Anda di halaman 1dari 9

BREAK

EVENT
POINT (BEP)

Oleh : Yuniarto Triadi


PENGERTIAN
 Break Even Point atau titik impas, di mana posisi
jumlah pendapatan dan biaya produksi sama atau
seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun
kerugian
 Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis
banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau
pendapatan yang harus diterima untuk mendapatkan
titik impas atau kembali modal
TIPE BIAYA
1. Biaya tetap, Biaya ini akan tetap sama berapapun
jumlah produk yang dihasilkan. Seperti : biaya awal
pendirian usaha, biaya sewa tempat, asuransi,
komputer, peralatan produksi
2. Biaya Variabel, merupakan biaya berulang yang
dibutuhkan oleh setiap produk yang dihasilkan.
Seperti : biaya bahan, biaya karyawan, biaya daya.
KOMPONEN BIAYA
1. Fixed Cost (FC), merupakan biaya yang tetap atau konstan
jika adanya tindakan produksi atau tidak berproduksi.
Seperti : biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin
2. Variabel Cost (VC), merupakan biaya per unit yang sifatnya
dinamis tergantung dari volume produksinya. Seperti : biaya
bahan baku, biaya listrik,
3. Selling Price (P), merupakan harga jual per unit barang atau
jasa yang diproduksi
MACAM BEP

Contribution Margin Unit = (P – VC ) perUnit

Contribution Margin Ratio = 1 – ( VC / TR)


STUDI KASUS 1
Sebuah usaha kerajinan lampion menghasilkan 1000 buah,
mempunyai data keuangan sbb : biaya tetap Rp 1.000.000, biaya
tidak tetap Rp 500.000 dan penerimaan Rp 2.000.000, tentukan BEP
rupiah dan BEP unit :
a. P = 2.000.000 / 1000 = Rp 2.000 / b.VC = 500.000 / 1000 = Rp 500 / unit
unit
c. BEP Rupiah = (1.000.000) / (1-(500.000/2.000.000)
= (1.000.000) / ( 1- 0,25)
= 1.000.000 / 0,75
= Rp 1.333.333 dibulatkan Rp 1.335.000

d. BEP Unit = (1.000.000) / ( 2.000 - 500)


= 1.000.000 / 1500
= 666,66 unit dibulatkan 667 unit
STUDI KASUS 2
Sebuah usaha kerajinan lampu hias menghasilkan 2000 buah, dijual Rp 5.000 per unit,
biaya tidak tetap Rp 1.000 per unit dan biaya tetap Rp 2.000.000, tentukan BEP rupiah
dan BEP unit serta berapa unit yang harus dijual agar dapat untung Rp 5.000.000

a. BEP Rupiah = (2.000.000) / ( 1-(1000*5 000)/(2 000*5 000) = (2.000.000) / ( 1- 0,5)


= 2.000.000 / 0,5 = Rp 4.000.000
b. BEP Unit = (2.000.000) / ( 5.000 – 1.000)
= 2.000.000 / 4.000 = 500 unit

c. LABA = Pendapatan – Biaya produksi


Rp 5.000.000 = (5 000 * n) – (2 000 000 + 1 000*2 000)
Rp 5.000.000 = (5 000 * n) – (2 000 000 + 2 000 000)
Rp 5.000.000 + Rp 4 000 000 = (5 000 * n)
5000 n = 9 000 000
n = 9 000 000 / 5 000 = 1 800 unit
STUDI KASUS 3
Seorang akuntan manajer perusahaan ABC bertanggung jawab
dalam operasional produksi untuk menutup biaya operasional
sebesar Rp.50.000.000,- dan ingin mendapat keuntungan sebesar
Rp.20.000.000,-. Penjabaran biaya yang dikeluarkan untuk
operasinya sebagai berikut : Total biaya tetap = 50.000.000, Biaya
variabel perunit = 30.000, Harga jual perunit = 50.000, Hitunglah
BEP unit dan BEP Rupiah :
a. BEP Unit = 50.000.000 : (margin b. BEP rupiah = Harga jual per unit x BEP unit
kontribusi) = 50.000.000 : (50.000 = 50.000 x 2.500 unit
– 30.000) = Rp.125.000.000
= 50.000.000 : 20.000
= 2500 Unit
TERIMA
KASIH