan bagian
tengah dari jaringan yang menyatu, dan keluar
yang melapisi rongga mulut  melalui epitel oral di sekitar rongga mulut.

Mary Bath. Dental Embriology, Histology and Anatomy. Edisi 2,


hal 84-87
◦ Gigi primer mulai aktif keluar  bagian koronal dari jaringan
epitel yang menyatu akan melepaskan mahkota, meninggalkan
bagian serviks yang masih melekat pada leher gigi.
◦ Proses yang melibatkan hilangnya gigi primer terdiri dari
diferensiasi osteoklas, yang menyerap tulang alveolar di antara
dua gigi, dan odontoklas, yang menyebabkan resorpsi, atau
pengangkatan sebagian akar primer dentin dan sementum serta
bagian kecil dari mahkota email.

Mary Bath. Dental Embriology, Histology and


Anatomy. Edisi 2, hal 84-87
A: Rongga mulut sebelum proses erupsi dimulai. Epitel enamel yang berkurang dan terbentuklah
enamel yang baru . B: Penggabungan epitel enamel tereduksi dengan epitel oral. C: Disintegrasi
jaringan sentral yang menyatu, meninggalkan ruangan untuk pergerakan gigi. D: Jaringan fusi
koral terkelupas dari mahkota selama erupsi, meninggalkan epitel junctional awal dekat dengan
cementoenamel.
Mary Bath. Dental Embriology, Histology and
Anatomy. Edisi 2, hal 84-87
Pergerakan Erupsi Gigi
Pre Erupsi
• Pergerakan gigi di dalam tulang
• Beriringan dengan perkembangan rahang

Erupsi
• Erupsi gigi dimulai ketika pembentukan rahang, sedangkan lig. Periodontal
berkembang setelah terinisiasi pembentukan akar

Post- Erupsi
• Setelah erupsi, gigi bergerak untuk menyesuaikan diri didalam soket.
• Gerakan dapat terjadi dalam arah aksial, mesial, atau distal.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice Of Pedodontics. 2nd Ed. Jaypee Brothers Medical Publisher: New
Delhi. Page : 62-64
Insisif sentral
mandibula maxilla

◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 4 ½ ◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 4 bulan
bulan dalam intra uterine dalam intra uterine.
◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 2 ½ bulan ◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 1 ½ bulan
pasca kelahiran pasca kelahiran
◦ Erupsi gigi sulung dimulai dari gigi insisivus ◦ Erupsi gigi sulung dimulai dari gigi insisivus
sentral mandibula saat anak berusia 6-10 sentral mandibula saat anak berusia 7 bulan
bulan

Illustrated Dental Embriology, Histology, and Anatomy 4th edition. Fehrenbacach and Popwicks. 2016. Elshevier hal: 262-263
Insisif lateral
mandibula maxilla

◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 4 ½ ◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 4 ½
bulan dalam intra uterine bulan dalam intra uterine
◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 3 bulan ◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 2 ½ bulan
pasca kelahiran pasca kelahiran
◦ Erupsi gigi sulung dimulai dari gigi insisivus ◦ Erupsi gigi sulung saat anak berusia 9-13
sentral mandibula saat anak berusia 7 bulan bulan

Illustrated Dental Embriology, Histology, and Anatomy 4th edition. Fehrenbacach and Popwicks. 2016. Elshevier hal: 262-263
Molar pertama
mandibula maxilla

◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 5 bulan ◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 5 bulan
dalam intra uterine dalam intra uterine
◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 5 ½ bulan ◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 6 bulan
pasca kelahiran pasca kelahiran.
◦ Erupsi gigi sulung saat anak berusia 12 ◦ Erupsi gigi sulung dimulai saat anak berusia
bulan.* 14-19 bulan.

Illustrated Dental Embriology, Histology, and Anatomy 4th edition. Fehrenbacach and Popwicks. 2016. Elshevier hal: 262-263
Kaninus
mandibula maxilla

◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 5 bulan ◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 5 bulan
dalam intra uterine. dalam intra uterine.
◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 9 bulan ◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 9 bulan
pasca kelahiran. pasca kelahiran.
◦ Erupsi gigi sulung dimulai saat anak berusia ◦ Erupsi gigi sulung dimulai saat anak berusia
16 bulan.* 18 bulan

Illustrated Dental Embriology, Histology, and Anatomy 4th edition. Fehrenbacach and Popwicks. 2016. Elshevier hal: 262-263
Molar kedua
mandibula maxila

◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 6 bulan ◦ Mineralisasi sudah dimulai sejak usia 6 bulan
dalam intra uterine. dalam intra uterine.
◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 10 bulan ◦ Enamel selesai terbentuk pada usia 11 bulan
pasca kelahiran. pasca kelahiran.
◦ Erupsi gigi sulung dimulai saat anak berusia ◦ Erupsi gigi sulung dimulai saat anak berusia
20 bulan.* 24 bulan

Illustrated Dental Embriology, Histology, and Anatomy 4th edition. Fehrenbacach and Popwicks. 2016. Elshevier hal: 262-263
Kronologi Perkembangan Gigi Sulung
◦ Lunt dan law menyimpulkan bahwa urutan kalsifikasi gigi sulung adalah :
1. Incisivus sentral
2. Molar pertama
3. Incisivus lateral
4. Kaninus
5. Molar 2
◦ Gigi rahang atas berkembang lebih cepat dari pada gigi rahang bawah, kecuali
gigi M2.

Sumber : Ralph E. McDonalds. 2004. Dentistry for the Child


and Adolescent. 8th Edition. Mosby Inc. Page: 176 - 178
Sumber : Ralph E. McDonalds. 2004. Dentistry for the Child
and Adolescent. 8th Edition. Mosby Inc. Page: 176 - 178
and Adolescent. 8th Edition. Mosby Inc. Page: 176 - 178
Sumber : Ralph E. McDonalds. 2004. Dentistry for the Child
• Para peneliti ini menyatakan bahwa erupsi gigi adalah proses yang
kompleks dan diatur secara ketat yang melibatkan sel-sel organ gigi
dan tulang alveolus di sekitarnya.
• Sel mononuklear (prekursor osteoklas) harus direkrut ke dalam
folikel gigi sebelum timbulnya erupsi. Sel-sel ini, pada gilirannya,
bergabung membentuk osteoklas yang meresorbsi tulang alveolar,
menciptakan jalur erupsi bagi gigi untuk keluar dari ruang di bawah
tulang.
• Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap perkembangan
pembentukan mahkota.
• pada tahapan penyelesaian mahkota anak perempuan lebih cepat
rata-rata 0,35 tahun untuk 4 mahkota dari pada anak laki-laki.
• Sebelum perkembangan akar selesai terbentuk gigi akan mencapai
oklusi. Sekitar ¾ bagian akar telah selesai.
• Pengamatan dalam studi radiografi memperlihatkan bahwa gigi
mulai bergerak ke arah oklusi pada tahapan penyelesaian mahkota.
KARAKTERISTIK
PADA MASA GIGI
SULUNG
Erupsi
◦ Gigi seri sentral mandibula adalah gigi pertama yang erupsi ke dalam rongga
mulut dengan umur sekitar 6-7 bulan.
◦ Urutan erupsi gigi sulung adalah:
◦ Incisor Tengah - Insisivus Lateral - Molar Pertama –Canine-Second Molar.
◦ Pertumbuhan gigi primer (Sulung) biasanya terjadi pada usia 2 setengah tahun
setelah erupsi molar sulung kedua. Antara usia 3 dan 6 tahun, lengkung gigi
relatif stabil dan sangat sedikit perubahan yang terjadi.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
Mahkota Gigi
Mahkota gigi sulung relatif lebih pendek dibandingkan dengan
panjang akar (yaitu, rasio mahkota: akar yang lebih kecil)

Enamel dan dentin lebih tipis dibandingkan dengan gigi permanen.

Ketebalan enamel dan dentin gigi primer adalah kira-kira setengah


dari gigi permanen.

Daerah kontak molar primer datar dan buccolingual sangat luas


dibandingkan dengan molar permanen.

Warna mahkota gigi primer lebih putih dan lebih terang.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 82
Akar

Akar molar primer relatif lebih


panjang dan lebih ramping, yaitu, akar
Lebar mesiodistal dari akar gigi
molar mandibula lebih sempit secara
anterior primer jauh lebih sempit
mesiodistal, akar MB dan DB rahang
daripada mahkota bila dibandingkan
atas lebih mesiodistal, dan akar palatal
dengan gigi anterior permanen.
rahang atas lebih kecil secara
buccolingual.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 82
Pulp and Root Canal Systems
◦ Ukuran pulpa relatif lebih besar di gigi primer.
◦ Proporsi tanduk pulpa lebih tinggi dan terletak lebih dekat ke DEJ dan ke
permukaan luar mahkota.
◦ Tanduk pulpa mesial lebih tinggi dari tanduk pulpa distal
◦ Ruang pulpa gigi molar mandibula primer biasanya lebih besar dari ruang
pulpa molar maksila primer.
◦ Sistem saluran akar gigi molar primer yang berkembang sepenuhnya adalah
sangat berliku dan kompleks.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 82
Hubungan Oklusi
Pada usia 3 tahun, oklusi dari
20 gigi primer biasanya
terbentuk. Hubungan bidang
istilah distal dari gigi molar
kedua yang berlawanan dapat
diklasifikasikan ke dalam satu
dari tiga kategori.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 383
Lengkung Gigi
◦ Baume melaporkan dua bentuk lengkung morfologis yang konsisten dari gigi-
geligi primer: baik ruang umum antara gigi hadir (tipe I) atau gigi berada di
kontak proksimal tanpa spasi (tipe II).
◦ Bentuk lengkung pada kedua jenis ini tampak bawaan daripada perkembangan
karena pola asli yang diperlihatkan saat erupsi dipertahankan dari usia 3 hingga 6
tahun.
◦ Pada Lengkung gigi sulung dijumpai diastema primate (primate space) di rahang
atas antara insisif lateral sulung dan kaninus sulung, di RB antara kaninus sulung
dan M1 sulung.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 416
Lengkung Gigi

• Baume mengamati bahwa sampai erupsi molar


pertama permanen, dimensi sagital lengkung gigi
primer pada dasarnya tidak berubah.

• Hanya perubahan kecil dalam dimensi transversal


dari lengkung gigi primer yang terjadi selama usia
3 hingga 6 tahun kecuali jika secara negatif
dipengaruhi oleh pola fungsional yang merusak.

McDonald RE, Avery DR, Dean JA. Dentistry for the child and adolescent. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2016. page 416
Spacing in Deciduous Dentition
◦ Space biasanya ada di antara gigi sulung. Ruang-ruang ini disebut ruang
fisiologis atau ruang perkembangan.
◦ Kehadiran ruang dalam gigi utama adalah penting untuk perkembangan normal
dari gigi permanen.
◦ Jarak yang terlihat mesial ke kaninus maksila dan distal ke kaninus mandibula
lebih lebar daripada di daerah lain.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
Spacing in Deciduous Dentition
◦ Ruang fisiologis ini disebut ruang Primate atau ruang Simian atau ruang
Anthropoid seperti yang biasa terlihat pada primata
◦ Ruang-ruang ini membantu dalam penempatan titik taring pada lengkung yang
berlawanan.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
Hubungan Terminal Plane dari Geraham Sulung
◦ Hubungan mesio-distal antara permukaan distal
molar sulung kedua atas dan bawah disebut bidang
terminal. Mereka dapat terdiri dari 3 jenis seperti
yang diberikan oleh Baume:
◦ Flush terminal plane
◦ Fitur normal dari gigi sulung adalah bidang terminal flush
di mana permukaan distal molar sulung kedua atas dan
bawah berada di bidang vertikal yang sama.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
Hubungan Terminal Plane dari Geraham Sulung
◦ Mesial step terminal plane
◦ Dalam jenis hubungan ini permukaan distal molar
sulung kedua bawah lebih mesial ke permukaan
distal molar sulung kedua atas.

◦ Distal step terminal plane


◦ Dalam jenis hubungan ini permukaan distal molar
sulung kedua bawah lebih mesial ke permukaan
distal molar sulung kedua atas.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
Deep Bite
◦ Gigitan yang dalam dapat terjadi pada tahap awal
perkembangan.
◦ Tepi bawah insisal sering menghubungi daerah cingulum pada
gigi seri rahang atas. Gigitan dalam ini kemudian berkurang
karena faktor-faktor berikut.
◦ A. Erupsi gigi posterior permanen.
◦ B. Gesekan gigi seri.
◦ C. Gerakan ke depan dan ke bawah mandibula karena pertumbuhan.

Arathi Rao. Principles and Practice Of PEDODONTICS 2 nd ed. New Delhi: JAYPEE BROTHERS MEDICAL; 2008. page 73
PERIODE GIGI CAMPURAN
Periode selama gigi sulung dan gigi permanen berada didalam rongga
mulut pada waktu yang sama.

Successional Teeth : Accessional Teeth :


Incisivus, Kaninus, Premolar Molar

Marybath-Balogh. 2006. Ilustrated Dental Embryology,


Histology and Anatomy 2nd edition. Elseviers Saunders :
Missouri. Halaman 236-238
Karakteristik periode gigi campuran
◦ Terjadi pada umur 6-12 tahun
◦ Terlihat perbedaan warna antara gigi sulung dan gigi permanen.
◦ Terlihat perbedaan ukuran mahkota dan panjang akar antara gigi
sulung (kecil dan pendek) dan gigi permanen (lebih besar dan
panjang).
◦ Pertumbuhan tulang rahang sangat cepat pada periode ini.
◦ Gigi sulung wanita lebih cepat tanggal daripada pria.

Marybath-Balogh. 2006. Ilustrated Dental Embryology,


Histology and Anatomy 2nd edition. Elseviers Saunders :
Missouri. Halaman 236-238
Marybath-Balogh. 2006. Ilustrated Dental Embryology,
Histology and Anatomy 2nd edition. Elseviers Saunders :
Missouri. Halaman 236-238
Periode gigi campuran dapat dibagi menjadi tiga
fase.

Transisi Pertama Inter Transisi

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Transisi Kedua
Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Fase Transisi Pertama
◦ Periode transisi pertama ditandai dengan erupsi molar permanen pertama.
◦ Pertukaran incisivus sulung dengan incisivus permanen.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Pertukaran Oklusi (Changes in Occlusion)
◦ Molar pertama mandibula adalah gigi permanen pertama erupsi sekitar 6 tahun.
◦ Lokasi dan Hubungan molar permanen pertama sangat tergantung pada hubungan antara
permukaan distal M2 rahang atas dan rahang bawah.
◦ Pergeseran molar bawah dari hubungan awal ke oklusi akhir dapat terjadi dalam dua cara.
1. Pergeseran mesial awal  Gerakan maju memanfaatkan molar permanen pertama ruang
kosong
2. Pergeseran mesial akhir 

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Pertukaran Oklusi (Changes in Occlusion)
Hubungan molar yang mungkin dapat terjadi :
◦ Flush Terminal Plane dapat menyebabkan :
- Kelas I Angle (dengan late mesial shift)
- Kelas II Angle
- End to End
◦ Mesial Step dapat menyebabkan
- Kelas I (Normal)
- Kelas III
◦ Distal Step dapat menyebabkan :
- Kelas II

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Pergantian Incisivus (Exchange of Incisors)
◦ Selama periode transisi pertama gigi seri tanggal digantikan oleh gigi incisivus permanen.
◦ Gigi incisivus sentral mandibula biasanya yang pertama erupsi. Itu gigi seri permanen jauh lebih
besar daripada gigi sulung mereka ganti.
◦ Perbedaan antara jumlah ruang yang dibutuhkan untuk akomodasi dari gigi incisivus dan jumlah
ruang yang tersedia untuk ini disebut Incisal Liability.
◦ Incisal Liability : 7mm di lengkung rahang atas dan sekitar 5 mm lengkung rahang bawah.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Incisal Liability
◦ Jarak interdental gigi sulung
Jarak interdental yang baik pada gigi incisivus primer yang baik memungkinkan
deretan yang baik pada gigi incisivus permanen.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Incisal Liability
◦ Pertumbuhan lebar lengkung intercanine
Peningkatan lebar intercanine menciptakan lebih banyak ruang untuk gigi
incisivuspermanen.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
Incisal Liability
◦ Posisi labial
Gigi Incisivus permanen erupsi ke posisi yang lebih labial dan miring, sehingga
meningkatkan panjang lengkung.

Arathi Rao. 2008. Principles and Practice of Pedodontics-


Jaypee Brothers 2nd ed. New Delhi. Halaman 73-74
periode transisi

pada periode ini lengkung rahang atas & rahang atas terdiri dari gigi geligi
desidui & permanen

◦ gigi insisivus permanen


◦ gigi kaninus & molar primer
◦ molar pertama permanen

Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee


brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
periode antar-transisi

◦ Dibantu oleh lidah, gigi insisivus lateral mandibula mendpat posisi


yang tepat di lengkung rahang
◦ perbedaan kecil dikoreksi oleh tekanan yang diberikan oleh lidah &
bibir

Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee


brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
periode transisi kedua
◦ ini ditandai dengan penggantian gigi molar & kaninus desidui dengan masing-
masing diganti oleh gigi premolar & gigi kaninus permanen
◦ gabungan lebar dari mesiodistal dari gigi kaninus permanen & gigi premolar
biasanya kurang dari taring & molar desidui
ruang surplus ini disebut dengan leeway space
Dengan perbandingan
◦ 1,8 mm dalam maksila (0,9 mm setiap sisi)
◦ 3,4 mm di mandibula (masing-masing 1,7 mm)

Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee


brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee
brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
periode transisi kedua

McDonald And Avery’s Dentistry For The Child And Adolescent. 2016.
Missouri: Elsevier. P: 460
periode transisi kedua

◦ tahap early duckling dibetulkan


◦ Lengkungan rahang hilang kebulatannya
◦ urutan erupsi yang paling umum adalah
4-3-5 pada maksila
3-4-5 pada mandibula
◦ urutan ini sangat penting untuk mencegah crowding & pemanfaatan dari lee way space
◦ panjang lengkung gigi & lingkar lengkung berkurang dengan tekanan dari mesial

Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee


brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
Mixed dentition

Arathi Rao. 2008, principles and practice of pedodontics jaypee brothers 2nd,ed.new delhi.page 75-76
ERUPSI GIGI
PERMANEN
◦ Gigi permanen erupsi ke dalam rongga mulut dalam posisi lingual ke akar gigi desidui.

Balogh,marybath.Fehrenbach j,margareth.2006.Dental embryology,histology,and anatomy 2ed


Proses erupsi untuk gigi succedaneous sama dengan gigi desidui
REE menyatu dengan epitel oral untuk membuat jaringan yang
berdegenerasi.

Proses erupsi gigi non succedaneous serupa juga namun tidak ada
gigi desidui yang dicabut.

Balogh,marybath.Fehrenbach j,margareth.2006.Dental embryology,histology,and anatomy 2ed


Balogh,marybath.Fehrenbach
j,margareth.2006.Dental
embryology,histology,and anatomy 2ed
Jeffrey A. Dean. 2016. Mc. Donald and Avery’s Dentistry for The Child and Adolescent 10 th ed. Page 352
KARAKTERISTIK OKLUSI
DAN KONDISI GIGI PADA
MASA GIGI TETAP
Andrew’s 6 keys to normal occlusion
1. Hubungan molar kelas I
2. Angulasi mesio-distal mahkota (mahkota miring sedikit mesial)
3. Inklinasi labio-lingual mahkota
4. Tidak ada rotasi
5. Titik kontak gigi baik
6. Kurva spee lurus (tidak lebih dari 1,5 mm dari kurva)
Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 48-49
hubungan normal
buccal-lingual.

Posterior cross bite.

Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 51
• Hubungan buccolingual yang normal membantu
memaksimalkan efisiensi otot-otot sambil meminimalkan
trauma pada jaringan lunak (dari menggigit pipi atau
lidah).

• Kadang-kadang, karena perbedaan dalam ukuran


lengkung skeletal atau pola erupsi, gigi beroklusi
sedemikian rupa sehingga buccal cucps maxillary
bersinggungan di daerah fossa tengah dari gigi
mandibula. Hubungan ini disebut sebagai cross bite

Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 50
Angulasi gigi mandibula. Angulasi gigi rahang atas. Perhatikan
Perhatikan bahwa anterior dan bahwa anterior condong ke mesial
posterior condong ke mesial sedangkan gigi paling posterior menjadi
lebih distal dengan mengacu pada tulang
alveolar.

Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 49
Angulasi gigi rahang atas. Angulasi gigi mandibula. Perhatikan
Perhatikan bahwa semua posisi bahwa semua posisi sedikit condong ke
agak miring secara bucal lingual

Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 49
Jeffrey Okeson.2013. Management of Temporomandibular and Occlusion, Ed 7. Elsevier Mosby Co. St. Lois Missouri. Page 54
THANKYOU