Anda di halaman 1dari 6

Bab 4

ADMINISRASI
KURIKULUM
Lisa Kiranti (2181111007)
Reguler C Stambuk 2018
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mata Kuliah Manajemen Sekolah
Dosen Pengampu : Dr. M. Joharis Lubis, M.M., M.Pd.
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

Dalam arti luas kurikulum adalah semua pengalaman yang diberikan oleh
lembaga (sekolah) pendidikan kepada murid selama mereka mengikuti
pendidikan.

Jika diikuti pengertian kurikulum secara sempit haya menyangkut


usaha melancarkan pelaksanaa jadwal pelajaran. Tetapi jika dianut
pengertian kurikulum dalam arti luas, maka administrasi kurikulum
bukan hanya dibatasi pada ruang lingkup kelas tetapi menyangkut pula
kegiatan-kegiatan pengelolaan di luar kelas, bahkan di luar sekolah (yang
diprogramkan oleh sekolah) yang terarah kepada efektivitas pelaksanaan
kurikulum.
Secara garis besar perencanaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perencanaan
yang dilaksanakan di pusat dan pelaksaan yang dilakukan di sekolah (daerah).
Perencanaan yang akan dilaksanakan di tingkat pusat adalah:
a. Tujuan pendidikan
b. Bahasan pelajaran
c. Pedoman pelaksanaan kurikulum
Di samping itu, pemerintah pusat juga mengeluarkan pedoman-pedoman umum
yang harus diikuti oleh sekolah untuk menyusun perencanaan yang sifatnya
operasional di sekolah. pedoman tersebut antara lain:
a) Struktur program yakni yang di dalam memuat jenis-jenis program pendidikan,
bidang studi untuk masing-masing jenis program, satuan waktu pelaksanaan,
dan alokasi waktu untuk setiap bidang studi dan, serta jumlah jam pelajaran
perminggu.
b) Penyusunan jadwal pelajaran
c) Menyusun kalender pendidikan
d) Pembagian tugas guru
e) Pengaturan atau penempatan siswa dalam kelas
f) Penyusunan rencana mengajar
Pelaksanaan kurikulum adalah pelaksanaan mengajar di kelas yang telah
berkali-kali disebut merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah.
Pelaksanaan mengajar di kelas guru menyempitkan perhatiannya hanya kepada
kegiatan atau interaksi belajar mengajar.. Oleh karena itu, administratifnya adalah
selama guru berada di kelas maka terbagi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan
pengajaran, dan penutupan.
Pada bagian ini, kita akan menyinggung permasalahan kegiatan evaluasi.
Kegiatan evaluasi ada dua jenis. Pertama, evaluasi formatif yakni penilaian yag
dilakukan oleh guru setelah satu pokok bahasan selesai dipelajarin siswa. Kedua,
evaluasi sumatif atau sering dikenal dengan tes sumatif adalah tes yang
diselenggarakan oleh guru setelah satu jangka waktu tertentu.
setela h dilakukan evalauasi, selanjutnya adalah mengolah hasil evaluasi.
Dalam kurikulum 1975 buku III B, Pedoman Penilaian ditentukan oleh cara
mengambil nilai akhir setelah guru memiliki bebrapa tes formatif dan satu nilai tes
sumatif.
Rumusnya adalah:
Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004)
Kurikulum berbasis kompetensi merupakan perangkat standar program pendidikan
yang dapat mengantarkan siswa untuk menjadi kompeten dalam berbagai bidang kehidupan
yang dipelajarinya. Kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada:
1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian
pengalaman belajar yang bermakna.
2. Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Kurikulum 2006)


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun
dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Beberapa hal yang perlu dipahami
dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sebagai berikut.
1. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik
daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
2. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan KTSP dan silabusnya, berdasarkan kerangka
dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas pendidikan
kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggung jawab di bidang pendidikan.
3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi perguruan tinggi
dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan.